Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Development of Eco-Charger with Solar Power in Airport Soleh, Asep Muhamad; Handayani, Ni Putu Heni
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 9, No 1.1 (2025)
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29099/ijair.v9i1.1.1461

Abstract

Renewable Alternative Energy is a very important issue due to global climate issues. In the 2021 United Nations General Assembly, the President of the Republic of Indonesia, in his speech, supported the development of renewable energy and stopped the development that uses coal as an energy source. Airports, as one of the infrastructures that use very large amounts of electrical energy, currently rely heavily on electrical energy, which still uses coal as fuel. The research method used is research and development (R&D), which has been carried out at the Politeknik Penerbangan Palembang since August 2021. The research we conducted produced an eco-charger with solar power as a power source and a battery as a medium for storing electrical energy controlled by a solar charge controller module. This research involved cadets in the development process so it also supports project-based learning. This eco charger's power source can be used for twenty-four hours non-stop because the source of electrical energy is stored in the battery. During the day, the battery will be charged with electrical energy from the solar panel and automatically stop charging if the battery is full. This eco charger is used to charge mobile phones at airports and can also be used in other places such as bus stops, bus terminals, and train stations.
Human Following Robot Berbasis IoT untuk Otomatisasi Troli: Meningkatkan Pembelajaran dalam Mata Kuliah Airport Automation Sunardi, Sunardi; Fazal, Muhammad Rafli; Febriansyah, Adha; Soleh, Asep Muhamad; Parjan, Parjan; Prayitno, Hadi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1120800

Abstract

Pengelolaan troli bandara menghadirkan tantangan seperti pencurian, kerusakan, perawatan, kebersihan, dan keterbatasan mobilitas bagi pengguna. Troli Pengikut Manusia menawarkan solusi otonom untuk transportasi barang penumpang. Dengan menggunakan model R&D Borg & Gall, troli ini beroperasi melalui gerakan tangan yang terdeteksi oleh sarung tangan dengan sensor gyroscope. Mikrokontroler ESP-32 mengaktifkan troli melalui internet, sementara Arduino Mega memproses data untuk mengontrol gerakan melalui motor DC. Troli ini dapat bergerak ke berbagai arah, mendukung beban hingga 7,9 kg, dengan jangkauan deteksi 20 cm dan jangkauan respons hingga 30 meter. Proyek ini terintegrasi ke dalam kurikulum Otomasi Bandara program Teknologi Rekayasa Bandar Udara (TRBU), yang memperkaya pembelajaran dalam bidang otomasi bandara, IoT, dan robotika. Pengembangan dilakukan dengan mengikuti 8 dari 10 tahap Borg & Gall, yang meningkatkan pembelajaran secara sistematis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa troli ini mampu mempertahankan stabilitas dengan menyesuaikan sudut kemiringan terhadap kecepatan: inklinasi pitch naik 5° untuk setiap peningkatan 0,8–1,0 m/s, mencapai 90° pada kecepatan 15,0 m/s, sementara roll meningkat 2,5° per 0,8–1,0 m/s, mencapai 45°. Troli ini telah diverifikasi di Bandara Sultan Mahmud Badarrudin II, memberikan pelatihan yang berharga bagi para taruna di Politeknik Penerbangan Palembang.
TECHNICAL DESIGN OF ELECTRIC BICYCLES AS OPERATIONAL AIDS IN THE AIRPORT FACILITY MAINTENANCE Martadinata, M Indra; Soleh, Asep Muhamad; Fatiha, Hana; Nugroho, Romi Ario; Rizkyanti, Fadhilla Nina; Setiyo, Setiyo
Journal of Airport Engineering Technology (JAET) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Airport Engineering Technology (JAET)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/jaet.v5i2.207

Abstract

Airports, as the main gateway to air transportation in Indonesia, are increasingly expected to implement environmentally friendly practices, one of which includes the use of electric vehicles to support operational activities. This research aims to design the technical specifications of an electric bicycle as a tool for operational maintenance at airport facilities. The method employed is Research and Development (R&D) using the ADDIE model, supported by a literature review and simulation using SolidWorks 2021. The bicycle is designed with a simple, mild steel frame, a 350-watt BLDC motor, and a 48V 15Ah lithium-ion battery, with a payload capacity of up to 100 kg. Structural analysis using the Finite Element Method (FEM) shows that the design is structurally safe, with Von Mises stress and strain values remaining below the material's yield strength. The safety factor also indicates high structural reliability. The novelty of this study lies in the integration of FEM-based structural design with airport-specific operational requirements, thereby filling a gap in prior research that has primarily focused on general e-bike performance without consideration for the specific context of airport maintenance. With an estimated construction cost of IDR 8 million, the design presents a low-emission, cost-effective solution to support sustainable airport operations.
Pelatihan Instalasi Jaringan Listrik Bangunan untuk Masyarakat di Lingkungan Politeknik Penerbangan Palembang Asep Muhamad Soleh; Sunardi; Rr. Retno Sawitri Wulandari; Haris Cahyadi Fajrianto; Muhammad Khafid Ridwan
Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Juli-Desember 2025)
Publisher : Politeknik Penerbangan Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61510/sd.v1i1.24

Abstract

Pelatihan instalasi jaringan listrik bangunan di lingkungan Politeknik Penerbangan Palembang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi masyarakat di lingkungan Politeknik Penerbangan Palembang dalam bidang instalasi listrik bangunan, dan bertujuan untuk mencegah kerusakan peralatan listrik maupun konsleting listrik. Sedangkan manfaatnya adalah dengan diberikannya pengetahuan keterampilan instalasi listrik bangunan, maka masyarakat dapat mengaplikasikannya di tempat tinggal masing – masing. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatif, dimana metode ini merupakan kegiatan yang di mana semua pihak, termasuk pendidik dan peserta didik, terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat sekitar Politeknik Penerbangan Palembang.
Perhitungan Kapasitas Air Conditioner untuk Kenyamanan Termal pada Gedung Serba Guna di Politeknik Penerbangan Palembang Romi Ario Nugroho; Moch. Daffa Firata; Yani Yudha Wirawan; Asep Muhamad Soleh; M. Indra Martadinata
SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2025): SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology (July-December 2025)
Publisher : Politeknik Penerbangan Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61510/skyeast.v3i2.63

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas di dalam ruangan, terutama pada wilayah dengan iklim tropis seperti Kota Palembang. Gedung Serba Guna (GSG) Lantai 1 Politeknik Penerbangan Palembang yang sering digunakan oleh sivitas akademika, mengalami masalah suhu tinggi dan kelembaban udara berlebih akibat meningkatnya temperatur lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas air conditioner (AC) yang ideal agar mampu menciptakan kenyamanan termal sesuai standar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data lapangan berupa dimensi ruangan, suhu dan kelembapan aktual, serta jumlah dan jenis air conditioner (AC) yang digunakan. Selain itu, survei dengan skala Guttman juga dilakukan kepada 30 responden guna menilai persepsi kenyamanan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kapasitas air conditioner (AC) yang terpasang saat ini sebesar 48 PK masih berada di bawah kebutuhan aktual sebesar 52 PK. Sementara itu, 66% responden menyatakan bahwa kenyamanan termal belum tercapai secara optimal. Dengan demikian, peningkatan kapasitas air conditioner (AC) sebesar 4 PK diperlukan untuk mengatasi defisit pendinginan. Penambahan ini diharapkan dapat menunjang kualitas aktivitas dalam ruangan serta memberikan kenyamanan yang merata di seluruh area Gedung Serba Guna (GSG) Lantai 1.