Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gambaran Penyebab Kejadian Salah Simpan (Missfile) Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Fakkar Andri Pakpahan; Tri Purnama Sari; Yuyun Priwahyuni
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol2.Iss2.569

Abstract

Pengelolaan sistem penyimpanan yang tidak sesuai akan menyebabkan missfile karena dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang ada. Missfile merupakan berkas rekam medis yang hilang dan salah letak pada rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filling. Dari survei awal dan wawancara yang dilakukan pada bulan November tahun 2020 terdapat kejadian missfile 1 kali dalam 1 bulan dengan persentasi 0,82% dengan jumlah kunjungan rawat jalan sebanyak 3.654 berkas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian salah simpan (Missfile) berkas rekam medis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, informan dari penelitian ini berjumlah 3 orang, metode pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Sedangkan objek penelitiannya yaitu bagian penyimpanan berkas rekam medis. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non-statistik dengan metode wawancara dan observasi, Analisa data dilakukan dengan induktif yakni pengambilan kesimpulan berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dari 3 unsur identifikasi terjadinya penyebab kejadian salah simpan (missfile) yaitu dari unsur man (tingkat pendidikan masih ada terdapat yang tamatan SMA atau non rekam medis, lama bekerja petugas di bagian filling sudah cukup lama antara 7-21 tahun dan pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh petugas bagian filling yaitu tentang retensi), dari unsur metode (SOP) suda ada kebijakan yang mengatur tentang sistem penyimpanan berkas rekam medis dan dari unsur machine (tracer dan kode warna) sudah ada dan sudah terlaksana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 2 orang petugas di bagian filling hanya 1 orang dengan tingkat pendidikan D III rekam medis dan masih ada yang tamatan SMA, Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di bagian pengelolaan penyimpanan (filling) berkas rekam medis sudah terlaksana, namun masih ada terdapat tumpang tindih beban tugas serta irtervensi pimpinan serta pengunaan tracer pada setiap pengambilan pengembalian berkas rekam medis yang dibutuhkan sudah terlaksana dengan baik yang disertai dengan pemberian kode warna pada map berkas rekam medis.
Peningkatan Kualitas Penyimpanan Rekam Medis Di RSIA “X”, Pekanbaru Wen Via Trisna; Fitriani Astika; Tri Purnama Sari; Azlina Azlina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i1.1502

Abstract

Rekam medis (medical record) adalah data yang bersifat sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi yang penting dan wajib menyertai seorang pasien pada saat menjalani pelayanan kesehatan. Dalam hal pengelolaan Rekam Medis salah satu yang dilaksanakan adalah bagian penyimpanan (Filing). Bagian penyimpanan bertujuan untuk menyimpan dokumen rekam medis pasien baik pasien Rawat Inap, Rawat Jalan, maupun Gawat Darurat sehingga data yang tersimpan dalam dokumen rekam medis dapat terjaga kerahasiaannya Tujuan kegiatan memberikan penyuluhan berupa pengetahuan kepada rekam medis tentang system penyimpanan berkas rekam medis. Metode Pelaksanaan terdiri dari perencanaan, tindakan pelaksanaan, observasi dan evaluasi, kegiatan-kegiatan. Hasilnya peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan yang diperoleh oleh peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan.
Pemberdayaan nelayan ikan sungai melalui pemberdayaan Zakat Produktif di Desa Mentulik, Kabupaten Kampar, Riau Hamzah Hamzah; Rosyidi Hamzah; Tri Purnama Sari
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v3i2.415

Abstract

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di desa mentulik yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Dimana pada masa covid 19 pendapatan mereka berkurang di karenakan akses mereka dalam melakukan penjualan ke konsumen terbatas. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan mengadakan sosialiasasi tentang pemberdayaan dana zakat secara produktif dan pendampingan dalam penggunaan social media untuk memasarkan ikan hasil tangkapan mereka. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 Juli 2022 yang bertempat di desa mentulik kabupaten Kampar. Peserta mengikut penyuluhan dan pelatihan ini berjumlah 30 orang didalam pemamaparan nya terjadi tanya jawab sehingga suasana diskusi semakin hidup. 
Hubungan Kompetensi Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Petugas Rekam Medis Di Rumah Sakit Se-Kota Pekanbaru Tahun 2023 Tri Purnama Sari; Fitriani Astika; Wen Via Trisna
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 6 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i6.3723

Abstract

Upaya peningkatan kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit sangat penting karena adanya berbagai aspek yang berhubungan dengan upaya peningkatan pelayanan Kesehatan. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis yang berada di Rumah Sakit Pemerintah Kota Pekanbaru yang berjumlah sebanyak 105 orang dari empat rumah sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi dengan kinerja (P value = 0,044) dan dari hasil analisis diperoleh POR 95 % CI = 2,303 artinya responden dengan kompetensi rendah lebih berisiko 2 kali memiliki kinerja yang rendah dibandingkan responden dengan kompetensi tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja (p value=0,034) dan dari hasil analisis diperoleh POR 95 % CI = 2,365 Artinya responden dengan beban kerja tinggi lebih berisiko 2,3 kali memiliki kinerja yang rendah dibandingkan responden dengan beban kerja yang rendah.
Pendampingan Implementasi Rekam Medis Sistem Retensi di Rumah Sakit Annisa Pekanbaru Tahun 2023 Wen Via Trisna; Ricardo Ricardo; Tri Purnama Sari
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.745

Abstract

Rekam medis merupakan unit yang sangat penting bagi rumah sakit, setiap 5 tahun pasien yang tidak melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut rekam medis akan dipilah menjadi rekam medis inaktif dengan proses sistem retensi. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah rumah sakit annisa pekanbaru. Berdasarkan survey  dan  wawancara  yang  dilakukan rumah sakit annisa pekanbaru sudah melakukan retensi rekam medis namun masih ada yang perlu dilakukan pembenahan , kurangnya SDM Di unit Rekam Medis yang membuat perekam medis masih mengerjakan pekerjaan bukan hanya satu pekerjaan saja tetapi mereka melakukan pekerjaan lebih dari satu, rumah sakit memiliki ruangan penyimpanan yang kurang memadai atau telah melebihi kapasitas. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu: tahapan perencanaan/persiapan, tahapan pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Hasil PKM ini  didapat  bahwa  pemahaman  perekam medis  setelah  diberikannya  penyuluhan  dan pendampingan mengalami peningkatan 100% perekam medis sudah memahami dan mengetahui tentang pelaksanaan retensi di rumah sakit.