Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Ketepatan Kode Diagnosa Penyakit Antara Rumah Sakit Dan BPJS Menggunakan ICD-10 Untuk Penagihan Klaim di Rumah Sakit Kelas C Sekota Pekanbaru Tahun 2016 Henny Maria Ulfa; Haryani Octaria; Tri Purnama Sari
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 5, No 2 (2017): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.044 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v5i2.137

Abstract

AbstractThe implementation of the diagnostic coding should be completed and corrected in accordance with ICD-10 directives. The information obtained from the Class C Hospital in Pekanbaru City was occurred a mistake in determining the main diagnosis and secondary diagnosis which affects to the difference in encoding disease between hospitals and BPJS, then the diagnose code will be returned from the verifier to the hospital coder staff, that impact on the delay in the process of claiming BPJS. This reseach employs qualitative metodh within total informan are seven people. The result of this research found that the quality coding, the element of quality coding (reliability, validity, completnes and timely), the coding policies and procedures, the standards and coding ethics (clear and consistent) are good. We recommend for hospital to conduct a training and education for the coder’s staff continuously, and for BPJS to provide the information on current regulations and involve the hospital in making its regulation.Keyword: code accuracy, bpjs, billing claims AbstrakProses rumah sakit terhadap pengkodean harus dimonitor untuk beberapa elemen kualitas pengkodean yaitu Konsisten bila dikode petugas berbeda kode tetap sama (reliability), Kode tepat sesuai diagnosis dan tindakan (validity), Mencakup semua diagnosis dan tindakan yang ada di rekam medis (completenens). Di Rumah Sakit Kelas C Se-kota Pekanbaru terdapat perbedaan kode antara rumah sakit dan ferivikasi BPJS salah satunya untuk tindakan apendiksitis dan apendiksitis yang disertai dengan pelengkatan maka akan dikode dengan apendektomy.Informen penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari direktur rumah sakit, kepala rekam medis,koding, dan ferivikator BPJS. Hasil yang diperoleh bahwa Kualitas pengkodean, Elemen kualitas pengkodean baik itu reliability, validity, completnes dan tepat waktu, dan Kebijakan dan prosedur pengkodean untuk rumah sakit sudah bagus, Standar dan etika pengkodean yang meliputi jelas dan konsisten, saran adanya pelatihan dan pendidikan untuk petugas koder selain itu BPJS dapat memberikan informasi mengenai peraturan-peraturan terbaru dan mengikut sertakan keterlibatan dari pihak rumah sakit dalam pembuatan peraturan.Kata kunci: ketepatan kode, bpjs, penagihan klaim
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidaksesuaian Sensus Harian Rawat Inap Manual Dengan Elektronik Di Rumah Sakit Prima Pekanbaru Pada Periode Agustus-Oktober Hafizah Bina Pratiwi Hafizah Bina Pratiwi; Tri Purnama Sari Tri Purnama Sari
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.294 KB) | DOI: 10.25311/jrm.Vol1.Iss1.330

Abstract

Setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan rumah sakit, termasuk kegiatan rawat inap, penyelenggaraan pelaporan merupakan salah satu bagian pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, berdasarkan survey awal pada Rumah Sakit Prima Pekanbaru, peneliti menemukan masalah yaitu ktidaksesuaian antara sensus harian rawat inap manual dengan sensus harian rawat inap elektronik. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian sensus harian rawat inap manual dengan elektronik di Rumah Sakit Prima Pekanbaru pada Periode Agustus-Oktober Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di unit rekam medis dan ruang perawat rawat inap Rumah Sakit Prima Pekanbaru pada bulan Oktober 2019-Mei 2020, populasinya adalah 130 perawat rawat inap dan bidan diruang rawat inap di Rumah Sakit Prima Pekanbaru dengan teknik purposive sampling. Hasil diperoleh tingkat pengetahuan perawat dan bidan mayoritas masih rendah karena terdapat 40 (57.1%) responden yang menjawab salah, sikap lebih banyak kategori sikap kurang baik, karena terdapat 38 responden (54.3%) yang menjawab salah dan tindakan kategori tindakan kurang baik lebih banyak, karena terdapat 38 responden (54.3%) yang menjawab salah.
Gambaran Pelaksanaan Penyusutan Dan Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif Di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Tahun 2020 Wasiyah Wasiyah; Tri Purnama Sari; Indra Bayu Kusuma
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.994 KB) | DOI: 10.25311/jrm.Vol1.Iss2.405

Abstract

Penyusutan berkas RM iaktif yaitu berkas RM yang sudah disimpan selama 5 tahun dihitung sejak tanggal terakhir  pasien dilayani pada sarana pelayan kesehatan atau setelah 5 tahun meninggal dunia. Pemusnahan adalah penghancuran secara fisik berkas RM yang sudah tidak ada nilai gunanya. Di RSUD Rokan Hulu dalam pelaksanaan penyusutan berkas RM inaktif terkendala pada tempat dan waktu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Penyusutan dan Pemusnahan Berkas Rekam RM di RSUD Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif  kualitatif dengan tujuan untuk membuat deskriptif tentang keadaan objek. Informan dalam penelitian  berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, dan wawancara.  Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Gambaran Pelaksanaan Penyusutan dan Pemusnahan Berkas RM Inaktif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan penyusutan dan pemusnahan berkas RM inaktif di RSUD Rokan Hulu sudah dilaksanakan tetapi dalam pelaksanaan penyusutan berkas RM inaktif petugas terkendala pada tempat, karena tidak adanya tempat khusus penyimpanan berkas RM yang telah disusutkan sehingga berkas RM yang disusutkan masih disimpan diruangan penyimpanan berkas RM aktif dan waktu pelayanan petugas diruang filling masih gabung dengan pelaksanaan penyusutan berkas RM inaktif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah belum adanya tempat penyimpanan khusus untuk penyimpanan berkas RM inaktif dan tidak kekonsistenan waktu. Saran dalam penelitian  adalah Sebaiknya di RSUD Rokan Hulu menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan berkas RM dis inaktif yang telah disusutkan dan adanya petugas khusus dalam pelaksanaan penyusutan berkas RM inaktif agar tercapainya pelayanan yang efektif dan efisien.
Pencegahan Dan Pemeliharaan Rekam Medis Dari Resiko Kerusakan Di Klinik Pratama Uwa Medika Pekanbaru Tri Purnama Sari; Fitriani Astika; Roslia Asrin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i1.336

Abstract

Beberapa Faktor Yang Dapat Menyebebkan Kerusakan Arsip Yaitu Faktor Instrinsik (Kualitas Kertas, Pengaruh Tinta, Dan Pengaruh Perekat) Dan Faktor Ekstrinsik (Faktor Lingkungan Fisik, Biologis Dan Kimiawi). Adapun yang menjadi Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Klinik Pratama UWA Medika Kota Pekanbaru Riau, berdasarkan survey dan wawancara yang dilakukan ditemukan beberapa masalah seperti pendidikan Petugas kesehatan yang berkerja di bagian rekam medis tidak sesuai dengan bidang ilmunya dimana petugas rekam medis merupakan tenaga kebidanan, selain itu petugas kesehatan tersebut belum pernah mengikuti pelatihan tentang pengelolaan rekam medis yang sesuai standar penyelenggaraan rekam medis. Tim PKM juga melihat bahwasannya petugas kesehatan melakukan ISOMA di ruang rekam medis hal ini dapat menyebabkan kerusakan rekam medis baik itu dari faktor interistik maupun Ekstrinsik. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: tahapan perancangan, pelatiha/ penyuluhan, dan evaluasi. Hasil PKM ini didapat bahwa pemahaman petugas kesehatan setelah diberikannya penyuluhan mengalami peningkatan yaitu 80% petugas kesehatan sudah memahami dan mengetahui tentang Pencegahan Dan Pemeliharaan Rekam Medis dan sisanya masih belum memahami hal ini bisa saja disebabkan karena basic pendidikan petugas kesehatan yang tidak sesuai. Minimnya Pengetahuan pengetahuan petugas kesehatan mengenai Pencegahan Dan Pemeliharaan Rekam Medis Dari Resiko Kerusakanakan mengakibatkan tingginya resiko kerusakan pada berkas rekam medis seperti terkena tumpahan makanan dan minuman, termakan oleh rayap ditambah lagi berkas rekam medis yang tidak memiliki map akan semakin mudah terjadi kerusakan. Kata Kunci: Pencegahan, Pemeliharaan, Kerusakan, Rekam Medis
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Dirumah Sakit X Tri Purnama Sari
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 1 (2022): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan kualitas pelayanan kesehatan yang baik di rumah sakit. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan itu sendiri, rumah sakit harus bisa menjaga kepuasan pasien, karna kepuasan pasien baik terutama pada ruang rawat inap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 200 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan Keseluruhan dimensi kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan yang artinya semakin baik kualitas pelayanan mulai dari bukti fisik, data tanggap, kehandalan, jaminan dan empati yang diberikan oleh rumah sakit akanmampu meningkatkan kepuasan pasien dan sebaliknya.   Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan, rumah sakit
Manajemen Pariwisata Berbasis Teknologi Pada Wisata Pancing Desa Mentulik, Kab. Kampar-Riau Zulfadli Hamzah; Anggi Hanafiah; Ermina Rusilawati; Astri Ayu Purwati; Hamzah Hamzah; Tri Purnama Sari; Muhammad Luthfi Hamzah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor wisata pancing Desa Mentulik Kec. Kampar Kiri Hilir, Kab. Kampar yang terdampak pandemi covid 19 adalah UKM AA Pancing. Beberapa persoalan yang ditemukan pada UKM AA Pancing terdiri dari aspek permodalan dimana kurangnya jumlah kapal yang memiliki mesin yang layak guna, aspek teknologi pemasaran dimana pemasaran dan penjualan UKM AA Pancing masih dilakukan secara manual dan aspek manajerial dimana tidak pernah dilakukan pencatatan kas masuk dan kas keluar bagi mengetahui sejauh mana kinerja UKM AA Pancing, selain itu juga kurangnya kepedulian UKM AA Pancing dan masyarakat sekitar untuk mengikuti protokol kesehatan dan juga keselamatan. Bagi memberikan solusi atas persoalan yang di hadapi, beberapa solusi yang di tawarkan yakni : 1) Penambahan mesin sampan, baju pelampung dan alat pancing, 2) Pembuatan aplikasi pencatatan keuangan 3) Pemberian pelatihan manajemen kesehatan dan keselamatan. Kegiatan ini dirasa mampu meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan bisnis wisatanya. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi sosialisasi manajemen usaha dan keselamatan usaha pancing dan pemberian beberapa peralatan usaha seperti mesin, alat pancing dan pelampung. Melalui kegiatan ini dapat membantu keberlangsungan dan pengembangan usaha mitra serta mampu meningkatkan pariwisata pancing desa mentulik. Kata Kunci : Wisata pancing, Manajemen, UKM, Pencatatan Keuangan
Peranan Rekam Medis Elektronik (RME) Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Riau Tahun 2021 Doni Jepisah; Tri Purnama Sari; Haryani Octaria
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.865

Abstract

Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. Di Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sejak berkembangnya e-Health, RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA), namun demikian para tenaga kesehatan dan pengelola sarana pelayanan kesehatan masih ragu untuk menggunakannya karena belum ada peraturan perundangan yang secara khusus mengatur penggunaannya. Sejak dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 telah memberikan jawaban atas keraguan yang ada. UU ITE telah memberikan peluang untuk implemetasi RME. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologi informasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME. Kata Kunci: Rekam Medis, Elektronik, system informasi manajemen,RSUD
Penurunan Permasalahan Dalam Implementasi Aplikasi SIKDA Generik Rizky Ramadhanie; Destia Tata Muflihatin; Resti Muharrani; Restinawati Restinawati; Vidia Feronika; Tri Purnama Sari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.940

Abstract

Untuk memberi kemudahan petugas dalam melakukan kegiatan pelaporan antar bagian dan juga untuk kegiatan dalam pelaporan ke Dinas Kesehatan harus adanya penggunaan aplikasi SIKDA Generik manajemen pasien secara online. Tercapainya suatu tujuan pengimplementasian aplikasi SIKDA Generik pasti berhubungan dengan bagaimana SIKDA Generik digunakan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri tahapan perencanaan, pelatihan/penyuluhan, dan evaluasi. Hasil Dalam pelaksaan penyuluhan Kesehatan dilakukan 3 sesi kegiatan. Sesi pertama adalah sesi pemaparan materi, sesi ke-2 adalah sesi tanya jawab, Dan  sesi  ke-3  adalah  sesi  diskusi  dan dilanjutkan  dengan  tahap  evaluasi  para  peserta  penyuluhan. berdasarkan hasil PKM dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk menurunkan kendala dan permasalahan yang terjadi pada implementasi aplikasi SIKDA Generik perlu dilakukannya penyuluhan/ seminar atau kegiatan sejenisnya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas. selain itu, perlu adanya peningkatan dan perbaikan terhadap sarana dan prasarana dalam pengimplentasian aplikasi SIKDA Generik tersebut agar dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas. Kata Kunci : Implementasi, Aplikasi SIKDA Generik, Puskesmas
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Tahun 2020 Nani Mayolia; Sy. Effi Daniati; Tri Purnama Sari
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol2.Iss1.363

Abstract

Rekam Medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam Medis harus diisi lengkap 100%  ≤ 24 jam setelah selesai pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis rawat jalan di bulan Oktober 2020 yang berjumlah 2350 rekam medis pasien sedangkan untuk sampel pada penelitian ini berjumlah 96 sampel dengan informan penelitian berjumlah 3 informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Simple Random Sampling, serta pengolah data dengan 2 cara yaitu pegolahan data kuantitatif dan pengolahan data kualitatif. Hasil penelitian yaitu Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan review identifikasi memiliki rata rata presentase kelengkapan 94,9%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan review autentifikasi memilki rata rata presentase kelengkapan 82,2%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan review pencatatan memiliki rata rata presentase kelengkapan 94,3%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan review Pelaporan Penting memilki rata rata presentase kelengkapan 96,8% Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan rekam medis yang  dilihat dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih ditemukannya beberapa item yang tidak diisi lengkap oleh dokter/perawat serta tenaga medis lain untuk item yang paling tinggi presentase ketidaklengkapannya dan sering tidak diisi adalah alamat, tempat tanggal lahir dan pekerjaan serta nama dokter/perawat, tanda tangan dan faktor yang mempengaruhinya adalah SOP dan SDM.
Tinjauan Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Dan Pengambilan Rekam Medis Pasien Covid di Rumah sakit umum daerah petala bumi provinsi riau Tahun 2020 Nina Mayolanda; Haryani Octaria; Tri Purnama Sari
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.601 KB) | DOI: 10.25311/jrm.Vol1.Iss3.367

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Dalam pelaksanaan penyimpanan dokumen rekam medis berpedoman pada Standar Operasional Prosedur tentang penyimpanan dokumen rekam medis. Ruang filing merupakan tempat penyimpanan dokumen rawat jalan, rawat darurat maupun rawat inap disimpan dan ditata dengan metode tertentu(agustina, 2008) .Berdasarkan informasi kompas bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau menyampaikan dari 577 kasus ini 78 orang adalah tenaga kesehatan (Nakes) Jumlah nakes yang terpapar Covid-19 di Riau sebanyak 78 orang, oleh karena itu petugas rekam medis harus menggikuti kebijakan formiki tentang pelaksanaan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis pasien covid. Jenis penelitian ini adalah deskripif dengan pendekatan kualitatif, infroman yang diperlukan berjumlah 4 orang, metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hal ini guna melihat bagian penyimpanan rekam medis covid, pengambilan rekam medis covid, sarana dan prasarana rekam medis dan kebijakan terkait penyimpanan dan pengambilan rekam medis covid.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pelaksanaan sisem penyimpanan dan pengambillan rekam medis pasien covid di rumah sakit umum daerah provinsi riau yaitu penyimpanan dan pengambilan rekam medis covid tidak sesuai dengan kebijakan pormiki dimana sistem penyimpanan dan pengambilannya sama saja seperti rekam medis non covid.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis pasien covid tidak ada SOP maupun kebijakan yang mengatur pelaksanaan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis covid dimana penyimpanan nya sama seperti non covid tidak ada dibedakan. Saran dari penulis penyimpanan dan pengambilan rekam medis covid harus diperbaiki dengan mengikuti kebijakan pormiki agar tidak ada petugas filling yang tertular covid.