Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Systematic Review Faktor Risko, Penyebab dan Dampak Diabetes Pada Remaja Adolf Dony, Yappi; Wulandari, Respati; Yuantari, MG Catur
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4109

Abstract

Pendahuluan: Penderita diabetes melitus dapat terserang penyakit serius berupa komplikasi akut dan kronis yang berbahaya serta dapat menyebakan pada kematian diketahui bahwa rata -rata tertinggi penderita diabetes adalah kalangan individu yang di dominasi rentang umur 10-19 tahun. tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana faktor risiko, penyebab dan dampak diabtes pada remaja dengan mengambil penelitian terbaru dan melihat variable sebagai penyebab diabetes melalui studi literatur pada jurnal yang terpublikasi. Metodologi: Penelitian ini adalah jenis penelitia systematic Review yang berasal dari jurnal tahun 2016-2025 yang sudah terpublikasi yang membahas terkait faktor penyebab dan risiko diabetes pada remaja. Sampel pada penelitian ini adalah jurnal terpublikasi di google scholar sebanyak 11 jurnal terkait diabetes. Hasil: Penyebab dari diabetes antara lain Riwayat genetik, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pengetahuan dan Pola makan, Dampak dari diabetes antara lain penyakit jantung dan menurunnyakualitas tidur remaja. Kesimpulan: bahwa penyebab diabetes tidak hanya berasal dari remaja akan tetapi juga banyak pula faktor eksternal yang juga mempengaruhi dan dampaknya pada perkembangan kognitif dan akademis remaja.
Faktor yang Berhubungan dengan KejadIan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Furniture di PT Global Home Solution Putri, Dessy Rachmawati; Yuantari, MG Catur
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.7241

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu keadaan yang tidak diinginkan dan tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa atau harta benda. PT. Pekerja Global Home Solutions tidak menggunakan APD lengkap seperti sepatu, sarung tangan, kacamata pengaman. Pekerja sering mengalami kecelakaan kerja ringan seperti tertimpa pemotong, terkena lem, dll. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur, masa kerja, penggunaan APD, dan penerangan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja industri mebel di PT Global Home Solution. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling atau populasi penelitian ini adalah pekerja produksi sebanyak 45 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran menggunakan luxmeter, serta data diolah dengan uji Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa usia, masa kerja dan pencahayaan tidak memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan kerja. P-Value (umur = 0,408), P-Value (masa kerja = 0,793), P-Value (iluminasi = 0,837). Sedangkan terdapat hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai P-Value sebesar 0,045 pada pekerja industri mebel di PT Global Home Solution. Angka kecelakaan masih tergolong tinggi meskipun hanya kecelakaan ringan. Diharapkan perusahaan dapat memberikan informasi tentang kecelakaan kerja dan cara pencegahannya, menyediakan APD lengkap, meningkatkan pengawasan, dan membuat izin kerja. Sementara itu, pekerja diharapkan lebih patuh dalam penggunaan APD
Hubungan antara Kelelahan Kerja dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan Kedai Kopi di Kecamatan Semarang Timur Saputra, Dandy Yurihumala; Yuantari, MG Catur
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.7243

Abstract

Kelelahan dalam bekerja menjadi salah satu faktor penghambat efisiensi seseorang dalam menjalankan aktifitas pekerjaannya. Salah satu gejala gangguan kesehatan pada seorang karyawan dalam suatu perusahaan yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan kerja. Stres Kerja merupakan situasi krisis yang menciptakan rendahnya fisik serta psikis, yang mempengaruhi perasaan, proses berpendapat dan situasi karyawan.  Para karyawan yang menghadapi stres dapat menurun tingkat kinerjanya, yang mengakibatkan terancamnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebas dalam peneletian ini adalah kelelahan kerja dan stress kerja. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur yang dilakukan di 3 kedai kopi. Jumlah populasi dari ketiga kedai kopi tesebut sebanyak 30 orang yang berupa barista, waiters dll. Sampel yang digunakan total sampling. Mengambil seluruh anggota populasi atau semua anggota sebagai sampel disebut sebagai total sampling.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa stress kerja terhadap kinerja karyawan tidak ada hubungan, nilai P-Value 0,136. Sedangkan ada hubungan antara kelelahan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai P-Value 0,001 pada pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur. Peneliti menyarankan bagi pekerja yaitu menjalankan olahraga ringan dan rutin melakukan peregangan ringan diantara jam kerja supaya mampu merilekskan otot-otot yang kaku serta mendengarkan musik, karena dengan mendengarkan musik mampu menghilangkan ketegangan di tubuh pada saat bekerja.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Higiene Sanitasi Makanan Pada Pedagang Kaki Lima MG Catur Yuantari; Emilia Aditiyani Pramitasari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11297

Abstract

Penjamah makanan atau food handler merupakan seseorang yang melakukan kontak secara langsung dengan makanan serta kontak dengan peralatan yang di pergunakan untuk menyajikan maupun mengolahnya. Faktor yang menentukan higiene sanitasi makanan adalah faktor pengolah makanan, maka dari itu higiene sanitasi makanan dan minuman penting dilakukan oleh setiap pedagang & penjamah kuliner, mulai dari proses pemilihan bahan baku hingga makanan atau minuman tersebut layak dikonsumsi ke dalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan praktik hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022-Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah dan sampel yang diambil yaitu keseluruhan populasi yang ada yaitu sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Rank Spearman (p(sig) = <0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara umur p(sig) = 0.342, pengetahuan p(sig) = 0.962, sikap p(sig) = 0.893 (sig>0.05) dengan praktik hygiene sanitasi makanan, dan ada hubungan signifikan antara fasilitas dengan praktik hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah p(sig) = 0.003 (sig<0.05). Saran untuk pedagang diharapkan dapat meningkatkan dan menerapkan pemahaman yang baik dan benar mengenai praktik hygiene sanitasi makanan
Kajian Kadar Hipertensi dan Faktor-faktor Risiko Pada Pengemudi Dump Truk PT Xyz di Pulau Obi Bagus Hartanto; Supriyono Asfawi; MG Catur Yuantari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi pada pengemudi dump truk PT XYZ di pulau Obi Maluku Utara. Penelitian Menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan analitik. Data sekunder diperoleh dari hasil Medical Cek Up (MCU) Tahunan sebanyak 208 pengemudi melalui total sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur Sig. (2-tailed) 0.414, masa kerja Sig. (2-tailed) 0.414, riwayat hipertensi ibu Sig. (2-tailed) 0.319, konsumsi alkohol Sig. (2-tailed) 0.280, dan aktivitas olahraga Sig. (2-tailed) 0.446 dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya terdapat hubungan signifikan antara, riwayat hipertensi ayah Sig. (2-tailed) 0.025, kebiasaan merokok Sig. (2-tailed) 0.001, serta status obesitas Sig. (2-tailed) 0.001 dengan hipertensi. Kebaharuan penelitian ini terletak pada konteks pekerja sektor transportasi pertambangan, yang relatif jarang diteliti, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan promotif-preventif khusus bagi kelompok pekerja dengan risiko kerja tinggi. Menjadikan rekomendasi bagi perusahaan untuk melakukan pengujian kesehatan sebagai syarat pengemudi sebelum bekerja untuk mendapatkan status fit to work.
Literature Review Kajian Kesehatan Kerja : Pengaruh Obesitas Sentral Terhadap Faktor Terjadinya Dislipidemia pada Pekerja Nikita Arum Sari; Maria Goretti Catur Yuantari; Eni Mahawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52397

Abstract

Latar Belakang: Obesitas sentral, yang ditandai dengan akumulasi lemak viseral di area abdomen, telah menjadi isu kesehatan publik yang mendesak, terutama di Indonesia. Kondisi ini secara krusial berperan dalam inisiasi gangguan metabolik, seperti dislipidemia, yang merupakan prekursor utama penyakit kardiovaskular. Populasi pekerja sangat rentan terhadap dislipidemia, terutama bila disertai obesitas sentral, yang dipengaruhi oleh gaya hidup sedentary dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Tujuan dan Metode: Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis secara sistematis pengaruh signifikan obesitas sentral terhadap etiopatogenesis dislipidemia di kalangan pekerja, berdasarkan studi-studi ilmiah yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Metode yang digunakan melibatkan penelusuran berbagai basis data dengan fokus pada artikel yang menguji hubungan antara obesitas sentral dan dislipidemia pada konteks kesehatan kerja. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi, mayoritas menggunakan desain cross- sectional. Hasil konsisten menunjukkan bahwa obesitas sentral berkorelasi kuat dengan profil lipid yang abnormal: peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol LDL, serta penurunan kolesterol HDL. Selain itu, faktor demografi (usia, jenis pekerjaan) dan faktor perilaku (gaya hidup) turut memperparah kerentanan terhadap dislipidemia. Kesimpulan: Secara keseluruhan, terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan dislipidemia pada pekerja. Oleh karena itu, implementasi program pencegahan obesitas sentral melalui intervensi modifikasi gaya hidup di tempat kerja sangat esensial untuk menurunkan morbiditas dislipidemia dan meningkatkan kualitas kesehatan tenaga kerja. Kata Kunci: obesitas sentral, dislipidemia, pekerja, kesehatan kerja, faktor risiko.
Analysis of Physical Environmental Factors Related to Tuberculosis Occurrence in Elementary Schools in North Semarang Sub-District Yuantari, MG Catur; Nafisah, Ami Salwa
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i2.15577

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. It is one of the leading causes of death in the world. The increase in tuberculosis cases continues to rise. Tuberculosis is an environmentally-based disease; tuberculosis bacteria can be transmitted under certain environmental conditions. Physical environmental factors are thought to be risk factors that have a role in triggering the transmission of tuberculosis bacteria. The aim of the study was to analyze the relationship between physical environmental factors and the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang District. The study used quantitative observational analysis with cross sectional research design. This study was conducted in elementary schools in North Semarang District in September 2023 - January 2024. The population in this study was all elementary schools in North Semarang District, which amounted to 33 elementary schools. Sampling using total sampling. This research instrument uses an observation sheet, a luxmeter, a thermohygrometer, and a roll meter. Data were processed with the Chi-Square test. The results showed that there was an association between the variables of lighting (p-value=0.0001), humidity (p-value=0.027), and temperature (p-value=0.0001) with the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang District. Meanwhile, the variables of ventilation area (p-value=1.000), and occupancy density (p-value=0.455) had no association with the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang Subdistrict. The suggestion in this study is that elementary schools in North Semarang Subdistrict are expected to conduct early prevention and implement tuberculosis control programs so that this disease does not become more widespread.