Articles
Pengaruh Waktu Tinggal dan Media Tanam pada Constructed Wetland untuk Mengolah Air Limbah Industri Tahu
Muhammad Al Kholif;
Pungut;
Sugito;
Joko Sutrisno;
Winda Sulistyo Dewi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1043.492 KB)
|
DOI: 10.29080/alard.v5i2.901
Tofu industry waste pollution is still a serious problem. The high burden of tofu industrial waste pollutants is still a major problem. besides, the unavailability of the budget for processing and the limitations of a cheap and efficient treatment system are factors supporting the pollution of tofu waste in the environment. This study examines the efficiency of reducing BOD5 and COD treated with constructed wetlands using water jasmine plants (Enchinodorus palaefolius). The system used is the wetland subsurface with continuous flow. The media used include sand and biochar with a residence time of 12 hours 18 hours. Whereas pH, temperature, and flow rate are conditioned as control variables. The greatest efficiency of BOD5 and COD occurs in reactors using biochar media and a residence time of 18 hours with an efficiency of BOD5 of 50.52% and COD of 55.02%.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DENGAN MODEL DICK AND CAREY DAN MENGGUNAKAN CONCEPT MAPPING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 SAMPANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2018/2019
Ike Nurmala Widyastuti;
Iskandar Wiryokusumo;
Sugito .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1673.94 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.924
Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Penggunaan modul dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa guru. Sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah direvisi 2016, modul yang digunakan di sekolah ini tidak sesuai dengan silabus pembelajaran. Ada beberapa materi yang dihilangkan dan ada beberapa materi yang ditambah. Untuk mengantisipasi ini maka perlu dilakukan konsep pembelajaran yang sesuai yaitu mapping concept. Prosedur dalam penelitian ini mengadopsi model Dick and Carey sehingga terangkum dalam empat tahapan. (1) Tahap pendefinisian kebutuhan. (2) Tahap desain produk. (3) Tahap pengembanagn dan Evaluasi dan (4) Tahap desiminasi produk. Karena keterbatas waktu peneliti hanya sampai di tahap ke- 3 yaitu pengembangan. Validasi untuk menguji kelayakan modul dari aspek konstruksi dan isi diperoleh presentasi penilaian modul sebesar 95%. Validasi terhadap tampilan modul secara fisik diperoleh nilai sebesar 92,36%. Validitas kesesuian terhadap materi diperoleh penilaian modul sebesar 94,1%. Validitas terhadap penyajian ilustrasi diperoleh presentase penilaian modul sebesar 97,5%. Untuk menilai kebahasaan dimintakan validasi terhadap satu orang dosen Bahasa dan Sastra Indonesia diperoleh presentase penilaian modul dari aspek Bahasa sebesar 97,5%. Untuk menilai aspek desain dimintakan validasi terhadap satu orang dosen Teknologi Pendidikan diperoleh presentase penilaian modul dari aspek desain sebesar 88,16% Uji keterbacaan modul dari siswa diperoleh presentase penilaian sebesar 88,46%. Berdasarkan pada penilaian Linkert selang 81%-100% termasuk kategori sangat layak walaupun harus melakukan beberapa revisi atas masukan dan saran dari para Validator, teman sejawat dan siswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KARAKTER DI ABAD-21 PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI
Suhud .;
Nurmida Catherine Sitompul;
Sugito .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1016.619 KB)
Pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan, membuat pemerintah berjanji menyediakan bahan ajar yang berkenaan dengan buku siswa maupun buku pegangan guru. Namun, masalah yang muncul saat ini adalah masih banyak bahan ajar yang belum tersedia yang berbasis karakter. Sehingga hal ini menimbulkan kesulitan bagi siswa dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia yang berkarakter. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk akhir berupa buku bahan ajar berbasis karakter di Era abad 21 pada Pelajaran Bahasa Indonesiakelas XI SMK sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia dan menganalisis respon siswa terhadap Bahan Ajar yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan menurut Moelenda, yaitu ADDIE yang terdiri dari tahap analisis (analysis), tahap desain (design), tahap pengembangan (development), tahap implementasi (implementation), dan tahap evaluasi (evaluation). Hasil penelitian menunjukkan skor kelayakan isi dan materi sebesar 93.08% dengan kriteria sangat layak, dan kelayakan desain cover dan isi sebesar 81,82% dengan kriteria layak, dan kelayakan dari respon siswa sebesar 92.75% dengan kriteria layak. Rata-rata ketiga komponen telaah dan validasi tersebut adalah 89.22% dengan kriteria sangat layak. Sedangkan skor Rata-rata persentase dari respon siswa sebesar 83% dengan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bahan Ajar yang dikembangkan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran serta memperoleh respon positif dari siswa.
PENURUNAN LOGAM BESI DAN MANGAN MENGGUNAKAN FILTRASI MEDIA ZEOLIT DAN MANGANESE GREENSAND
Nastiti Maharani Oesman;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 15 No 2 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v15i2.732
Di dalam bumi, material organik maupun anorganik mengalami berbagai kontak dengan air tanah. Air tanah mengandung beberapa senyawa anorganik seperti logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang jika bereaksi dengan udara mengakibatkan perubahan warna pada air tersebut menjadi kuning hingga coklat. Diperlukan teknologi untuk menurunkan kandungan Fe dan Mn tersebut agar layak digunakan sebagai air bersih / air baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Penurunan Fe dan Mn pada air tanah menggunakan filtrasi media Zeolit dan Manganese Greensand. Reaktor filtrasi terbuat dari pipa PVC dengan diameter 4 inchi dan ketinggian 125 cm serta menggunakan sistem aliran upflow. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis media filtrasi yaitu Zeolit dengan Manganese Greensand pada debit 1 L/menit, 1.5 L/menit, dan 2 L/menit. Sampel yang digunakan adalah air sumur daerah Dukuh Setro Rawasan Surabaya. Analisis Fe menggunakan metode Ortho-Phenantrolin secara Spektrofotometri, sedangkan analisis Mn menggunakan metode Persulfat. Setelah ditreatment, untuk media Zeolit efisiensi penurunan paling optimum terjadi pada debit 1 L/menit, dimana untuk Fe sebesar 57.13% dan Mn sebesar 70.00%. Sedangkan media Manganese Greensand, efisiensi penurunan paling optimum juga terjadi pada debit 1 L/menit, dimana untuk Fe sebesar 78.36% dan Mn sebesar 88.21%.
PROSES DESINFEKSI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK MENJADI AIR BERSIH SEBAGAI AIR BAKU AIR MINUM
Rhenny Ratnawati;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 11 No 2 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v11i2.815
Permasalahan air bersih semakin berkembang akibat kerusakan lingkungan danpencemaran air limbah domestik. Upaya pengolahan air limbah domestik dilakukan untukmereduksi bahan organik dan logam-logam yang mencemari air permukaan sebagai bahan bakuair bersih.Aplikasi Biofilter terpadukan dengan teknologi filtrasi berbasis multimedia filter dapatmenghasilkan air bersih yang memenuhi standar sehingga menghemat energi proses dan biayapengolahan. Air olahan dapat ditingkatkan sebagai air baku untuk air bersih dan air minum. Padapenelitian ini dilakukan kajian proses Desinfeksi pada pengolahan air limbah domestik menjadi airbaku yang dapat dikembangkan menjadi air bersih dan air minum. Penelitian dilakukan secaraterpadu menggunakan aplikasi Biofilter dengan Fltrasi dilanjutkan dengan proses Desinfeksi.Reaktor Biofilter tersusun secara terpadu dengan kombinasi reaktor anaerobik dan aerobikmenggunakan media batu koral diameter 1-2 cm untuk optimalisasi removal bahan organik.Filtrasi dilakukan dengan menggunakan resin katio-anion, pasir silika dan manganess greensand.Desinfeksi menggunakan bahan Kaporit dengan dosis 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm,300 ppm, 350 ppm, dan 400 ppm untuk menurunkan kandungan bakteri Escherecia Coli. Sampelair limbah yang digunakan adalah air limbah Puskesmas.Target yang ingin dicapai adalah untukmemperoleh air baku air bersih atau air minum dari air limbah domestik yang memenuhi bakumutu.Data kualitas air dianalisis di laboratorium menggunakan metode penelitian air secaralengkap untuk parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis. Perbandingan parameter antara kualitasinfluen dan efluen menunjukkan kapasitas unjuk kerja reaktor dan proses desinfeksi. Hasilpenelitian menunjukan bahwa pada pemberian kaporit dengan dosis 350 ppm dan 400 ppm telahdiperoleh air olahan yang tidak mengandung bakteri Esherecia Coli sehingga memenuhi bakumutu kualitas air bersih sesuai Permenkes RI No 416/MENKES/PER/IX/1990 Hasil penelitian iniberupa air olahan memenuhi syarat yang dapat dimanfaatkan kembali (recycle) sehingga dapatmenekan biaya operasional institusi yang menghasilkan air limbah.
APLIKASI TEKNOLOGI FILTRASI UNTUK MENGHASILKAN AIR BERSIH DARI AIR HASIL OLAHAN IPAL DI RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA
Damiyana Krismayasari;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 12 No 1 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v12i1.817
Peningkatan jumlah pasien dan pelayanan rumah sakit menyebabkan meningkatnyakebutuhan air bersih. Selama ini produksi oulet IPAL belum diberdayakan, oleh karena itu perludilakukan penerlitian untuk mengolah air hasil olahan IPAL menjadi air bersih denganmenggunakan teknologi filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji air hasil olah IPAL setelahmelalui filter untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit . Air olahan IPAL diambil dari airhasil olahan IPAL Rumah Sakit Islam Surabaya. Reaktor filtrasi menggunakan bahan pipa paralonPVC berdiameter 3 inchi berisi multi media pasir silika, zeolit, manganese greensand, dan karbonaktif. Parameter yang diukur adalah parameter air bersih sesuai dengan Permenkes RIno.416/Menkes/Per/IX/1990. Kinerja reaktor diukur dengan membandingkan kualitas sebelum dansesudah filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan air hasil olahan IPAL di Rumah Sakit IslamSurabaya untuk parameter fisik dan kimia baik sehingga memungkinkan untuk diolah lebih lanjutmenjadi air bersih. Parameter mikrobiologi harus dilakukan pengolahan lebih lanjut karenamelebihi baku mutu air bersih. Penurunan parameter fisik air bersih pada proses filtrasidipengaruhi oleh besarnya debit. Penurunan parameter kimia pada filter yang menggunakanmedia pasir silika, zeolit dan karbon aktif efektif menurunkan kadar ammonia sebesar 98%. Filteryang menggunakan media pasir silika, manganese greensand dan karbon aktif efektifmenurunkan sulfat sebesar 36%, nitrat sebesar 96%, besi sebesar 64% dan flourida sebesar 45%.Filter yang menggunakan media pasir silika, zeolit, manganese greensand dan karbon aktif efektifmenurunkan kadar mangan sebesar 100% dan seng sebesar 38%. Penurunan parametermikrobiologi pada filter dengan media pasir silica, zeolit, manganese greensand dan karbon aktifefektif menurunkan sebesar 96%. Tingginya angka Koliform pada penelitian jika dibandingkandengan baku ini masih perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut sehingga bebas dari Koliformsebagai syarat dalam kualitas air bersih. Untuk itu perlu dilakukan treatment desinfeksi gunamenghilangkan Koliform. Hasil penelitian dapat bermanfaat bagi upaya penyelamatan lingkungandari pencemaran air limbah dan upaya menyelamatkan kelestarian sumber daya air, sebagaipertimbangan penelitian yang serupa, dan menjadi alternatif penghematan pemakaian air bersihdan mengurangi pemakaian air PDAM.
KINERJA KAPORIT TERHADAP PENURUNAN E-COLI PADA HIPPAM TIRTA SEJATI DI DESA KARANGREJO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK
Puji Rahayu;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 12 No 1 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v12i1.832
Pembangunan sarana air bersih bertujuan agar masyarakat mendapatkan air yangmemenuhi syarat kesehatan, baik bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan.Bila air tidak memenuhi syarat kesehatan seperti yang tercantum dalam Peraturan MenteriKesehatan RI No.416/MENKES/Per/IX/1990 tentang syarat syarat dan pengawasan kualitas airbersih ,maka air dapat menimbulkan berbagai macam gangguan baik langsung maupun tidaklangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas air HIPPAM TIRTA SEJATIsetelah dilakukan disinfeksi memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Permenkes No. 416/MENKES/PER/1990 terutama untuk parameter E.Coli. Penelitian dilakukan dengan 3 (tiga) kalipercobaan yaitu dengan membubuhkan kaporit dengan konsentrasi 350 ppm, 450 ppm dan 550ppm pada bak klorinator berkapasitas 250 liter dengan harapan sisa klor pada pipa distribusi 0,2mg/L–0,5 mg/L.Pemberian dosis kaporit dengan konsentrasi 450 ppm pada Instalasi IPA HIPPAMTirta Sejati desa Karangrejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik mampu menurunkan E.Colisampai batas memenuhi baku mutu sesuai dengan PERMENKES Nomor :416/MENKES/Per/IX/1990. Semakin jauh jarak Instalasi makin besar angka E.Coli.Penggunaankaporit pada dosis 350 ppm, 450 ppm dan 550 ppm dari masing-masing variasi seluruhnyamenunjukkan angka sisa klor masih relatif memenuhi syarat sesuai dengan batas maksimum yangdiperbolehkan.
APLIKASI BIOFILTER AEROBIK UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN DETERGEN PADA AIR LIMBAH LAUNDRY
Bambang Switarto;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 10 No 2 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v10i2.838
Pesatnya pertumbuhan penduduk berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan airbersih. Pola kehidupan modern yang serba ingin cepat memicu pertumbuhan ekonomi diantaranya usaha pencucian baju (laundry). Perkembangan usaha laundry menghasilkan air limbah domestik yang mengandung detergen dengan konsentrasi sangat tinggi sehingga mencemari air permukaan. Dampak pencemaran detergen terhadap lingkungan akibat peningkatan usaha laundry harus diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk merngkaji aplikasi Biofilter aerobik dengan menggunakan media yang murah untuk mengolah limbah laundry sehi ngga dapat mereduksi pencemaran air permukaan.Eksperimen dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor Biofilter aerobik aliran upflow. Media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme adalah zeolit , batu apung, dan pecahan genteng ukuran 1 cm yang dikombinasikan dengan karbon aktif. Sampel air limbah laundry diperoleh dari pengusaha laundry di perumahan. Parameter terukur adalah detergen anionik dengan menggunakan metode Metylena BlueActive Substances (MBAS). Kinerja reaktor Biofilter ditentukan dengan melihat efisiensi penurunan kandungan detergen dan membandingkan variasi media yang digunakan.Hasil penelitian diperoleh penurunan kandungan detergen pada limbah laundry terbesar terjadi pada reaktor Biofilter dengan media pecahan genteng terpadukan karbon aktif. Efisiensi reduksi maksimum diperoleh rata-rata sebesar 96% setelah reaktor beroperasi tiga minggu. Pemanfaatan teknologi Biofilter menggunakan media pecahan genteng yang murah terpadukan dengan karbon aktif dapat mereduksi kandungan detergen pada limbah laundry sehingga tidak mencemari air permukaan.
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH CAIR PABRIK TAHU DENGAN TINJA SAPI
Dewi Ayu Trisno Wati;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 11 No 2 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v11i2.886
Degradasi bahan organik di bawah kondisi anaerobik menghasilkan campuran gasmetana dan karbondioksida. Meningkatnya limbah kotoran sapi dan limbah cair industri tahudapat dipadukan untuk membuat biogas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah berapakahtekanan produk biogas pada perbandingan campuran bahanyang berbeda-beda, dan berapalama produksi gas yang dihasilkan untuk tiap variasi percobaan . Tujuan dari penelitian ini yaituuntuk mengkaji variasi komposisi, mengukur waktu proses fermentasi dan mengukur tingkatkenaikan tekanan gas yang dihasilkan . Penelitian ini dilakukan 3 variasi dengan pengulangansebanyak 3 kali yaitu variasi 1 dengan perbandingan 10% tinja sapi dan 90% limbah cairi ndust r i tahu, variasi 2 dengan perbandingan 25% tinja sapi dan 75% limbah cair i ndust r i btahu, variasi 3 dengan perbandingan 50% tinja sapi dan 50% limbah cair industri tahu.Percobaaan di lakukan dengan menggunakan reaktor bi ogas yang t erbuat dari drum.Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas yang dihasilkan yaitu berupa kolom air yangdiukur dalam satuan milimeter. Pengukuran waktu fermentasi menggunakan alat ukurjam/stopwatch dengan satuan waktu (jam). Untuk mengetahui perbedaan kekentalan darikomposisi variasi yang telah dibentuk maka dilakukan pengujian kadar air dengan metodegravimetri. Dari hasil penelitian, tekanan gas yang paling tinggi terjadi pada komposisi 50% tinjasapi dengan 50% limbah cair industri tahu yaitu antara 29-32 mm kolom air membutuhkan waktusekitar 96-99 jam untuk menghasilkan gas paling besar. Rata-rata nilai kadar air yang dihasilkanuntuk kategori cair sebesar 83 %, kategori sedang sebesar 72% dan kategori kental sebesar53%.
ANALISIS PENGARUH POLA PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP HARGA LAHAN KORIDOR JALAN DARMO SURABAYA SEBAGAI KAWASAN PRESERVASI
Revin Caprityan;
Linda Dwi Rohmadiani;
Sugito Sugito
WAKTU Vol 12 No 2 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v12i2.888
Road Corridor Darmo Surabaya is one of the areas that have historical value in the past. Having old buildings are still original and its location in the middle of the city with such a high accessibility makes Darmo Road Corridor has its own economic value. Various land uses such as residential, office, trade, services, social, cultural and so on. Corridor which has the highest land prices in Surabaya related to land use, the price of land and buildings located along the corridorpreservation Highway Darmo. The result of the analysis is the pattern of land use and preservation of buildings located along the road corridor Darmo significantly affect the price of the land because of strong historical value with less kirasan prices there are about more than 25 million dollars for the building of colonial and getting down to about 10 million dollars for the building has undergone many reforms.