Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Kode : Jurnal Bahasa

Perkembangan Kemampuan Berbahasa pada Anak Autisme di SLB Negeri Anim Ha Merauke Dina Mariana Br. Tarigan; Wahyuniar Wahyuniar
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 4 (2022): Kode: Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v11i4.40806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa pada anak penyandang autisme melalui bahasa lisan di SLB Negeri Anim Ha Merauke serta upaya peningkatan berbahasa yang dilakukan oleh tim peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan objek, kondisi atau peristiwa secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta, sifat, dan feneomena yang diselidiki.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan berbahasa pada anak penyandang autisme di SLB Negeri Anim Ha Merauke mengalami gangguan bahasa lisan. Pada anak penyandang autisme di SLB Anim Ha Merauke mengalami gangguan artikulasi ditandai dengan adanya subtitusi (penggantian), omisi (penghilangan), distorsi (tidak jelas), dan adisi (penambahan) dan mengalami gangguan berbahasa yang ditandai dengan adanya gangguan berbahasa reseptif dan ekspresif
Ujaran Kebencian terhadap Capres Cawapres pada Pemilu 2024 di Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik Br. Tarigan, Dina Mariana; Monika, Santy; Sauhenda, Angla Florensy; Wahyuniar, Wahyuniar
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang ujaran kebencian terhadap ketiga capres dan cawapres pada pemilu 2024 di media sosial X dengan menggunakan kajian linguistik forensik. Adapun jenis jenis ujaran kebencian yang telah ditemukan oleh peneliti adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks atau penyebaran berita bohong dan provokasi atau menghasut. Setelah ditemukan jenis-jenis ujaran kebencian selanjutnya ujaran kebencian tersebut secars kajian linguistik forensik telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat kemudian data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan ujaran kebencian yang paling banyak ditemukan adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan yaitu sebanyak 372 ujaran yang dilakukan oleh netizen pada ketiga akun resmi capres dan cawapres 2024 di media sosial X.
Ujaran Kebencian terhadap Capres Cawapres pada Pemilu 2024 di Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik Br. Tarigan, Dina Mariana; Monika, Santy; Sauhenda, Angla Florensy; Wahyuniar, Wahyuniar
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang ujaran kebencian terhadap ketiga capres dan cawapres pada pemilu 2024 di media sosial X dengan menggunakan kajian linguistik forensik. Adapun jenis jenis ujaran kebencian yang telah ditemukan oleh peneliti adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks atau penyebaran berita bohong dan provokasi atau menghasut. Setelah ditemukan jenis-jenis ujaran kebencian selanjutnya ujaran kebencian tersebut secars kajian linguistik forensik telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat kemudian data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan ujaran kebencian yang paling banyak ditemukan adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan yaitu sebanyak 372 ujaran yang dilakukan oleh netizen pada ketiga akun resmi capres dan cawapres 2024 di media sosial X.