Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PIJAT SWEDIA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Robiatul Adawiyah; Nuri Febriani; Dina Fithriana
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.256 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v6i1.54

Abstract

Usia yang semakin bertambah dapat menyebabkan kemunduran beberapa fungsi fisik maupun psikologis yang dialami akibat proses menua, termasuk dapat menyebabkan masalah kesehatan pada lansia, salah satunya penyakit degeneratif yang sering dialami lansia yaitu hipertensi yang merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh hilangnya elastisitas dinding pembuluh darah akibat adanya proses penuaan. Terapi pijat swedia merupakan salah satu terapi komplementer yang dipercaya mampu memberikan respon relaksasi dan juga mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi pijat swedia terhadap perubahan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi di Balai Sosial Lanjut Usia “Mandalika” NTB. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-post test design dengan jumlah sampel 20 orang lansia dengan hipertensi. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji paired t-test dengan taraf signifikan 0,05 (5%).Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai t-hitung sebesar 8,048 dan dibandingkan dengan nilai t-tabel pada d.b =19 diperoleh t-tabel sebesar 2,093 sehingga (t-hitung > t-tabel yang artinya ada pengaruh terapi pijat swedia terhadap perubahan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian terapi pijat swedia terhadap perubahan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi, sehingga pijat swedia dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah seseorang khususnya pada lansia dengan hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA LEAF) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DM TIPE II DENGAN OBESITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBARU KOTA BIMA Fithriana, Dina; Putradana, Agus; Mukhlishah, Mukhlishah
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i1.1769

Abstract

Prevalensi diabetes melitus Tipe 2 dengan obesitas meningkat dengan pesat di seluruh dunia. Semakin besar indeks massa tubuh (IMT) semakin besar risiko menderita diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah penderita DM tipe II dengan obesitas di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima.Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian Quasy experimen one group pre-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah penderita diabetes mellitus tipe II dengan obesitas yang rawat jalan Di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima  sebanyak 40 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan porpusive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner serta analisa data menggunakan wilcoxon.Hasil penelitian menunjukan bahwa Kadar gula darah pasien DM tipe II dengan Obesitas sebelum diberikan Air Rebusan Daun Jambu Biji semua responden dalam kategori buruk 40 responden (100%) dan setelah diberikan Air Rebusan Daun Jambu Biji sebagian besar dalam kategori kadar gula darah sedang berjumlah 20 responden (50.0).Hal ini juga dapat dilihat dari nilai uji analisa p value lebih kecil dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan nilai sig (2 tailed)= 0.00 maka p value <α  sehingga Ha di terima dan H0 ditolak yang menunjukan ada pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah penderita DM tipe II dengan obesitas di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah didapatkan bahwa ada pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap perubahankadar glukosa darah penderita DM tipe II dengan obesitas di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima. Saran untuk Responden agar dapat menggunakan terapi rebusan dan jambu biji untuk membatu mengendalikan kadar gula darah pada pasien dengan DM tipe II. Kata kunci :Air rebusan daun jambu biji, glukosa darah dan Penderita DM Tipe II,dan Obesitas
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN AIR SELEDRI TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA DI BSLU MANDALIKA MATARAM Dwiatmojo, Nia Firdianti; Wijaya, Alwan; Munandar, Arif; Ulandari, Ni Nyoman Santi Tri; Fithriana, Dina
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i2.3047

Abstract

Proses menua dipengaruhi oleh fenomena data hipertensi yang kompleks dan multidimensial dimana tingkat kecepatannya berbeda pada setiap individu. Usia yang semakin bertambah dapat menyebabkan kemunduran beberapa fungsi fisik maupun psikologis yang dialami lansia akibat proses menua (aging process) termasuk dapat menyebabkan masalah kesehatan pada lansia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pemberian air seledri terhadap hipertensi pada lansia di balai sosial lanjut usia Mandalika Mataram.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Test-Post Test With Control Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah lansia yang berada di BSLU Mandalika Mataram yang berjumlah 36 yang dibagi menjadi kelompok kontrol 18 orang dan perlakuan 18 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan Purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah Lembar orsevasi Pengukuran Tekanan Darah Spygmomanometer air raksa, stetoskop. Analisa data menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney.Hasil penelitian menunjukan bahwa hipertensi pada responden sebelum pemberian rebusan air seledri 18 orang yang hipertensi sedang 10 responden dan 8 responden hipertensi ringan, sesudah pemberian rebusan air seledri sebanyak 16 responden mengalami hipertensi ringan dan 2 responden hipertensi Sedang, dari uji analisa di dapatkan nilai p value 0.000 dengan taraf signifikan 0.05 maka p value < α sehingga H0 di tolak dan Ha di terima.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah di dapatkan ada pengaruh pemberian rebusan air seledri terhadap hipertensi pada lansia. Maka dari itu diharapkan dapat memberilan rebusan air seledri pada lansia untuk mengotrol hipertensi pada lansia.
PENGARUH PEMBERIAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU PADA CARA BACA BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAPE KABUPATEN SUMBAWA BESAR Fithriana, Dina; Putradana, Agus; Astuti, Febriati
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 3 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i3.3420

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang paling beresiko terkena berbagai macam gangguan kesehatan. Kelas Ibu Hamil merupakan suatu aktifitas belajar kelompok dalam kelas dengan anggota beberapa ibu hamil dibawah bimbingan satu atau beberapa fasilitator (pengajar) dengan memakai buku KIA sebagai alat pembelajaran. Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak. Masalah yang terjadi di Puskesmas Lape tentang tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap cara baca buku KIA masih kurang. Hal ini dipengaruhi oleh kurang aktifnya ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil.      Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperiment Design dengan “One Group pre test-pos test Design”. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lape sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner, dan hasil analisa data disajikan menggunakan uji spss dan persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu sebelum pemberian kelas ibu hamil sebagian besar dalam kategori kurang 63,3%, kategori cukup 36,7% sedangkan kategori baik tidak ada. Sedangkan tingkat pengetahuan ibu setelah pemberian kelas ibu hamil sebagian besar dalam kategori baik 76,7%, cukup 16,7%, dan kurang sebesar 6,7%. Analisa uji statistik t-test menunjukkan bahwa nilai p-value adalah sebesar 0,001. Hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikan 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kelas ibu hamil terhadap tingkat pengetahuan ibu pada cara baca buku KIA Wilayah Kerja Puskesmas Lape.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kelas ibu hamil terhadap tingkat pengetahuan ibu pada cara baca buku KIA. Oleh sebab itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas kelas ibu hamil, agar dapat dilaksanakan secara rutin.
Perbandingan Arus Puncak Ekspirasi (APE) antara Perokok dan Bukan Perokok pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram Agus Putradana; Eva Marvia; Dina Fithriana; Zatul Yatin Masri
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rjjkx169

Abstract

Introduction: Cigarettes contain various kinds of toxic chemicals that are dangerous to the health of conventional smokers, electric smokers and non-smokers. One of the contents of cigarettes, namely formaldehyde, when exposed to the human body can cause oxidative stress as well as DNA damage in the bone marrow, both of which will disrupt the respiratory and circulatory systems, such as Oxygen Saturation and Peak Expiratory Flow (henceforth PEF. Purpuse: Therefore, the purpose of this study was to determine the ratio of PEF between smoking and non-smoking students of the Faculty of Law, University of Mataram. Methods: This research was designed as analytic observational with cross sectional. The population of this study was 518 students. By using the accidental sampling technique, the sample was obtained as many as 72 respondents divided into categories of conventional smokers (24), electric smokers (24), and non-smokers (24). Measurement of PEF was conducted by using a mini Wright peak flow meter and data collection was conducted by using a questionnaire. Data were analyzed by independent t test and Mann-Whitney test. Result: Of the 72 respondents consisting of 3 categories, the majority were aged between 20-24 years with height 165-177 cm, the majority of mild smokers were in the electric smoker category, while conventional smokers were 50% mild smokers, 42% moderate smokers and 8% severe smokers. Pneumoblie values in conventional smokers were 50% green zone and 50% yellow zone, electric smokers and non-smokers were in the green zone 100%. The results of the independent t test showed p value: 0.000 <0.05 which means that there was a difference in the PEF value of conventional smokers and electric smokers. Mann-Whitney test analysis obtained p value: 0.000 <0.05, which means that there was a difference in the PEF value of smokers and non-smokers. Suggestions: Recommendations for future researchers to add characteristics of respondents based on the level of severity of smoking habits.
Peran Pengawas Minum Obat (PMO) berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penderita TB Paru Eva Marvia; Dina Fithriana; Agus Putradana; Rubiati Rubiati; Suhartiningsih Suhartiningsih; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/xmj1h254

Abstract

Introduction: Tuberculosis is a chronic, infectious disease that is still a public health problem in the world, including Indonesia.Purpose: The aim of this research is to determine the role of medication-taking supervisors in medication-taking compliance in patients suffering from pulmonary TB.Method: the type of research used is correlational with a cross sectional approach. The population of this study was 35 pulmonary TB patients in the Santong Community Health Center working area and 35 people as a sample. The sampling technique used was total sampling. Data collection uses a questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test.Results: The results of the study showed that the majority of supervisors took medication which supported 94.3% and 5.7% of supervisors took medication who did not support it. Respondents with high compliance were 85.7%, moderate compliance was 8.6% and low compliance was 5.7%. The results of statistical tests show that there is a relationship between the role of the medication-taking supervisor and compliance with medication-taking in patients suffering from pulmonary TB in the work area of the Santong Community Health Center with a rho value =.000 < α with a strong level of correlation with a correlation coefficient value of .661.Conclusion: Compliance with taking medication in patients suffering from pulmonary TB has increased with the role of supervisors taking medication.
Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Resiko Pernikahan Dini Ayu Wlandari; Nurul Ilmi; Antoni Eka FM; Dina Fithriana; Nurhayati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/96xcq077

Abstract

Introduction: The early age marriage in Indonesian is ranked seventh in the world. Compare to Java and Bali, the prevalence of early marriage in West Nusa Tenggara is the highest according. In West Lombok, especially in Kecamatan Lembar, the number of early marriage (between the age of 16 to 19) is increasing every year as many as 28 cases. Objective: Analyzing the influence of knowledge before and after being given health education about the risks of early marriage using audiovisual media. Method: This research was designed as a PreExperimetanl design with One group pretestposttest. The sampling technique used was Probability Sampling, namely Simple Random Sampling. The research population was 368. The sample was determined by using the Slovin formula, obtained as many as 61 respondents. Data of the research was collected by employing questionnaire and then analyzed by using the Wilcoxon signed rankings test with an error rate of 5%. Results: The research result indicates that there was an effect of providing health education with audio-visual media on increasing adolescent knowledge about the risk of early marriage at SMAN 1 Lembar with a value of p = 0.000 (p <0.05)
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAHPADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2DI PUSKESMAS TANJUNG KARANGTAHUN 2024 Agus Putradana; Dina Fithriana; Nia Firdiyanti; Eva Marvia; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rxhf6154

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Militus (DM) Adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secarab efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia.Komplikasi Dm tipe II dapat di cegah dengan senam Diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui gerakan ritmik otot, sendi dan vaskuler sehingga secara langsung dapat menurunkan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes militus tipe II. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Puskesmas Tanjung Karang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling.Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p =0,001 (p < 0,05). Hasil: Hail dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan senam diabetes . dengan rata rata kadar gula darah puasa minimal 177,50 mg/dl dan setelah senam 151,67.Dari hasil analisis uji statisyik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderida diabetes tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Kesimpulan: Salah satu Penatalaksanaan senam diabetes tipe II yaitu aktifitas fisik .Dalam hal ini senam diabetes dapat di  jadikan salah satu aktifitas fisik bagi penderita diabetes millitus tipe II agar kadar gula darah mengalami perubahan  penurunan
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SELF MANAGEMENT TERHADAP PEMANTAUAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA MATARAM TAHUN 2024 Dina Fithriana; Nia Firdiyanti DA; Agus Putradana; Eva Marvia; Antoni Eka FM; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3twh8w76

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan benar. Diabetes Melitus saat ini menjadisalah satu ancaman kesehatan global yang telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 246 juta penduduk dunia menderita DM. Pasien dengan diabetes memerlukan manajemen penatalaksanaan dan pemantauanglukosa yang berkelanjutan menjadi sangat penting dan kepatuhan pengobatan pada tahap awal diabetes dapat memaksimalkan efektivitas farmakoterapi serta meminimalkan kemungkinan berkembangnya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Wilayah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hasil: Hasill dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi mySugr. dengan rata rata kadar gula darah puasa awal 207,35 mg/dl dan setelah menggunakan aplikasi rata-rata 188,8. Dari hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan penggunaan aplikasi self management efektif dalam pemantauan kadar gula darah. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi self management (mySugr) efektif membantu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam memantau kadar gula darah.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUR TERHADAP POLA MAKAN PADA BALITA BGM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKOTONG I Made Eka Santosa; Djatiswara Satyadharma; Dina Fithriana; Ni Made Sumartyawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/f66hev08

Abstract

THE EFFECT OF ACCUPRESSURE THERAPY ON TODDLER’S DIET IN THE PUSKESMAS SEKOTONG ABTRACT The nutrition of toddler is an important must be know an the need for attention. The proportion of malnourished children in western Lombok 8,5% and malnutition reach 19,9%. Therefore KEP for toddler reach 28,4%. The most important can be affect the nutrional state is diet. The mostly of dietary for toddler due to spleen and digestive sytem problems. Yhat efforts for solving problems is non farmacological therapy that acupressure therapy. The study was pre experiment with one group pra-post test design. The population in all BGM toddlers. The sampling method used is purposive sampling. Sample used 28 BGM toddlers.  The instrument used was the dietary questionnaire Analysis using Wilcoxon Signed Rank Test. The result of of study a diet before acupressur therapy was mosttly in the category. After acupressure therapy there is enough categories.  Has the effect of accupressure therapy on toddler’s diet in the puskesmas sekotong. The conclusion less toddler’s diet can be improved by acupressure therapy so that toddlers diet can increase. The suggestion in this reseach can be refrence in improving services, especially toddlers diet with acipressure therapy. Keywords: Acupressure Therapi,  Dietrary Habit, Toddler