Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI KINERJA JARINGAN DRAINASE GAMPONG KUTA ATEUH BERDASARKAN KAPASITAS SALURAN TERHADAP PENATAAN RUANG KOTA SABANG Zulaini, Liza; Yulianur, Alfiansyah; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10067

Abstract

Abstract: Gampong Kuta Ateuh is the center of settlement and government office areas concerned to guard its territory against flooding inundation, so it is necessary a representative drainage handling. The purpose of this research is to evaluate the performance of drainage network of Gampong Kuta Ateuh based on channel capacity on existing spatial condition, and to evaluate the performance of drainage network based on channel capacity on Sabang City Spatial Condition. Based on the result of performance evaluation of drainage network at Gampong Kuta Ateuh on existing spatial condition based on channel capacity obtained 2 (two) unsafe channel segment which yield minus value (-) for Qs-QT. Based on spatial arrangement that is at least the proportion of 30% RTH (Green Open Space) of each DTH produces 5 (five) unsecured channel segments, this shows current RTH Kota Sabang 30%. A value of the runoff coefficient (C) has a range between 0,5453 and 0,5025. Spatial arrangement of this research has resulted in many channels damaged by the arrangement of road landscapes that do not follow the Ministerial Decree No.05 / PRT / M / 2012 on Tree Planting Guidance on Road Network Systems. The path of plant on the road should be placed on the edge of traffic lane and pedestrian path, after the pedestrian path then the channel.Abstrak: Gampong Kuta Ateuh merupakan pusat permukiman dan kawasan perkantoran pemerintah yang berkepentingan untuk menjaga wilayahnya terhadap banjir genangan sehingga perlu penanganan drainase yang representatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi tata ruang existing, dan mengevaluasi kinerja jaringan drainase berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi Penataan Ruang Kota Sabang. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh pada kondisi tata ruang existing berdasarkan kapasitas saluran diperoleh 2 (dua) ruas saluran yang tidak aman dimana menghasilkan nilai minus (-) untuk Qs-QT. Berdasarkan penataan ruang yaitu minimal proporsi 30% RTH (Ruang Terbuka Hijau) dari tiap DTH menghasilkan 5 (lima) ruas saluran yang tidak aman, hal ini menunjukkan saat ini RTH Kota Sabang 30%. Nilai Koefisien aliran (C) berdasarkan penataan ruang saat ini adalah paling tinggi 0,5453 sedangkan berdasarkan penataan ruang dengan proporsi minimal RTH 30% adalah 0,5025. Penataan ruang dari penelitian ini menghasilkan bahwa banyak saluran yang rusak akibat penataan lanskap jalan yang tidak mengikuti Permen PU No.05/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Jalur tanaman pada jalan sebaiknya diletakkan ditepi jalur lalu lintas, yaitu diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki. Setelah jalur pejalan kaki kemudian saluran.
KAJIAN PENINGKATAN INTENSITAS TANAM PADA D.I. BARO RAYA SUB D.I. BARO KANAN Zubaidah, Zubaidah; Yulianur, Alfiansyah; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10065

Abstract

Abstract: Baro Raya irrigation area is one of the technical irrigation, source of water for Baro Raya irrigation Channel is Krueng Baro that intercepted through a weir Filter Down (weir Tyrool), with a total area of 11.855 ha irrigation. The purpose of this study were: 1) to find out the large volume / dependable flow that available at the weir, 2) to find out the amount of crop water needs for each alternative, 3) to find out the extents optimum plant that can be irrigated by the available water, 4) by reviewing the dam water balance based on cropping planned, is expected to provide an overview of alternative water balance is obtained. The method used in this research were data collection and data analysis to know dependable flow, water irrigation, cropping pattern and cropping intensity. The existing condition shows that the cropping pattern of rice-paddy-grains, normally cropping intensity in the study area ranged from only a maximum of 183%-231%, with a probability of irrigation water supply capability of MT 1 (rice) 52-84%, MT 2 (rice) 55-71% and MT 3 (pulses) 76-100%, while the study by modifying the cropping pattern into a rice-paddy / crops-rice and accompanied by the water delivery system by rotation, irrigation area Baro Raya Right that has acreage of 8927 ha can be irrigated as a whole even with cropping intensity to a maximum of 300%, with alternative cropping pattern 6 that MT1 (rice, 1 group), MT2 (rice, 2 groups) and MT3 (crops, 1 group), with planting begins in October the 2nd week, these alternatives are the best, classification is only done on MT 2, which is as much as two groups with the type of planting the same namely rice, this condition will minimize social conflict because there is no rotation of the water supply level group, because probability ability of water sources ranging between 84-100%.Abstrak: Daerah irigasi Baro Raya merupakan salah satu daerah irigasi teknis, Sumber air untuk jaringan irigasi Baro Raya adalah Krueng Baro yang disadap melalui sebuah Bendung Saringan Bawah (Bendung Tyrool), dengan luas areal irigasinya 11.855 Ha. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Dapat diketahui besarnya volume/kapasitas andalan yang tersedia pada bendung, 2) Dapat diketahui besarnya kebutuhan air tanaman untuk masing-masing alternatif, 3) Dapat diketahui luasan tanaman optimal yang dapat diairi berdasarkan air yang tersedia, 4) Dengan melakukan kajian neraca air bendung berdasarkan pola tanam yang direncanakan, diharapkan dapat memberikan gambaran keseimbangan air dari alternatif yang diperoleh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dan analisis data untuk mengetahui debit andalan, kebutuhan air irigasi, pola tanam dan intensitas tanam. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa dengan pola tanam padipadipalawija, secara normal intensitas tanam yang ada di lokasi studi maksimum hanya berkisar antara 183%-231%, dengan probabilitas kemampuan penyediaan air irigasi sebesar MT 1 (padi) 52-84%, MT 2 (padi) 55-71% dan MT 3 (palawija) 76-100%, sedangkan Kajian dengan cara memodifikasi pola tanam menjadi padi-padi/palawija-padi dan dengan diiringi sistem pemberian air secara rotasi, Daerah Irigasi Baro Raya Kanan yang mempunyai luas areal 8.927 ha dapat diairi secara keseluruhan bahkan dengan intensitas tanam maksimum sebesar 300%, yaitu dengan alternatif pola tanam 6 yakni MT1 (padi, 1 golongan), MT2 (padi,2 golongan) dan MT3 (palawija,1 golongan), dengan masa tanam dimulai pada bulan Oktober minggu ke-2, alternatif ini adalah yang terbaik penggolongan hanya dilakukan pada MT 2, yakni sebanyak 2 golongan dengan jenis tanam yang sama yakni padi, kondisi ini akan memperkecil konflik sosial karena tidak ada rotasi pemberian air ditingkat golongan, sebab probabilitas kemampuan sumber air yang terjadi berkisar antara 84-100%.
ANALISIS JARAK PEMATAH ARUS UNTUK MEMPERKECIL KECEPATAN ALIRAN PADA SISTEM DRAINASE JALAN Yoga, Padli; Saleh, Sofyan M.; Yulianur, Alfiansyah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10055

Abstract

Abstract: The mountainous terrain with the road conditions on the slopes and the foot of the mountains that have a large service area and large slope of land when the rain of water overflows from the slopes of the mountains with a very large water debit flow and speed is high enough, the water flowing along the long road , resulting in disruption of traffic activity as well as damage to road construction and equipment. A large fold discharge and a high speed result in disruption of traffic activity and damage to road construction and equipment. This study aims to analyze the check dam spacing to minimize flow velocity to provide the required solution of road drainage in response to high flow velocity problems. The research used descriptive method for collecting secondary data and primary data as evaluation material, calculation refers to hydrology and hydraulics calculation system for open channel. The research was conducted on the road batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. The results of the research obtained the average drainage flow velocity of 6,45 m/sec, the permit rate based on the material type 1.50 m/sec (does not meet the permit speed requirements), the drainage required installation xx. Average velocity after installation of upstream to downstream systems as a way to minimize a flow rate of 0,54 m/sec (meet the permission speed requirements).Abstrak: Medan bergunung dengan kondisi jalan yang berada di lereng dan kaki pegunungan yang mempunyai daerah layanan yang luas dan kemiringan lahan yang besar pada saat hujan air melimpah dari lereng pegunungan dengan debit air linpasan yang sangat besar serta kecepatan yang cukup tinggi, air mengalir mengikuti arah memanjang jalan, mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas serta terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Debit linpasan yang besar serta kecepatan yang cukup tinggi mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas dan terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis jarak pematah arus untuk memperkecil kecepatan aliran untuk memberikan solusi yang dibutuhkan drainase jalan raya dalam menanggulangi permasalahan kecepatan aliran yang tinggi. Penelitian mengunakan metode deskriptif untuk pengumpulan data sekunder dan data primer yang dijadikan sebagai bahan evaluasi, perhitungan mengacu pada sistem perhitungan hidrologi dan hidrolika untuk saluran terbuka. Penelitian dilakukan di ruas jalan batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. Hasil dari penelitian didapat kecepatan aliran drainase rata-rata 6,45m/detik, kecepatan ijin berdasarkan jenis material 1,50 m/detik (tidak memenuhi persyaratan kecepatan ijin), drainase diperlukan pemasangan pematah arus. Kecepatan rata-rata setelah pemasangan pematah arus sitem jarak hulu ke hilir sebagai cara untuk memperkecil kecepatan aliran sebesar 0,56 m/detik (memenuhi persyaratan kecepatan ijin).
EVALUASI DRAINASE JALAN PONDOK BARU PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH KM. 4+200 SAMPAI DENGAN KM. 10+522 Matjakriandi, Matjakriandi; Yulianur, Alfiansyah; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10054

Abstract

Abstract: The road is a transportation infrastructure that is essential for humans. The road connects a community of people in a region with other regions, one important aspect for highway construction was securing the road from the water, either from rain or from a side-street drainage impact on the road surface damage. Bener Meriah district, a mountainous region with an altitude of 100 meters above sea level up to 2,500 meters, with a fairly high rainfall. Road conditions on the slopes and foothills affect the slope of the road longitudinal slope and drainage in the rainy season the road so much going drainage is not functioning properly. Water flows and puddles on the pavement as well as the water flows out of the drainage caused by slope which was great so happens scouring the drainage, plus more water falling from the slopes directly to the pavement without any treatment, for it was necessary to do research that aims to identify capacity of the existing road drainage network, knowing and planning network capacity as well as the road drainage slope drainage is needed so that the roads are not inundated by rain water discharge. The research was conducted on roads Pondok Baru - Permata on Sta.4 + 200 s / d Sta10 + 522. The method used in this research was the average algebra as well as to get a discharge plan and dimension using numerical equations rational modification with a system of trial and error, to come to the rain plan period of 5 years is 184 mm. Existing drainage conditions based on calculations obtained an average drainage discharge 1.52 m3 / sec and the discharge count 0.52 m3 / sec flow rate of water drainage on average at 7.54 m / sec speeds exceeding 1.5 license m / sec. Having calculated back then obtained an average discharge chute 0.519 m3 / sec and the discharge count 0,517 m3 / sec at the speed of average water flow of 1.31 m / sec, drainage on roads Pondok Baru - Permata diredesign necessary.Abstrak: Jalan merupakan infrastruktur transportasi yang sangat penting bagi manusia. Jalan menghubungkan suatu komunitas masyarakat di suatu wilayah dengan wilayah lain, salah satu aspek penting untuk konstruksi jalan raya adalah mengamankan jalan dari air, baik dari air hujan maupun dari drainase samping jalan yang berdampak terhadap kerusakan permukaan jalan. Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian dari permukaan laut 100 meter sampai dengan 2.500 meter, dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi jalan yang berada di lereng dan kaki gunung mempengaruhi terhadap kemiringan memanjang jalan dan kemiringan drainase jalan sehingga pada musim hujan banyak terjadi drainase tidak berfungsi dengan baik. Air mengalir dan tergenang di perkerasan jalan serta air mengalir dengan cepat pada drainase yang disebabkan oleh slope yang besar sehingga terjadi gerusan pada drainase, ditambah lagi air jatuh dari lereng langsung ke perkerasan jalan tanpa ada penanganan, untuk hal itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas jaringan drainase jalan yang ada, mengetahui dan merencanakan kapasitas jaringan drainase jalan serta drainase lereng yang dibutuhkan agar jalan tidak tergenang oleh debit air hujan. Penelitian ini di lakukan pada ruas jalan Pondok Baru Permata pada Sta.4+200 s/d Sta10+522. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode rata-rata aljabar serta untuk mendapatkan debit rencana dan dimensi menggunakan metode rasional modifikasi persamaan numeris dengan sistem trial and error, didapat untuk hujan rencana periode 5 tahun yaitu 184 mm. Kondisi drainase eksisting berdasarkan perhitungan didapat debit drainase rata-rata QS 1,52 m3/detik dan debit hitung QT 0,52 m3/detik dengan kecepatan aliran air rata-rata pada drainase 7,54 m/detik yang melebihi kecepatan izin 1,5 m/detik. Setelah dihitung kembali maka didapatkan debit saluran rata-rata QS 0,519 m3/detik dan debit hitung QT 0,517 m3/det dengan kecepatan aliran air rata-rata 1,31 m/detik, drainase pada ruas jalan Pondok Baru Permata perlu dilakukan desain.
Institutional Studies of Keureuto Watershed Water Resources Management as Disaster Mitigation Dianto, Rinal; Azmeri, Azmeri; Yulianur, Alfiansyah
International Journal of Disaster Management Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v7i1.36375

Abstract

The Keureuto watershed is one of the priority watersheds in Aceh. The pressure on the Keureuto watershed is increasing due to climate change and regional growth. This watershed has the highest flood probability and victims in Aceh, reducing its water resources management effectiveness. This study aimed to examine the form and condition of the Keureuto watershed management institution and its future challenges. Data were collected using questionnaires administered to institutions and entrepreneurs directly involved in managing Keureuto watershed water resources. The data were then analyzed using the SWOT model. The parameters examined include operation patterns, management, and perceptions of individuals involved in regional development and the water sector. The results of the analysis show that budget availability and coordination between stakeholders influence water resources management in the Keureuto watershed. The problems in the Keureuto watershed can be addressed by establishing a particular management body under the ministry or by strengthening existing institutions' authority. The new institution takes the form of an Otorita (a legal entity authorized to conduct business by Presidential Decree) or a particular management agency. The authority needed by the Keureuto watershed management is in budgeting flexibility and the authority to carry out infrastructure activities before and after flooding.
EVALUASI KEKUMUHAN PADA KAWASAN PERUMAHAN PASAR LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Adlan, Haidi; Yulianur, Alfiansyah; Izziah, Izziah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.434

Abstract

Abstrak Kawasan Pasar Lambaro merupakan satu-satunya kawasan kumuh yang terdapat di Kecamatan Ingin Jaya dengan luas kumuh mencapai 32,14 Ha. Dalam luasan tersebut, sebelah utara Kawasan Pasar Lambaro terdapat salah satu kawasan perumahan yang telah banyak mengalami penurunan kualitas infrastruktur dengan luas perumahan kumuh mencapai 3,9 Ha. Kawasan perumahan tersebut mempunyai ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, kualitas bangunan yang rendah, serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi persyaratan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kekumuhan pada kawasan perumahan Pasar Lambaro, mengidentifikasi skala prioritas penanganan kawasan perumahan kumuh di Pasar Lambaro, dan menemukan solusi penanganan kawasan perumahan kumuh di Pasar Lambaro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis skoring (pembobotan) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan pada kawasan perumahan Pasar Lambaro adalah termasuk dalam klasifikasi kumuh ringan dengan total nilai skor sebesar 25. Skala prioritas penanganan kawasan perumahan kumuh di Pasar Lambaro masuk dalam skala prioritas penanganan ke 3. Solusi penanganan kawasan perumahan kumuh di Pasar Lambaro dilakukan melalui pemugaran untuk lahan legal dan pemukiman kembali untuk lahan ilegal yang difokuskan pada aspek bangunan gedung, penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran. Kata kunci: kekumuhan, perumahan, permukiman, penanganan, infrastruktur   Abstract The Lambaro Market area is the only slum area located in the District of Ingin Jaya with a slum area of 32.14 hectares. Within this area, to the north of the Lambaro Market Area, there is a housing area that has experienced a lot of deterioration in the quality of its infrastructure, with a slum housing area of up to 3.9 hectares. The residential area has building irregularities, high building density, low quality of buildings, and infrastructures that do not meet technical requirements. This study aims to evaluate the level of slum in the Pasar Lambaro housing area, identify the priority scale of handling slum housing areas in the Lambaro Market, and find solutions for handling slum housing areas in the Lambaro Market. This research uses quantitative methods through observation and interviews. The data analysis technique used a scoring analysis (weighting) and descriptive analysis. The results show that the level of slum in the Pasar Lambaro housing area is classified as a mild slum with a total score of 25. The priority scale for handling slum housing areas in Lambaro Market is included in the 3rd priority scale of handling. Through restoration for legal land and resettlement for illegal land which focuses on aspects of building, drinking water supply, waste water management, solid waste management, and fire protection. Keywords: slums, housing, settlements, handling, infrastructure
Evaluasi Kapasitas Tampang Drainase Kawasan Perumahan Desa Leuhan Kabupaten Aceh Barat safriani, meylis; Rafshanjani, M. Arrie; hasdanita, Fitry; Yulianur, Alfiansyah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.999

Abstract

Abstrak Banjir yang melanda Desa Leuhan Dusun Raja Ampat kabupaten Aceh Barat disebabkan limpasan air hujan yang mengenangi kawasan setempat. Penyelesaian yang tepat untuk mengatasi banjir kota adalah evaluasi kapasitas penampang drainase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit banjir rancangan dan kapasitas penampang drainase. Metode penelitian dilakukan dengan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Hujan rencana dan debit rancangan ditentukan dengan analisis hidrologi. Analisis debit banjir rancangan kala ulang dihitung dengan metode rasional. Kapasitas dan dimensi penampang drainase dihitung berdasarkan analisi hidrolika dengan software HEC-RAS 5.0. Hasil penelitian diperoleh hujan rencana dan debit banjir rencana untuk periode ulang sepuluh tahun yaitu, 259,957 mm dan 712,393 m³/s. Hasil analisis menunjukkan sembilan penampang drainase perlu dilakukan evaluasi. Penampang drainase mengalami luapan disebabkaan oleh ketidakamampuan menampung debit banjir pada saat terjadinya hujan. Setelah dilakukan evaluasi dan perlebaran penampang saluran drainase tinggi luapan mengalami penurunan bahkan tidak terjadi luapan di saluran drainase kawasan perumahan Desa Leuhan.  Kata kunci: drainase , analisis frekuensi, debit banjir, Hec-Ras 5.0, Log Person III Abstract Flooding in Leuhan Village, Raja Ampat Hamlet, West Aceh District is caused by rainwater runoff that inundates the local area. The right solution to overcome urban flooding is the evaluation of drainage cross-sectional capacity. The purpose of this study was to determine the design flood discharge and drainage cross-sectional capacity. The research method was conducted with hydrological analysis and hydraulics analysis. Rainfall and design discharge were determined by hydrological analysis. The analysis of the design flood discharge of the return period was calculated by the rational method. The capacity and dimensions of the drainage cross section were calculated based on hydrological analysis with HEC-RAS 5.0 software. The results of the study obtained the rainfall plan and the flood discharge plan for the ten-year return period, namely, 259.957 mm and 712.393 m³/s. The analysis results show that nine drainage cross sections need to be evaluated. The drainage cross section experienced overflow due to the inability to accommodate flood discharge during rainfall. After the evaluation and widening of the drainage channel cross section, the overflow height has decreased and there is no overflow in the drainage channel of the Leuhan Village residential area. Keywords: Drainage, frequency analysis, flood discharge, Hec-Ras 5.0, person log lll