Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Risiko Produksi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kabupaten Solok (Studi Kasus di Kecamatan Lembah Gumanti) Cindy paloma; Afrianingsih putri; Yusmarni yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.185

Abstract

Kopi Arabika merupakan komoditi perkebunan yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan agroindustri. Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika di Sumatera Barat dengan produksi pada tahun 2016 sebesar 2.466,8 ton. Fluktuasi produksi kopi arabika di Lembah Gumanti  mengidentifikasikan terjadinya risiko, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat risiko produksi kopi arabika  dan 2) mengidentifikasi sumber risiko produksi kopi arabika. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan sampel sebanyak 30 petani kopi arabika dipilih secara acak sederhana di Kecamatan Lembah Gumanti. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data produksi yang dianalisis adalah data produksi kopi Arabika selama tahun 2017.  Risiko produksi diukur dengan nilai varian, standar deviasi dan koefisien variasi. Tujuan pertama, Hasil perhitungan nilai Coefisien Variasi sebesar 0,002, menunjukkan rendahnya nilai risiko produksi, dikarenakan petani kopi di Lembah Gumanti sudah memanajemen risiko produksinya karena sudah bergabung menjadi anggota Koperasi Solok Radjo. Tujuan kedua, yaitu sumber risiko produksi kopi arabika berasal dari yaitu cuaca, tenaga kerja dan hama, penyakit yang dapat menyebabkan turunnya produksi kopi arabika.Kata kunci: kopi arabika, risiko, produksi, Koperasi, Solok RadjoArabica coffee is a plantation commodity that contributes to the agroindustry development. In West Sumatra, Solok Regency is one of producer of arabica coffee with production of 2,466.8 tons in 2016. Occurrence of risk that caused by internal and external factor resulting fluctuations in production of arabica coffe. This research aims to 1) determine the level of risk and 2) identify sources of risk production of arabica coffee plantations. The data which is a primary and a secondary data collected by using survey methods with simple random sampling of 30 Arabica Coffee farmers in Lembah Gumanti district. 2017 Arabica production data is used for this analysis with qualitative descriptive analysis and quantitative analysis by measuring coffee production risk with variant value, standard deviation and coefficient of variation. The result from calculation of Coefficient Variation is 0.002, which mean a low risk level. Coffee farmers have been managing their production risks by joining the Solok Radjo cooperative. The source of risk production comes from external factors which is pests, diseases, labour, and weather condition. Keyword : arabica coffee, risk, production, Cooperative, , Solok Radjo
Branding Kopi Minang : Upaya Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Putri, Afrianingsih; Syahni, Rahmat; Hasnah, Hasnah; miko, alfan
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i1.468

Abstract

Tren permintaan kopi yang semakin meningkat menjadi peluang bagi daerah-daerah penghasil kopi untuk membangun branding kopi mereka. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk merumuskan skema membangun branding kopi Minang dalam rangka menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review mengenai branding. Ulasan literatur menunjukkan bahwa dalam membangun branding kopi diperlukan skema atau rancangan yang dimulai dari survei persepsi konsumen terhadap kopi dan jenis kopi yang dikonsumsi. Dalam membangun brand kopi Minang, langkah awal yang perlu dilakukan adalah survei persepsi konsumen terhadap kopi dan jenis kopi yang dikonsumsi. Langkah selanjutnya adalah spesialisasi kopi sesuai persepsi konsumen, yang dapat dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD). Setelah itu, perlu dilakukan sosialisasi secara massif melalui promosi terhadap branding kopi Minang. Melalui pendekatan ini, branding kopi dapat dikembangkan sesuai dengan preferensi konsumen, sehingga meningkatkan nilai tambah kopi Minang di pasar. Strategi branding yang efektif tidak hanya akan meningkatkan daya saing kopi Minang tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dengan demikian, pembangunan branding kopi Minang yang berbasis pada survei persepsi konsumen dan kegiatan promosi yang intensif dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat dan Indonesia secara umum. Penelitian ini memberikan panduan strategis yang diperlukan untuk membangun dan mengembangkan branding kopi yang efektif, serta menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang preferensi konsumen dalam proses tersebut. 
Analisis Usahatani Kunyit (Curcuma Domestica Val.) di Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok amelia, Resha; Tanjung, Faidil; Putri, Afrianingsih
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur teknis dan menganalisis pendapatan, keuntungan, dan R/C dari usahatani kunyit di Kecamatan Lubuk Sikarah. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder dengan periode musim tanam tahun 2021 dan musim panen tahun 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian dalam membudidayakan usahatani kunyit oleh petani sampel yang menyebabkan hasil produksi tidak maksimal. Hal tersebut disebabkan karena petani tidak mempunyai panduan dalam budidaya tanaman kunyit. Total biaya yang dikeluarkan masing-masing petani kunyit sebesar Rp. 75.615.223/Ha/MT, penerimaan sebesar Rp.126.695.982/Ha/MT. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.86.666.037/Ha/MT, dan keuntungan sebesar Rp. 51.080.760/Ha/MT dengan nilai R/C senilai 1,68. Kedepannya diperlukan upaya pengembangan tanaman kunyit di Kota Solok.
Persepsi Konsumen terhadap Bauran Pemasaran Selai Buah Naga Pada Usaha Parakno Farm di Kota Padang Ramadhani, Muthia; Sari, Rina; Putri, Afrianingsih
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 3 (2024): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i3.534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bauran pemasaran selai buah naga dan menganalisis persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai buah naga pada usaha Parakno Farm di Kota Padang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan wawancara dan mengedarkan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis kualitatif adalah menggambarkan bauran pemasaran selai buah naga yang terdiri atas empat bauran, yaitu bauran produk, harga, tempat/distribusi, dan promosi. Sedangkan analisis kuantitafif dilakukan pada perhitungan jawaban responden terkait persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran selai buah naga usaha Parakno Farm sudah cukup baik dilihat dari produk yang ditawarkan, penetapan harga jual, pemilihan lokasi penjualan, dan promosi yang dilakukan. Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai ini dikategorikan sangat tinggi pada variabel produk dan tempat/distribusi serta dikategorikan tinggi dilihat dari variabel harga dan promosi.