Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Evaluasi Toksisitas Hepatologi Akibat Penggunaan 6-Merkaptopurin dalam Fase Pemeliharaan pada Pasien Pediatri Kanker Leukimia Limfoblastik Akut di RS Kanker Dharmais Jakarta Nazhipah Isnani; Dyah Aryani Perwitasari; Rizka Andalusia; Haridini Intan Mahdi
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5757

Abstract

ABSTRAK Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hepatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya toksisitas hepatologi penggunaan 6-MP dalam fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional cross sectional dengan mengambil data pasien secara retrokspetif dan prospektif selama periode Maret–April 2014. Subyek penelitian adalah pasien kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta dari tahun 2013 sampai dengan periode Maret-April 2014 yang sedang dalam fase pemeliharaan. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 23 pasien LLA yang mendapatkan 6-MP pada fase pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik untuk mendapatkan data identitas pasien dan data hepatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian toksisitas hepatologi paling banyak terjadi pada peningkatan SGPT sebesar 13,05%. Derajat keparahan pada toksisitas hepatologi paling banyak terjadi pada derajat 2 (8,70% dan 13,04%). Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas hepatologi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil penelitian. Kata kunci : 6-merkaptopurin, toksisitas, hepatologi, leukimia limfoblastik akut ABSTRACT Mercaptopurine is a chemotherapy drug that used in the consolidation and maintenance phase in pediatric patients with acute lymphoblastic leukemia (ALL). Mercaptopurine is supposed to have relationship with the occurrence of toxicity in hepatology. This study was aimed to determine the patient incidence, severity and management of toxicity and risk factors that affect the occurrence of hepatologic toxicity using of 6 - MP in the maintenance phase in pediatric patients with acute lymphoblastic leukemia in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research was carried out by cross-sectional observational design with data was taken retrospectively and prospectively during the period from March to April 2014. The study subjects were patient who have been getting treatment of maintenace phase in Dharmais Cancer Hospital Jakarta from 2013 until March-April 2014. The Subjects who met the inclusion criteria were 23 patients of ALL received 6 - MP in the maintenance phase. Data was collected by looking at the medical records for getting of the patient's identity and data hepatology. The results showed that there the incidence of the increased of SGPT was the most prevalent (13, 05 %) . The severity of the most common hepatologic toxicity was at level 2 (8,70% and 13,04%). Based on the influence of the hepatology toxicity factors, there were not different significant of the result of research. Keywords : 6-mercaptopurine, toxicity, hepatology, acute lymphoblastic leukemia
Molecular Docking Analysis Of Phenolic and Flavonoid Compounds from Eichhornia Crassipes for Antidiabetic Activity Through Interaction with PPAR- γ (5Y2O) and A-Glucosidase (3TOP) Muslimawati, Khoirunnisa; Fakih, Taufik Muhammad; Akbar, Nabila Hadiah; Putra, Aditya Maulana Perdana; Isnani, Nazhipah
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23583

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), ditandai dengan resistensi insulin dan hiperglikemia. Penelitian ini mengevaluasi potensi 30 senyawa golongan fenolik dan flavonoid dari Eichhornia crassipes sebagai agen antidiabetes melalui studi in silico, meliputi uji toksisitas (ToxTree 3.1.0, ProTox 3), analisis ADME (SwissADME), dan molecular docking (AutoDock 4.2.6). Struktur ligan uji diperoleh dari PubChem, sedangkan reseptor PPAR-γ (PDB ID: 5Y2O) dan α-Glukosidase (PDB ID: 3TOP) diunduh dari RCSB Protein Data Bank. Sebelum docking, analisis toksisitas dan ADME dilakukan. Hasil docking menunjukkan Tricin (flavonoid) berinteraksi baik dengan kedua reseptor dan memiliki nilai energi Gibbs -7.53 kcal/mol untuk PPAR-γ dan -5.19 kcal/mol untuk α-Glukosidase, mendekati ligan asli Pioglitazone (-10.03 kcal/mol) dan Acarbose (-6.86 kcal/mol). Interaksi ligan-reseptor Tricin melibatkan ikatan hidrogen dan kontak hidrofobik dengan residu kunci (misalnya, ARG288 dan TYR pada PPAR- γ, residu GLN1561 dan GLN1372 pada α-Glukosidase), mencerminkan interaksi ligan asli. Prediksi toksisitas mengklasifikasikan Tricin sebagai senyawa dengan risiko toksisitas rendah (Cramer Rules Kelas I, Kroes TTC). Selanjutnya, evaluasi ADME menunjukkan bahwa Tricin memenuhi Lipinski's Rule of Five, yang mengindikasikan penyerapan dan bioavailabilitas oral yang baik. Secara keseluruhan, senyawa Tricin dari E. crassipes menunjukkan potensi signifikan sebagai kandidat agen antidiabetes melalui penghambatan PPAR-γ dan α-Glukosidase yang selanjutnya memerlukan validasi dnegan pengujian in vitro dan in vivo. Kata Kunci: Eichhornia crassipes, Molecular Docking, Antidiabetic, PPAR-γ, α-Glucosidase Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), is characterized by insulin resistance and persistent hyperglycemia. This study investigated the antidiabetic potential of 30 phenolic and flavonoid compounds derived from Eichhornia crassipes using in silico approaches, including toxicity assessments (ToxTree 3.1.0, ProTox 3), ADME analysis (SwissADME), and molecular docking (AutoDock 4.2.6). Ligand structures were retrieved from PubChem, while PPAR-γ (5Y2O) and α-Glucosidase (3TOP) receptors were obtained from the RCSB Protein Data Bank. Toxicity and ADME analyses were conducted prior to molecular docking, which employed the Genetic Algorithm with 50 conformations. Docking results revealed that Tricin (a flavonoid) exhibited strong interactions with both receptors, with Gibbs free energy values of -7.53 kcal/mol for PPAR-γ and -5.19 kcal/mol for α-Glucosidase. These values are comparable to those of the native ligands Pioglitazone (-10.03 kcal/mol) and Acarbose (-6.86 kcal/mol). Tricin formed hydrogen bonds and hydrophobic contacts with key active site residues including, ARG288 and TYR327 in PPAR-γ, GLN1561 and GLN1372 in α-Glucosidase), mirroring the interactions of the native ligands. Toxicity predictions classified Tricin as low risk (Class I Cramer Rules, Kroes TTC). Furthermore, ADME evaluation showed that Tricin (aglycone) is fully compliant with Lipinski's Rule of Five, suggesting favorable properties for oral absorption and bioavailability. In conclusion, Tricin from E. crassipes demonstrates significant potential as an antidiabetic candidate and warrants further in vitro and in vivo validation.