Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI BARANG REJECT RANDOM DI SHOPEE MENURUT FATWA DSN MUI NO. 05/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG JUAL BELI SALAM M. Firman Firdaus Piliang; Ardiansyah Ardiansyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli barang reject random di marketplace Shopee ditinjau dari Fatwa DSN-MUI No. 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang jual beli salam. Praktik penjualan tersebut dilakukan dengan menawarkan produk reject tanpa penjelasan rinci mengenai barang, baik model, warna maupun kualitasnya. Sehingga pembeli tidak diberikan kepastian mengenai barang yang akan diterimanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah live case study dan conceptual approach yaitu dengan mendasarkan analisis pada fatwa DSN-MUI No. 05/DSN-MUI/IV/2000. Hasil penelitian menegaskan bahwa dalam praktiknya, penjualan barang reject random belum memenuhi dua bagian pada fatwa yaitu tentang ketentuan barang dan penyerahan barang sebelum atau pada waktunya.
Living Hadis dalam Praktik Ritual dan Ibadah Meutia Sara; Nawir Yuslem; Ardiansyah Ardiansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11897

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini dalam praktik ritual dan ibadah sehari hari yang kita jalani apakah living hadis sudah hadir dengan tepat dan benar ? Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa dan hakim sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Ada tiga model living hadis yaitu tradisi tulisan, tradisi lisan dan tradisi praktik. Tulisan ini mengambil fokus living hadis dalam praktik ritual dan ibadah yang muncul seiring dengan praktik yang dijalankan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek penting living hadis apakah sudah sesuai dengan dalil yang berupa firman allah swt maupun hadist itu sendiri. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu pertama, ritual dan ibadah tersebut merupakan suatu living hadis. Kedua, berdasarkan tipe tindakan para pelaku ingin terus menerus menghormati praktik ritual dan ibadah dengan cara melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ketiga, tindakan afektif memperlihatkan bahwa para pelaku memiliki ikatan emosional dengan para tokoh agama dan waktu pelaksanaannya. Keempat, tindakan instrumental rasional para pelaku secara sadar mampu melaksanakan living hadis dalam praktik ritual dan ibadah baik dari aspek sumber daya manusia maupun aspek finansial. Kelima, rasionalitas nilai. Pelaku ingin meniru perilaku tokoh tokoh agama dan membiasakan diri berbuat kebaikan sekaligus ingin menanamkan nilai solidaritas jama’ah (bersama). Penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena terkait dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah living hadis praktik yang berkaitan dengan ritual dan ibadah. Dalam tulisan ini penulis menghadirkan contoh-contoh yang terkait dengan keagamaan sebagai landasan normatif tradisi yang hidup di masyarakat Muslim Indonesia.