Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI BARANG REJECT RANDOM DI SHOPEE MENURUT FATWA DSN MUI NO. 05/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG JUAL BELI SALAM M. Firman Firdaus Piliang; Ardiansyah Ardiansyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli barang reject random di marketplace Shopee ditinjau dari Fatwa DSN-MUI No. 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang jual beli salam. Praktik penjualan tersebut dilakukan dengan menawarkan produk reject tanpa penjelasan rinci mengenai barang, baik model, warna maupun kualitasnya. Sehingga pembeli tidak diberikan kepastian mengenai barang yang akan diterimanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah live case study dan conceptual approach yaitu dengan mendasarkan analisis pada fatwa DSN-MUI No. 05/DSN-MUI/IV/2000. Hasil penelitian menegaskan bahwa dalam praktiknya, penjualan barang reject random belum memenuhi dua bagian pada fatwa yaitu tentang ketentuan barang dan penyerahan barang sebelum atau pada waktunya.
Living Hadis dalam Praktik Ritual dan Ibadah Meutia Sara; Nawir Yuslem; Ardiansyah Ardiansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11897

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini dalam praktik ritual dan ibadah sehari hari yang kita jalani apakah living hadis sudah hadir dengan tepat dan benar ? Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa dan hakim sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Ada tiga model living hadis yaitu tradisi tulisan, tradisi lisan dan tradisi praktik. Tulisan ini mengambil fokus living hadis dalam praktik ritual dan ibadah yang muncul seiring dengan praktik yang dijalankan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek penting living hadis apakah sudah sesuai dengan dalil yang berupa firman allah swt maupun hadist itu sendiri. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu pertama, ritual dan ibadah tersebut merupakan suatu living hadis. Kedua, berdasarkan tipe tindakan para pelaku ingin terus menerus menghormati praktik ritual dan ibadah dengan cara melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ketiga, tindakan afektif memperlihatkan bahwa para pelaku memiliki ikatan emosional dengan para tokoh agama dan waktu pelaksanaannya. Keempat, tindakan instrumental rasional para pelaku secara sadar mampu melaksanakan living hadis dalam praktik ritual dan ibadah baik dari aspek sumber daya manusia maupun aspek finansial. Kelima, rasionalitas nilai. Pelaku ingin meniru perilaku tokoh tokoh agama dan membiasakan diri berbuat kebaikan sekaligus ingin menanamkan nilai solidaritas jama’ah (bersama). Penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena terkait dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah living hadis praktik yang berkaitan dengan ritual dan ibadah. Dalam tulisan ini penulis menghadirkan contoh-contoh yang terkait dengan keagamaan sebagai landasan normatif tradisi yang hidup di masyarakat Muslim Indonesia.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembagian Warisan Terhadap Ahli Waris Beda Agama Indah Sri Muthmainnah; Ardiansyah Ardiansyah; Fatimah Zahara
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 6 No. 2 (2023): AUGUST
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v6i2.6874

Abstract

In the context of Islamic inheritance law, it is important to note that not all heirs are entitled to receive inheritance due to certain stipulations that exist within this legal framework. These stipulations serve as reasons that may prevent certain heirs from gaining their rightful share of inheritance. The objective of this study is to examine the influence of Islamic law on the equitable allocation of inheritance among heirs from diverse religious backgrounds in the Batang Serangan District. Additionally, it seeks to ascertain the societal perception of heirs from different religions within the Batang Serangan District. The research in question holds significant academic importance as a valuable resource for investigating the reflection of Islamic law on the equitable distribution of inheritance among heirs belonging to diverse religious backgrounds. Qualitative research approaches encompass the utilisation of observation, interviews, and document studies. The results obtained in the study are as follows: There exist religious disparities between the adherents of muwarrit and those who espouse cessation. According to Islamic principles, individuals who are not adherents of the Islamic faith cannot convert Muslims, nor can Muslims convert individuals who do not follow Islam, either through familial ties or marital relationships. The equitable distribution of inheritance is not in alignment with the stipulations of the Shari'a. The perceptions of the community in Batang Serangan District Regarding the inheritance rights of individuals from diverse religious backgrounds during the process of dividing the legacy in Batang Serangan District, it was unanimously determined that an equal distribution was the only viable option. No issues arose during the distribution process, regardless of whether the sons requested a larger portion or we insisted on an equal share. Consequently, the bequest was promptly divided evenly among the beneficiaries. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh hukum Islam terhadap pemerataan pembagian warisan di antara ahli waris dari latar belakang agama yang berbeda di Kecamatan Batang Serangan. Selain itu, juga untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap ahli waris yang berbeda agama di Kecamatan Batang Serangan. Dalam konteks hukum waris Islam, penting untuk dicatat bahwa tidak semua ahli waris berhak menerima warisan karena ketentuan-ketentuan tertentu yang ada dalam kerangka hukum ini. Ketentuan ini menjadi alasan yang dapat mencegah ahli waris tertentu untuk mendapatkan bagian yang sah dari warisan. Penelitian tersebut memegang kepentingan akademik yang signifikan sebagai sumber berharga untuk menyelidiki refleksi hukum Islam tentang pemerataan warisan di antara ahli waris yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Pendekatan penelitian kualitatif meliputi penggunaan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Terdapat perbedaan agama antara penganut muwarrit dan penganut penghentian. Menurut prinsip-prinsip Islam, orang yang bukan pemeluk agama Islam tidak dapat berpindah agama Islam, begitu pula orang Islam tidak dapat berpindah agama kepada orang yang tidak mengikuti Islam, baik melalui ikatan keluarga atau hubungan perkawinan. Pembagian warisan yang adil tidak sesuai dengan ketentuan syariat. Persepsi masyarakat kecamatan batang serangan tentang hak waris individu dari beragam latar belakang agama selama proses pembagian warisan di Kecamatan Batang Serangan, disepakati dengan suara bulat bahwa satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan adalah pemerataan. Tidak ada masalah yang muncul selama proses pembagian, terlepas dari apakah anak laki-laki tersebut meminta porsi yang lebih besar atau kami menuntut bagian yang sama. Akibatnya, wasiat segera dibagi rata di antara penerima manfaat.