Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Virtual Reality untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Rantai Makanan pada Siswa SMP Linggar Dea Slavira; Ulin Nuha; Ferry Budi Prasetya; Rayendra Wahyu Bachtiar
Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Tadris Biologi, Tadris Fisika, and Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ak.v5i2.18109

Abstract

Natural Sciences (IPA) is an empirical discipline that studies natural phenomena; however, many of the concepts within it are abstract, making them challenging for students to understand. This necessitates the implementation of innovative learning strategies that can facilitate a more concrete bridging of conceptual understanding. One potential solution involves incorporating Virtual Reality (VR) technology into the scientific learning process. The objective of this study is: (1) to analyze the change of students' conceptual understandings before and after the use of immersive VR, and (2) to identify  the food chain concepts students comprehend during learning with VR. The present study employed an exploratory, multi-case study approach, involving a total of 15 junior high school students. The data were collected through a pre-test, semi-structured interviews, and a post-test. The analysis was conducted qualitatively by comparing changes in students' mastery of five concepts: biotic-abiotic components (A), trophic level interactions (B), the role of components in energy flow (C), the influence of food chain interactions on ecosystems (D), and the role of decomposers (E). The findings of the study suggest two primary conclusions. Firstly, there is a notable enhancement in students' comprehension of the food chain concept following the implementation of VR-based learning. Secondly, the utilization of VR media in educational settings provides a substantial enhancement in students' understanding, particularly in the context of abstract concepts related to food chains. These findings suggest that VR can serve as an effective medium for science education, with the potential to enhance conceptual understanding, mitigate misconceptions, and enrich students' learning experiences.   ABSTRAK Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mempelajari fenomena alam secara faktual, namun banyak konsep yang bersifat abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa. Hal ini memerlukan strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani pemahaman konseptual secara lebih konkret. Salah satu alternatif adalah mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis perubahan penguasaan konsep siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan VR, dan (2) mengidentifikasi konsep apa saja yang muncul ketika siswa belajar menggunakan VR tentang rantai makanan. Penelitian menggunakan pendekatan exploratory multi-case study dengan melibatkan 15 siswa SMP. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tahapan berikut: tes pengetahuan awal, penggunaan VR, dan tes pengetahuan akhir; tes awal dan akhir dilakukan secara lisan dan siswa menjawab secara verbal. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan membandingkan perubahan penguasaan siswa pada lima konsep, yaitu komponen biotik-abiotik (A), interaksi tingkat trofik (B), peran komponen dalam aliran energi (C), pengaruh interaksi rantai makanan terhadap ekosistem (D), dan peran pengurai (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat peningkatan secara kualitatif penguasaan konsep rantai makanan siswa setelah pembelajaran berbasis VR dan 2) beberapa konsep rantai makanan dapat siswa pelajarai ketika menggunakan VR, khususnya pada konsep-konsep rantai makanan yang abstrak. Temuan ini mengindikasikan bahwa VR dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPA yang dapat mengembangkan pemahaman konsep siswa tentang rantai makanan.
Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Zakaria Sandy Pamungkas; Aufa Maulida Fitrianingrum; Mellyatul Aini; Ferry Budi Prasetya; Fatah An Noufal
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.109145

Abstract

Rendahnya literasi sains siswa menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran IPA dikarenakan proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif mobile learning berbasis etnosains untuk meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model 4D yakni Define, Design, Develop, Diseminate. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Islam Diponegoro Surakarta yang berjumlah 20 anak. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar tes literasi sains. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Media pembelajaran interaktif mobile learning berbasis etnosains memiliki kriteria valid dengan nilai validasi sebesar 4,59, 2) Media pembelajaran interaktif mobile learning berbasis etnosains serta efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa dengan nilai N-gain sebesar 0,67, 3) Media pembelajaran interaktif mobile learning berbasis etnosains memiliki kriteria praktis dengan rerata respon positif sebesar 3,65. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi budaya lokal dalam pengembangan media digital di sekolah menengah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan memiliki kualitas baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.The low scientific literacy of students is one of the main problems in science learning because the learning process is still dominated by conventional methods that are abstract and less contextual. This study aims to develop interactive learning media for mobile learning based on ethnoscience to improve students' scientific literacy. This research is a development research using the 4D model, namely Define, Design, Develop, Disseminate. The subjects of this study were 20 students of grade VII at SMP Islam Diponegoro Surakarta. The research instruments used in this study were questionnaires and scientific literacy test sheets. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of the study show that 1) The interactive learning media for mobile learning based on ethnoscience has valid criteria with a validation value of 4.59, 2) The interactive learning media for mobile learning based on ethnoscience is also effective in improving students' scientific literacy with an N-gain value of 0.67, 3) The interactive learning media for mobile learning based on ethnoscience has practical criteria with an average positive response of 3.65. These findings reinforce the importance of integrating local culture in the development of digital media in secondary schools. Therefore, it can be concluded that the media developed has good quality and is suitable for use as a learning medium.
Problem Based Learning Bermuatan SSI sebagai Pemberdayaan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Pembelajaran IPA: Kerangka Konseptual Zakaria Sandy Pamungkas; Ferry Budi Prasetya; Mellyatul Aini; Jadnika Dwi Rakhmawan Amrullah; Eka Puspita Kartika Sari; Ika Dewi Sumiati
Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Tadris Biologi, Tadris Fisika, and Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ak.v4i2.16122

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan esensial dalam pembelajaran IPA. Salah satu cara memberdayakan kemampuan pemecahan masalah melalui penerapan pembelajaran problem based learning bermuatan socio-scientific issue yang memberikan kesempatan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran konseptual terkait model pembelajaran PBL bermuatan SSI dalam memberdayakan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa studi kepustakaan untuk mengembangkan kerangka konseptual melalui proses identifikasi dan analisis konsep. Pembelajaran PBL SSI terdiri dari 4 tahapan yaitu pendefinisian masalah, pembelajaran mandiri, investigasi, dan pertukaran pengetahuan. Pembelajaran PBL SSI dapat memberdayakan kemampuan pemecahan masalah pada dimensi identifikasi, analisis, ideasi, perancangan, prediksi, evaluasi. Beberapa teknik penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dalam Pembelajaran PBL Bermuatan Socio-Scientific Issues (PBL-SSI) adalah penilaian portofolio, penilaian kinerja, dan ujian tertulis. Hasil penelitian ini  diharapkan  dapat  menjadi  acuan  penerapan  PBL SSI dalam memberdayakan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini dapat mendorong pendidik IPA dalam pengembangan perangkat pembelajaran, yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dan interdisipliner untuk menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah kompleks.
Designing Metacognitive Scaffolding Based on Science Talk to Enhance Students Scientific Argumentation Rusdianto Rusdianto; Supeno Supeno; Ulin Nuha; Rizka Elan Fadilah; Soraya Firdausi; Ferry Budi Prasetya; Fauziyatul Iffah; Achmad Faisal Masruri; Li Yi Xuan
Unnes Science Education Journal Vol. 15 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v15i2.48402

Abstract

Scientific argumentation is essential for critical thinking and evidence-based reasoning in 21st-century science education. However, procedural teaching methods often neglect metacognitive regulation in argument construction. This study aims to analyze the validity, practicality, and effectiveness of student worksheets designed as operational representations of science talk-based metacognitive scaffolding. Employing a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), the research involved Grade 7E students at SMP Negeri 2 Panti, Jember. Data were gathered through expert validation, observation, pretest-posttest assessments, and student questionnaires. Results demonstrated high validity (95.5%) and practicality (95.5%). Effectiveness was evidenced by a moderate N-gain score of 0.67 and a 93.0% positive student response rate. These findings suggest that integrating metacognitive scaffolding and dialogic pedagogy significantly enhances students' scientific argumentation skills. This research contributes to the theoretical framework of argumentative learning design and metacognitive regulation in science education.