Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Romantisasi Kesedihan dalam Representasi Kota pada Lirik Bandung Hari Ini Dimas Satrio Wijaksono; Freddy Yusanto; Jalesita Putri Pramitha
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v6i1.10161

Abstract

Abstact. This study analyzes the romanticization of sadness in the representation of the city in the lyrics of the song “Bandung Hari Ini” by For Revenge using Roland Barthes’s semiotics. From a cultural communication perspective, lyrics are understood as cultural texts that produce social meaning through a system of signs. The study employs an interpretive qualitative approach by identifying signifiers and signifieds, denotative and connotative meanings, cultural codes, as well as myths and ideologies. The results show that, denotatively, the lyrics represent exhaustion, loneliness, pain, unfulfillment, a journey, and a return. Connotatively, Bandung is interpreted as a space of nostalgia, a sense of security, homecoming, and emotional healing. Cultural codes regarding homecoming, the demands of adult success, urban mobility, self-care, and the aesthetics of melancholy shape the myth of Bandung as an “emotional home.” The lyrics also convey an ideology of urban productivity and naturalize sadness as an authentic and meaningful experience. The novelty of this research lies in the construction of urban space as a repository of memory, identity, homecoming, and hope. Abstrak. Penelitian ini menganalisis romantisasi kesedihan dalam representasi kota pada lirik lagu Bandung Hari Ini karya For Revenge menggunakan semiotika Roland Barthes. Dalam perspektif komunikasi budaya, lirik dipahami sebagai teks budaya yang memproduksi makna sosial melalui sistem tanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan mengidentifikasi penanda dan petanda, makna denotatif, konotatif, kode budaya, serta mitos dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif lirik merepresentasikan kelelahan, kesepian, luka, ketidakcapaian, perjalanan, dan kepulangan. Secara konotatif, Bandung dimaknai sebagai ruang nostalgia, rasa aman, kepulangan, dan pemulihan emosional. Kode budaya mengenai kepulangan, tuntutan keberhasilan usia dewasa, mobilitas urban, perawatan diri, dan estetika melankolia membentuk mitos Bandung sebagai “rumah emosional”. Lirik juga membawa ideologi produktivitas urban serta menaturalisasi kesedihan sebagai pengalaman autentik dan bermakna. Kebaruan penelitian terletak pada konstruksi ruang kota sebagai penyimpan memori, identitas, kepulangan, dan harapan.
PENERAPAN KOMPOSISI DINAMIK PADA FILM DOKUMENTER SOLO ECO CITY Rizca Haqqu; Freddy Yusanto; Dimas Satrio Wijaksono
Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Vol. 1 No. 02 (2020): Terbitan September 2020
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/dimensi.v1i02.61

Abstract

Film dokumenter selama ini dianggap sebagai sebuah realitas murni yang dituangkan dalam sebuah tayangan audio visual sebagai jenis representasi lain dari realita itu sendiri. Salah satu karya film Dokumenter yang mengungkap realita tentang tatanan kota hijau yaitu “Solo Eco Ciy”. Pada film tersebut penulis bermaksud untuk mendeskripsikan penerapan komposisi Dinamik pada setiap Teknik pengambilan gambarnya. Pada film Dokumenter Solo Eco City, komposisi dinamik diganakan untuk menempatkan obyek pada sepertiga bidang garis imajiner atau biasa disebut dengan Rule of thirds. Penempatan obyek pada salah satu pada empat buah titik simpang dimaksudkan untuk menciptakan ruang kosong atau arah gerak. Penerapan komposisi Dinamik pada film Dokumenter Solo Eco City ini bermaksud memaksimalkan ruang kosong atau arah gerak sebagai background yang mampu memberikan motivasi serta penekanan pada obyek utama
Discourse Fragmentation of Pesta Babi Documentary Audiences: A Social Network Analysis on YouTube Syah, Ady Adnan; Yusanto, Freddy; Nugroho, Catur
International Journal of Media and Communication Research Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Media and Communication Research
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijmcr.v7i2.28865

Abstract

The screening of the documentary film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (Pig Feast: Colonialism in Our Time) on YouTube in May 2026 triggered thousands of comments from viewers across Indonesia. This study analyzes how conversation patterns formed in the comment section, and specifically whether they constituted a balanced discussion space or instead became fragmented into groups that did not engage in dialogue with one another. Using Social Network Analysis (SNA) through YouTube Data Tools (YTDT) and Gephi, data from 28,328 comments and 5,525 user interactions were mapped into a visual network. The results reveal a very sparse network (density 0.01), divided into 41 disconnected components, with 50 discourse clusters and a modularity score of 0.472. All five of the largest clusters exclusively represented pro-film and pro-Papua discourse, and not a single cluster was found that consistently supported government policy. Even an account that self-identified as a member of the Indonesian National Armed Forces (TNI) confirmed the film's truthfulness. Although discourse fragmentation in digital public spheres has been widely studied, no prior research has applied SNA to YouTube comments of indigenous rights documentary films in Indonesia. These findings are interpreted through Habermas's public sphere theory. Rather than serving as an arena for rational and balanced discussion, the YouTube comment section of the Pesta Babi film instead reveals discourse fragmentation that is ideologically consolidated, a condition the researchers characterize as a deliberative illusion.
Postkomodifikasi Media Sosial Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo dalam Perspektif Wacana Foucaldian Dudi Rustandi; Freddy Yusanto
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 5 No. 2. December (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i2.14191

Abstract

Ahead of the 2024 election, some figures are familiar with mediating themselves with social media. The purpose of this study is to understand the persona and analyze the post-commodification of social media on Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo's uploads through Michel Foucault's critical media discourse approach. The data collection technique uses textual observation techniques through the Instagram pages of the two figures. The results show that in the post-commodification perspective of social media, Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo's uploads have content and relations with power. The discourses of these two figures have a strong relationship with the practice of management either as themselves or as public officials. The research impacts the theoretical output of practical activities carried out by political figures so that it can be a reference in learning critical communication in social media. Another effect, this analysis can contribute ideas and knowledge in the context of new media discourse that can be used as a reference in communication and media studies.
HILIRISASI PENYIARAN DIGITAL MELALUI PEMBUATAN VIDEO PROFIL SEBAGAI MEDIA KONSTRUKSI CITRA PUBLIK KELURAHAN BAROS KOTA CIMAHI Reni Nuraeni; Freddy Yusanto; Fiqie Lavani Melano; Annisa Nursabrina Azzahra; Jalesita Putri Pramitha
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): JP2N: September - Desember 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/2vr1nw16

Abstract

Kelurahan Baros di Kota Cimahi memiliki berbagai potensi demografis dan program pelayanan publik unggulan yang perlu dikomunikasikan secara efektif kepada khalayak luas, namun saat ini belum memiliki media komunikasi publik berbasis multimedia yang representatif dan dikemas secara profesional. Ketidakhadiran konten penyiaran digital yang optimal mengakibatkan penyampaian informasi dari instansi ke publik masih mengandalkan medium konvensional atau teks statis yang kurang menarik minat warga digital. Guna mengatasi permasalahan tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memproduksi dan mengimplementasikan Video Profil Kelurahan Baros sebagai solusi penyiaran digital instansi. Sasaran utama dari pemberdayaan ini adalah aparatur pemerintah Kelurahan Baros beserta elemen masyarakat penggerak setempat seperti Karang Taruna atau Kelompok Informasi Masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang melalui pendekatan produksi media terstandarisasi yang partisipatif, mencakup tahapan koordinasi awal dan pemetaan pra-produksi, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) untuk perumusan naskah dan pembingkaian pesan menggunakan kajian semiotika, pengambilan gambar audio-visual di lapangan, proses pasca-produksi berupa penyuntingan serta color grading, hingga sesi pratinjau kolaboratif bersama pihak mitra. Hasil dari pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan citra positif instansi, membangun kepercayaan publik, serta menguatkan kemandirian literasi media digital perangkat desa. Program ini ditargetkan menghasilkan luaran wajib berupa video kegiatan, publikasi di media massa, dan publikasi ilmiah, serta luaran tambahan berupa perolehan Hak Cipta atas karya video profil tersebut.