Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : PIPER

JENIS LIANA BERKHASIAT OBAT PADA KAWASAN ARBORETUM SYLVA UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG Muhammad Syukur; fransiskus fransiskus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.679

Abstract

Arboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang terletak di desa Ensaid Panjang, merupakanhutan hujan tropismemiliki kenaekaragaman jenis tumbuhan, salah satunya adalah dari jenis Liana.Liana selain mempunyai fungsi ekologis sebagai satu kesatuan ekosistem, juga mempunyai fungsiekonomis dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis Liana berkhasiat obat padakawasan Arboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang,sekaligus sebagai langkah awal untuk menjaga kelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode jalur dan wawancara. Pada jalur pengamatan dilakukan eksplorasi dan wawancarakepada ahli pengobatan dari masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini meliputi persiapan,observasi lapangan, wawancara, penentuan jalur pengamatan, eksplorasi, inventarisasi, identifikasi dandokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis liana berkasiat obat pada kawasanArboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang.Hasil penelitian ditemukan4 (Empat) jenis liana berkhasiatobat, yaitu Kanak Labi Induk, Kanak Labi Laki, Akar Tangkup dan Keladi Birah. Liana Kanak LabiInduk, Kanak Labi Laki dan Keladi Birah) digunakan untuk mengobati penyakit Kuning dan Impotensi,dengan cara semua bahan dicampur dan direbus sehingga menyisakan 1/3 bagian airnya. Liana AkarTangkup digunakan untuk mengobati penyakit Mag dengan cara memotong akar dan meminum langsungair yang keluar dari potongan akarnya.
JENIS TUMBUHAN BAWAH BERMANFAAT SURVIVAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT RENTAP KABUPATEN SINTANG Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.784

Abstract

Hutan Lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang, adalah hutan tropis dengankenaekaragaman jenis tumbuhan cukuptinggi, diantaranyaterdapattumbuhan bermanfaat danberkhasiat survival. Tumbuhan survival oleh masyarakat setempat, utamanya dimanfaatkan untuk pengganti pangan dan sebagai obat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tumbuhan bawah bermanfaat survival di kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang. Penelitian menggunakan metode eksplorasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada tokoh, ketuaadatdanmasyarakat,yang dianggap mengetahui dan berkaitan erat dengan tumbuhan survival. Eksplorasi dilakukan pada jalur pengamatandenganpanjang ± 500 m dan radius ± 50 m. Jalur dibuat sebanyak 4 buah, masing masing sebelah utara, selatan, barat dan timur. Setiap tumbuhan survival yang ditemukan diidentifikasi dan didokumentasikan. Pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, observasi, wawancara, penentuan jalur pengamatan, eksplorasi, inventarisasi, identifikasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan 13 jenistumbuhan bawah bermanfaat survival, yaitu Engkerebang, Gelinggang, Lembu, Tepus, Simpur, Pakuk Kubuk, Rebung, Tekalak, Tukan, Salam dan Rambai. Tumbuhan bawah survival berkhasiat obat adalah Engkerebang, Gelinggang, Kemunting, Lembu dan Tepus, digunakan untuk mengobati Diare, Mulas, Penyakit Kulit, Penambah ASI dan melancarkan sirkulasi peredaran darah. Sedangkan yang bermanfaat untuk pangan adalahPakuk Kubuk, Tekalak, Tukan, Salam, Rambaian, Pakuk Miding dan Rebung, umumnya digunakan sebagai pengganti makanan, sayur dan penyedap rasa.
JENIS DAN MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DI SUNGAI METIAN DESA KORONG DASO KABUPATEN SINTANG Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.929

Abstract

Sungai Metian desa Korong Daso Kabupaten Sintang merupakan salah satu habitat Kura-kura air tawar. Sungai Metian memiliki kondisi yang cukup baik, airnya jernih, substrat tanah berpasir, pepohonan rindang dan terdapat bebatuan, yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya Kura-Kura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan morfologi Kura-Kura air tawar pada Sungai Metian. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survei (VES) dan  dikombinasikan dengan sistem jalur. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari pukul 19:00-22:00 WIB dan pagi hari 08:00-12:00 WIB melalui pengamatan langsung, pemasangan pancing, bubu dan penyelaman. Hasil penelitian ditemukan 3 jenis Kura-Kura air tawar yaitu Kahpos (Dogania subplana ) sebanyak 3 individu, Jolabik Hinut (Amyda cartilaginea) sebanyak 2 invidu dan  Kolop Pohkang (Notochelys platynota) sebanyak 5 individu. Secara morfologis jenis Dogania subplana memiliki karapas atau cangkang lunak, berbentuk jorong atau memanjang, pipih datar, plastron tidak menutupi semua areal bagian perut serta dapat digerakan. Lehernya panjang sehingga kepalanya dapat menjangkau sekurangnya setengah dari karapas atau cangkangnya, tungkai depan dan belakang dengan selaput penuh, berkuku runcing. Jenis Amyda cartilaginea memiliki tonjolan menyerupai spiral berjumlah satu baris, pada perisai punggung terdapat bintil-bintil kecil membentuk garis-garis yang terputus-putus dari depan ke belakang. Kepala bewarana hitam memiliki bintik-bintik bewarna kuning. Tungkai depan dan belakang mempunyai selaput penuh dan jari-jari kaki mempunyai cakar yang relatif kuat dan berujung lancip. Kura-kura jenis Notochelys platynota memiliki karapas datar memanjang, punggung bewarna coklat, vetral scute berjumlah enam dan costal berjumlah empat keeping. Plastron tidak dapat digerakan. Pada masing-masing scute. gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral, dan anal masing- masing berjumlah 2 keping. Tungkai depan dan belakang berselaput penuh.
DISTRIBUTION OF TENGKAWANG TUNGKUL TREE SPECIES (Shorea stenoptera) IN KENSURAY VILLAGE FOREST, KAPUAS HULU REGENC Mulyadi, Kusni; Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1102

Abstract

Tengkawang tungkul (Shorea stenoptera) adalah salah satu pohon perdagangan dari kelompok meranti yang mempunyai peran penting baik secara ekonomis, ekologis maupun sosial. Pada Hutan Desa Kensuray tumbuh dan tersebar jenis tengkawang tungkul, yang secara empiris sangat dikenali oleh masyarakat dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran jenis pohon tengkawang tungkul (Shorea stenoptera) di Hutan Desa Kensurai Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian dilakukan dengan mengunakan metode jalur atau transek pada setiap jalur dilakukan eksplorasi sebaran pohon Tengkawang tungkul. Jalur pengamatan dibuat sebanyak 5 (lima) jalur degan jarak antar jalur 200 m, panjang jalur 1.000 m dan lebar jalur 50 m secara keseluruhan luas area pengamatan adalah 25 hektar. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini meliputi persiapan, observasi lapangan, penentuan jalur pengamatan dan eksplorasi sebaran jenis Tengkawang Tungkul pada setiap jalur pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 50 individu Tengkawang Tungkul, dengan kisaran diameter 30 – 200 cm, tumbuh pada wilayah landai dan lereng dengan keadaan tanah yang lembab dan kering.Tengkawang Tungkul ditemukan pada titik koordinat  berkisar antara N 00⁰03’33.9” E 111⁰31’32.3” sampai dengan N 00⁰03’44.6” E 111⁰03’46.9” dan pada ketinggian tempat dari permukaan laut 100-150 m dpl.Tengkawang Tungkul tersebut menyebar secara acak. Mengingat jumlah individu Tengkawang Tungkul dialam yang sangat terbatas dan sedikit, maka diperlukan upaya secara kolaboratif dan bersinergi antara masyarakat melalui LPHD setempat dengan instansi terkait untuk menjaga dan menjamin kelestariannya.