Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDAMPINGAN SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH SEBAGAI BENTUK PERCEPATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA JALUR MANDIRI BAGI KEPALA SEKOLAH DAN GURU Yunus, Nur Hafsah; Andriani, Andriani; Ramlah, Ramlah; Kurnia, Kurnia; Kahfi, Ashabul
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5810

Abstract

Dalam rangka sosialisasi Kurikulum Merdeka, berbagai program dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pembiasaan kepada satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Salah satu program yang sedang dijalankan oleh pemerintah adalah Implementasi Kurikulum Merdeka. Pentingnya pengabdian kepada masyarakat ini terletak pada percepatan implementasi kurikulum di berbagai satuan pendidikan, mengingat kondisi, karakteristik, dan potensi yang berbeda-beda di setiap wilayah. Kecamatan Tutar, yang terletak di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, merupakan daerah terpencil. Hal ini menyebabkan kepala sekolah dan guru di sana menerima informasi yang berbeda dibandingkan dengan yang ada di daerah perkotaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan dukungan kepada sekolah dasar dan menengah pertama di Kecamatan Tutar dalam percepatan IKM Jalur Mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepala sekolah dan guru dapat memahami modul-modul dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM), seperti asesmen, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat, media online, video, serta peningkatan pemberdayaan mitra, termasuk Hak Cipta dokumen perancangan pembelajaran.
PkM PENDAMPINGAN ASIMETRIS KURIKULUM MERDEKA PADA SDN 024 SALPEEPA KABUPATEN MAJENE Asdar, Asdar; Yunus MS, Nur Hafsah; Ahmad, Herlina; Tahir, Arifin
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5818

Abstract

Program pemerintah saat ini yang wajib diimplementasikan secara nasional dan bertahap yaitu Implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang baru diperkenalkan pada awal tahun 2022. Ini merupakan kurikulum pengganti kurikulum 2013. Beberapa alasan pergantian kurikulum yang paling mendasar adalah kebutuhan kurikulum agar pembelajaran lebih fleksibel, ringkas, dan sederhana yang dapat diimplementasikan pada masa Covid-19. Kurikulum Merdeka dinyatakan memiliki keunggulan karena fokus pada materi esensial dan memberikan kemerdekaan kepada siswa, kepala sekolah, dan guru dalam memilih pembelajaran yang sesuai. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai bentuk percepatan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar non penngerak. Selain iyu, kegiatan pendampingan ini juga bertujuan sebagai wadah untuk memberikan fasilitasi kepada satuan Pendidikan dasar yang mandiri, apakah itu mandiri belajar, mandiri berbagi atau mandiri berubah agar peserta kepala sekolah dan guru memahami modul yang ada dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM), Asesemen, Projek Penguatan Profil Pelajar (Pancasila), dan Penyesuaian Pembelajaran dengan kebutuhan dan karakter peserta didik yang releven  dengan MBKM dan IKU. Metode pendampingan yang dilakukan melalui pelatihan asimetris kepada guru dan kepala sekolah di SDN 024 Saleppea Kabupaten Majene. Luaran kegiatan ini berupa publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat, publikasi media massa online, video online, serta peningkatan pemberdayaan mitra. Selain itu, luaran tambahan juga direncanakan menghasilkan Hak Cipta dokumen perancangan pembelajaran intrakurikuler maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
IMPLEMENTASI PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DALAM TRANSAKSI LIVE STREAMING MEDIA SOSIAL Yunus MS, Nur Hafsah; Muttalib, Abdul; Awalia, Putri
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5373

Abstract

Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi atau berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tuturan bahasa Indonesia, tuturan dianggap santun jika penutur menggunakan kata-kata yang santun, tuturannya tidak mengandung ejekan secara langsung, tidak memerintah secara langsung, serta menghormati orang lain. Namun di zaman modern ini kesantunan tidak lagi diperhatikan secara penuh. Kadang terlihat dalam komonikasi dalam jual beli daring atau online shoop yang tetapi menggunakan bahasa secara santun tapi memiliki makna yang berbeda yang dirasakan oleh mitra tutur. Jenis penelitian yang dipakai oleh penulis yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan kesantunan berbahasa antara penjual dan pembeli dalam transaksi live streaming media social di Sulawesi barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data penelitian yang digolongkan menjadi dua, yaitu pematuhan dan pelanggaran terhadap prinsip kesantunan terdapat 20 data. Pematuhan terdapat 15 data yaitu maksim kebijaksanaan 4 data, maksim kedermawana 3 data, maksim kesepakatan 2 data, maksim kerendahan hari 2 data, maksim simpati 2 data dan maksim pujian 2 data. Pelaanggaran terdapat 5 data yaitu maksim kebijaksanaan 2 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim simpati 1 data.
PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH PENGGERAK JENJANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI KABUPATEN MAJENE Asdar, Asdar; Yunus, Nur Hafsah; Ahmad, Herlina; Tahir, Arifin; Kurnia, Kurnia
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 20, No 2 (2024): Volume 20, Nomor 2, November 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v20i2.5797

Abstract

This research was conducted at the PAUD level driving school in Majene Regency, West Sulawesi Province. The subjects in this study were 24 teachers from 4 PAUD schools throughout Majene Regency. questionnaire techniques, observation and documentation. Based on the results of the analysis of 23 teachers from 4 second-generation driving schools in Majene Regency, namely Usman Bin Affan Kindergarten/PAUD with 12 teachers, Asyiyah Barane Kindergarten with 1 teacher, Salabose Kindergarten with 6 teachers, and Muttiamah Kindergarten with 4 teachers, it can be seen that the mean of the implementation of the independent curriculum is 87.75 or is in the interval 75-90 which means that the implementation of the independent curriculum in kindergartens/PAUD driving schools throughout Majene Regency, Batch-2 is included in the "Good" category. Based on the results of the person correlation test, it was found that Rhitung = 0.078 <Rtabel, which is 0.433. So it can be concluded that there is no significant relationship between the implementation of the independent curriculum (X) and teacher performance (Y). Thus, H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is no significant influence on the implementation of the independent curriculum on teacher performance.
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA LITERASI DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 TAPANGO Saparuddin, Saparuddin; Kurnia, Kurnia; Yunus, Nur Hafsah; Besse, Besse
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 21, No 1 (2025): Volume 21, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v21i1.5943

Abstract

Kemampuan literasi membaca dan menulis merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam literasi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi siswa serta peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Tapango pada Tahun Pelajaran 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, yang masing-masing terdiri dari 10 pertanyaan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk hasil kuesioner dan kualitatif untuk wawancara melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,25% siswa memperoleh nilai di bawah 70, yang mengindikasikan rendahnya kemampuan literasi. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya literasi adalah kurangnya minat membaca, kesulitan memahami teks, serta minimnya variasi bahan bacaan dan metode pengajaran yang menarik. Guru juga menghadapi kendala dalam mengelola kelas dan belum mendapatkan pelatihan profesional dalam pengajaran literasi. Untuk meningkatkan literasi siswa, diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, penyediaan bahan bacaan variatif, serta program literasi sekolah yang berkelanjutan.