Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Induksi Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) Pada Beberapa Konsentrasi 2,4-D Secara In Vitro Aprissilia Taifani Galuh Utomo; Aprizal Zainal; Yusniwati Yusniwati
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.263

Abstract

Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Robx.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti katekin, floursein, asam catechutannat dan quercetin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, antioksidan, dan biopestisida. Tanaman gambir diperbanyak secara generatif melalui biji sehingga anakan yang dihasilkan memiliki tingkat variabilitas genetik yang tinggi. Teknologi kultur jaringan melalui kultur kalus mampu menyediakan kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak dengan sifat seragam dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi 2,4-D terbaik serta pengaruhnya terhadap proses pembentukan dan pertumbuhan kalus eksplan gambir. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pemberian 2,4-D yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 mg/L. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksplan daun gambir mampu membentuk kalus pada seluruh konsentrasi 2,4-D yang diberikan. Terbentuknya kalus tercepat didapatkan pada pemberian konsentrasi 2,4-D 0,5 mg/L pada 17,86 HST dengan warna kalus putih kekuningan sebesar 56,7% dan bertekstur remah sebesar 76,7%.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Cair Terhadap Kandungan Klorofil, Serat Kasar dan Vitamin C pada Tanaman Pakcoy secara Hidroponik Nasution, Rizki Nia Sukri; Warnita, Warnita; Zainal, Aprizal
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.450

Abstract

Pakcoy menjadi salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat_khususnya di Indonesia karna mengandung banyak manfaat dan vitamin yang tinggi. Nutrisi merupakan kunci utama dalam budidaya hidroponik. Pemupukan dapat dilakukan melalui daun. pemupukan harus diimbangi dengan dosis yang tepat agar memberikan hasil yang maksimal, kandungan nutrisi yang terkandung pada pupuk cair dapat memengaruhi kandungan klorofil yang dapat memengaruhi kandungan serat kasar tanaman dan juga vitamin C pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi serta jenis dan dosis terbaik pada klorofil total, kandungan serat kasar serta vitamin C pada tanaman pakcoy Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2024 di Green House Arif Hydrofarm Kota Padang, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil tTanaman Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (RPT) factorial. Faktor pertama yaitu atas 5 jenis pupuk (Good Grow, Gandasil, Ferti Grow, Yield More dan NPK Vertine) dan faktor kedua yaitu 4 dosis pupuk (0 ml/L, 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L.). Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika F hitung lebih besar dari pada F table, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range’s Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil yang didapatkan terdapat interaksi pemberian jenis pupuk dan dosis pupuk cair pada klorofil total daun tanaman pakcoy. Pemberian pupuk cair Good Grow memberikan terbaik terhadap klorofil daun dan peningkatan serat kasar serta Vitamin C yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. Dosis 15 ml/L memberikan pengaruh terbaik terhadap klorofil total daun dan peningkatan serat kasar serta vitamin C tanaman Pakcoy yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. terdapat interakasi pada kandungan klorofil total, dan adanya peningkatan kandungan serat kasar dan kandungan Vitamin C pada pemberian pupuk Grow Good dengan dosis 15 ml/L.
Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Elisitor Cu2+ Terhadap Kandungan Katekin pada Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) Secara In Vitro Putri, Yenni Anisah; Zainal, Aprizal; Warnita, Warnita
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.497

Abstract

Tanaman gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) merupakan komoditi unggulan Sumatera Barat penghasil senyawa polifenol terutama katekin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan sehingga digunakan dalam berbagai bahan baku industri seperti farmasi, kosmetik, dan pangan. Prospek pasar ekspor yang tinggi namun mutu gambir yang diekspor masih rendah. Penggunaan kultur suspensi sel dengan penambahan elisitor seperti ion tembaga Cu²⁺ dapat menjadi solusi efektif dengan meningkatkan produksi metabolit sekunder dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi elisitor Cu2+ terbaik dalam peningkatan kandungan katekin kalus gambir. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian elisitor Cu2+ (0, 2, 4, dan 6 mg/l) sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian elisitor Cu2+ belum mampu untuk meningkatkan kandungan senyawa katekin pada kalus gambir karena hanya ditemukan pada perlakuan 0 ppm 7 HSS dan terdapat beberapa senyawa bioaktif yang muncul pada kromatogram pengujian HPLC yang tidak dapat teridentifikasi oleh standar katekin yang digunakan.