Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBINAAN MORAL KRISTIANI MELALUI PENDALAMAN TINDAKAN MANUSIAWI (ACTUS HUMANUS) BAGI KAUM MUDA KATOLIK UNTUK MEMBANGUN KARAKTER IMAN YANG DEWASA, BEBAS, DAN BERTANGGUNG JAWAB Gonti Simanullang
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober- Desember 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum muda Katolik menghadapi tantangan moral yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, relativisme, budaya instan, dan melemahnya kesadaran terhadap tanggung jawab pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kaum muda mengenai tindakan manusiawi (actus humanus) sebagai tindakan yang dilakukan secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab dalam terang ajaran moral Katolik. Program dirancang melalui pendekatan edukatif, pastoral, partisipatif, dan reflektif dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi Kitab Suci, studi kasus moral, serta penyusunan komitmen pribadi. Evaluasi dilaksanakan menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi, pedoman refleksi, dan kuesioner kepuasan. Draf hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 54,3 menjadi 84,0 pada aspek konsep actus humanus, kebebasan dan tanggung jawab, analisis kasus moral, dan etika digital Kristiani. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi unsur pengetahuan, kehendak, objek, maksud, dan situasi dalam penilaian moral. Kegiatan menghasilkan modul pembinaan, lembar analisis kasus, refleksi moral, dan komitmen aksi kaum muda. Temuan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan teologi moral, pengalaman konkret, dialog, dan refleksi iman dapat memperkuat karakter kaum muda yang dewasa, bebas, dan bertanggung jawab. Keberlanjutan program diarahkan melalui pertemuan pendampingan berkala, forum diskusi etika digital, dan keterlibatan pengurus OMK serta katekis.
Spirituality Formation and Example of the Faith of Mary for Prospective Priests and Catholic Youth in Building a Spiritual Life Gonti Simanullang
Abdimas Paspama Vol. 2 No. 1 (2023): Abdimas Paspama, December 2023
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in digital culture, individualism, and reduced reflective habits are challenges to the spiritual life of prospective priests and Catholic Young People. Coaching that is only oriented towards the delivery of material is not enough to form prayer discipline, maturity of faith, and commitment to service. This Community Service activity aims to strengthen Christian spirituality through the example of Mary's faith as a person who listens to the Word, obeys God's will, is faithful in suffering, and is ready to serve. The program uses a pastoral-participatory approach through needs identification, seminars, Scripture study, interactive discussions, group sharing, joint prayer, adoration, written reflection, and the preparation of personal commitments. Evaluation is designed through pre-test and post-test, participation observation, reflection rubric, questionnaire, and post-activity monitoring. The draft results showed an increase in average scores from 53.2 to 86.0 in aspects of spiritual understanding, Mary's example of faith, prayer discipline, Scripture reflection, and commitment to service. Qualitative achievements can be seen in the increased ability of participants to relate life experiences with the Word of God, develop prayer habits, and formulate realistic acts of service. The program shows that Mary's example can be used as a framework of formation that integrates the spiritual, human, moral, and pastoral dimensions. Sustainability is directed through prayer groups, periodic mentoring, reflection journals, and active involvement in Church service.
Pembinaan Spiritualitas Kebebasan dan Tanggung Jawab Moral Bagi Novis FCJM dalam Membangun Kedewasaan Iman dan Kehidupan Religius Gonti Simanullang; Silfester Siga Ngole; Jusling Garamba; Ludovikus Lelan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 2 No. 2 (2024): Februari, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v2i2.409

Abstract

Kebebasan dan tanggung jawab moral merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam pembentukan kedewasaan iman dan identitas hidup religius. Pada masa novisiat, pemahaman kebebasan yang tidak terintegrasi dengan hati nurani, ketaatan, dan tanggung jawab dapat memunculkan sikap individualistis, disiplin yang bersifat eksternal, serta kesulitan dalam mengambil keputusan moral. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas kebebasan dan tanggung jawab moral bagi Novis FCJM di Novisiat Greccio Pematangsiantar. Program menggunakan pendekatan edukatif, pastoral, partisipatif, reflektif, dan kontekstual melalui seminar, pendalaman Kitab Suci, studi kasus moral, sharing kelompok, refleksi pribadi, pendampingan spiritual, dan penyusunan komitmen. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, lembar refleksi, wawancara pembina, serta monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,6 menjadi 86,6 pada aspek makna kebebasan, tanggung jawab moral, pembentukan hati nurani, ketaatan dan disiplin, serta kedewasaan iman. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan peserta membedakan kebebasan dari sikap sewenang-wenang, mempertimbangkan konsekuensi tindakan, menerima aturan komunitas sebagai sarana pertumbuhan, serta merumuskan keputusan yang berorientasi pada kebaikan bersama. Program menunjukkan bahwa pembinaan moral menjadi lebih efektif ketika ajaran Gereja dihubungkan dengan pengalaman, dilema konkret, refleksi, dan pendampingan berkelanjutan.