Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI ABON IKAN TONGKOL BERBASIS TEPUNG DAUN KELOR: PENDEKATAN PENGEMBANGAN RESEP DAN DAYA TERIMA KONSUMEN Nanda Fitriana; Ella Frissella; Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan resep abon ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor serta mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sederhana dengan pendekatan pengembangan resep dan pengujian sensori menggunakan kuesioner skala Likert 1–9. Perlakuan yang digunakan terdiri dari empat formulasi, yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%) penambahan tepung daun kelor. Uji sensori dilakukan oleh 25 panelis tidak terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor memengaruhi karakteristik sensori produk. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada perlakuan P0 (7,75), diikuti oleh P1 (7,68), P2 (7,33), dan P3 (6,70). Formulasi terbaik adalah P1 (5%) karena tetap mempertahankan tingkat kesukaan panelis dalam kategori “suka” serta memberikan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa abon ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan masyarakat.
PENERAPAN PROGRAM EDUKASI KESEHATAN TENTANG CEGAH DIABETES (CERDIK) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRILAKU SEHAT DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Ismiati Ismiati; Ella Frisella; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. pada pasien DM, Sel-sel dalam tubuh berhenti berespon terhadap insulin atau pankreas berhenti memproduksi insulin, hal ini mengakibatkan hiperglikemia sehingga dalam waktu tertentu dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut, selain itu dalam jangka panjang hiperglikemia menyebabkan komplikasi neuropatik. Diabetes sendiri memiliki 3 tipe yakni diabetes melitus tipe 1 yang mana terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk tubuh. Biasanya muncul npada usia anak-anak atau remaja, dan dapat didiagnosa pada pria maupun wanita. Kemudian diabetes melitus tipe 2 dimana umumnya 90-95% penderita berada pada usia di atas 40 tahun. Meskipun pankreas masih dapat membuat insulin, namun kualitasnya buruk dan tidak berfungsi dengan baik sehungga meningkatkan gula darah. Pasiennya tidak perlu suntikan insulin tapi harus mengkonsumsi obat oral atau tablet. Selanjutnya diabetes gestational dimana disebabkan perkembangan hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin.Kata kunci : Diabetes Melitus, Cerdik, Obesitas, Hiperglikemia
PSIKOEDUKASI DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL DI PESANTREN BABUL MAGHFIRAH Melda Sofia; Kamarullah Kamarullah; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Cut Nursadrina; Nanda Fitriana; Abdul Mukti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dukungan Psikologis awal merupakan salah satu bentuk intervensi yang dilakukan seseorang yang digunakan untuk menangani situasi krisis dan bencana. Dukungan psikologis awal sangat membantu pelajar khususnya siswa di pesantren babulmaghfirah yang sudah mengalami musibah kebakaran. Efek bencana tersebut membawa dampak buruk bagi siswa sehingga mengalami trauma, cemas, panik, takut dan kondisi kesehatan memburuk. Dengan pemaparan psikoedukasi dukungan psikologis awal kepada siswa dapat mengubah pikiran dan kondisi kesehatan mental semakin baik.  
SOSIALISASI EDUKASI MINUMAN BERISIKO TERHADAP KESEHATAN GINJAL UNTUK PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS PADA REMAJA DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk pada kelompok usia muda. Salah satu faktor risiko yang sering diabaikan adalah konsumsi minuman berisiko seperti minuman bersoda, minuman energi, dan minuman instan dengan kandungan gula tinggi, pemanis buatan, serta bahan kimia tambahan. Remaja yang menempuh pendidikan di dayah modern memiliki potensi terpapar risiko ini akibat kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri remaja Dayah Modern Darul Ulum tentang minuman berisiko bagi kesehatan ginjal dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 43% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis minuman yang perlu dihindari dan pentingnya menjaga hidrasi dengan air putih. Program ini terbukti efektif sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah GGK pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa. 
SOSIALISASI TENTANG KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN JUNK FOOD PADA REMAJA DI PESANTREN DARUL ULUM BANDA ACEH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi, karena pada masa ini remaja akan terus tumbuh dan berkembang sehingga kebutuhan nutrisi harus seimbang dengan besarnya aktivitas. Namun pada saat ini, banyak remaja memiliki kegemaran untuk mengkonsumsi junk food hal ini disebabkan karena cita rasanya yang enak. Junk food adalah makanan yang rendah nilai gizinya namun tinggi kalori,lemak yang tidak sehat, gula dan garam serta akan berdampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Maka tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa serta mengenalkan kepada siswa beberapa jenis makanan siap saji atau junk food bagi kesehatan. Sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu pencegahan terhadap perilaku siswa yang sering mengkonsumsi junk food. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan kepada siswa beberapa jenis junk food dalam kehidupan sehari-hari serta dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat sering mengkonsumsi junk food. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan interaktif antara pemateri dan siswa, pemutaran video edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian leaflet. Evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis makanan dan minuman yang mengandung junk food. Program ini terbukti efektif sebagai langkah dalam mencegah siswa dalam mengkonsumsi junk food pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa.
SOSIALISASI TENTANG POLA MAKAN YANG SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PADA REMAJA DI DESA TIBANG Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan gizi bagi remaja dikarenakan masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Agar kebutuhan gizi pada remaja terpenuhi dengan baik dan benar, remaja harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adanya. Adapun 7 kebiasaan anak hebat Indonesia salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik, vitamin, mineral dan serat serta tidak mengkonsumsi makanan jajanan secara sembarangan. Selain makanan sehat dan bergizi tentunya para remaja harus menyeimbangkan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat serta memantau berat badan dengan teratur untuk mencegah masalah gizi dan mempertahankan imun dalam tubuh dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi dan media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek pengetahuan tentang gizi seimbang yaitu 20% menjadi 83,4%. sikap remaja 26,7 % dan meningkat menjadi 73,3% dan perilaku remaja terhadap gizi seimbang dari 16,67% meningkat menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah diperlukan gizi yang seimbang agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti meningkatkan konsentrasi, fungsi otak, dan stamina para remaja.
OPTIMALISASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA DENGAN PEMANFAATAN SUMBER LOKAL Rossi Aulia Pratiwi; Ismiati Ismiati; Dhia Salsabila Irja
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal guna mengatasi masalah gizi seperti stunting dan underweight. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas peserta dalam mengolah makanan bergizi dari bahan lokal. Program ini dinilai efektif untuk memperbaiki status gizi balita dan mendorong kemandirian pangan keluarga. Kata kunci: PMT, balita, gizi, pangan lokal, stunting, pengabdian masyarakat, keterampilan, penyuluhan
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.
Pendampingan Pimpinan Keperawatan (Kepala Ruangan) dalam Implementasi Manajemen Bangsal di Rumah Sakit Islam Yatofa Teguh Achmalona; Haris Suhamdani; Ismiati Ismiati; Nur Intan Kaimudin
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.243

Abstract

Latar Belakang : Ruangan atau bangsal sebagai salah satu unit terkecil pelayanan kesehatan merupakan tempat yang memungkinkan bagi perawat untuk menerapkan ilmu dan kiatnya secara optimal. Sistem pengelolaan bangsal keperawatan di suatu rumah sakit akan berdampak terhadap kualitas pelayanan dan kinerja yang diberikan kepada pasien. Tujuan : kegiatan ini bertujuan agar pimpinan keperawatan dalam mengimplementasikan pengelolaan manajemen bangsal secara profesional. Metode : analisis situasi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi untuk mengetahui pemasalahan yang dihadapi mitra. Dalam mengembangkan solusi alternative sebagai pemecahan masalah tim pengabdian menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil : Setelah diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi manajeman bangsal kepada kepala ruangan melalui ceramah, diskusi dan simulasi, selanjutnya semua peserta mengikuti postest. Nilai pretes paling rendah 55 dan yang paling tinggi 70, dengan rata-rata nilai pretest 58,25. Nilai postes paling rendah 70 dan yang paling tinggi 92. Rata-rata nilai postest adalah 85,23. Kesimpulan : adanya peningkatan pengetahuan kepala ruang tentang materi yang diajarkan hal ini ditunjukan dengan pemecahan masalah yang ada di bangsal saat dilakukan diskusi setelah pelatihan dibandingkan dengan tingkat pengetahuan diawal pelatihan.