Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Optimasi Suhu dan Waktu Tahan Furnace Terhadap Kekerasan dan Mikro Struktur Deposit Lasan Elektroda Hardfacing Basori Basori; Ferry Budhi Susetyo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v5i2.4119

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pengelasan HV 600 dengan empat kali (lapis). Proses pengelasan menggunakan arus 90 A polaritas DC+ pada spesimen baja karbon rendah. Kemudian dilakukan pemanasan pada tungku dengan variasi suhu 750°C, 800°C, 850°C dan 900°C dengan waktu tahan 10, 20 dan 30 menit. Setelah ditahan dengan variasi waktu kemudian di celupkan dalam media pendingin air. Spesimen yang telah di perlakukan panas kemudian diuji keras untuk melihat kekerasan yang terbentuk serta mikro struktur dari spesimen tersebut. Hasil uji keras dan foto makro bervariasi tergantung temperatur dan waktu tahan (holding time) yang digunakan.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PELAT BAJA KARBON RENDAH Iskandarsyah Wicaksono; Sri Ismarwanti; Jan Setiawan; Ferry Budhi Susetyo; Syamsuir Syamsuir
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 27, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2021.27.1.6187

Abstract

PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PELAT BAJA KARBON RENDAH. Bahan baja karbon rendah mempunyai keuletan yang tinggi dan mudah dibentuk, sehingga banyak digunakan dalam dunia industri dan konstruksi bangunan. Namun bahan ini mempunyai kekuatan mekanik dan kekerasan yang rendah sehingga mudah aus.  Sifat mekanik dapat ditingkatkan dengan perlakukan panas yaitu dengan pemanasan pada temperatur tertentu dan ditahan beberapa waktu, kemudian dilakukan pendinginan. Media pendingin akan berpengaruh terhadap hasil peningkatan sifat mekanik. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap karakteristik mekanik dan struktur mikro baja karbon rendah setelah perlakuan panas dan pendinginan pada media pendingin yang bervariasi. Proses pemanasan dilakukan pada suhu 950 °C dengan waktu penahanan 15 menit. Kemudian sampel tersebut didinginkan dengan variasi pendingin (aquadest, minyak goreng, oli dan tungku pintu terbuka). Hasil pengamatan pada sampel pelat baja karbon rendah (0,0524%) menunjukkan bahwa sampel tanpa perlakuan panas mempunyai nilai tegangan tertinggi yaitu sebesar 375,75 MPa dan pendinginan pintu tungku terbuka mempunyai nilai tegangan terendah yaitu sebesar 200,53 MPa. Nilai regangan tertinggi terjadi pada pendinginan pintu terbuka sebesar 38,77% dan nilai regangan terendah yaitu sebesar 25,49% terjadi pada pendinginan minyak goreng. Pengamatan struktur mikro pada material sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan panas menunjukkan adanya ferrit dan perlit.Kata kunci: Perlakuan panas, media pendingin, sifat mekanik, pelat baja karbon rendah.
Efek Perlakuan Panas pada Substrat Baja Karbon dan Lapisan Hasil Pengerasan Permukaan dengan Metoda MMAW Ferry Budhi Susetyo; Siska Titik Dwiyati; Muhammad Yazid; Yos Nofendri
JURNAL MECHANICAL Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v11.i1.202002

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan material baja dengan kadar karbon 0,2%. Penambahan material yang lebih keras menggunakan proses MMAW dengan elektroda HV 450. Spesimen dalam penelitian ini dilakukan pemanasan sampai dengan 1000°C kemudian ditahan dengan variasi waktu selama 10, 20, atau 30 menit. Kemudian dicelup dengan dua jenis media quenching yaitu coolant dan oli. Hasil penelitian ini menunjukan pada penahanan waktu 20 menit menghasilkan kekerasan yang lebih tinggi pada semua spesimen yang diuji. Struktur mikro yang terbentuk pada substrat adalah ferrite, pearlite dan bainit. Sedangkan struktur mikro yang terbentuk pada lapisan non treatment adalah pearlite dan bainit, sedangkan pada lapisan yang dilakukan quenching coolant dan oli adalah ferrite, bainit dan martensit.
Rancang Bangun Rak Penetas Telur Otomatis Pada Mesin Tetas Bertenaga Hybrid Ferry Budhi Susetyo; I Wayan Sugita; Basori Basori; Muhammad Naufal Rifqi; Rois Wardiana; Joko Prasetyo
Jurnal Ilmiah Giga Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Edisi 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v23i2.915

Abstract

Mesin penetas telur pada awalnya merupakan alat sederhana yang hanya menggunakan lampu untuk menghasilkan panasnya tanpa alat-alat pendukung lainnya yang hanya digunakan oleh para peternak tradisional dengan kapasitas yang kecil, namun seiring dengan perkembangan teknologi mesin ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan kemudahan dalam penetasan telur. Pembuatan rak pemutar telur otomatis pada mesin penetas telur ini dan mempunyai dua sumber energi, yaitu energi listrik PLN dan energi panas matahari dengan menggunakan panel surya. Dalam proses modifikasi mesin penetas telur tenaga hybrid ini memiliki beberapa tahapan yaitu diawali dengan tahap sketsa gambar sederhana rak telur otomatis, gambar kerja, proses pembuatan, modifikasi rangkaian kelistrikannya, dan perhitungan tahanan baterai serta ujicobanya pada solar cell. Dari hasil pengujian mesin penetas telur otomatis tenaga hybrid kami ini yaitu rak bergeser otomatis setiap 6 jam sekali dalam waktu 24 jam non-stop serta ketahanan baterai hingga 29,1 jam
Rancang Bangun Mesin Poles Piringan Tunggal (Single Disc) Untuk Proses Metalografi Ferry Budhi Susetyo; Muhamad Muslih; Muhamad Agil Febrianto; Basori Basori
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i1.1070

Abstract

A polishing machine for the metallographic process is the equipment used to carry out surface preparations. The smooth surface is expected so that after etching it can be seen the micro or macrostructure of a material being studied with the aid of a microscope. In this research, we design and manufacture polishing machines. The main materials used in the process of designing this polishing machine are an electric motor (AC), carbon steel, cables, contactors, stainless steel plates, pushbuttons, emergency buttons, potentiometers, v belts, pulleys, bearings, hoses, and shafts. This method of the research process begins with calculating the diameter of the follower pulley, then continues with size planning, drawing work, making simple electrical wiring drawings, manufacturing components, and assembling and testing. This polishing machine for the metallographic process has been designed as a disk rotating speed of 600 rpm, an electric motor of 135W with a voltage of 220V, and also has a plumbing system. From the test results of polishing machine for metallography, the desired polishing results were obtained.
Perilaku Ketahanan Korosi Komposit Coating Poliuretan/Silika/ Karbon Pada Baja Karbon Rendah Bambang Soegijono; Ferry Budhi Susetyo; Hamdan Akbar Notonegoro
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.4775

Abstract

Salah satu problematika kendaraan bermotor saat ini adalah korosi. Umumnya cat pelindung akan cepat rusak karena disebabkan kondisi operasional kendaraan pada lingkungan yang tidak menentu. Komposit coating poliuretan dengan variasi silika/karbon disiapakan, kemudian diaplikasikan pada material baja karbon rendah dengan spray gun. Pada lapisan yang terbentuk di lakukan analisis Fourier Trasform Infra Red (FTIR), Thermogravimetry (TGA), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Mikroskop Optik dan uji salt spray. Hasil FTIR, TGA, pengamatan optik dan uji salt spray menunjukkan semakin tinggi kadar karbon/silika maka akan semakin tahan terhadap korosi.
Electrochemical Behavior, Structure, and Morphology of Electrodeposited Nickel on Copper Alloy Prepared from Sulfate Bath without Additive Addition Bambang Soegijono; Ferry Budhi Susetyo; Hamdan Akbar Notonegoro; Musfirah Cahaya Fajrah
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume VI, Nomor 1, April 2020
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.7724

Abstract

Nickel and nickel alloy has good chemical and physical properties to enhance corrosion resistance. Electrodeposited nickel layer are expected to enhance corrosion resistance of copper as substrates. The difference distance crystal plane of Nickel and Copper is about 0.02 – 0.03 Angstrom. The electrochemical behavior, structure and morphology of electrodeposited nickel on copper substrate in sulfate solution were investigated. Electrodepositions of nickel layer were conducted at room temperature with various current densities (10 mA/cm², 20 mA/cm², and 30 mA/cm²). Electrochemical behavior, structure, and morphology of the samples were analyzed by using potensiostat, x-ray diffraction (XRD), and Scanning electron microscope (SEM). The x-ray diffraction patterns show that the nickel has cubic FCC crystal system and space group Fm-3m.  The current density during electrodeposition influence crystal parameter, crystallite size and micro strain of nickel film deposited. Electrodeposited nickel with current density 30 m A/cm² shows the best corrosion resistance.
PENGARUH LAJU ALIRAN GAS TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH HASIL HARDFACING DENGAN PROSES GTAW Siska Titik Dwiyati; Ferry Budhi Susetyo; A. Daniel Pandu Yudhantono
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.606 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi akibat adanya laju aliran gas 1 L/menit, 3 L/menit, dan 5 L/menit terhadap nilai kekerasan baja karbon rendah pada proses GTAW. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa laju aliran gas 1 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan paling tinggi pada baja karbon rendah yang telah di heat treatment, yaitu sebesar 88 HRB. Laju aliran gas 3 liter/menit pada karbon rendah menghasilkan nilai kekerasan sebesar 83 HRB, sedangkan laju aliran gas 5 liter/menit, menghasilkan nilai kekerasan sebesar 70 HRB. Baja tanpa heat treatment yang dilas dengan laju aliran gas 1 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan sebesar 82 HRB. Laju aliran gas 3 liter/menit pada baja tanpa heat treatment menghasilkan nilai kekerasan sebesar 76 HRB, sedangkan laju aliran gas 5 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan sebesar 65 HRB.
EFEK POLARITAS DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP NILAI KEKERASAN PERMUKAAN HARDFACING BAJA KARBON RENDAH Ferry Budhi Susetyo; Ahmad Kholil; Muhammad Fatihuddin
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.758 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.1

Abstract

Penelitian ini menggunakan material baja karbon rendah yang di lapis dengan elektroda HV 450 dengan proses SMAW. Stelah selesai di las kemudian diheat treatment dengan temperatur 1000oC dengan penahanan waktu selama 60 menit kemudian dilakukan quenching. Media quenching yang digunakan dalam penelitian yaitu oli dan air. Hasil penelitian ini menunjukan polaritas DC+ menghasilkan kekerasan yang lebih tinggi pada semua spesimen yang diuji dengan nilai 418,66 VHN quenching air, 402,8 VHN quenching oli, 348 VHN non treatment jika dibandingkan polaritas DC- dengan nilai 405,92 VHN quenching air, 374,02 VHN quenching oli dan 323,38 VHN non treatment. Media quenching dengan air menghasilkan kekerasan yang paling tinggi dengan nilai 405,92 VHN untuk polaritas DC- dan 418,66 VHN untuk polaritas DC+ jika dibandingkan dengan oli.
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME DAN MEDIA QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA DENGAN KADAR KARBON 0,192wt.% Siska Titik Dwiyati; Muhammad Bagus Priyo Hutomo; Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.981 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.7

Abstract

Pada penelitian ini akan dilakukan upaya peningkatan kekerasan dari material baja karbon. Berdasarkan hasil uji OES didapatkan hasil komposisi karbon dalam baja tersebut sebesar 0,192 wt%. Untuk itu akan dilakukan pemanasan dalam tungku dengan suhu yang ditetapkan yaitu 1000 °C. Kemudian dilakukan beberapa variasi waktu penahanan (holding time) di dalam tungku yaitu 30, 60 dan 90 menit. Setelah ditahan kemudian material tersebut di variasikan kembali untuk dua media pendingin yaitu oli dan coolant. Setelah dilakukan quenching kemudian diukur nilai kekerasannya dengan alat uji vickers. Setelah pengujian kekerasan semua selesai kemudian dilanjutkan dengan pengamatan foto mikro dengan mikroskop optik. Dari hasil pengujian maupun pengamatan dapat diketahui semakin lama waktu holding time maka kekerasan semakin naik. Terakhir, pada pengamatan struktur mikro pada spesimen terbentuk fasa ferit dan perlit.