Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PERAWATAN PADA KOMPONEN MESIN DEGREASER DI PT X Ferry Budhi Susetyo; Ragil Sukarno; Khulaifiyah
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKEM.7.1.3

Abstract

In maintenance activities at PT. X, which is engaged in the sports equipment industry, is not doing well. So that it can reduce the targeted production results in a day. For that, it is necessary to know the critical components in the degreaser machine that cause the machine to stop. The first thing to do in this research is to select the critical components using a Pareto diagram. Based on the Pareto diagram, it was found that the chain component is a critical component with the amount of damage 4 times (11.76%). The Weibull distribution with two parameters is used to determine the time between failures so that it can be determined when to replace critical components to minimize the damage that occurs. From the calculation of the chain components, the value of the Weibull parameter is obtained from the repair time = 1.101; = 5,331 and the value of MTTR = 1,003 hours. While the value of the Weibull parameter using the operational time is = 1686.458; = 2,205 and MTTF value = 1584.748 hours. From the calculation, the reliability level of the chain components is 90% for 605.438 hours and 80% for 863.348 hours.
Pengaruh Krom pada Sambungan Las Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon dengan Elektroda E 6013 Syaripuddin; Setyo Firman Alamsyah; Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v3i1.1565

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of chromium in the SMAW process to the tensile strength, hardness value and macro structure of the low carbon steel welding joint using E6013 electrodes. The research procedure begins with the process of welding, making seam, making specimens: tensile test, hardness test and macro structure. Furthermore, the process of tensile, hardness and macro structure testing is carried out. The tensile strength value of the weld joint with the addition of chrome tends to be slightly smaller than that of the weld without the addition of chrome. The maximum tensile stress and elasticity limits for welded joints with added chrome are higher than for welded joints without added chrome. The addition of chrome to the welding process has been shown to increase hardness. In the macro structure, porosity did not occur both specimens with the addition of chromium and without the addition of chromium.
Studi Lapisan Hasil Hardfacing Dengan Variasi Arus Dan Elektroda AWS A5.13 EFe2/A5.1 E7018 Ferry Budhi Susetyo; Himawan Hadi Sutrisno; Rizchi Ayu Suryadewi
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v3i2.1944

Abstract

The current becomes a factor influencing the hardness value In the welding. The higher the welding current would affect the higher the hardness test results. If the current were used is low it will make it difficult to ignite the electric arc. Aims of this study to determine the effect of welding current (90, 110 and 130 A) and buffer layer on hardness, macro and microstructure layers are result from hardfacing using AWS A5.13 EFe2/AWS A.51 E7018 elektrodes. The hardfacing process uses a Shielded Arc Metal Welding (SMAW) welding machine with DC+ polarity. Hardfacing consists of three layers, 1st layer uses AWS A5.13 EFe2 electrode, 2nd layer uses AWS A.51 E7018 electrode, and 3rd layer uses AWS A5.13 EFe2 electrode. The increase in hardness will occur significantly after hardfacing on the base metal. The higher welding current is resulting the higher hardness value. The hardness of the 130 A specimen is higher than 90 A and 110 A specimen. In the 130 A specimen the hardness value was 468.1 VHN, and in the 90 A specimen the hardness value was 358.94 VHN.
Efek Variasi Campuran Solvent-Varnish dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Pelapis Sopiyan; Muhammad Iqbal; Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v4i1.2450

Abstract

Painting is a process to make a thin layer of paint over an object. Factors to beautify the results of painting on the vehicle body are given a layer of varnish. To produce a quality varnish coating, it is necessary to pay attention to the ratio between the varnish-solvent used and the drying method used. This study aims to determine the mixture of varnish - solvent (1:0,1 and 1:0,2) with a drying temperature method of 40°C, 60°C, and 80°C on gloss, thickness, and adhesion to the motor vehicle body. The lower the oven temperature, the higher the gloss and the thicker the coating. The best adhesion at the oven temperature of 40ºC and 60ºC on all varnish-solvent compositions. The higher of the solvent mixture would result glossier and less thickness of the layer form.
STUDI KARAKTERISTIK LIMBAH RUST REMOVER XYZ Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.029 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.2.1.1

Abstract

Rust remover XYZ adalah produk yang relatif aman, efektif serta tidak berbahaya bagi lingkungan. Produk ini juga tidak memberikan efek pada plastik, karet dan PVC. Produk ini berbahan dasar air (water based) bekerja pada pH 6,0 sampai 7,1 (Rust Remover XYZ Technical Data Sheet). Untuk itu maka akan dilakukan penelitian secara akademisi guna mengetahui kandungan limbah dari rust remover XYZ. Langkah yang pertama adalah mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yang pertama adalah pelat besi berkarat yang belum diketahui jenisnya. Kemudian yang kedua limbah hasil dari rendaman pelat besi berkarat tersebut. Pelat besi yang berkarat dengan ketebalan 1,2 mm kemudian dipotong dengan dimensi 31 mm x 29 mm. Analisis XRF dilakukan pada pelat besi berkarat guna mengetahui unsur-unsur apa saja yang terdapat pada pelat tersebut. Kemudian limbah hasil perendaman pelat besi berkarat tersebut kemudian di lakukan analisis XRF. Unsur-unsur pada pelat besi berkarat yang terdeteksi oleh XRF adalah Al 2,09 %, Si 4,33 %, S 0,23 %, Ca 1,04 %, Mn 0,07 %, Fe 92,19 %. Unsur-unsur pada waste rust remover XYZ yang terdeteksi oleh XRF adalah P 26,03 %, S 12,44 %, Ca 0,38 %, Mn 0,98 %, Fe 59,96 %, dan Zr 0,21 %.
STUDI KARAKTERISTIK PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON RENDAH ST 42 DENGAN ELEKTRODA E 7018 Ferry Budhi Susetyo; Ja'far Amirudin; Very Yudianto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.246 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.1.1.4

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penentuan besarnya arus dalam penyambungan logam menggunakan las busur mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan las. Untuk itu akan dilakukan penelitian las SMAW sambungan T dengan variasi arus 90 A, 100 A, 110A, 120 A dan 130A. Pengambilan arus 90 A dimaksudkan sebagai batas arus terendah dan 130 A sebagai batas arus tertinggi. Adapun tujuan berapakah arus yang paling efektif dan pengaruh variasi arus terhadap daerah struktur mikro serta cacat pengelasan. Spesimen yang digunakan adalah pelat baja konstruksi ( ST 42) dengan ukuran 100 x 80 x 10. Jenis kampuh atau sambung las yang digunakan adalah kampuh T posisi pengelasan 2F (Fillet). Setiap variasi arus menggunakan 5 sampel. Pengujian spesimen dengan menggunakan uji mikro, uji struktur, uji bending dan penetran hasil lasan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan arus 130 A menghasilkan penebusan yang relatif baik jika dibandingkan dengan arus yang lebih kecil dari 130 A. Arus minimum yaitu 90 A nyala busur api agak terhambat sehingga pada saat pengelasan dilakukan peleburan antara elektroda dan benda kerja tidak terjadi dengan maksimal.
PENGARUH BENTUK KAMPUH TERHADAP KARAKTERISTIK BAJA KARBON RENDAH HASIL PENGELASAN SMAW Ferry Budhi Susetyo; Agus Dudung; Supria Wiganda; Ahdian Haris; Wahyu Nugroho
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.248 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.2.2.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk kampuh terhadap cacat dan kekuatan tarik material baja karbon rendah hasil pengelasan SMAW dengan elektroda AWS E. 7018. Jenis kampuh las yang digunakan adalah kampuh V dan X, penyiapan bahan dengan menggunakan mesin scrap. Variasi arus yang digunakan adalah 140, 150, 160 dan 170 A dengan polaritas DC +. Proses pengelasan dilakukan di laboratorium las Teknik Mesin Universitas Negeri Jakarta, kemudian proses pengujian radiografi di PT. Gamma Hepsi dan proses pengujian tarik dilakukan di B2TKS Puspitek. Dari kedua hasil pengujian tersebut dilakukan analisa supaya didapatkan kesimpulan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah: Hasil pengelasan SMAW dengan arus 140 A, 150 A, 160 A dan 170 A yang menggunakan kampuh X mendapatkan nilai tegangan tarik rata- rata yang lebih rendah terhadap spesimen yang menggunakan kampuh V dengan selisih tegangan tarik rata- rata sebesar 35,14 N/mm2. Hal ini terjadi karena pengelasan dengan kampuh X mengalami proses pengelasan di dua sisi pada waktu yang berbeda. Hal ini menyebabkan pada spesimen kampuh X memiliki tegangan tarik terendah karena adanya tegangan sisa yang besar.
NDT EXAMINATION HASIL PENGELASAN SMAW DENGAN VARIASI MEREK ELEKTRODA E6013 Syaripuddin; Ferry Budhi Susetyo; Tias Hamzah
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 1 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.142 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.1.3.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik unsur fluks dari ketiga elektroda dengan uji komposisi, mengetahui karakteristik unsur kawat inti beberapa ketiga elektroda dengan uji komposisi, mengetahui cacat las yang terjadi dari hasil pengelasan menggunakan ketiga elektroda dengan pengujian penetrant. Penelitian ini menggunakan beberapa pengujian yaitu dengan uji komposisi untuk mengetahui karakteristik unsur, kawat inti dan fluks beberapa elektroda, uji penetrant untuk mengetahui ada tidaknya cacat las yang terjadi. Karakteristik unsur fluks berbeda dari ketiga elektroda, karakteristik unsur kawat inti berbeda dari ketiga elektroda, cacat las yang terjadi berdasarkan hasil uji visual dari hasil pengelasan menggunakan elektroda A adalah undercutting dan fault of electrode change, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda B adalah undercutting, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda C tidak terlihat adanya cacat las. cacat las yang terjadi berdasarkan hasil uji penetrant dari hasil pengelasan menggunakan elektroda A adalah undercutting dan fault of electrode change, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda B adalah undercutting, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda C adalah weld spatter.
EFEK VARIASI KECEPATAN WIRE FEEDER GMAW TERHADAP TENSILE STRENGTH ASTM A36 Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.046 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.1.3

Abstract

Pada pengelasan GMAW kecepatan pengelasan, tegangan, kecepatan wire feeder, arus, laju aliran gas pelindung (shielding gas), dan polaritas merupakan beberapa faktor yang berpengaruh dalam hasil pengelasan. Dalam teori buku disebutkan filler metal AWS ER 70S-6 hanya dapat digunakan untuk polaritas DC+. Sehingga peneliti tertarik untuk membandingkan hasil pengelasan material ASTM A 36 dengan polaritas DC+ dan DC- dari segi tensile strenght dengan beberapa variasi kecepatan wire feeder. Pelat ASTM A36 dengan tebal 8 mm yang dibentuk kampuh V tunggal dengan menggunakan mesin milling. Pelat ASTM A36 dilas dengan proses GMAW (polaritas DC- dan DC+). Parameter kecepatan pengelasan diatur 350 mm/menit sedangkan kecepatan wire feeder divariasikan 7, 8, dan 9 m/menit. Filler metal menggunakan jenis AWS ER70S-6 diameter 1 mm. Hasil pengelasan DC+ mendapatkan hasil tensile strenght maksimal di kecepatan wire feeder 9 m/menit. Hasil pengelasan DC- mendapatkan hasil tensile strenght maksimal di kecepatan wire feeder 7 m/menit. Berdasarkan hasil pengujian tarik pada dua polaritas dapat terlihat bahwa pengelasan dengan polaritas terbalik (DC+) menunjukkan hasil yang lebih tinggi kekuatan tariknya jika dibandingkan dengan plaritas terbalik (DC-). Namun hasil kekuatan tarik polaritas terbalik diatas rata-rata dari base metal (A36) yang telah ditetapkan oleh ASTM. Sehingga hasil kekuatan tarik dari polaritas lurus (DC-) yang masih masuk dalam batasan (range) standar ASTM A36.
PENGARUH PWHT TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA HASIL PROSES MMAW DENGAN AWS A.51 E 7018/6013 Ferry Budhi Susetyo; Ahmad Kholil; Duti Marsulan; Fachru Z. N. I.
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.386 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PWHT terhadap sifat mekanik baja karbon rendah yang menyangkut kekuatan tarik, serta nilai kekerasan. Prosedur penelitian ini di awali dengan mengelas spesimen dengan MMAW. Spesimen di buat dua variasi yaitu yang pertama dengan elektroda E 7018, kemudian spesimen kedua dengan E 6013. Kemudian dilakukan perlakuan panas PWHT 450°C dan ditahan selama 70 menit, serta didinginkan di udara. Sifat mekanik dapat diketahui setelah dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. PWHT pada suhu 450 oC dengan waktu penahanan 70 menit dapat mengurangi kekuatan tarik serta kekerasan pada dua jenis elektroda. Penurunan kekerasan dan kekuatan tarik turun secara linear (E 7018 Non PWHT, E 7018 PWHT, E 6013 Non PWHT, sd E 6013 PWHT.