Sofyan Zaman
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia.

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) Di Kebun Branggah Banaran, Blitar Darin, Sabaiq Yuhfadh Djiwangga; Zaman, Sofyan; Budiman, Candra
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51427

Abstract

Gulma sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang ada di lahan perkebunan termasuk pada komoditas cengkeh. Penurunan produksi diakibatkan karena adanya kompetisi nutrisi antara tanaman utama dan gulma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses pengendalian gulma di Kebun Branggah Banaran, Blitar terutama mengenai manajemen pengendalian gulma tanaman cengkeh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022. Kondisi gulma di Kebun Branggah Banaran pada golongan tanaman B2, C1 dan C2 didominasi oleh gulma rumput Digitaria sanguinalis dan Pseudelephantopus spicatus pada golongan tanaman A1, A2 dan B1. Pekerja pengendalian gulma masih banyak yang belum mematuhi kelengkapan APD yang ditetapkan perusahaan. Perbandingan efektivitas biaya pengendalian gulma pada TBM dan TM menunjukkan bahwa metode kimiawi lebih efektif dengan rasio sebesar 1.24:1. Keberagaman gulma setiap tahun pangkas mempengaruhi kegiatan pengelolaan kerja pengendalian gulma secara umum. Keberagaman gulma mempengaruhi waktu pengendalian, metode pengendalian, kemampuan penyemprot serta efisiensi biaya pengendalian. Kata kunci: analisis vegetasi, cengkeh, efektivitas biaya, gulma, herbisida
Respons Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Frekuensi Penyiangan Gulma Nafis, Farhan Abdillah; zaman, sofyan; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54369

Abstract

Kehadiran gulma pada tanaman budidaya kacang tanah dapat menekan pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas tanaman kacang tanah. Penggunaan varietas dan penyiangan gulma merupakan salah satu upaya dalam menekan pertumbuhan gulma pada areal lahan kacang tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari respons beberapa varietas kacang tanah terhadap frekuensi penyiangan gulma untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu varietas kacang tanah (Hypoma 1, Talam 1, dan Tasia 2) dan frekuensi penyiangan gulma (tanpa penyiangan, penyiangan 1 kali, dan penyiangan 2 kali). Hasil penelitian menunjukkan varietas tidak berpengaruh terhadap bobot kering total gulma, jumlah daun, jumlah polong hampa, bobot segar tanaman, dan produktivitas. Perlakuan frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap bobot kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan kering kacang tanah, jumlah polong, bobot kering polong, dan produktivitas. Perlakuan penyiangan 2 kali memberikan hasil pertumbuhan dan produktivitas secara signifikan yang berbeda nyata dengan frekuensi penyiangan lainnya dengan rata-rata produktivitas tertinggi 2.4 ton ha-1. Interaksi kedua faktor pada hasil tanaman kacang tanah berpengaruh nyata pada jumlah polong total dan jumlah polong isi. Kompetisi gulma yang semakin tinggi pada tanaman kacang tanah dapat menekan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang tanah. Kata kunci: Hypoma 1, kompetisi, polong, produktivitas, Talam 1, Tasia 2
Estimasi Jejak Karbon pada Budidaya Ubi kayu dari Berbagai Dosis Pupuk NPK dan Karbon Organik Tanah Santosa, Edi; Anwar, Syaiful; Hartono, Arief; Pramuhadi, Gatot; Diaguna, Ridwan; Zaman, Sofyan; Agusta, Herdhata
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54453

Abstract

Ubi kayu atau singkong merupakan komoditas industri dan komponen penting pada ketahanan pangan di Indonesia, tetapi informasi jejak karbon dari kegiatan budidaya masih terbatas. Jejak karbon adalah salah satu pendekatan untuk memahami sumber emisi gas rumah kaca (GRK) yang berguna untuk mitigasi pemanasan global. Penelitian bertujuan melakukan asesmen jejak karbon budidaya ubi kayu pada berbagai taraf pupuk NPK dan karbon organik tanah (C-org). Penelitian dilakukan pada September 2022 hingga Mei 2023 di Kebun Percobaan IPB Jonggol. Data emisi diestimasi menggunakan skenario tier 1. Budidaya ubi kayu memiliki jejak karbon 2,511.2-10,641.4 kg CO2-eq ha-1 tergantung dosis NPK dan C-org. Budidaya mengemisikan karbon rata-rata 6,455.5 kg CO2-eq ha-1 dengan emisi langsung 4,532.3 kg CO2-eq ha-1dan tidak langsung sebesar 1,923.2 kg CO2-eq ha-1. Input NPK dan pupuk kandang menyumbang emisi langsung terbesar yakni berturut-turut 36.99% dan 54.96%. Pada waktu yang bersamaan, budidaya menskuestrasi karbon 27,445.1- 61,684.2 kg CO2-eq ha-1 (rata-rata 51,032.4 kg CO2-eq ha-1) sehingga budidaya memiliki neraca karbon positif yang berarti mengurangi GRK, yakni sebesar 24,933.9-54,493.1 kg CO2-eq ha-1 (rata-rata 44,577.0 kg CO2-eq ha-1). Berdasarkan regresi, tingkat C-org 4.8% dan dosis NPK (15-15-15) 440.7 kg ha-1 memberikan pengurangan (offsets) emisi GRK maksimum. Upaya mencapai budidaya ubi kayu rendah emisi diprioritaskan melalui pengurangan input pupuk misalnya dengan mengembalikan limbah biomasa budidaya. Kata kunci: emisi karbon, emisi GRK, ketahanan pangan, rendah emisi, singkong
Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elais guineensis Jack.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatra Utara Tambunan, Fadila Kofifa; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Pengendalian gulma sangat penting dalam mengupayakan peningkatan produksi kelapa sawit. Pengendalian gulma yang baik dan efektif dapat menghasilkan produksi tandan sawit yang bermutu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Langga Payung Estate, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2023. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma serta pengendalian gulma secara efektif di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada tanaman 2020 adalah Cyperus killingia dengan nilai SDR sebesar 25.53%. Gulma dominan pada tanaman 2015 adalah Urena lobata dengan nilai SDR sebesar 23.12%. Gulma dominan pada tanaman 2011 adalah Panicum brevifollium dengan nilai SDR sebesar 27.68%. Nilai koefisien komunitas Divisi III Kebun Langga Payung Estate menunjukkan gulma yang beragam karena nilai persentase yang diperoleh kurang dari 70%. Pengendalian gulma di Kebun Langga Payung Estate dilakukan secara manual dan kimiawi. Dosis 0.25 glifosat dan metil metsulfuron serta 0.025 fluroxipir. Estimasi biaya pengendalian gulma sebesar Rp578.38.00 per hektar per tahun untuk kebutuhan herbisida dengan 3 kali rotasi semprot dan sebesar Rp357.261.00 untuk tenaga kerja. Nilai persentase tingkat penggunaan APD tenaga kerja penyemprot sebesar 75.6%.  Kata kunci: analisis vegetasi, estimasi biaya, koefisien komunitas, pengendalian gulma
Simpanan Biji Gulma dalam Tanah di Perkebunan Teh pada Berbagai Tahun Pangkas Edi Santosa; Sofyan Zaman; Intan Dewi Puspitasari
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.257 KB) | DOI: 10.24831/jai.v37i1.1394

Abstract

Through understanding on seed bank, tea plantation manager enables to plan better weed control. The objective of the study was to identify seed bank of weeds at different ages of tea plantation after prunning. The study was conducted at Perkebunan Teh Tambaksari, Subang, Indonesia. Soil samples were collected from tea field of different pruning years (TP0-2 months after pruning, TP1-16 months after pruning, TP2- 28 months after pruning, and TP3-40 months after pruning) and then watered regularly and exposed to direct sunshine to stimulate propagule germination. Results showed that seed banks were found in all soil samples, indicated that effectiveness of weed control was low. The highest seed bank was found at TP1. Most seed bank was seed, they were Ageratum conyzoides which dominated field of TP0 (SDR 36.58%), TP1 (35.90%), TP2 (41.79%) and TP3 (24.82%), followed by Borreria latifolia with SDR values were 19.50%, 27.26%, 29.40% and 16.14%, respectively. Some species stored both vegetative and generative propagules such as Cyperus sp. and Cyperus cyperoides with SDR value 20.33 % only dominated at age of TP0. Seed bank at area of TP1 and TP2 had high value of community coefficient, i.e., 77.22%, showed both fields had high similarity. This finding implies that effective weed control increases when the control is conducted before the weeds bear seed, where mostly less than 45 days after emergence. Furthermore, thirteen weeds had no seed bank in the field, indicates that weed problem in tea plantation was composed of seed bank and weed propagules from other sites.   Key words:  Pruning year, seed bank, tea plantation, weed control
PENGARUH KONSENTRASI DAN SELANG WAKTU PEMBERIAN EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM-4) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAPAS (Gossypium hirsutum L.) Moh. Amri Arsyid; M. A. Chozin; Sofyan Zaman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.035 KB) | DOI: 10.24831/jai.v26i1.1592

Abstract

The objective of this experiment is to study the effect of concentration and application interval of EM4 on growth and yield of cotton. The experiment was held in KP Sindangbarang Bogor from March to August 1996, using RCD with two factors and three replications. The first factor was EM4 concentration which were 0 ml L-1  water, 5 ml L-1  water, 10 ml L-1  water, 15 ml L-1  water, and 20 ml L-1  water. The second factor was application interval which were 5, 10, and 15 days. The result shows that the concentration of 5 ml L-1  water significantly affected the vegetative growth. But in the contrary, application interval and its interaction do not give the similar effect. The generative growth were significantly affected by concentration and application interval and its interaction. The best combination for maximum cotton yield is in concentration of 5 ml L-1 water and application interval 10 days, and for maximum seeded cotton yield is 5 ml L-1 water and 15 days.