Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan wachjuni wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.83

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Kabupaten Kuningan memiliki potensi alam yang besar namun mengalami kendala stagnasi dan fluktuasi kunjungan wisatawan akibat minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran serta sistem pengelolaan yang masih konvensional. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui transformasi digital dan penguatan tata kelola destinasi sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning yang meliputi pemetaan masalah, pelatihan manajemen media sosial dan konten visual, serta pendampingan implementasi teknologi. Solusi utama yang diterapkan adalah pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berupa katalog digital dan integrasi promosi daring, serta perbaikan sistem pendataan pengunjung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas mitra dalam strategi digital marketing dan manajemen data. Luaran program meliputi ketersediaan katalog wisata digital yang aksesibel, peningkatan interaksi media sosial, serta peralihan sistem pencatatan pengunjung dari manual ke basis data terstruktur. Intervensi ini berhasil mendorong modernisasi tata kelola destinasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, 9, dan 11, serta meningkatkan daya saing Tenjo Laut secara berkelanjutan.
PROGRAM GO DIGITAL MENUJU SMART VILLAGE: PENDAMPINGAN TRANSFORMASI DIGITAL DESA KEDUNG GEDE Wely Hadi Gunawan; Sari Permanik Budayanti
Aspirasi Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Maret
Publisher : ICON Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71154/898wpt92

Abstract

Transformasi digital menjadi strategi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi masyarakat desa. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui Go Digital menuju Smart Village di Desa Kedung Gede bertujuan untuk memperluas literasi digital warga serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data desa dan promosi potensi ekonomi lokal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat terlibat aktif sejak tahap identifikasi masalah, penyuluhan, pelatihan pemanfaatan media digital, hingga praktik langsung penggunaan teknologi untuk promosi desaAnalisis kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Program ini diikuti oleh 35 orang yang terdiri atas perangkat desa, kalangan pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan, baik dalam aspek literasi digital, kemampuan memanfaatkan media digital, maupun keterampilan mempromosikan potensi desa melalui platform daring.Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan informasi desa berbasis digital serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha lokal. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung implementasi konsep Smart Village melalui penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Pembinaan UMKM Perempuan Desa Cikupa; Sinergi SDM dan Potensi Lokal menuju Kemandirian Ekonomi di Era Digital Rina Masruroh; Wely Hadi Gunawan; Iqbal Arraniri
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1015

Abstract

Empowerment of women-owned MSMEs in rural areas plays a vital role in supporting family and village economies. This community service activity aims to improve Human Resource (HR) capacity and economic independence of women MSME actors in Cikupa Village, Darma District, Kuningan Regency. The partners faced main obstacles such as low business management literacy, lack of business legality (NIB), and minimal use of digital technology for marketing. The implementation methods included socialization, business management training using the Business Model Canvas (BMC), assistance with business legality (OSS-RBA), and digital marketing training (social media and e-commerce). The results showed an increase in partners' understanding of good business governance. Additionally, participants were successfully assisted in issuing Business Identification Numbers (NIB) and started utilizing WhatsApp Business and social media to promote local potential products. The synergy between HR capacity strengthening and digital technology adoption has proven capable of encouraging women MSME actors in Cikupa Village to be more adaptive and competitive.
Penerapan strategi digital marketing untuk UMKM Desa Dadiharja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Ciamis Wely Hadi Gunawan; Rina Masruroh; Winda Oktaviani
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1017

Abstract

This community service program was implemented to enhance the ability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Dadiharja Village, Rajagaluh District, Ciamis Regency to apply digital marketing strategies suited to the demands of the modern economic era. The program used training sessions, hands-on practice, and mentoring, focusing on social media utilization, promotional content creation, marketplace introduction, and brand identity development. Participants included village government officials and local residents, with approximately 30 individuals taking part in the program, The results show a notable improvement in participants’ digital understanding and skills. MSMEs began managing business accounts, creating promotional content independently, and applying marketing strategies relevant to market needs. This program produced positive impacts, including increased digital literacy, wider product market reach, and stronger local business competitiveness. The activity is highly relevant to the issues faced by the community, particularly low digital literacy and limited access to modern marketing channels. This program provides practical implications in the form of enhanced capacity of rural MSME actors in utilizing digital media for product marketing, strengthened technology-based business management skills, and the establishment of a mentoring model that can be replicated in other villages with similar characteristics to promote local economic sustainability.
Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut Melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan Wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1037

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang besar, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berada di bawah 3.000 orang per bulan dan berfluktuasi di luar musim liburan. Kondisi tersebut bersumber dari minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran, rendahnya kapasitas digital pengelola, serta belum tersedianya sistem pendataan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berbasis Community Based Tourism. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi, pada 14 Juli–20 September 2025 dengan melibatkan seluruh 15 anggota Pokdarwis Tenjo Laut. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan verifikasi luaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan empat luaran utama, yaitu satu katalog digital destinasi, satu akun media sosial resmi, satu kalender konten bulanan, dan satu sistem pendataan pengunjung berbasis digital yang menggantikan pencatatan manual berbasis tiket terjual. Hasil evaluasi menunjukkan mitra mampu mengoperasikan media promosi digital, menyusun konten secara terjadwal, serta menerapkan pendataan pengunjung yang lebih terstruktur dibandingkan kondisi sebelum kegiatan. Dampak terhadap jumlah kunjungan belum dapat disimpulkan karena periode pengamatan pascakegiatan masih terbatas. Implementasi DCEP diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola destinasi berbasis komunitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 8, 9, dan 11.
Pembinaan UMKM Perempuan Desa Cikupa; Sinergi SDM dan Potensi Lokal menuju Kemandirian Ekonomi di Era Digital Rina Masruroh; Wely Hadi Gunawan; Iqbal Arraniri
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1015

Abstract

Empowerment of women-owned MSMEs in rural areas plays a vital role in supporting family and village economies. This community service activity aims to improve Human Resource (HR) capacity and economic independence of women MSME actors in Cikupa Village, Darma District, Kuningan Regency. The partners faced main obstacles such as low business management literacy, lack of business legality (NIB), and minimal use of digital technology for marketing. The implementation methods included socialization, business management training using the Business Model Canvas (BMC), assistance with business legality (OSS-RBA), and digital marketing training (social media and e-commerce). The results showed an increase in partners' understanding of good business governance. Additionally, participants were successfully assisted in issuing Business Identification Numbers (NIB) and started utilizing WhatsApp Business and social media to promote local potential products. The synergy between HR capacity strengthening and digital technology adoption has proven capable of encouraging women MSME actors in Cikupa Village to be more adaptive and competitive.
Penerapan strategi digital marketing untuk UMKM Desa Dadiharja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Ciamis Wely Hadi Gunawan; Rina Masruroh; Winda Oktaviani
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1017

Abstract

This community service program was implemented to enhance the ability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Dadiharja Village, Rajagaluh District, Ciamis Regency to apply digital marketing strategies suited to the demands of the modern economic era. The program used training sessions, hands-on practice, and mentoring, focusing on social media utilization, promotional content creation, marketplace introduction, and brand identity development. Participants included village government officials and local residents, with approximately 30 individuals taking part in the program, The results show a notable improvement in participants’ digital understanding and skills. MSMEs began managing business accounts, creating promotional content independently, and applying marketing strategies relevant to market needs. This program produced positive impacts, including increased digital literacy, wider product market reach, and stronger local business competitiveness. The activity is highly relevant to the issues faced by the community, particularly low digital literacy and limited access to modern marketing channels. This program provides practical implications in the form of enhanced capacity of rural MSME actors in utilizing digital media for product marketing, strengthened technology-based business management skills, and the establishment of a mentoring model that can be replicated in other villages with similar characteristics to promote local economic sustainability.
Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut Melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan Wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1037

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang besar, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berada di bawah 3.000 orang per bulan dan berfluktuasi di luar musim liburan. Kondisi tersebut bersumber dari minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran, rendahnya kapasitas digital pengelola, serta belum tersedianya sistem pendataan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berbasis Community Based Tourism. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi, pada 14 Juli–20 September 2025 dengan melibatkan seluruh 15 anggota Pokdarwis Tenjo Laut. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan verifikasi luaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan empat luaran utama, yaitu satu katalog digital destinasi, satu akun media sosial resmi, satu kalender konten bulanan, dan satu sistem pendataan pengunjung berbasis digital yang menggantikan pencatatan manual berbasis tiket terjual. Hasil evaluasi menunjukkan mitra mampu mengoperasikan media promosi digital, menyusun konten secara terjadwal, serta menerapkan pendataan pengunjung yang lebih terstruktur dibandingkan kondisi sebelum kegiatan. Dampak terhadap jumlah kunjungan belum dapat disimpulkan karena periode pengamatan pascakegiatan masih terbatas. Implementasi DCEP diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola destinasi berbasis komunitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 8, 9, dan 11.
ANALISIS PEMASARAN DIGITAL, E-WOM DAN CITRA MERK SEBAGAI DETERMINAN KEPUASAN PELANGGAN Saripermanik Budayanti; Wely Hadi gunawan
Digital Business and Entrepreneurship Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Digital Business and Entrepreneurship Journal
Publisher : PRODI BISNIS DIGITAL FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KUNINGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/digibe.v4i1.478

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan penjualan produk Facial Wash Wardah Lightening selama tiga tahun terakhir, yaitu pada periode 2021 hingga 2023, di beberapa toko swalayan di Kabupaten Banyumas. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pertumbuhan penjualan yang negatif dan mengarah pada permasalahan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing, electronic word of mouth, dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan produk Facial Wash Wardah Lightening di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 100 responden yang merupakan pengguna produk Facial Wash Wardah Lightening di Kabupaten Banyumas. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan secara daring melalui media formulir elektronik. Teknik analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing, electronic word of mouth, dan citra merek secara simultan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Secara parsial, digital marketing dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan electronic word of mouth tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi strategi digital marketing dan penguatan citra merek memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan lebih fokus pada pengelolaan pemasaran digital dan konsistensi citra merek guna meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan produk di pasar.
A Model of Consumptive Behavior in Fintech Paylater Users: Testing Financial Attitude and Self-Control with Locus of Control as a Moderating Variable Munir Nur Komarudin; Rina Masruroh; Wely Hadi Gunawan; Hamdan Danial
IJSM Vol 9 No 2 (2026): Indonesia Journal of Strategic Management
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/py1baq37

Abstract

This study examines the effect of financial attitude and self-control on consumptive behavior among fintech PayLater users and analyzes the moderating role of locus of control. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires, with analysis conducted using multiple regression and Moderated Regression Analysis (MRA).The results show that financial attitude and self-control have a negative and significant effect on consumptive behavior, indicating that better financial attitudes and higher self-control reduce consumptive tendencies. However, the relatively low coefficient of determination suggests that other factors outside the model also influence consumptive behavior.Moderation analysis reveals that locus of control does not moderate the relationship between financial attitude and consumptive behavior, but significantly moderates the relationship between self-control and consumptive behavior. This indicates that individuals with a stronger internal locus of control are more effective in utilizing self-control to suppress consumptive behavior. Thus, locus of control functions as a selective moderator, strengthening behavioral control rather than cognitive financial attitudes. The novelty of this study lies in integrating cognitive, psychological, and personality dimensions in the context of fintech PayLater. Practically, reducing consumptive behavior requires not only improving financial attitudes but also strengthening self-control and internal locus of control.