Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA Hanum, Farida; Khomsan, Ali; Heryatno, Yayat
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 1 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.727 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.1.%p

Abstract

The objectives of this study were to analyze relationship of maternal height, nutrients intake and nutritional status in children under five years. The study design used was cross-sectional study with 90 children as subjects that consisted of 47 stunting children and 43 normal children. This study showed that short mothers (height <150 cm) were more prevalent in stunting children (74.5%) compared to normal children (60.5%). Energy and protein adequacy level of stunting and normal children were relatively severe deficient. There were no significant relationship between maternal height and energy adequacy level with nutritional status. However, there was a negative relationship between protein adequacy level with nutritional status (p<0.05; r=-0.223).
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat: The Development of Sustainable Food and Nutrition Security Index in West Java Province Sinaga, Sahdan Muizzu Maulana; Baliwati, Yayuk Farida; Heryatno, Yayat
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.631 KB) | DOI: 10.25182/jigd.2022.1.1.50-57

Abstract

Beberapa indikator dan indeks ketahanan pangan dan gizi telah dikembangkan pada tingkat global untuk menilai situasi ketahanan pangan dan gizi serta melakukan peringkatan, namun belum terdapat indikator yang mengaitkan dengan konsep keberlanjutan yang dapat diimplementasikan untuk tingkat provinsi. Jawa Barat adalah provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahun 2015 dengan unit analisis 18 kabupaten dan 9 kota. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap: analisis ketersediaan energi dari serealia (non terigu) dan umbi, identifikasi indikator potensial, seleksi indikator, dan penyusunan indeks. Analisis multivariat dengan pendekatan analisis komponen utama (PCA) digunakan untuk menyusun indeks berdasarkan pilar ketahanan pangan dan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan dikembangkan melalui 17 indikator terseleksi, terdiri atas 4 indikator ketersediaan pangan berkelanjutan, 4 indikator keterjangkauan pangan berkelanjutan, dan 9 indikator pemanfaatan pangan cerdas. Indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan Provinsi Jawa Barat tahun 2015 mencapai -0,02. Capaian nilai indeks tertinggi terdapat di daerah Kabupaten Indramayu dengan nilai indeks 2,45 sedangkan capaian nilai indeks terendah terdapat di daerah Kota Sukabumi dengan nilai indeks -1,46.
Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Konsumsi Buah serta Status Gizi pada Usia Remaja (10-18 Tahun) di Desa Babakan, Kabupaten Bogor Mahira, Hafshah Ayna; Heryatno, Yayat; Sharannie, Sharannie
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.1.66-71

Abstract

Pendapatan suatu keluarga dapat memengaruhi tingkat konsumsi buah-buahan serta status gizi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan konsumsi buah serta status gizi pada usia remaja di Desa Babakan Raya, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan subjek berjumlah 50 orang yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan selama satu (1) bulan pada bulan Agustus hingga September. Data Food Frequency Questioner (FFQ) yang digunakan pada penelitian ini berpacu pada Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Data status gizi diperolah dari hasil perhitungan IMT/U yang kemudian dikategorikan berdasarkan Kemenkes 2020. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman. Berdasarkan hasil analisis, sebagian besar keluarga (56,0%) memiliki tingkat pendapatan berkategori tinggi. Sebagian besar (80,0%) remaja kurang dalam mengonsumsi buah, dan sebagian besar remaja (82,0%) memiliki status gizi baik. Hasil uji korelasi menggunakan uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara pendapatan keluarga dengan konsumsi buah-buahan serta status gizi.
Penguatan Gizi Balita melalui Edukasi 1000 HPK dan Demonstrasi Olahan PMT Berbasis Pangan Lokal Heryatno, Yayat; Hamidah, Hamidah; Sta'wanah, Siti Salwa; Syuaib, Filzah Fitria; Samosir, Gabriel; Fahreza, Kemal Arya; Handayani, Khayla Najma Putri; Kinasih, Marta Sekar; Andanie, Muhammad Zheelan Al Ghifary
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24788

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pengetahuan gizi dan keterampilan mengolah pangan lokal bergizi pada masyarakat Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, terutama bagi kelompok rentan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai gizi seimbang dan keterampilan mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis ikan nila sebagai sumber protein hewani dan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi gizi (metode ceramah), demonstrasi masak, dan monitoring melalui WhatsApp Group. Demonstrasi menonjolkan pembuatan menu tahu siomay, rolade, dan otak-otak panggang berbahan dasar ikan nila yang telah dimodifikasi resepnya oleh mahasiswa tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep 1000 HPK, manfaat protein hewani, dan peningkatan keterampilan teknik pengolahan pangan lokal yang mempertahankan nilai gizi. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan pangan lokal, dukungan pemerintah desa dan kader posyandu, serta partisipasi aktif peserta. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, variasi tingkat pengetahuan awal, dan sarana peralatan yang belum memadai. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan memasak sehat dan berpotensi menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di wilayah pedesaan.
Efektivitas Edukasi Food Waste, Makan Bergizi Gratis, dan Gizi Seimbang terhadap Peningkatan Pengetahuan Guru, Siswa, dan Orang Tua Siswa di SDN 5 Banjarsari Dina, Resa Ana; Heryatno, Yayat; Tanziha, Ikeu; Baliwati, Yayuk Farida; Sukandar, Dadang; Islamy, Bellinda Almira Noer; Mahira, Hafshah Ayna; Fadhhla, Syahira; Azzahro, Haura; Raihani, Mutiara; Sopiandi, Isvie Tresna; Sabrilla, Talitha Nasywa
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21745

Abstract

Food waste merupakan sisa makanan yang masih layak dikonsumsi, namun dibuang di tahap konsumsi yang disebabkan oleh perilaku individu, preferensi konsumen, dan sistem distribusi yang tidak efisien. Dampak food waste di Indonesia terasa sangat luas hingga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, sosial, hingga gizi masyarakat. Food waste umumnya dapat menyebabkan terjadinya nutrient loss sehingga dapat meningkatkan permasalahan gizi pada anak. Fenomena food waste dapat ditemukan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana sayur dan buah merupakan kelompok makanan yang sering tidak dihabiskan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan edukasi terkait food waste, makan bergizi gratis, pentingnya konsumsi sayur dan buah, pemorsian, hingga gizi seimbang. Edukasi dilaksanakan di SDN 5 Banjarsari dan melibatkan 30 siswa, 10 guru, dan 30 orang tua siswa sebagai subjek. Edukasi dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media power point, modul pembelajaran, poster, hingga video edukatif. Dilaksanakan edukasi berupa games interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Setiap subjek diberikan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Secara keseluruhan, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pada siswa (p<0,001) serta orang tua siswa (p<0,001). Diperlukan adanya pengawasan terhadap penerapan edukasi serta penilaian lebih lanjut untuk mengetahui perubahan sikap dan perilaku dari subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikan edukasi. 
Pengaruh Modul Kartun Gen-Z terhadap Pengetahuan Remaja tentang Gizi Seimbang, Pernikahan Dini, dan Kesehatan Reproduksi Dina, Resa Ana; Heryatno, Yayat; Tanziha, Ikeu; Al Fatah, Alam Akbar; Azzahro, Haura; Rahman, Fadhli Aulia
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21746

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan dan sosial seperti pernikahan dini, kekerasan seksual, serta kurangnya pemahaman mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi. Upaya edukasi konvensional seringkali kurang efektif karena tidak sesuai dengan karakteristik generasi Z yang cenderung visual dan interaktif. Program pengabdian “BIMA Gapai Remaja Sehati” mengembangkan Modul Kartun Gen-Z sebagai media edukasi visual interaktif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Program pengabdian ini dilaksanakan di dua sekolah mitra, yaitu SMAN 1 Pandeglang dan SMKS Nasyrul Ulum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Modul Kartun Gen-Z terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dan body image, pernikahan dini, kesehatan reproduksi, kekerasan seksual, dan keluarga berkualitas. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks dan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah intervensi (p < 0,05) dengan rata-rata kenaikan 7 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada tema Kekerasan Seksual serta Gizi Seimbang dan Body Image, sementara tema Keluarga Berkualitas cenderung stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa media edukasi berbasis visual kartun efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap isu kesehatan. Oleh karena itu, Modul Kartun Gen-Z dapat menjadi inovasi pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan untuk mendukung program kesehatan remaja di lingkungan sekolah.