Yayat Heryatno
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA Hanum, Farida; Khomsan, Ali; Heryatno, Yayat
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 1 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.727 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.1.%p

Abstract

The objectives of this study were to analyze relationship of maternal height, nutrients intake and nutritional status in children under five years. The study design used was cross-sectional study with 90 children as subjects that consisted of 47 stunting children and 43 normal children. This study showed that short mothers (height <150 cm) were more prevalent in stunting children (74.5%) compared to normal children (60.5%). Energy and protein adequacy level of stunting and normal children were relatively severe deficient. There were no significant relationship between maternal height and energy adequacy level with nutritional status. However, there was a negative relationship between protein adequacy level with nutritional status (p<0.05; r=-0.223).
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat: The Development of Sustainable Food and Nutrition Security Index in West Java Province Sinaga, Sahdan Muizzu Maulana; Baliwati, Yayuk Farida; Heryatno, Yayat
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.631 KB) | DOI: 10.25182/jigd.2022.1.1.50-57

Abstract

Beberapa indikator dan indeks ketahanan pangan dan gizi telah dikembangkan pada tingkat global untuk menilai situasi ketahanan pangan dan gizi serta melakukan peringkatan, namun belum terdapat indikator yang mengaitkan dengan konsep keberlanjutan yang dapat diimplementasikan untuk tingkat provinsi. Jawa Barat adalah provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahun 2015 dengan unit analisis 18 kabupaten dan 9 kota. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap: analisis ketersediaan energi dari serealia (non terigu) dan umbi, identifikasi indikator potensial, seleksi indikator, dan penyusunan indeks. Analisis multivariat dengan pendekatan analisis komponen utama (PCA) digunakan untuk menyusun indeks berdasarkan pilar ketahanan pangan dan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan dikembangkan melalui 17 indikator terseleksi, terdiri atas 4 indikator ketersediaan pangan berkelanjutan, 4 indikator keterjangkauan pangan berkelanjutan, dan 9 indikator pemanfaatan pangan cerdas. Indeks ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan Provinsi Jawa Barat tahun 2015 mencapai -0,02. Capaian nilai indeks tertinggi terdapat di daerah Kabupaten Indramayu dengan nilai indeks 2,45 sedangkan capaian nilai indeks terendah terdapat di daerah Kota Sukabumi dengan nilai indeks -1,46.
Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Konsumsi Buah serta Status Gizi pada Usia Remaja (10-18 Tahun) di Desa Babakan, Kabupaten Bogor Mahira, Hafshah Ayna; Heryatno, Yayat; Sharannie, Sharannie
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.1.66-71

Abstract

Pendapatan suatu keluarga dapat memengaruhi tingkat konsumsi buah-buahan serta status gizi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan konsumsi buah serta status gizi pada usia remaja di Desa Babakan Raya, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan subjek berjumlah 50 orang yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan selama satu (1) bulan pada bulan Agustus hingga September. Data Food Frequency Questioner (FFQ) yang digunakan pada penelitian ini berpacu pada Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Data status gizi diperolah dari hasil perhitungan IMT/U yang kemudian dikategorikan berdasarkan Kemenkes 2020. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman. Berdasarkan hasil analisis, sebagian besar keluarga (56,0%) memiliki tingkat pendapatan berkategori tinggi. Sebagian besar (80,0%) remaja kurang dalam mengonsumsi buah, dan sebagian besar remaja (82,0%) memiliki status gizi baik. Hasil uji korelasi menggunakan uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara pendapatan keluarga dengan konsumsi buah-buahan serta status gizi.
Penguatan Gizi Balita melalui Edukasi 1000 HPK dan Demonstrasi Olahan PMT Berbasis Pangan Lokal Heryatno, Yayat; Hamidah, Hamidah; Sta'wanah, Siti Salwa; Syuaib, Filzah Fitria; Samosir, Gabriel; Fahreza, Kemal Arya; Handayani, Khayla Najma Putri; Kinasih, Marta Sekar; Andanie, Muhammad Zheelan Al Ghifary
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24788

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pengetahuan gizi dan keterampilan mengolah pangan lokal bergizi pada masyarakat Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, terutama bagi kelompok rentan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai gizi seimbang dan keterampilan mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis ikan nila sebagai sumber protein hewani dan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi gizi (metode ceramah), demonstrasi masak, dan monitoring melalui WhatsApp Group. Demonstrasi menonjolkan pembuatan menu tahu siomay, rolade, dan otak-otak panggang berbahan dasar ikan nila yang telah dimodifikasi resepnya oleh mahasiswa tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep 1000 HPK, manfaat protein hewani, dan peningkatan keterampilan teknik pengolahan pangan lokal yang mempertahankan nilai gizi. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan pangan lokal, dukungan pemerintah desa dan kader posyandu, serta partisipasi aktif peserta. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, variasi tingkat pengetahuan awal, dan sarana peralatan yang belum memadai. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan memasak sehat dan berpotensi menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di wilayah pedesaan.
Hubungan Body Image dengan Pengetahuan Gizi, Konsumsi Pangan, dan Status Gizi Mahasiswa PKU IPB: The Relationship Between Body Image and Nutritional Knowledge, Food Consumption, and Nutritional Status of IPB PKU Students Devanadinda, Antonia; Heryatno, Yayat
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.341-348

Abstract

Perhatian terhadap body image umumnya meningkat pada mahasiswa. Seseorang dengan body image negatif akan melakukan segala hal untuk mendapatkan berat badan yang menurutnya ideal, yang mengarah ke perubahan pengetahuan gizi, keragaman pangan, perilaku makan, dan status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan body image, pengetahuan gizi, konsumsi pangan (keragaman konsumsi pangan dan perilaku makan), dan status gizi mahasiswa PKU IPB University. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei sampai Oktober 2025. Hasil uji beda Mann-Whitney dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan skor body image (Z=-2,285; p=0,022) menurut asal daerah subjek. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara body image dengan restrained eating (r=0,713; p=0,001) maupun dengan status gizi subjek (r=0,556; p=0,001).