Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDIT TAQIYYA ROSYIDA Prasetyani, Pahesti Galuh; Kustiarini, Kustiarini; Muharom, Fauzi; Choiriyah, Siti
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.408-419

Abstract

The formation of religious character from an early age is an important focus in Islamic value-based education, especially in elementary schools. However, the application of these values is often still formal and does not touch on real practices. This study aims to identify and explore Islamic value-based learning strategies through religious projects implemented at SDIT Taqiyya Rosyida. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the habit of daily worship, teacher role models, integration of Islamic values in subjects, and religious projects such as Ramadhan Berbagi and the tahfidz program were the main strategies in instilling the values of honesty, empathy, responsibility, and discipline in students. This strategy is also supported by a conducive school environment and collaboration with parents. In conclusion, Islamic value-based learning strategies that are implemented consistently and contextually are effective in forming students' religious character as a whole.
Strategi Manajemen Konflik atas Pendirian Taman Pendidikan Qur’an Gunarsih, Asma'I; Choiriyah, Siti
YASIN Vol 5 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.7797

Abstract

This study is motivated by the limited research on conflict management tactics in the establishment of non-formal Islamic educational institutions, particularly Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), despite the fact that conflicts arising during their development have significant implications for the sustainability and social legitimacy of religious education at the community level. The aim of this study is to identify the types of conflict that occur in the process of founding TPQs, analyze conflict management tactics based on Rahim and Bonoma’s Dual Concern Model, and explore the role of Islamic ethical values in community mediation and reconciliation. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected from eight key informants—including TPQ administrators, religious leaders, community members, and village officials—selected through purposive sampling. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and reflective documentation, which were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that all five conflict management strategies—integrating, obliging, compromising, dominating, and avoiding—were effectively internalized through Islamic values such as musyawarah (deliberation), islah (reconciliation), and ukhuwah (brotherhood). This process successfully transformed conflict into an opportunity for moral education and strengthened community social cohesion. The study expands Western conflict management frameworks into a transformational-spiritual model rooted in Qur’anic ethics, offering both theoretical contributions to conflict studies and practical guidance for managing Islamic educational institutions in an ethical, participatory, and values-based manner.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS GAWAT NAFAS Syaiful, Yuanita; Choiriyah, Siti
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.102

Abstract

ABSTRAKAsuhan keperawatan gangguan pernapasan neonatus membutuhkan pengetahuantentang kualitas, sikap, dan keterampilan perawat dalam memberikan perawatan yangcepat, akurat dan hati-hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubunganpengetahuan dan sikap terhadap tindakan resusitasi pada gangguan pernapasan bayi barulahir.Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sampel 24 responden (perawatdan bidan) di gedung pusat Bersalin Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Sampel diambilmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist.Data dianalisis dengan korelasi Spearman Rank dengan nilai signifikansi α <0,05.Hasil penelitian sebagian besar responden menunjukkan pengetahuan cukup dengantindakan cukup sebanyak 11 orang (45,8%) dari 24 responden, dengan hasil uji statistik p=0.000, r= 0,752. Ada hubungan kuat pengetahuan dengan tindakan resusitasi neonatusgawat nafas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bersikap negatif dengantindakan resusitasi cukup sebanyak 10 orang (41,7%) dari 24 responden, dengan nilai p=0,003, r= 0,319. Data menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara sikapbidan/perawat dengan tindakan resusitasi neonatus gawat nafas.Penting bagi bidan/perawat untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan memilikisikap positif dalam tindakan resusitasi dengan mengikuti pelatihan/ seminar perawatan danpenatalaksanaan neonatus gawat nafas serta perawatan intensif neonatal.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan resusitasi, Neonatus, Gawat nafasABSTRACTNursing care of neonatal respiratory distress requiring knowledge of quality,attitudes, and skills in order to provide care quickly, accurately and carefully. The purposeof this study was to explain the relationship of knowledge and attitudes to resuscitation ofthe newborn respiratory distress.The research designs was used a cross sectional. Sample of 24 respondents (nursesand midwifery) in the Maternity central building Muhammadiyah Gresik Hospital. Sampletaken using purposive sampling method. Data were collected by questionnaire andchecklist. Analyzed by Spearman Rank Corelation level of significant with values α<0.05.The results of this study were most respondents showed enough knowledge to actfairly as many as 11 people ( 45.8 % ) of the 24 respondents, with the statistical test p=0.000, r= 0.752. There was a strong relationship with the knowledge of neonatalresuscitation respiratory distress. The results showed that most of the negative attitudewith resuscitation quite as many as 10 people ( 41.7 % ) of the 24 respondents, with p=0.003, r= 0.319. The data indicate that there was a relationship between attitudes ofmidwifes/ nurses with neonatal respiratory distress resuscitation.It was important for nurses to enhance their knowledge and have positive attitudein by joining training of neonatal intensive care unit and reading nursery book more often,and joining nursery seminar treating neonatal respiratory distress.Keywords: Knowledge, Attitude, Action nursing, Neonatal, Respiratory distress
PENERAPAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rakhmawati, Dwi; Choiriyah, Siti
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 7, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ep.v7i1.11456

Abstract

Digital literasi di Sekolah Dasar menjadi menarik untuk dikaji bagaimana implementasinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengambil lokasi penelitian di Kelas 4 SD Al Firdaus Surakarta, yang merupakan sekolah inklusi. Penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara. Ada 13 siswa inklusi yang turut serta pembelajaran di dalam kelas, dengan pendampingan individu dengan Guru Pendamping Khusus terbagi ke dalam 3 rombel. Literasi Digital telah terintegrasi di dalam kurikulum sekolah. Mata pelajaran ICT tentang digital literasi disampaikan di setiap jenjang kelas dan sebagai pendukung semua mata pelajaran di kelas, baik dalam proses pembelajaran, pencarian data, hingga mendukung persiapan presentasi asesmen siswa. Sekolah ini menekankan pada 3 aspek Digital Literasi yakni; 1. Digital Skills, 2. Digital Ethics, dan 3. Digital Safety. Sekolah telah menyusun kurikulumnya dan implementasi disesuaikan dengan jenjang kelas dan   pemahaman siswa.Kata Kunci: Digital Literasi, ICT, Teknologi Informasi.
EVALUATION OF ISLAMIC COUNSELING GUIDANCE TO ENHANCE BROKEN HOME STUDENTS’ CONFIDENCE Choiriyah, Siti
FIKRAH Vol 7 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i2.20602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi konsep bimbingan konseling dengan upaya ada peningkatan rasa percaya pada sisswa broken home. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Surakarta. Adapun obyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi khususnya 10 siswa dari Broken Home. Sedangkan informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru BK dan 10 siswa itu sendiri. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pelaksanaan bimbingan konseling islam berbentuk pengelompokan mengaji/ tadarrus al-Qur’an, nasehat agama, orientasi remaja, family gathering, dan konsultasi agama, (2) Rasa percaya diri dapat dipupuk di madrasah dengan memupuk keberanian untuk bertanya kepada guru, guru aktif mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, melatih diskusi dan berdebat, mengerjakan soal di depan kelas, bersaing dalam prestasi belajar, aktif dalam bertanding olahraga, belajar pidato, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mengikuti kegiatan seni vokal, penerapan disiplin yang konsisten, aktif dalam kegiatan bermusik, ikut serta dalam berorganisasi, menjadi pemimpin upacara, ikut dalam pencinta alam, dan memperluas pergaulan yang sehat, (3) Layanan yang digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar peserta didik broken home: layanan orientasi agama, layanan informasi keagamaan kepada siswa, layanan penempatan dan penyaluran bakat keberagamaan siswa, layanan bimbingan pengajian agama, layanan konseling dan bimbingan agama kelompok siswa, (4) Faktor pendukung layanan bimbingan konseling Islam berupa nilai-nilai Islam bisa mampu melayani layanan bimbingan konseling Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan al-Hadis, dan faktor penghambat layanan bimbingaan konseling adalah kurang memahaminya materi dan nilai-nilai agama, kurang terbentuknya lingkungan yang memadai.
MANAGEMENT OF THE INTEGRATED ISLAMIC SCIENCE-BASED CURRICULUM AT NONFORMAL EDUCATION: A CASE STUDY OF ABATA MOVEMENT INDONESIA Annafi, Novia; Choiriyah, Siti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7817

Abstract

ABSTRACT Science-based curriculum integrated with Islamic values ??continues to be carried out based on the development of the times and the spirit of ijtihad or innovation in overcoming complex life problems in the 21st century era. This study aims to analyze the planning and implementation of the science curriculum management  based on Islamic values. This study uses a qualitative method with a case study approach. The instruments used were interviews with the coordinator of the foundation's program team and teachers, observations by observing and participating in the process of implementing curriculum innovation Abata Sains Quran at the non-formal educational institution Abata Movement Indonesia, and studies of existing research literature on educational institutions, both formal and non-formal, in implementing science-based curriculum innovation, especially in order to form a STEAM learning system (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) in Abata Sains Quran Program (ASIQ). The data were analyzed using qualitative analysis techniques by Milles and Huberman on the concept of the program that has been implemented. The result indicated that the ASIQ (Abata Sains Quran) program at Yayasan Abata Movement Indonesia was planned by the Manager Program through compiling the blueprint and socializing to the stakes holders such as teachers and volunteers who were involved in this program. Challenges and supporting factors are also faced by Manager Program such as contextualization of various terms in science which are suitable for children. ABSTRAK Kurikulum berbasis sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam terus berkembang seiring perkembangan zaman dan semangat ijtihad atau inovasi dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang kompleks di era abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan implementasi manajemen kurikulum sains yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan meliputi wawancara dengan tim koordinator program yayasan dan para guru, observasi dengan mengamati serta berpartisipasi dalam proses pelaksanaan inovasi Abata Sains Quran di lembaga pendidikan nonformal Abata Movement Indonesia, serta kajian literatur terhadap penelitian-penelitian yang telah ada pada lembaga pendidikan formal dan nonformal terkait penerapan inovasi kurikulum berbasis sains, khususnya dalam pembentukan sistem pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam Program Abata Sains Quran (ASIQ). Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif Miles dan Huberman pada konsep program yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program ASIQ (Abata Sains Quran) di Yayasan Abata Movement Indonesia direncanakan oleh Manajer Program melalui penyusunan cetak biru dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan seperti guru dan relawan yang terlibat dalam program ini. Berbagai tantangan dan faktor pendukung juga dihadapi oleh Manajer Program, seperti kebutuhan untuk mengkontekstualisasikan berbagai istilah dalam sains agar sesuai dengan pemahaman anak-anak.