Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Integrating Islamic Values into Women’s Economic Roles: The Contribution of OJESY Drivers to Household Economy in Urban Indonesia Unzhila Nur Ilmiatun P; Muslimin Kara; Ahmad Efendi
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 3 (2025): : All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indone
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i3.7792

Abstract

This study investigates the integration of Islamic values into the economic roles of women by focusing on Muslim women motorcycle taxi drivers (Ojek Syariah Muslimah or OJESY) in Indonesia. The objective is to examine the contribution of OJESY drivers’ income to household economies and the meanings associated with their work within an Islamic value framework. Using a phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews and analyzed narratively to explore drivers’ motivations, income management strategies, and the balance between domestic and public roles. The findings indicate that OJESY drivers make significant contributions to household welfare by financing children’s education, increasing savings, and improving household assets. Participants perceive their work as morally safe and sharia-compliant, which fosters a sense of tranquility and strengthens social legitimacy. Despite these benefits, challenges remain, including income instability, the dual burden of work and family responsibilities, and limited access to social protection. The study recommends enhancing community-based support, expanding sharia-compliant entrepreneurial training, and integrating social protection mechanisms for informal workers on digital platforms. By framing OJESY within the context of maqasid al-sharia, particularly in preserving family welfare, the study contributes to the discourse on gender-inclusive Islamic economics and proposes policy innovations for sustainable and inclusive economic empowerment.
Konsep Mekanisme Pasar dalam Pemikiran Ekonomi Islam Ibn Taimiyah: The Concept of Market Mechanisms in Ibn Taimiyah's Islamic Economic Thought A. M. Nur Atma Amir; Muslimin Kara; Rahman Ambo Masse
TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 3 (2025): TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide a comprehensive description of the market mechanism concept in Ibn Taimiyah’s Islamic economic thought, examine the role of the state and the hisbah institution in maintaining market justice, and explore the relevance of his ideas to contemporary economic issues and their implications for the development of modern Islamic economics. This research employs a qualitative approach using the library research method, analyzing relevant primary and secondary sources. The findings reveal that Ibn Taimiyah had a profound understanding of market mechanisms, in which prices are naturally determined through the interaction of supply and demand without excessive intervention. The state, through the hisbah institution, plays a crucial role in preserving market stability and justice by enforcing business ethics and preventing harmful practices. Government intervention is justified only when market distortions lead to injustice. Ibn Taimiyah’s economic thought remains highly relevant to contemporary issues such as monopoly, inflation, wealth inequality, and the crisis of business ethics. Thus, his ideas offer a conceptual foundation for building an Islamic economic system that is just, ethical, and sustainable.
Analysis of Halal Food Product Certification in Micro and Small Enterprises (MSEs) in Increasing Product Sales Value in Bone Regency Samsidar; Muslimin Kara; Jamaluddin; Abdul Wahab; Kamaruddin
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 9 No 1 (2025): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v9i1.9874

Abstract

This research aims to determine the relationship between halal food product certificates in micro and small enterprises and the increase in the sales value of these products in Bone Regency. This study used qualitative research with data collection techniques, interviews, documentation, and literature observation. The research approach used in this research is phenomenology. To increase the selling value of the product, it must show product quality that refers to Islam, of course, food products that are halal certified. Halal certificates can play an important role in proving to consumers that the product meets the requirements so that consumers feel safe in consuming the product.
Alokasi Sumber Daya di Era Digital dalam Perspektif Ekonomi Islam Amalia Nur Rahman; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara sumber daya ekonomi mencakup, mencakup aspek produksi, distribusi, dan konsumsi. Di Kota Makassar, laju digitalisasi terlihat melalui penggunaan fintech syariah, pemanfaatan platform digital oleh UMKM, serta pengelolaan zakat dan wakaf berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji alokasi sumber daya pada era digital dari sudut pandang ekonomi Islam dengan studi kasus di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat mendorong efisiensi dan pemerataan sumber daya apabila diterapkan sejalan dengan prinsip keadilan, amanah, dan maqashid syariah. Meski demikian, keterbatasan literasi digital dan akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi
Sumber Hukum dan Metodologi Pengembangan Ekonomi Islam Ilham Ilham; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber hukum yang menjadi acuan normatif dan metodologi pengembangan yang menjadi kerangka epistemologis serta operasional ilmu ekonomi Islam. Sumber hukum ekonomi Islam terbagi menjadi dua kategori utama yaitu sumber utama (naqli) berupa Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan sumber sekunder (ijtihadiyah) berupa Ijma’ (Konsensus Ulama), Qiyas (Analogi), Istihsan (Preferensi Hukum). Adapun Sumber Pendukung / Ijtihad Kontemporer berupa Ijtihad, Maslahah Mursalah, ‘Urf, Sadd az-Zari’ah, Istihsan (Preferensi Hukum), Maslahah Mursalah (Kemaslahatan Umum), Urf (Adat atau Kebiasaan yang Berlaku), serta Regulasi & Fatwa (Praktik Modern). Metode penelitian dan pendekatan dalam ilmu ekonomi Islam harus memperhatikan keseimbangan antara teks dan konteks, antara normatif dan empiris. Hanya dengan pendekatan yang ilmiah dan metodologis, ekonomi Islam dapat berkembang dan memberikan solusi nyata terhadap masalah ekonomi kontemporer.
MAQASHID SYARIAH DAN MASLAHAH SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM Waode Mabrukah Azzahrah; Rahmawati mu’in; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan akhir ekonomi Islam adalah sebagaimana tujuan dari syariat Islam itu sendiri (maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah). Mewujudkan kesejahteraan hakiki bagi manusia merupakan dasar sekaligus tujuan utama dari syariat Islam (mashlahah al ibad), karenanya juga merupakan tujuan ekonomi Islam. Perlindungan terhadap mashlahah terdiri dari 5 (lima) mashlalah, yaitu keimanan (ad-dien), ilmu (al-‘ilm), kehidupan (an-nafs), harta (al-maal) dan kelangsungan keturunan (an-nash) yang kelimanya merupakan sarana yang dibutuhkan bagi kelangsungan kehidupan yang baik dan terhormat. Jika salah satu dari lima kebutuhan ini tidak tercukupi niscaya manusia tidak akan mencapai kesejahteraan yang sesungguhnya. Sebagai suatu dari cabang ilmu, ekonomi Islam bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan bagi setiap individu yang membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah)
Teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Islam: Integrasi Nilai Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Ramdani Nur; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi merupakan dua konsep utama dalam kajian ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia. Dalam perspektif ekonomi Islam, kedua konsep tersebut tidak hanya diukur melalui indikator material seperti peningkatan pendapatan dan output, tetapi juga melalui pencapaian tujuan syariah (maqashid al-shariah) yang mencakup keadilan, kesejahteraan sosial, dan keseimbangan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Islam dengan menekankan landasan filosofis, prinsip-prinsip dasar, serta perbedaannya dengan teori ekonomi konvensional. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memandang pertumbuhan sebagai sarana, bukan tujuan akhir, dan pembangunan ekonomi harus berorientasi pada falah (kebahagiaan dunia dan akhirat). Dengan demikian, teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Islam menawarkan paradigma alternatif yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Prinsip Prinsip Ekonomi Islam Sahdiah Desriana Karim; Rahmawati Muin; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis yang bertujuan mewujudkan keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam serta membandingkannya dengan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait konsep, prinsip, dan penerapan ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi Islam didasarkan pada prinsip tauhid, keadilan, kepemilikan, keseimbangan, maslahah, dan akhlak. Prinsip tauhid menegaskan bahwa seluruh harta merupakan amanah dari Allah SWT, sedangkan prinsip keadilan menekankan pemerataan distribusi kekayaan dan larangan praktik riba, gharar, dan maisir. Kepemilikan dalam Islam diakui secara individu maupun kolektif dengan tanggung jawab sosial melalui mekanisme zakat, infak, dan sedekah. Dibandingkan dengan kapitalisme yang berorientasi pada kepemilikan individu dan keuntungan, serta sosialisme yang menekankan kepemilikan kolektif dan kontrol negara, ekonomi Islam menawarkan sistem yang seimbang antara kepentingan individu dan masyarakat. Dengan demikian, ekonomi Islam menjadi alternatif sistem ekonomi yang berlandaskan nilai moral dan spiritual untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.
Strategi Digital Marketing dan Etika Bisnis Islam Terhadap Penjualan Kain Tenun Pada Pengrajin Tembe Nggoli Di Desa Rasa Bou Kec. Lambu Bima Khuratul Ayu; Muslimin Kara; Nurfiah Anwar
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak strategi digital marketing dan penerapan etika bisnis islam terhadap penjualan kain tenun pada pengrajin Tembe Nggoli. Lokasi penelitian ini adalah Desa Rasa Bou, Kecamatan Lambu Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami bagaimana digital marketing dan etika bisnis Islam diterapkan dalam kegiatan bisnis pengrajin Tembe Nggoli. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pengrajin dan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital marketing secara signifikan meningkatkan visibilitas dan penjualan produk Tembe Nggoli. Selain itu, pengrajin yang menerapkan etika bisnis Islam berhasil membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan pelanggan. Dengan demikian, kombinasi antara digital marketing dan etika bisnis Islam terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan penjualan dan keberlanjutan bisnis pengrajin kain tenun di Desa Rasa Bou.
This study examines the usage behavior of Shopee PayLater from the perspective of Maqasid Shariah in Sinjai Regency Rahmawati; Muslimin Kara; Sumarlin; Jamaluddin Majid; Muhamatsakree Manyunu
Jurnal Ar-Ribh Vol. 9 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/emdrcn77

Abstract

This study investigates the usage behavior of Shopee PayLater within the framework of Maqasid Shariah in Sinjai Regency, Indonesia. The research aims to explore user behavior patterns, identify the underlying motivations for adopting this digital credit service, and evaluate its alignment with Islamic ethical principles. A qualitative approach within a critical paradigm was employed, involving purposively selected participants, including lecturers, religious leaders, students, and community members who actively use Shopee PayLater. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Shopee PayLater usage is predominantly influenced by convenience, urgent financial needs, and social factors, leading to two primary patterns: consumptive and productive use. While the service provides benefits such as facilitating access to essential goods and supporting small-scale economic activities, it also encourages impulsive consumption and poses risks of financial distress. From the Maqasid Shariah perspective, the practice partially aligns with the objectives of preserving life and wealth (hifz al-nafs and hifz al-mal), but may contradict the protection of religion and intellect (hifz al-din and hifz al-‘aql) due to elements of riba, excessive consumption, and weak financial discipline. This study contributes to the development of Islamic fintech discourse by integrating behavioral analysis with Maqasid Shariah and offers practical insights for policymakers, fintech providers, and Muslim consumers to promote ethically responsible digital financial practices.