Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENDAMPINGAN MENULIS RESENSI NOVEL SEBAGAI UPAYA GERAKAN LITERASI CERDAS DI SMPN 6 SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Lizawati Lizawati; Sri Kusnita; Herlina Herlina; Muhammad Lahir; Fitri Wulansari; Indriyana Uli; Elva Sulastriana; Netti Yuniarti; Try Hariadi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v5i2.2421

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk pendampingan penulisan resensi novel oleh siswa di SMPN 6 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya sekaligus sebagai salah satu upaya gerakan literasi cerdas. Upaya ini perlu dilakukan karena kenyataan yang terjadi selama ini memperlihatan fakta bahwa kemampuan apresiasi peserta didik masih jauh dari yang diharapkan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam melalui tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu  pelaksanaan program dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan apresiasi karya sastra siswa mulai membaik. Hal ini ditunjukkan dengan semangat siswa dalam menulis resensi novel. Selain itu, apresiasiasi siswa terhadap karya sastra akan tumbuh jika sekolah menggalaknya pentingnya membangun generasi literasi cerdas.
Pelatihan pembinaan penulisan dan penerbitan karya sastra Indriyana Uli; Elva Sulastriana; Netti Yuniarti; Try Hariadi; Lizawati Lizawati; Sri Kusnita; Herlina Herlina; Muhammad Lahir; Fitri Wulansari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v5i3.2420

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan pelatihan, pembinaan, penulisan, dan penerbitan karya sastra di lingkungan RT 08 dan RT 10 RW 18 Kel. Sungai Jawi Luar Kec. Pontianak Barat. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak di lingkungan RT 08 dan RT 10 RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, pendampingan, pelatihan dan penugasan. Kegiatan pengabdian mulai dari tahap persiapan yakni observasi dan sosialisasi, sedangkan untuk pelaksanaan mulai dari penyajian materi, praktik, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian yaitu: (1) pelaksanaan kegiatan pengabdian terselenggara dengan baik dan lancar sepanjang kegiatan berlangsung; dan (2) pelaksanaan pengabdian telah berhasil dilaksanakan, keberhasilan pelaksanaan pengabdian ditunjukkan dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan menulis cerpen hingga dapat di terbitkan dalam buku kumpulan cerpen yang berjudul Bias dari Kami Sebuah Antologi Cerpen
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Pantun Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Melayu Fitri Wulansari; Netti Yuniarti; Try Hariadi; Elva Sulastriana; Muhammad Lahir; Indriyana Uli; Lizawati Lizawati; Sri Kusnita; Herlina Herlina
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i2.3196

Abstract

Rendahnya minat remaja pada pantun membuat pantun menjadi kurang populer di kalangan remaja saat ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan pantun kepada remaja di wilayah Keraton Kadriah Pontianak. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu workshop yang dilakukan dalam  tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan menulis pantun dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan apresiasi karya sastra. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa dalam menulis pantun budaya Melayu. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya.
Gerakan Terbit Sastra di SMP Negeri 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Lizawati Lizawati; Indriyana Uli; Herlina Herlina; Sri Kusnita; Muhammad Lahir; Fitri Wulansari; Try Hariyadi; Netti Yuniarti; Elva Sulastriana
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i3.3271

Abstract

Gerakan terbit sastra bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami karya sastra. Gerakan terbit sastra dilakukan di SMP N 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Adapun bentuk kegiatan gerakan terbit sastra di SMPN 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya berupa seminar pengetahuan dan pemanfaatan karya sastra dalam kegiatan sehari-hari, pelatihan dan pendampingan pemanfaatan penulisan karya sastra, dan penyediaan akses dalam menerbitkan karya sastra. Hasil gerakan terbit sastra di SMPN 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya berupa peningkatan pengetahuan terhadap karya sastra, peningkatan minat menulis karya sastra, dan terbitnya hasil karya sastra siswa berupa buku ber-ISBN dengan judul “Seberang Sungai (Sebuah Antologi Pantun dari Anak-Anak Sungai Asam)”.
Implementasi Prefiks dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Elva Sulastriana; Dewi Leni Mastuti
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v11i2.4758

Abstract

Prefiks meng-  adalah salah satu bentuk afiks yang tingkat pemakaiannya sangat produktif. Namun demikian masih banyak kekeliruan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan prefiks khususnya prefiks-meng- pada karya tulis ilmiah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari 110  karya tulis mahasiswa berupa makalah, desain penelitian, dan skripsi. Data yang akan digunakan berupa kutipan kalimat yang berisi kata-kata yang menggunakan prefiks meng-. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumenter. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan trianggulasi dan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Implementasi prefiks meng- pada karya tulis mahasiswa mengalami tingkat kesalahan rata-rata 77,76% dengan rincian (1) kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk me- ada pada kata “merubah” (2)  kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk mem- pada kata “mempengaruhi, mempublikasikan, mempesona, mempercayai”, (3) kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk men- pada kata “menterjemahkan, mentaati, menyetabilkan”,  (4) kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk meny- pada kata “mensuplai, dan mensortir”, (5) kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk meng- pada kata “mengkonfirmasi,  mengkeriting, mengkesampingkan/mengenyampingkan, mengkedepankan, mengkemukakan, mengketengahkan, mengeristal, mengeritik”,  (6) kesalahan penggunaan prefiks meng-  dengan variasi bentuk  menge- pada kata “membom, mencat, mensahkan”.
The Relationship between Social Interaction and Language Attitudes of Multiethnic High School Students in West Kalimantan Elva Sulastriana; Yeni Rizal; Uray Herlina; Melina Lestari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4930

Abstract

Language is an important symbol of social identity in multicultural societies. Language plays a very important role in individuals expressing themselves in their own culture or in other people's cultures. A problem among teenagers today is that the use of non-standard language varieties can sometimes have hidden prestige in society's speech. In multicultural societies, language has a very important role for individuals to express themselves in their own culture or in other people's cultures. The phenomenon that occurs is the background problem in this research, which examines whether there is a relationship between social interaction and language attitudes in multiethnic teenagers in Pontianak. The sample for this research was teenagers from six ethnic minorities in Pontianak: Malay, Dayak, Chinese, Madurese, Javanese, and Bugis. The research data was processed using non-parametric statistics with Spearman rank correlation. The results of the research show that, in general, there is a relationship between social interaction and language attitudes in multiethnic teenagers, but if we look at each ethnicity, the relationship between social interaction and language attitudes only occurs in the five ethnicities that Malay, Dayak, Chinese, Madurese, and Javanese ethnicities only, and these results apply to groups of male adolescents of all ethnicities. Even though the existing correlation results only show very weak correlation strength. Apart from that, for the Bugis ethnic group, there is no correlation between social interaction and language attitudes. This also occurs in multiethnic groups of female adolescents.
Analisis simbol pada antologi puisi singkawang karya pradono (kajian semiotika) Fitri Wulansari; Muhammad Rifa’i; Elva Sulastriana
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 1 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP)
Publisher : LPD IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v1i1.3843

Abstract

This research generally aims to describe signs in the form of symbols, with the study of semiotics in Poetry Anthology Singkawang by Pradono, then clearly reveals the use of symbols in it. The method used is a descriptive method with a qualitative research form. The source of data in this study is the book Anthology of Singkawang Poetry by Pradono. The approach used is a semiotic approach. The technique used in data collection is a documentary study technique, and the instrument in this research is the researcher himself. Based on the relationship between the sign and the signified in the anthology of Singkawang poetry by Pradono, it has a sign system in the form of symbols, then the study of semotics can deepen the ability to understand poetry interpretation and deepen the teaching of the sign system contained in a literary work., Village
PELATIHAN PENULISAN SASTRA LISAN PESISIR DI SANGGAR PATIH GUMANTAR KABUPATEN MEMPAWAH Kusnita, Sri; Uli, Indriyana; Yuniarti, Netti; Lizawati, Lizawati; Sulastriana, Elva
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i1.6481

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Sanggar Patih Gumantar Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan minta menuliskan kembali sastra lisan pesisir khususnya cerita rakyat yang ada di masyarakat Kabupaten Mempawah. Hal tesebut dilakukan  sebagai upaya untuk pelestarian cerita rakyat Kabupaten Mempawah. Metode pelaksanaan pada kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan.Tahapan pertama, adalah tahap persiapan yaitu, menganalisis permasalahan yang ada. Tahapan kedua adalah pelaksanaan program dan ketiga adalah tahapan evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian target pengabdian. Jumlah peserta kegiatan berjumlah 30 peserta merupakan anggota sanggar. Pelaksana kegiatan berjumlah 5 orang. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan berupa 92% peserta memiliki minat untuk menulis karya sastra, 76% peserta merasa mudah dalam mengembangkan ide cerita, 90% peserta menyatakan mengetahui cerita rakyat di Kabupaten Mempawah dan 94% peserta menilai bahwa pelatihan yang dilakukan sudah efektif.
PESAN EKOLOGIS DALAM NOVEL NGAYAU (MISTERI MANUSIA KEPALA MERAH CHEU FUNG THEU) KARYA MASRI SAREB PUTRA DAN M.S GUMELAR PENDEKATAN EKOKRITIK Sulastriana, Elva; Yuniarti, Netti; Kusnita, Sri
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan ekologis dalam novel Ngayau (Misteri Manusia Kepala Merah Cheu Fung Theu) Karya Masri Sareb Putra dan M.S. Gamelar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi (content analisis) ekokritik. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan teks yang terdapat dalam novel Ngayau karya Cheu Fung Theu yang diterbitkan di Tanggerang, Banten pada tahun 2014 oleh Entertainment Essence Center yang terdiri dari 368 halaman. Hasil penelitian yaitu berupa penggambaran lanskap alam yang kontras antara keindahan dan kerusakan, interaksi kompleks antara manusia dan lingkungan, serta peringatan mendalam tentang degradasi lingkungan dan hilangnya kearifan lokal. Novel ini berfungsi sebagai alat kritik sosial terhadap eksploitasi alam yang merajalela di Kalimantan Barat. Dengan demikian, Ngayau dapat dianggap sebagai ekokritis yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Preservation of Indonesian in the border area of Aruk, Indonesia and Sarawak, Malaysia Sulastriana, Elva; Herlina, Herlina; Hariadi, Try
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 50, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Kalimantan is one of the provinces in Indonesia which has three border areas with Malaysia. Community interactions between countries that have been going on for centuries undeniably lead to language contact which results in people choosing local language so that communication can run effectively. The purpose of this study was to determine the variety of language used around the area, language attitudes, and the preservation of Indonesian in the border area of Aruk, Indonesia and Sarawak, Malaysia. Quantitative and qualitative methods were used in which the data were obtained through observation, questionnaires, and interviews with a total of 150 respondents. The results show that the variety of languages used by students, traders and government circles as the target speakers is Indonesian. Furthermore, the language serves as an instructional language in education settings, the language of communication, a unifying tool as well as the language of govern­ment administration, while the other local and regional languages are used in certain limited contexts. Regarding the attitudes, the people on the border of Aruk, Indonesia and Malaysia show a very positive attitude towards Indonesian. The defense strategy is carried out by students, traders, and the local government.