Claim Missing Document
Check
Articles

Kelayakan Teoritis Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Model Inkuiri Terbimbing Materi Sistem Reproduksi Manusia untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kritis Zaimatul Wafiroh; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v9n3.p525-534

Abstract

Berpikir kritis merupakan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam pembelajaran abad ke-21. Salah satu upaya untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis yaitu dengan penggunaan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis model inkuiri terbimbing. Materi sistem reproduksi manusia yang bersifat kompleks dan abstrak perlu dikonkritkan melalui pembelajaran inkuiri terbimbing, sehingga dapat mengakomodasi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan teoritis LKPD berbasis model inkuiri terbimbing materi sistem reproduksi manusia untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis peserta didik berdasarkan penilaian oleh pakar media, dosen ahli materi, dan guru biologi. Jenis penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D (define, design, develop, dan disseminate) yang terbatas pada tiga tahap, sampai tahap develop. Validitas LKPD ditentukan berdasarkan hasil validasi oleh tiga validator menggunakan instrumen lembar validasi LKPD. Penyusunan LKPD memuat tiga syarat, yaitu syarat konstruksi, teknis, dan didaktik. Hasil dari penelitian menunjukkan kelayakan teoritis LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memiliki persentase syarat konstruksi, teknis, dan didaktik secara berurutan yaitu sebesar 95,37%, 94,4%, dan 97,92% dengan kategori sangat valid. Hasil validasi LKPD secara keseluruhan sebesar 95,91% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil validitas yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing materi Sistem Reproduksi Manusia untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis dinyatakan layak secara teoritis ditinjau dari aspek kevalidan. Kata Kunci: Kelayakan teoritis, LKPD, inkuiri terbimbing, berpikir kritis, sistem reproduksi manusia.
Validitas Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Perubahan Lingkungan untuk Melatihkan Keterampilan Proses Peserta Didik Kelas X SMA Firda Dwi Novitasari; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p113-125

Abstract

Keterampilan proses adalah seperangkat keterampilan untuk mencari dan membentuk pengetahuan dalam kebenaran ilmiah. Dengan melakukan penyelidikan peserta didik dapat meningkatkan pola pikir, menemukan konsep, dan membangun konsep secara mandiri. Adanya Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing berisi kegiatan praktikum pada materi perubahan lingkungan yang berorientasi suatu masalah dalam kehidupan nyata dapat melatihkan keterampilan proses peserta didik. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan validitas teoretis LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada materi perubahan lingkungan untuk melatihkan keterampilan proses. Model penelitian ini yakni pengembangan 4-D (Define, Design, Develop tanpa Disseminate). Parameter yang diukur dalam penelitian adalah validitas teoretis LKPD ditinjau berdasarkan perolehan skor hasil validasi oleh tiga validator. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil validasi keseluruhan LKPD menunjukkan hasil sebesar 96,18% dengan kriteria sangat valid, dan berdasarkan masing-masing aspek kelayakan peyajian, bahasa, isi, karakteristik LKPD berbasis inkuiri terbimbing, dan karakteristik LKPD untuk melatihkan keterampilan proses memperoleh persentase validitas sebesar 92,8%; 95,8%; 94,5; 98,6%; 99,2% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa LKPD dinyatakan valid dan layak ditinjau dari aspek validitas. Kata Kunci: LKPD, inkuiri terbimbing, keterampilan proses, perubahan lingkungan.
Pengembangan Instrumen Penilaian untuk Mengukur Keterampilan Literasi Sains pada Submateri Sistem Peredaran Darah Manusia Zahrin Nur Azizah; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v11n1.p89-97

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir tingkat tinggi. Salah satu keterampilan yang wajib dikuasai yaitu keterampilan literasi sains. Literasi sains merupakan keterampilan untuk memahami cara penggunaan sains, cara sains diperoleh, dan cara membedakan sains dengan pengetahuan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan validitas, reliabilitas, dan tingkat kesukaran soal instrumen penilaian serta mengukur keterampilan literasi sains terhadap submateri sistem peredaran darah manusia. Metode penelitian menggunakan metode R&D, namun hanya sampai tahap ke enam yaitu uji coba terbatas. Instrumen penilaian berisikan lima belas soal pilihan ganda dengan empat opsi pilihan. Validasi teoritis dilaksanakan oleh ahli pendidikan dan materi. Instrumen validasi menggunakan skala Guttman terdiri dari enam belas pernyataan terkait aspek materi, konstruk, dan bahasa. Validitas empiris ditentukan berdasarkan hasil uji coba terbatas terhadap 20 peserta didik kelas XI MIPA SMA Labschool Unesa dengan mengidentifikasi validitas empiris, reliabilitas, tingkat kesukaran soal, dan keterampilan literasi sains. Hasil validitas teoritis mendapatkan nilai 100% dengan kategori sangat valid. Hasil validitas empiris mendapatkan nilai 86,67% dengan kategori valid. Hasil uji reliabilitas mendapatkan nilai 0,722 dengan kategori valid. Proporsi tingkat kesukaran soal menunjukkan 13% soal sukar, 74% soal sedang, dan 13% soal mudah. Tingkat keterampilan literasi sains peserta didik menunjukkan rata-rata nilai 51,67 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produk instrumen penilaian keterampilan literasi sains pada submateri sistem peredaran darah manusia telah dinyatakan valid, reliabel, dan dapat mengukur keterampilan literasi sains peserta didik. Kata Kunci: Instrumen penilaian, keterampilan literasi sains, sistem peredaran darah manusia.
Pengembangan Instrumen Soal Hots untuk Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Sistem Gerak Manusia Agustina Fajar Rini; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v11n1.p127-137

Abstract

Perkembangan zaman saat ini membuat tantangan kompetensi peserta didik semakin tinggi, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kemampuan tersebut adalah berpikir tingkat tinggi dalam keterampilan pemecahan masalah. Pemecahan masalah adalah keterampilan untuk memahami masalah sehingga mampu memberikan solusi yang tepat sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas baik dari segi teoritis maupun empiris, reliabilitas butir soal, dan mengukur ketercapaian indikator pemecahan masalah serta respon peserta didik terkait instrumen soal HOTS pada materi sistem gerak manusia. Pemilihan materi sistem gerak manusia dikarenakan berhubungan langsung dengan peserta didik, sehingga mampu untuk mengembangkan pengetahuan konseptual dan prosedural. Metode penelitian pengembangan yang digunakan adalah model 4-D, tanpa tahap disseminate. Validasi instrumen soal HOTS dilakukan secara teoritis dan empiris. Validasi teoritis menggunakan skala guttman, validasi empiris dengan uji coba terbatas menggunakan korelasi product-moment, reliabilitas dianalisis menggunakan cronbach alpha, dan ketercapaian indikator pemecahan masalah serta respon peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen soal HOTS berdasarkan validitas teoritis mendapatkan hasil sangat valid dengan nilai 93,78%, validitas empiris yang diperoleh mencapai 86,67% kategori valid. Instrumen soal HOTS memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,621 kategori reliabel, dan ketercapain indikator pemecahan masalah kategori cukup mencapai 53,33%, respon peserta didik sebesar 73,33% kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk instrumen soal HOTS pada materi sistem gerak manusia valid, reliabel dan mampu mengukur keterampilan pemecahan masalah serta kategori soal baik berdasarkan respon peserta didik.
Training Students Attitudes in Environmental Science Course Through Lesson Study Fida Rahmadiarti; Sunu Kuntjoro; Widowati Budijastuti
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p40-46

Abstract

The core competences of Environmental Sciences are to communicate and to understand the concepts of natural resources and environment, to solve related problems, and to have an environmental awareness. An effective effort is needed to train the environmental awareness. The purposes of this research were to evaluate how to train the attitudes of biology education study program students in the second semester who were taking the environment knowledge lecture. This research was quantitative and qualitative interpretation research by observing the learning process of Biology education students through lesson study. The research stages consisted of plan, do, and see in two cycles. The collected data included the results of observation on the learning process by the observer, the lecturers assessment related to the skills and attitudes during the learning process, and the students self-assessment on their attitudes. The data were analyzed descriptively. The research revealed that the students learned actively, they cooperated within groups, the class cleanliness was an indicator of attitude to environmental awareness because the lecturers always reminded the students related to the indicators of keeping the environment clean and treating garbage, the learning resources used challenged the students to work and discuss. The students attitudes towards environmental awareness are categorized as good-very good, the results of the lecturers assessment of the attitudes are categorized as good, and results of the students presentation skills are categorized as good-very good.
The critical thinking skills on animal tissue learning: Inquiry based student activity sheets development Flaviana Claudia Andayani; Raharjo Raharjo; Widowati Budijastuti
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v6i1.845

Abstract

Students' critical thinking skills in Indonesia are still categorized as low, so it is necessary to facilitate learning tools that support critical thinking activities. One of the learning tools is the inquiry-based Student Activity Sheet (LKS) which can train students' critical thinking skills. The purpose of this study was to develop inquiry-based worksheets on animal tissue learning material for class XI SMA Negeri 3 Mojokerto. The model used in this research is the 4-D model, namely define, design, develop and disseminate. The research subjects were 12 students of class XI MIPA 1 as many as 12 students of SMA Negeri 3 Mojokerto. The results of the percentage agreement validation of the LKS were 96% categorized as reliable. The effectiveness of the student worksheet is based on a gain score of 0.89 with high criteria so that the device is said to be effective. Student responses to the developed worksheets obtained results of 99.08% with a very good response. Thus, inquiry-based student worksheets on animal tissue learning material can train students' critical thinking skills.Keywords: Student activity sheet, inquiry model, critical thinking skills, animal tissue
PENGEMBANGAN BUKU AJAR IPA BERBASIS PETA PIKIRAN UNTUK MELATIH BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Rian Ningsih Pramunita; Muslimin Ibrahim; Widowati Budijastuti
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.755 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku ajar berbasis peta pikiran untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di sekolah dasar. Materi yang dikembangkan adalah materi pengaruh kalor terhadap benda yang terdapat pada materi kelas V di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan mengacu pada model 4D yang mempunyai tahapan yaitu, (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan, dan (4) penyebaran. Desain ujicoba menggunakan One Group Pre-test Post-test Design. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Buku ajar yang dikembangkan dinyatakan memenuhi kriteria valid ditinjau dari hasil validitas buku yang memeroleh kategori sangat valid pada komponen kelayakan isi, kategori valid pada komponen kelayakan penyajian, kelayakan kebahasaan dan kelayakan kegrafikan serta uji keterbacaan yang dilakukan dengan menggunakan formula fry mendapatkan hasil yang sesuai dengan pembaca. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan sebagai buku ajar yang praktis ditinjau dari angket respon peserta didik dengan modus kategori baik. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan efektif ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif yang meningkat dari pre-test yang memeroleh presentase sebesar 28% meningkat pada post-test menjadi 58,2% dengan N-gain ketuntasan sedang. Berdasarkan pembahasan hasil dan temuan-temuan disimpulkan bahwa buku ajar IPA berbasis peta pikiran yang telah dikembangkan pada materi pengaruh kalor terhadap benda layak digunakan untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di sekolah dasar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN TANAH KALIKEDINDING 1/251 Indang Mustiko Rini; Wahono Widodo; Widowati Budijastuti
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.89 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2019/2020 di SDN Tanah Kalikedinding 1/251 Surabaya. Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini menggunakan desain pengembangan Borg and Gall dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Kualitas produk meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan bahan ajar yang dinilai oleh dua orang validator ahli. Kualitas produk bahan ajar pada aspek kevalidan pada kelayakan isi, format sajian, dan kebahasaan sebesar 94,44%, komponen relevansi dan keakuratan sebesar 88,06%, dan komponen desain dan kegrafikaan sebesar 88,79%. Kepraktisan pada keterlaksanaan pembelajaran daring sebanyak tiga pertemuan sebesar 84% dengan reabilitas 93%, aktivitas siswa sebesar 81% dengan reabilitas 90%. Keefektifan bahan ajar pada aspek penilaian pretest 33%, posttest 87% mengalami kenaikan sebesar 60% dengan rata-rata modus N-Gain kriteria sedang. Pada aspek respon guru sebesar 83%, sedangkan respon siswa sebesar 81% dengan modus kategori positif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPA berbasis Science Environment Technology and Society (SETS) valid, praktis, dan efektif untuk melatihakan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Tanah Kalikedinding 1/251 Surabaya.
PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA SWASTA KARANU WAIKABUBAK SUMBA BARAT PADA MATERI INVERTEBRATA Sisilia Anita Adan; Sifak Indana Indana; Widowati Budijastuti
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.165 KB)

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar biologi di SMA Swasta Karanu Waikabubak merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di sekolah ini. Penyebabnya adalah minat baca, antusiasme, dan pemahaman siswa pada materi Biologi rendah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Invertebrata dengan menggunakan media teka-teki silang pada siswa kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus, dengan lima tahapan pada setiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat yang berjumlah 26 orang. Setelah diterapkan kegiatan pembelajaran menggunakan media teka teki silang, hasil belajar dan motivasi siswa mengalami peningkatan. Persentase hasil belajar siswa yang mencapai KKM pada aspek kognitif mengalami peningkatan sebesar 6,25 %, sehingga pada siklus akhir menjadi 81,25% dengan nilai rata-rata 91,3. Pada aspek psikomotor mengalami peningkatan sebesar 15%, sehingga pada siklus akhir menjadi 100% dengan nilai rata-rata 90. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dengan peningkatan motivasi siswa melalui angket dan hasil observasi. Persentase motivasi siswa melalui angket mengalami peningkatan sehingga pada siklus akhir menjadi 100% dengan nilai rata-rata 85,56.Persentase motivasi siswa melalui hasil observasi pada siklus I dan II sebesar 100 %. Peningkatan terjadi pada nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 78,75 menjadi 90,75. Berdasarkan data ini, maka disimpulkan bahwa media teka-teki silang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi Inverterbata
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PBL (Problem Based Learning) PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SMPN 02 SUBOH Wihdatul Istiqah; Rudiana Agustini; Widowati Budijastuti
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA menggunakan model PBL (Problem Based Learning) pada materi sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di SMPN 02 Suboh. Perangkatpembelajaran dikembangkan dengan desain penelitian dick and carey. Penelitian ini dilakukan pada 20 orang pesertadidik.Validitas ditinjau dari hasil validasi Silabus,RPP, BahanAjar, LKPD, dan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Data penelitian yang dihasilkan adalah validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori sangat valid, (b) kegiatan pembelajaran terlaksana sangat baik dengan rata-rata skor 3,9, (c) aktivitas siswa dalam pembelajaran terlaksana sangat baik, (d) respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri sangat baik (97,5%), dan (e) hasil tes berpikir kritis siswa ada peningkatan yang tinggi, kemampuan berpikir kritis meningkat dari 27 (Sangat Kurang Kritis) menjadi 84,25 (Kritis). Simpulan perangkat pembelajaran IPA menggunakan model PBL (Problem Based Learning) pada materi sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di SMPN 02 Suboh layak digunakan untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa.