Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Miskonsepsi Peserta Didik Kelas XI Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test dan Remediasi pada Submateri Transpor Membran Hidayati, Nurul; Budijastuti, Widowati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n2.p465-472

Abstract

Abstrak Miskonsepsi menjadi faktor terhadap penerimaan konsep pada peserta didik. Miskonsepsi perlu diidentifikasi dan diremediasi untuk mencegah kesalahpahaman terhadap konsep selanjutnya. Miskonsepsi adalah keyakinan konseptual peserta didik namun tidak sejalan dengan kebenaran di kalangan ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil konsepsi peserta didik melalui instrumen four-tier diagnostic test dan mendeskripsikan hubungan antara remediasi Concept Attainment Model (CAM) dengan profil konsepsi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif disertai survei dengan rancangan one group pretest-posttest design yaitu adaptasi soal four-tier diagnostic test, uji soal pretest, perlakuan CAM, uji soal posttest, analisis hasil penelitian dengan tabel kategori dan kriteria tingkat miskonsepsi, membandingkan hasil pretest dan posttest, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik XI-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata profil konsepsi siswa sebelum perlakuan yaitu miskonsepsi 15%, tidak paham konsep 8%, paham sebagian 49%, dan paham konsep 28%. Setelah perlakuan Concept Attainment Model (CAM), rata-rata profil konsepsi peserta didik miskonsepsi menurun menjadi 7%, tidak paham konsep menurun menjadi 2%, paham sebagian menurun menjadi 24%, dan paham konsep meningkat menjadi 67%. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh atau perubahan sebelum dan sesudah diberikan remediasi pembelajaran Concept Attainment Model (CAM). Kata kunci: miskonsepsi, transpor membran, remediasi, Concept Attainment Model (CAM). Abstract Misconceptions are a factor in students' acceptance of concepts. Misconceptions need to be identified and remediated to prevent further misunderstanding of the concept. Misconceptions are students' conceptual beliefs that are not in line with the truth among experts. This research aims to analyze students' conceptual profiles using a four-tier diagnostic test instrument and describe the relationship between Concept Attainment Model (CAM) remediation and students' conceptual profiles. This research is quantitative research accompanied by a survey with a one-group pretest-posttest design, namely adaptation of four-tier diagnostic test questions, pretest question test, CAM treatment, posttest question test, analysis of research results using category tables and criteria for misconception levels, comparing pretest results and posttest, and interview. The subjects in this research were 35 students of XI-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan. The results of the research showed that the average profile of students' conceptions before treatment was 15% misconception, 8% did not understand the concept, 49% partially understood, and 28% understood the concept. After the Concept Attainment Model (CAM) treatment, the average conceptual profile of students with misconceptions decreased to 7%, not understanding the concept decreased to 2%, partial understanding decreased to 24%, and understanding the concept increased to 67%. This proves that there is an influence or change before and after being given Concept Attainment Model (CAM) learning remediation. Keywords: misconceptions, membrane transport, remediation, Concept Attainment Model (CAM).
Pengembangan E-LKPD Berbasis Model Reciprocal Teaching Materi Perubahan Lingkungan untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Rifka Triwinda Anggira; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n2.p491-500

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21 dan dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran yang melibatkan interaksi antara guru, peserta didik, materi, serta sarana pendukung. Model pembelajaran Reciprocal Teaching dirancang untuk mendorong peserta didik belajar secara mandiri, aktif, kreatif, dan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis Reciprocal Teaching pada materi perubahan lingkungan guna melatih kemampuan berpikir kritis siswa yang memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Validitas E-LKPD dinilai berdasarkan aspek isi, penyajian, dan kebahasaan oleh dua validator ahli. Keefektifan ditinjau dari ketercapaian indikator berpikir kritis, sedangkan kepraktisan diukur melalui keterlaksanaan aktivitas dan respon peserta didik. Uji coba dilakukan pada satu kelas dengan 36 siswa SMA Negeri 11 Surabaya dan hasilnya dijelaskan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian menunjukkan validitas E-LKPD mencapai 95,17% (sangat valid). Keefektifan 97,68% dengan indikator berpikir kritis mendekati 100%, kecuali evaluasi di 86,11%. Kepraktisan berdasarkan pelaksanaan dan respon peserta didik masing-masing 99,52% dan 99,71% (sangat baik) Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD memiliki tingkat validitas, efektivitas, dan kepraktisan yang sangat tinggi, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Berpikir kritis, Reciprocal Teaching, E-LKPD, perubahan lingkungan
DIPLOMASI AKADEMIK BERBASIS DATA: KEMITRAAN BADAN PENJAMINAN MUTU UNESA DAN NAKHON PHANOM UNIVERSITY DALAM INTERNASIONALISASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL Widowati Budijastuti; Bertha Yonata; Bambang Dibyo Wiyono; Jaka Nugraha; Novi Marlena; Ayunita Leliana; Djoko Suwito; Pradini Puspitaningayu; Wiyli Yustanti; Advendi Kristiyandaru
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v12i1.57142

Abstract

The internationalization of quality assurance systems is now a strategic agenda for Indonesian higher education institutions, particularly since Ministerial Regulation (Permendiktisaintek) No. 39 of 2025 pushed universities to move beyond national standards and toward global ones. Rather than reading as a standard training-evaluation report, this article frames the partnership between the Quality Assurance Agency (BPM) of Universitas Negeri Surabaya (Unesa) and Nakhon Phanom University (NPU), Thailand, as a form of academic diplomacy aimed at strengthening cross-border Internal Quality Assurance Systems (SPMI). The partnership unfolded in three stages, two online sessions followed by one in-person session, transferring Unesa's nationally proven practices in quality audit, monitoring, and Importance-Performance Analysis (IPA)-based survey analysis. The impact evaluation points to strong acceptance of both the program's substance and its facilitation: the average performance score (3.19) exceeded the average importance score (2.79), most indicators fell in the Maintain quadrant, and none landed in the Overinvest quadrant. These findings suggest that a staged online-offline collaboration model is an efficient, sustainable way to disseminate an international quality culture, and one worth replicating at other universities preparing for SPMI internationalization.