Claim Missing Document
Check
Articles

REDESIGN JEMBATAN SUNUT KABUPATEN SEMARANG MENGGUNAKAN STRUKTUR PELENGKUNG TIPE A- HALF THROUGH ARCH BRIDGE Rahmasari, Maria Asysyifa; Praptiningrum, Retno Dwi; Budirahardjo, Slamet; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 5, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v5i2.21964

Abstract

The Sunut Bridge is a bridge that crosses the Jragung River which connects Semarang Regency and Demak Regency. The initial planning for the Sunut Bridge used a prestressed concrete structure with a total length of the main bridge of 60 meters. This bridge is divided into 4 parts. From the author's assessment, the use of prestressed concrete structures with many pillars is considered to cause design waste and give the impression of stiffness to the bridge. Apart from that, seeing that the condition of the river during floods often brings flooding, thereby reducing the effective linear waterway of the river, a bridge construction was re-planned with minimal pillars using an arch structure. In this planning, the Sunut Bridge was re-planned to use a steel arch structure type A Half Through Arch Bridge. From the planning results, the vechile floor plat tickness was 23 cm. The longitudinal girder profile used is WF 800x300x16x30 and the cross girder profile WF 900x300x16x28. The next stage of calculating the primary and secondary structures is carried out by calculating the working loads which refer to SNI 1725:2016 and RSNI T-02-2005 regulations to obtain a box prifile for the main structure of the arch bridge.
Correlation of Soil Density Test with Direct Shear Test on Soil Mixture of Ex Kudus Ring Road and Sand at Guamanik Beach, Jepara Syaqiba, Arba Maris; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v4i2.17746

Abstract

Abstrak - Tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu konstruksi, karena tanah berfungsi sebagai penopang beban-beban yang ada diatasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pola pikir yang digunakan peneliti tentang bagaimana penelitian terus berjalan. Dari data pengujian sifat fisik dan sifat teknik yang telah diuji pada contoh tanah asli dengan penambahan pasir Pantai Guamanik Jepara, pengujian tanah pada Jalan Lingkar Kudus mempunyai tingkat dan karakteristik yang berbeda-beda. Berikut nilai persentase campuran pasir terbaik, pada uji berat jenis (gs) yaitu 5% dengan nilai 2,576, uji batas Atteberg pada indeks plastisitas mempunyai nilai paling rendah dengan penambahan 20%. pasir dengan nilai 0,57 maka uji proctormodified mempunyai nilai kandungan optimum tertinggi. dengan penambahan pasir 20% menggunakan 30 tumbukan dengan nilai 26,5, sedangkan nilai berat satuan tanah kering sebesar 1,399, pada uji geser langsung nilai kohesi tertinggi terjadi pada penambahan pasir 5% menggunakan 60 tumbukan dengan nilai sebesar 0,823, sedangkan nilai sudut geser dalam sebesar 23,97.Kata Kunci : Tanah, Proctor termodifikasi, Uji Geser langsung
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KABUPATEN TEGAL Saputra, Wisnu; Kamal, Sukron; Kristiawan, Agung; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 4, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v4i1.16184

Abstract

This thesis is planned in accordance with the regulations that apply to buildings including the Building and Structural Design Grading Regulations (SNI – 1727 -2013) Development Planning Guidelines for Houses and Buildings (PPPURG 1987) Procedures for Planning Steel Structures for Buildings (SNI-03) 1729-2015) Procedures for Planning Earthquake Resistance for Buildings (SNI 03 – 1726 – 2012) Procedures for calculating concrete structures for buildings (SNI 03-2847-2013). In this planning data analysis uses manual calculations assisted by excel and SAP 2000 v.14 programs and steel design calculations using the LRFD method. This plan uses a concrete roof plate with a thickness of 10 cm and a floor plate with a thickness of 12 cm. Calculation of columns and beams using SAP 2000 v.14 obtained column dimensions K1 = 350x350 K2 = 300x300 K3 = 250x250 and for BI = 350x175 and B2 = 300x150. In this plan, the foundation used is a mini pile foundation with a circular shape with a diameter of 40 cm, a depth of subgrade 7.2 m with a pile length of 6 m.Keywords: building regulations, SAP 2000 v.14
ANALISIS PENGARUH TAMBAHAN KAPUR DAN SEMEN TERHADAP PEMADATAN DAN KUAT TEKAN TANAH SIGAR BENCAH Zakariya, Rif’an; Fadillah, M. Sadam; Budirahardjo, Slamet; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 6, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v6i1.24100

Abstract

The soil condition in Sigar Bencah, Semarang City, has characteristics that are less supportive of construction, such as cracks, low bearing capacity, and instability. This study aims to evaluate the effects of soil stabilization using lime and cement on soil compaction and unconfined compressive strength (UCS). The variations of lime and cement content used are 0%, 5%, 10%, and 15%, with lime and cement ratios of 30:70, 50:50, and 70:30. The tests conducted include physical property analysis, standard compaction, and UCS testing. The results of the study show a significant improvement in both UCS and optimal soil compaction after stabilization treatment. The optimal additive combination for improving soil quality was found at a 10% additive content with a 50:50 lime-to-cement ratio, which produced a UCS value of 14.2 kg/cm². This indicates that the use of lime and cement as stabilization materials can enhance soil strength and stability, making it suitable for use in construction in areas with poor soil conditions. This stabilization can also serve as a solution to increase soil bearing capacity, reduce potential damage, and improve soil performance in various construction applications.
Implementasi Aspal Emulsi Tipe CSS-1 Pada Tanah Lempung Merah Untuk Estimasi Daya Dukung Tanah Pondasi Dengan Metode Regresi Budirahardjo, Slamet; Hartanti, Lusia Permata Sari; Wibowo, Setyoningsih
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6070

Abstract

Daerah BSB (Bukit Semarang Baru) Kota Semarang merupakan bagian Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah, yang dalam pengembangan kedepannya akan dikembangkan sebagai kawasan industri, perumahan dan pusat perkantoran. Deskripsi daerah BSB merupakan daerah perbukitan, dimana tanahnya adalah tanah merah. Jalan Semarang – Boja merupakan salah satu jalan akses penghubung dari Kota Semarang, khususnya kawasan Semarang bawah menuju daerah BSB dan Mijen. Selain itu Jalan Semarang - Boja juga sebagai jalan alternatif bagi pengguna jalan yang akan menuju ke Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang. Di lokasi Jalan Semarang – Boja ini sering dijumpai permasalahan kerusakan jalan berupa penurunan, lobang jalan dan pergeseran (sliding).Tujuan dilakukan penulisan implementasi pencampuran aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) di daerah BSB untuk mengetahui sifat asli tanah dasar (subgrade) pada lokasi penelitian, mengetahui ada tidaknya pengaruh pencampuran bahan aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) terhadap sifat tanah dasar asli dan untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah pondasi dangkal akibat implementasi pencampuran bahan aspal emulsi kadar 3% dan 6% terhadap berat kering tanah serta masa pemeraman campuran tanah aspal emulsi selama 1 hari dan 3 hari.Metode pengujian tanah yang penulis gunakan merupakan pengujian campuran tanah aspal emulsi di laboratorium yang proses pelaksanaannya mengacu pada peraturan-peraturan SNI tentang uji tanah di laboratorium dan metode regresi yang selanjutnya digunakan untuk estimasi nilai yang diinginkan berdasarkan data-data hasil uji sampel di laboratorium.Hasil uji indek plastisitas sampel tanah asli di daerah BSB Kota Semarang menunjukkan sifat tanah yang mempunyai plastisitas sedang. Terjadinya peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal rata-rata lebih dari 50% akibat implementasi campuran aspal emulsi CSS-1 pada tanah asli. Implementasi aspal emulsi CSS-1 pada tanah lempung merah daerah BSB Kota Semarang memberikan efek peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal berbentuk bujur sangkar yang sangat signifikan.
PERENCANAAN STRUKTUR MUSEUM PERMAINAN ANAK TRADISIONAL DI BRINGIN KECAMATAN NGALIYAN Rusyadi, Imron; Viantoro, Trinugroho Ardin; Kristiawan, Agung; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14517

Abstract

ABSTRACTThe museum is an institution entrusted by the government to store and preserve cultural heritage that is rarely known by the general public. 19 of 1995, a museum is an institution, a place for storing, maintaining, securing and utilizing material evidence of human culture as well as nature and the environment in order to support efforts to protect and preserve the nation's cultural wealth. The "Structure Planning of the Traditional Children's Game Museum in Bringin, Ngaliyan District" has a problem formulation of how to analyze the structural calculations in "Structure Planning of the Bringin Traditional Children's Game Museum, Ngaliyan District". This thesis is planned in accordance with the regulations that apply to buildings including Procedures for Calculation of Concrete Structures for Buildings (SNI 03-2847-2002); Earthquake Resistance Planning Standards for Buildings (SNI 03-1726-2002) and Loading Planning Guidelines for Houses. And Building (PPPURG 1987). In this plan, data analysis uses manual calculations assisted by EExcel and SAP 2000 programs. This plan uses a sand metal roof covering, 12 cm thick floor plate on the 2nd and 3rd floors, while the 4th floor is 15 cm thick, with beam dimensions 35 x 60 , 35 x 50, 35 x 55 cm, and columns using SAP 2000 obtained column dimensions K1 (50cm x 50cm) and K (60cm x 60cm), using 20 D 19 reinforcement for K1 and 24 D 19 reinforcement for K2, Pile foundations, the dimensions of the pile are 30 cm x 30 cm, the depth of the pile of hard soil is 5.4 m and the length of the pile is 6 m.Keywords: building planning, reinforced concrete planning, SAP 2000
OPTIMALISASI KARAKTERISTIK TANAH SEDIMEN BENDUNGAN LEIS RANDUDONGKAL-PEMALANG AKIBAT VARIASI PENAMBAHAN CAMPURAN ASPAL EMULSI DAN FLY ASH Arianto, Lutfian Dikma; Ghofur, Abdul; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12834

Abstract

Tanah memiliki sifat fisik dan teknis atau yang bisa disebut dengan physical propperties dan engineering propperties. Kondisi dan karakteristik tanah pada setiap daerah memiliki sifat yang berbeda , seperti halnya dengan tanah sedimen bendungan Leis Randudongkal kabupaten Pemalang yang bersifat problematik memiliki daya dukung tanah yang kurang baik. Penelitian yang dilakukan terhadap tanah sedimen bendungan Leis Randudongkal kabupaten Pemalang ini yaitu memvariasikan campuran tanah sedimen dengan campuran bahan aditif yang berupa aspal emulsi dan fly ash batubara. Persentase pencampuran bahan aditif sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% dengan dua perbandingan bahan aditif yaitu (75% aspal emulsi + 25% fly ash) dengan perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash) dengan pengujian physical propperties dan engineering propperties. Dari pengujian yang dilakukan menunjukan persentase penambahan bahan aditif yang menunjukan karakteristik tanah meningkat yaitu sebagai berikut; pengujian berat jenis dengan persentase penambahan bahan aditif sebesar 15% dengan perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash), pengujian atteberg limit dengan meninjau indeks plastisitas terjadi pada persentase penambahan bahan aditif sebesar 5% dengan perbandingan persentase (75% aspal emulsi +25% fly ash), pengujian pemadatan tanah dengan menggunakan persentase fly ash yang lebih besar dikarenakan dengan persentase fly ash yang lebih besar menunjukan nilai kadar air optimum yang tidak terlalu besar, kemudian pengujian pengembangan tanah (swelling) menggunakan penambahan persentase bahan aditif sebesar 10% dengan persentase perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash), pada pengujian CBR menggunakan persentase penambahan bahan aditif sebesar 10% dengan persentase perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash).Kata kunci: Tanah, Optimalisasi Tanah, CBR, Swelling
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KAYU JATI DAN SERABUT KELAPA SERTA GYPSUM PADA TANAH PANGGUNG JEPARA TERHADAP TINGKAT KEKUATAN GESER DAN PENGEMBANGAN TANAH Arifuddin, Arfendi; Zulfa, Ivana; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14507

Abstract

AbstractThe soil in the Panggung Village area, Kedung District, Jepara Regency, was found to have signs of collapse and uneven ground and fractures occurred in structural bulkheads due to uneven and stable land subsidence. One of the factors causing the signs of failure, cracks and faults is triggered because most of the area has a type of soil with a low level of shear strength.In this study, an experiment was conducted on mixing the original soil with a mixture of added materials in the form of teak wood powder and coconut fibers and gypsum. The percentage of addition of added materials is 8%, 10% and 12% and 3% gypsum with two ratios of added materials (25% SKJ and 75% SKP) with a comparison (75% SKJ and 25% SKP) to determine the nature of the original soil after Added materials are added by testing physical properties and engineering properties.From the research that has been done, the percentage of addition of added material that shows the best soil characteristics is adjusted to the percentage of comparison, namely the highest specific gravity test from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), Atteberg limit test with the lowest plasticity index of the addition of 10 % in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), testing the lowest optimum proctor modified moisture content from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP) with the maximum dry soil density from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), in the CBR test the highest CBR value occurred in the 8% addition test, the soil shear strength test used the highest soil cohesion value from the addition of 10% in the comparison percentage (75% SKJ and 25% SKP) and used an increase in the highest value of the shear angle of the soil in the addition of 8% on the percentage (75% SKJ and 25% SKP) , then testing the land development uses the smallest value that occurs in the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP). Keywords: Soil Waste, Soil Stabilization, Direct Shear, Swelling
ANALISA DESAIN PELEBARAN PERKERASAN LENTUR PADA JALAN WOLTER MONGINSIDI SEMARANG Trisno, Trisno; Tegar, Ais Anantatama; Husodo, Ibnu Toto; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.074 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.8528

Abstract

Jalan merupakan salah satu dari prasarana transportasi yang mempunyai fungsivital dalam usaha pengembangan kehidupan masyarakat. Jalan juga termasuk salahsatu prasarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesiauntuk melakukan mobilisasi keseharian sehingga volume kendaraan yang melewatisuatu ruas jalan mempengaruhi kapasitas dan kemampuan dukungnya.Jalan Wolter Monginsidi Semarang, jalan yang merupakan jalur alternatifepenghubung jalur utama kaligawe menuju kawasan pedurungan atau selatanSemarang. Berdasarkan data dari dinas bina marga kota Semarang jalan WolterMonginsidi genuk Semarang panjang ruas jalannya yaitu 7921.76 m, memiliki lebar 8m dan status jalannya termasuk dalam jalan kota, danberdasarkan data yang lamajalanWolterMonginsi digenuk Semarang ini memiliki panjang ruas 400.91 m dan lebar4 m serta masih termasuk dalam jalan kota.Berdasarkan permasalahan yang ada dijalan Wolter Monginsidi Semarang tersebutmaka pada tugas akhir ini kami melakukan penelitian dengan judul Analisis DesainPelebaran Perkerasan Lentur Pada Jalan Wolter Monginsidi Semarang.Kapasias jalan yang semakin memenuhi pengguna jalan maka hambatan untukberkendara semakin sedikit (tidak macet).
PEMANFAATAN BATU BLONDOS SUNGAI LONING DESA MLUWEH KEC. UNGARAN TIMUR KAB. SEMARANG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN ASPAL POROUS Irfan, Misbakhul; Kusuma, Fiki Rifan; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12852

Abstract

Asphalt porous merupakan campuran bergradasi terbuka (open graded) dengan persentase agregat kasar yang besar, persentase agregat halus yang kecil, sehingga menyediakan rongga udara yang besar. Aspal porus merupakan inovasi untuk mengurangi genangan air di atas permukaan jalan. Aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah namun memiliki nilai permeabilitas yang tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran lapisan perkerasan sebagai sistem drainase. Aspal porus digunakan pada jalan yang memiliki lalu lintas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas dan kekuatan material berdasarkan kriteria marshall dengan agregat yang bersumber dari Kakaskasen dan diatur di laboraturium sehingga memiliki parameter komposisi campuran sebagai bahan pengisi dan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat. Rancangan campuran berdasarkan komposisi agregat sesuai dengan persyaratan gradasi (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau disingkat AC-WC dan dicari kadar aspal perkiraan dibuat benda uji marshall. Kadar aspal ditetapkan dulu menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dan dibuat benda uji marshall dengan 5 variasi kadar batu blondos serta dilakukan pengujian untuk mendapatkan nilai permeabilitas dimana air di dalam tabung jatuh bebas kedalam mould yang berisi benda uji pada ketinggian tertentu sampai melewati rongga pada campuran. Hasil penelitian menunjukkan pada campuran aspal porus didapat kadar aspal terbaik 4.7% dengan kadar batu blondos sebesar 75% diperoleh nilai stabilitas 870,1 mm, flow 5,5 mm, VIM = 19,6 %, MQ = 203,4 kg/mm, semua besaran nilai kriteria marshall memenuhi nilai batas-batas spesifikasi. Hasil penelitian permeabilitas aspal porus didapat 0%; 0,48 cm/s , 25%; 0,81 cm/s, 50%; 0,60 cm/s, 75%; 0,34 cm/s, 100%; 0,63 cm/s, darisemua besaran nilai permeabilitas aspal yang memenuhi batas-batas kriteria spesifikasi adalah 75% campuran batu blondos. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh bahwa campuran aspal porus dengan menggunakan material bersumber dari Sungai Loning dengan menggunakan bahan pengikat aspal penetrasi 60/70 memiliki nilai stabilitas yang tinggi dan memiliki nilai permeabilitas yang tinggi tapi campuran tersebut masih layak digunakan pada kondisi jalan yang lalulintas rendah. Dengan demikian disarankan untuk campuran aspal porus melakukan penelitian yang lebih lagi dengan menggunakan sumber material yang berbeda serta bahan pengikatnya dan perlu diadakan penelitian lanjutan tentang kinerja marshall seiring dengan pengaruhnya kekuatan pada campuran perkerasan. Kata Kunci: Aspal porus, Permeabilitas, Aspal Penetrasi 60/70, Batu Blondos.Kata Kunci: Aspal porous, Marshall, Permeabilitas, Batu Blondos