Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PKM OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG HIDUP PASCA COVID 19 DI RT. 08 RW. X KELURAHAN KEMBANGARUM KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG Hermana, Rifki; Budirahardjo, Slamet; Wibowo, Setyoningsih
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.4201

Abstract

Sebagian besar warga RT. 08 RW. X Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang bermata pencaharian diluar rumah, mayoritas warga bekerja sebagai karyawan swasta dan pekerja buruh. Saat kondisi wilayah Semarang diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Terutama di wilayah Semarang Barat termasuk zona merah, untuk mencegah semakin luasnya penyebaran maka wilayah tersebut di isolasi sehingga kondisi menjadi perhatian penuh bagi kelurahan setempat. Warga dihimbau untuk tidak banyak melakukan aktifitas diluar rumah. Dengan adanya pembatasan kegiatan diluar rumah maka kebutuhan pokokpun sangat terbatas pula untuk dapat terpenuhi. Hasil diskusi dengan warga, menemukan solusi kegiatan apa yang perlu dilakukan agar pada saat diberlakukannya PPKM warga tidak hanya berdiam diri dirumah. Solusi yang dihasilkan adalah PPKM versi warga RT. 08 yaitu Pengen Panen Kita Menanam. Kami tim pengabdian masyarakat melakukan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai solusi lumbung pangan bagi keluarga dengan bertanam sayuran, selain sayuran kami juga membudidayakan jahe merah, mengingat manfaat jahe merah yang sangat bagus bagi kesehatan sebagai penangkal covid-19 dan sebagai penguat imun dan karena harga jahe merah yang sangat mahal dan tidak terjangkau warga. Adapun edukasinya adalah menciptakan inovasi pemanfaatan lahan pekarangan di rumah masing-masing dengan sistem Vertikal Garden dan budidaya jahe merah menggunakan polybag/karung. Optimalisasi ini difokuskan pada edukasi tentang vertical garden, sehingga warga yang hanya mempunyai lahan sempit masih bisa menciptakan lumbung hidup sendiri dirumah. Edukasi meliputi pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam dengan memperhatikan kebutuhan sinar matahari dan umur panen yang pendek. Kesimpulan warga semakin paham bahwa dengan pengoptimalkan lahan pekarangan dengan system vertical garden sangat menghemat lahan dengan hasil memuaskan. Warga sangat senang dengan hasilnya karena dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain bisa panen dilahan pekarangan sendiri, hasilnya juga organic, menyehatkan dan bergizi. Dengan berbudidaya jahe merah warga dapat menyediakan rempah secara mandiri untuk menjaga stamina dan sebagai penangkal covid-19. Pemahaman tentang pengoptimalah lahan pekarangan dan berbudidaya jahe merah, warga menjadi sadar bahwa lahan sempit bukan menjadi halangan warga untuk betah beraktifitas dirumah. Slogan PPKM (Pengen Panen Kita Menanam) bagi warga sangatlah tepat sekali.  Kata kunci: vertical garden, budidaya, jahe merah
REDESIGN JEMBATAN SUNUT KABUPATEN SEMARANG MENGGUNAKAN STRUKTUR PELENGKUNG TIPE A- HALF THROUGH ARCH BRIDGE Rahmasari, Maria Asysyifa; Praptiningrum, Retno Dwi; Budirahardjo, Slamet; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 5, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v5i2.21964

Abstract

The Sunut Bridge is a bridge that crosses the Jragung River which connects Semarang Regency and Demak Regency. The initial planning for the Sunut Bridge used a prestressed concrete structure with a total length of the main bridge of 60 meters. This bridge is divided into 4 parts. From the author's assessment, the use of prestressed concrete structures with many pillars is considered to cause design waste and give the impression of stiffness to the bridge. Apart from that, seeing that the condition of the river during floods often brings flooding, thereby reducing the effective linear waterway of the river, a bridge construction was re-planned with minimal pillars using an arch structure. In this planning, the Sunut Bridge was re-planned to use a steel arch structure type A Half Through Arch Bridge. From the planning results, the vechile floor plat tickness was 23 cm. The longitudinal girder profile used is WF 800x300x16x30 and the cross girder profile WF 900x300x16x28. The next stage of calculating the primary and secondary structures is carried out by calculating the working loads which refer to SNI 1725:2016 and RSNI T-02-2005 regulations to obtain a box prifile for the main structure of the arch bridge.
Correlation of Soil Density Test with Direct Shear Test on Soil Mixture of Ex Kudus Ring Road and Sand at Guamanik Beach, Jepara Syaqiba, Arba Maris; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v4i2.17746

Abstract

Abstrak - Tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu konstruksi, karena tanah berfungsi sebagai penopang beban-beban yang ada diatasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pola pikir yang digunakan peneliti tentang bagaimana penelitian terus berjalan. Dari data pengujian sifat fisik dan sifat teknik yang telah diuji pada contoh tanah asli dengan penambahan pasir Pantai Guamanik Jepara, pengujian tanah pada Jalan Lingkar Kudus mempunyai tingkat dan karakteristik yang berbeda-beda. Berikut nilai persentase campuran pasir terbaik, pada uji berat jenis (gs) yaitu 5% dengan nilai 2,576, uji batas Atteberg pada indeks plastisitas mempunyai nilai paling rendah dengan penambahan 20%. pasir dengan nilai 0,57 maka uji proctormodified mempunyai nilai kandungan optimum tertinggi. dengan penambahan pasir 20% menggunakan 30 tumbukan dengan nilai 26,5, sedangkan nilai berat satuan tanah kering sebesar 1,399, pada uji geser langsung nilai kohesi tertinggi terjadi pada penambahan pasir 5% menggunakan 60 tumbukan dengan nilai sebesar 0,823, sedangkan nilai sudut geser dalam sebesar 23,97.Kata Kunci : Tanah, Proctor termodifikasi, Uji Geser langsung
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KABUPATEN TEGAL Saputra, Wisnu; Kamal, Sukron; Kristiawan, Agung; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 4, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v4i1.16184

Abstract

This thesis is planned in accordance with the regulations that apply to buildings including the Building and Structural Design Grading Regulations (SNI – 1727 -2013) Development Planning Guidelines for Houses and Buildings (PPPURG 1987) Procedures for Planning Steel Structures for Buildings (SNI-03) 1729-2015) Procedures for Planning Earthquake Resistance for Buildings (SNI 03 – 1726 – 2012) Procedures for calculating concrete structures for buildings (SNI 03-2847-2013). In this planning data analysis uses manual calculations assisted by excel and SAP 2000 v.14 programs and steel design calculations using the LRFD method. This plan uses a concrete roof plate with a thickness of 10 cm and a floor plate with a thickness of 12 cm. Calculation of columns and beams using SAP 2000 v.14 obtained column dimensions K1 = 350x350 K2 = 300x300 K3 = 250x250 and for BI = 350x175 and B2 = 300x150. In this plan, the foundation used is a mini pile foundation with a circular shape with a diameter of 40 cm, a depth of subgrade 7.2 m with a pile length of 6 m.Keywords: building regulations, SAP 2000 v.14
ANALISIS PENGARUH TAMBAHAN KAPUR DAN SEMEN TERHADAP PEMADATAN DAN KUAT TEKAN TANAH SIGAR BENCAH Zakariya, Rif’an; Fadillah, M. Sadam; Budirahardjo, Slamet; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 6, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v6i1.24100

Abstract

The soil condition in Sigar Bencah, Semarang City, has characteristics that are less supportive of construction, such as cracks, low bearing capacity, and instability. This study aims to evaluate the effects of soil stabilization using lime and cement on soil compaction and unconfined compressive strength (UCS). The variations of lime and cement content used are 0%, 5%, 10%, and 15%, with lime and cement ratios of 30:70, 50:50, and 70:30. The tests conducted include physical property analysis, standard compaction, and UCS testing. The results of the study show a significant improvement in both UCS and optimal soil compaction after stabilization treatment. The optimal additive combination for improving soil quality was found at a 10% additive content with a 50:50 lime-to-cement ratio, which produced a UCS value of 14.2 kg/cm². This indicates that the use of lime and cement as stabilization materials can enhance soil strength and stability, making it suitable for use in construction in areas with poor soil conditions. This stabilization can also serve as a solution to increase soil bearing capacity, reduce potential damage, and improve soil performance in various construction applications.
MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS BY RATIO ANALYSIS METHOD SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN ASISTEN LABORATORIUM (STUDI KASUS PRODI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS PGRI SEMARANG) Wibowo, Setyoningsih; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Transformatika Vol. 17 No. 1 (2019): July 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v17i1.1311

Abstract

Sistem pendukung keputusan suatu sistem guna mempermudah dalam penyelesaian masalah juga sebagai pengambilan suatu keputusan. Metode MOORA (Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis) adalah sistem pendukung keputusan dimana metode ini memperhitungkan kalkulasi yang kompleks dan dalam penentuan alternatifpun sangat selektif. Dalam penerimaan asisten laboratorium menjadi masalah yang serius karena banyak factor yang harus dipertimbangkan dan diputuskan. Asisten laboratorium bertugas membantu kepala laboratorium dan dosen pengampu dalam proses pelaksanaan praktikum, menjaga dan merawat peralatan serta menjaga kebersihan laboratorium. Selama ini penerimaan asisten laboratorium dilakukan dengan wawancara dan ujian tertulis kemudian baru dilakukan seleksi secara manual. Pada penelitian ini kami mengambil contoh kasus yang sering dialami oleh Prodi Teknik Sipil. Dari rangkaian proses metode MOORA yang digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dalam penerimaan asisten laboratorium disimpulkan bahwa metode ini sangat cocok diimplementasikan karena hasil keluaran sesuai dengan target yang diharapkan. Dan nantinya bisa diterapkan di semua fakultas di Lingkungan Universitas PGRI Semarang sebagai sistem dalam sebuah seleksi.
Implementasi Aspal Emulsi Tipe CSS-1 Pada Tanah Lempung Merah Untuk Estimasi Daya Dukung Tanah Pondasi Dengan Metode Regresi Budirahardjo, Slamet; Hartanti, Lusia Permata Sari; Wibowo, Setyoningsih
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.6070

Abstract

Daerah BSB (Bukit Semarang Baru) Kota Semarang merupakan bagian Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah, yang dalam pengembangan kedepannya akan dikembangkan sebagai kawasan industri, perumahan dan pusat perkantoran. Deskripsi daerah BSB merupakan daerah perbukitan, dimana tanahnya adalah tanah merah. Jalan Semarang – Boja merupakan salah satu jalan akses penghubung dari Kota Semarang, khususnya kawasan Semarang bawah menuju daerah BSB dan Mijen. Selain itu Jalan Semarang - Boja juga sebagai jalan alternatif bagi pengguna jalan yang akan menuju ke Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang. Di lokasi Jalan Semarang – Boja ini sering dijumpai permasalahan kerusakan jalan berupa penurunan, lobang jalan dan pergeseran (sliding).Tujuan dilakukan penulisan implementasi pencampuran aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) di daerah BSB untuk mengetahui sifat asli tanah dasar (subgrade) pada lokasi penelitian, mengetahui ada tidaknya pengaruh pencampuran bahan aspal emulsi pada tanah dasar (subgrade) terhadap sifat tanah dasar asli dan untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah pondasi dangkal akibat implementasi pencampuran bahan aspal emulsi kadar 3% dan 6% terhadap berat kering tanah serta masa pemeraman campuran tanah aspal emulsi selama 1 hari dan 3 hari.Metode pengujian tanah yang penulis gunakan merupakan pengujian campuran tanah aspal emulsi di laboratorium yang proses pelaksanaannya mengacu pada peraturan-peraturan SNI tentang uji tanah di laboratorium dan metode regresi yang selanjutnya digunakan untuk estimasi nilai yang diinginkan berdasarkan data-data hasil uji sampel di laboratorium.Hasil uji indek plastisitas sampel tanah asli di daerah BSB Kota Semarang menunjukkan sifat tanah yang mempunyai plastisitas sedang. Terjadinya peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal rata-rata lebih dari 50% akibat implementasi campuran aspal emulsi CSS-1 pada tanah asli. Implementasi aspal emulsi CSS-1 pada tanah lempung merah daerah BSB Kota Semarang memberikan efek peningkatan nilai daya dukung tanah pondasi jenis pondasi dangkal berbentuk bujur sangkar yang sangat signifikan.
PERENCANAAN STRUKTUR MUSEUM PERMAINAN ANAK TRADISIONAL DI BRINGIN KECAMATAN NGALIYAN Rusyadi, Imron; Viantoro, Trinugroho Ardin; Kristiawan, Agung; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14517

Abstract

ABSTRACTThe museum is an institution entrusted by the government to store and preserve cultural heritage that is rarely known by the general public. 19 of 1995, a museum is an institution, a place for storing, maintaining, securing and utilizing material evidence of human culture as well as nature and the environment in order to support efforts to protect and preserve the nation's cultural wealth. The "Structure Planning of the Traditional Children's Game Museum in Bringin, Ngaliyan District" has a problem formulation of how to analyze the structural calculations in "Structure Planning of the Bringin Traditional Children's Game Museum, Ngaliyan District". This thesis is planned in accordance with the regulations that apply to buildings including Procedures for Calculation of Concrete Structures for Buildings (SNI 03-2847-2002); Earthquake Resistance Planning Standards for Buildings (SNI 03-1726-2002) and Loading Planning Guidelines for Houses. And Building (PPPURG 1987). In this plan, data analysis uses manual calculations assisted by EExcel and SAP 2000 programs. This plan uses a sand metal roof covering, 12 cm thick floor plate on the 2nd and 3rd floors, while the 4th floor is 15 cm thick, with beam dimensions 35 x 60 , 35 x 50, 35 x 55 cm, and columns using SAP 2000 obtained column dimensions K1 (50cm x 50cm) and K (60cm x 60cm), using 20 D 19 reinforcement for K1 and 24 D 19 reinforcement for K2, Pile foundations, the dimensions of the pile are 30 cm x 30 cm, the depth of the pile of hard soil is 5.4 m and the length of the pile is 6 m.Keywords: building planning, reinforced concrete planning, SAP 2000
OPTIMALISASI KARAKTERISTIK TANAH SEDIMEN BENDUNGAN LEIS RANDUDONGKAL-PEMALANG AKIBAT VARIASI PENAMBAHAN CAMPURAN ASPAL EMULSI DAN FLY ASH Arianto, Lutfian Dikma; Ghofur, Abdul; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12834

Abstract

Tanah memiliki sifat fisik dan teknis atau yang bisa disebut dengan physical propperties dan engineering propperties. Kondisi dan karakteristik tanah pada setiap daerah memiliki sifat yang berbeda , seperti halnya dengan tanah sedimen bendungan Leis Randudongkal kabupaten Pemalang yang bersifat problematik memiliki daya dukung tanah yang kurang baik. Penelitian yang dilakukan terhadap tanah sedimen bendungan Leis Randudongkal kabupaten Pemalang ini yaitu memvariasikan campuran tanah sedimen dengan campuran bahan aditif yang berupa aspal emulsi dan fly ash batubara. Persentase pencampuran bahan aditif sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% dengan dua perbandingan bahan aditif yaitu (75% aspal emulsi + 25% fly ash) dengan perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash) dengan pengujian physical propperties dan engineering propperties. Dari pengujian yang dilakukan menunjukan persentase penambahan bahan aditif yang menunjukan karakteristik tanah meningkat yaitu sebagai berikut; pengujian berat jenis dengan persentase penambahan bahan aditif sebesar 15% dengan perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash), pengujian atteberg limit dengan meninjau indeks plastisitas terjadi pada persentase penambahan bahan aditif sebesar 5% dengan perbandingan persentase (75% aspal emulsi +25% fly ash), pengujian pemadatan tanah dengan menggunakan persentase fly ash yang lebih besar dikarenakan dengan persentase fly ash yang lebih besar menunjukan nilai kadar air optimum yang tidak terlalu besar, kemudian pengujian pengembangan tanah (swelling) menggunakan penambahan persentase bahan aditif sebesar 10% dengan persentase perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash), pada pengujian CBR menggunakan persentase penambahan bahan aditif sebesar 10% dengan persentase perbandingan (25% aspal emulsi + 75% fly ash).Kata kunci: Tanah, Optimalisasi Tanah, CBR, Swelling
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KAYU JATI DAN SERABUT KELAPA SERTA GYPSUM PADA TANAH PANGGUNG JEPARA TERHADAP TINGKAT KEKUATAN GESER DAN PENGEMBANGAN TANAH Arifuddin, Arfendi; Zulfa, Ivana; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14507

Abstract

AbstractThe soil in the Panggung Village area, Kedung District, Jepara Regency, was found to have signs of collapse and uneven ground and fractures occurred in structural bulkheads due to uneven and stable land subsidence. One of the factors causing the signs of failure, cracks and faults is triggered because most of the area has a type of soil with a low level of shear strength.In this study, an experiment was conducted on mixing the original soil with a mixture of added materials in the form of teak wood powder and coconut fibers and gypsum. The percentage of addition of added materials is 8%, 10% and 12% and 3% gypsum with two ratios of added materials (25% SKJ and 75% SKP) with a comparison (75% SKJ and 25% SKP) to determine the nature of the original soil after Added materials are added by testing physical properties and engineering properties.From the research that has been done, the percentage of addition of added material that shows the best soil characteristics is adjusted to the percentage of comparison, namely the highest specific gravity test from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), Atteberg limit test with the lowest plasticity index of the addition of 10 % in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), testing the lowest optimum proctor modified moisture content from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP) with the maximum dry soil density from the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP), in the CBR test the highest CBR value occurred in the 8% addition test, the soil shear strength test used the highest soil cohesion value from the addition of 10% in the comparison percentage (75% SKJ and 25% SKP) and used an increase in the highest value of the shear angle of the soil in the addition of 8% on the percentage (75% SKJ and 25% SKP) , then testing the land development uses the smallest value that occurs in the addition of 8% in the comparison percentage (25% SKJ and 75% SKP). Keywords: Soil Waste, Soil Stabilization, Direct Shear, Swelling