Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISA DESAIN PELEBARAN PERKERASAN LENTUR PADA JALAN WOLTER MONGINSIDI SEMARANG Trisno, Trisno; Tegar, Ais Anantatama; Husodo, Ibnu Toto; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.074 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.8528

Abstract

Jalan merupakan salah satu dari prasarana transportasi yang mempunyai fungsivital dalam usaha pengembangan kehidupan masyarakat. Jalan juga termasuk salahsatu prasarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesiauntuk melakukan mobilisasi keseharian sehingga volume kendaraan yang melewatisuatu ruas jalan mempengaruhi kapasitas dan kemampuan dukungnya.Jalan Wolter Monginsidi Semarang, jalan yang merupakan jalur alternatifepenghubung jalur utama kaligawe menuju kawasan pedurungan atau selatanSemarang. Berdasarkan data dari dinas bina marga kota Semarang jalan WolterMonginsidi genuk Semarang panjang ruas jalannya yaitu 7921.76 m, memiliki lebar 8m dan status jalannya termasuk dalam jalan kota, danberdasarkan data yang lamajalanWolterMonginsi digenuk Semarang ini memiliki panjang ruas 400.91 m dan lebar4 m serta masih termasuk dalam jalan kota.Berdasarkan permasalahan yang ada dijalan Wolter Monginsidi Semarang tersebutmaka pada tugas akhir ini kami melakukan penelitian dengan judul Analisis DesainPelebaran Perkerasan Lentur Pada Jalan Wolter Monginsidi Semarang.Kapasias jalan yang semakin memenuhi pengguna jalan maka hambatan untukberkendara semakin sedikit (tidak macet).
PEMANFAATAN BATU BLONDOS SUNGAI LONING DESA MLUWEH KEC. UNGARAN TIMUR KAB. SEMARANG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN ASPAL POROUS Irfan, Misbakhul; Kusuma, Fiki Rifan; Budirahardjo, Slamet; Husodo, Ibnu Toto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12852

Abstract

Asphalt porous merupakan campuran bergradasi terbuka (open graded) dengan persentase agregat kasar yang besar, persentase agregat halus yang kecil, sehingga menyediakan rongga udara yang besar. Aspal porus merupakan inovasi untuk mengurangi genangan air di atas permukaan jalan. Aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah namun memiliki nilai permeabilitas yang tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran lapisan perkerasan sebagai sistem drainase. Aspal porus digunakan pada jalan yang memiliki lalu lintas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas dan kekuatan material berdasarkan kriteria marshall dengan agregat yang bersumber dari Kakaskasen dan diatur di laboraturium sehingga memiliki parameter komposisi campuran sebagai bahan pengisi dan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat. Rancangan campuran berdasarkan komposisi agregat sesuai dengan persyaratan gradasi (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau disingkat AC-WC dan dicari kadar aspal perkiraan dibuat benda uji marshall. Kadar aspal ditetapkan dulu menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dan dibuat benda uji marshall dengan 5 variasi kadar batu blondos serta dilakukan pengujian untuk mendapatkan nilai permeabilitas dimana air di dalam tabung jatuh bebas kedalam mould yang berisi benda uji pada ketinggian tertentu sampai melewati rongga pada campuran. Hasil penelitian menunjukkan pada campuran aspal porus didapat kadar aspal terbaik 4.7% dengan kadar batu blondos sebesar 75% diperoleh nilai stabilitas 870,1 mm, flow 5,5 mm, VIM = 19,6 %, MQ = 203,4 kg/mm, semua besaran nilai kriteria marshall memenuhi nilai batas-batas spesifikasi. Hasil penelitian permeabilitas aspal porus didapat 0%; 0,48 cm/s , 25%; 0,81 cm/s, 50%; 0,60 cm/s, 75%; 0,34 cm/s, 100%; 0,63 cm/s, darisemua besaran nilai permeabilitas aspal yang memenuhi batas-batas kriteria spesifikasi adalah 75% campuran batu blondos. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh bahwa campuran aspal porus dengan menggunakan material bersumber dari Sungai Loning dengan menggunakan bahan pengikat aspal penetrasi 60/70 memiliki nilai stabilitas yang tinggi dan memiliki nilai permeabilitas yang tinggi tapi campuran tersebut masih layak digunakan pada kondisi jalan yang lalulintas rendah. Dengan demikian disarankan untuk campuran aspal porus melakukan penelitian yang lebih lagi dengan menggunakan sumber material yang berbeda serta bahan pengikatnya dan perlu diadakan penelitian lanjutan tentang kinerja marshall seiring dengan pengaruhnya kekuatan pada campuran perkerasan. Kata Kunci: Aspal porus, Permeabilitas, Aspal Penetrasi 60/70, Batu Blondos.Kata Kunci: Aspal porous, Marshall, Permeabilitas, Batu Blondos
ANALISIS PENGARUH SERBUK CANGKANG KERANG HIJAU SEBAGAI FINE AGREGAT TERHADAPKUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR CAMPURAN BETO Setiawan, Yudi Wahyu; Septyawan, Bayu Adhy; Husodo, Ibnu Toto; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.338 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v1i2.9449

Abstract

Seiring perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi. Beton digunakan pada kegiatan konstruksi seperti pekerjaan bangunan tinggi, jembatan, dan bendungan. Beton didefisinikan sebuah bahan komposit dengan penyusun utama agregat halus, agregat kasar, semen, dan air. Banyaknya limbah cangkang kerang hijau yang membuat kami tertarik untuk meneliti pengaruh penggantian serbuk cangkang kerang pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisa berapa kuat tekan dan kuat lentur optimum beton dengan variasi serbuk cangkang kerang 5%, 10%, dan 20% pada umur 14 dan 28 hari.Penelitian dilakukan dengan cara mix design, dengan membuat sampel beton Standar 25 MPa sebagai kontrol, kemudian membuat sampel beton variasi dengan campuran agregat halus serbuk cangkang dengan komposisi 5%, 10%, dan 20% dari kebutuhan agregat halus. Digunakan sampel silinder ( Ø = 15 cm, h = 30 cm) dan balok ( 15 x 15 x 60 cm). Sampel di uji kuat tekan dan kuat lenturnya pada umur 14 dan 28 hari.Dari hasil penelitian umur 14 hari nilai rata - rata kuat tekan beton standar yang didapat 25,46 Mpa, pada campuran 5% nilai kuat tekan 25,55Mpa, campuran 10% sebesar 29,504 Mpa, campuran 20% sebesar 27,1 Mpa. Dari hasil tersebut diketahui nilai kuat tekan paling besar adalah 10 %. Sedangkan pengujian kuat lentur benda uji berupa balok dengan ( 15 x 15 x 60 cm).Dari hasil pengujian umur 14 hari nilai rata - rata kuat lentur beton standar yang didapat 33,55 kg/cm², campuran 5% nilai kuat lentur 45,33 kg/cm², campuran 10% diperoleh 53,9kg/cm², campuran 20% nilai kuat lentur 60,759kg/cm².
Perencanaan Gedung Asrama Putra Universitas PGRI Semarang (Lokasi : Jalan Gajah Raya Nomor 40 Sambirejo Gayamsari Semarang) sandra, Susandra; Astiyani, Heni; Kristiawan, Agung; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.421 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.5425

Abstract

Perkembangan pendidikan perguruan tinggi di Indonesia begitu pesat baik yang dikelola oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Banyaknya perguruan tinggi yang berada di bawah naungan pihak swasta yang dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya Universitas PGRI Semarang memberikan fasilitas bagi mahasiswa berupa asrama. Skripsi dengan judul “Perencanaan Gedung Asrama Putra Universitas PGRI Semarang”, memiliki rumusan masalah bagaimana analisis dan perhitungan struktur serta berapa nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada struktur. Tujuan skripsi ini adalah untuk mengetahui analisis dan perhitungan struktur serta nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada struktur tersebut. Teknik analisis data pada skripsi ini untuk perhitungan manual menggunakan program bantuan yaitu Microsoft Excel dan sebagai kontrol menggunakan program SAP 2000. Adapun sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari instansi terkait yaitu Universitas PGRI Semarang. Berdasarkan analisis data yang telah dihitung, diperoleh kesimpulan jenis atap yang digunakan untuk perencanaan gedung yaitu baja. Dimensi ring balk yaitu 250 x 500 mm. Tebal plat lantai yang digunakan 12 cm. Balok B1 dan B2 dimensinya 200 x 150 mm. Balok B3, B4, B5 dan B6 dimensinya 500 x 250 mm. Balok yang ditinjau untuk portal dimensinya 300 x 500 mm. Kolom K1 direncanakan dengan dimensi 50 x 50 cm dan kolom K2 yaitu 45 x 45 cm. Tie beam direncanakan dengan dimensi 250 x 400 mm dengan tulangan 5D16. Pondasi yang digunakan yaitu  tiang pancang dengan 6 titik pemancangan pada kedalaman 20 m. Dimensi pile cap yaitu 4,2 x 2,7 m.
Rancangan Perbandingan Pelebaran Perkerasan Jalan Lentur Dengan Metode Bina Marga 1987 dan Bina Marga 2017 Pada Ruas Jalan Semarang – Purwodadi di Kecamatan Tegowanu Pada STA 25+700 – STA 27+700 Ni'am, Muhammad Choirul; Fajar Budi Prasetyo, Reno Martin; Husodo, Ibnu Toto; Budirahardjo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14515

Abstract

ABSTRACTThe road is a means of transportation that then develops into a means of transportation in carrying out economic activities both accessibility and mobility of goods and services. Heavy traffic and violations on road users and owners of large vehicles passing through often make construction on road pavements damaged.Road widening is one of the main structures in road construction where the construction system is required to be able to provide safety and comfort for its users. Factors that affect the performance of road pavements are passing traffic, weather, pavement layer design, as well as maintenance.In this study, an analysis was carried out for thick layers of road pavement using the Bina Marga Component Analysis Method 1987 and the Bina Marga Method 2017 so that later it would be obtained a thick layer of pavement according to needs. CBR data is obtained from field DCP results conducted by self-testing. For the planned plan life of 20 years, the traffic growth rate is 4.4% and the functional classification of the road is a collector's road.From the results of calculations obtained each thickness of the flexible pavement layer, namely: Bina Marga Component Analysis Method 1987 has a layer value of D1 = 10 cm, D2 = 20 cm, D3 = 30 cm as well as the Bina Marga Method 2017 has a layer value of D1 = 8.75 cm, 15 = cm, D3 = 15 cmKeywords: Road Widening, Component Analysis 1987, Bina Marga 2017
PENGARUH PEMAKAIAN AGREGAT HALUS (MUNTILAN, KALI BODRI, SINGOROJO) TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA VARIASI GEOMETRI SILINDER Abidin, Ali Nur; Panolas, Yoga Bagus; Budirahardjo, Slamet; Kristiawan, Agung
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12849

Abstract

Penggunaan beton semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Penggunaan beton sebagai salah satu pilihan disebabkan karena beton memiliki sifat kuat tekan yang tinggi. Core drill adalah suatu metode pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti kuat tekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat tekan beton dengan perbandingan 1PC:2PS:3KR pada ukuran silinder 15 x 30 cm, dan perbandingan 1PC:2PS:3KR pada ukuran silinder 10 x 15 cm, 10 x 18 cm, 10 x 20 cm, dengan agregat halus (muntilan, kali bodri, dan singorojo). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen. Sampel penelitian ini menggunakan beton keras dengan mengganti agregat halus pasir muntilan, kali bodri, dan singorojo. Pengujian menunjukan nilai kuat tekan beton dengan perbandingan 1PC:2PS:3KR dengan ukuran silinder 15 x 30cm dengan agregat halus umur 14 hari nilai kuat tekan beton (muntilan : 10,19 Mpa, kali bodri ; 8,90 Mpa, singorojo : 8,90 Mpa) dan umur 21 hari (muntilan : 11,22 Mpa, kali bodri : 9,73 Mpa, singorojo : 9,34 Mpa). Pengujian menggunakan cetakan variasi geometri silinder (10 x 20cm, 10 x 18cm, 10 x 15cm) mempengaruhi nilai kuat beton dan pemakaian agregat halus yang berbeda (pasir muntilan, kali bodri, dan singorojo) juga mempengaruhi nilai kuat tekan beton. Dari hasil perbandigan 1PC:2PS:3KR penggunaan pasir muntilan lebih disarankan untuk material kontruksi beton karena nilai kuat tekan beton pasir muntilan lebih tinggi.Kata Kunci: Pasir Muntilan, Kali Bodri, Singorojo, Kuat Tekan
ANALYSIS OF ROAD SURFACE DISTRESS USING PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) AND BINA MARGA METHOD (Case Study: Jalan KH. Abdurahman Wahid, STA. 0+000 – STA. 1+950, Wonosobo Subdistrict) Nugroho, Galang -; Saputra, Vian Guntur; Wardani, Agustina; Budirahardjo, Slamet
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v6i2.25079

Abstract

Wonosobo is one of the tourist destinations in Central Java, making highways a vital element in supporting the mobility of both residents and visitors. One of the strategic roads is Jalan KH. Abdurahman Wahid, which connects the center of Wonosobo City with the Dieng Tourism Area. The surface condition of this road segment shows various types of damage that have the potential to disrupt transportation flow. This study aims to analyze the surface layer damage on Jalan KH. Abdurahman Wahid from STA. 0+000 to STA. 1+950 in Wonosobo District using two approaches: the Pavement Condition Index (PCI) method and the Bina Marga Method. The PCI method is used to evaluate the extent of damage based on visual inspection results, while the Bina Marga Method is employed to identify types of damage and determine their handling priority levels through the calculation of Priority Order (Urutan Prioritas/UP). The survey and analysis results indicate eight types of damage based on the Pavement Condition Index (PCI), with an average PCI score of 35.62 (categorized as Very Poor), and the lowest score of 20 (categorized as Serious) found in sample units 3, 10, and 13. According to the Bina Marga Method, six types of damage were identified with a Priority Order (UP) value of 6, indicating that the road segment falls into the priority category for Periodic Maintenance. It can be concluded that this road segment requires immediate treatment either in specific sections or along the entire stretch. The analysis results are expected to serve as a consideration for relevant agencies in managing road infrastructure effectively and sustainably.
Analysis of the Bearing Capacity of Bore Pile Foundation on the C83 Suites Building Countruction Project in Cirebon Zuliyanto, Muhammad Dwi; Budirahardjo, Slamet; Rizani, Mohammad Debby
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v6i2.24614

Abstract

In soil testing using sondir in the C83 Suites building construction project in Cirebon City, the lowest soil carrying capacity was found at the S-1 point. In this study, an analysis of the carrying capacity of a bore pile with a diameter of 40 centimeters with a depth of 12 meters was carried out to obtain a comparison of calculation results using three methods, namely the LCPC (Bustamante Gianeselli) method, the Schmertmann Nottingham method, and the Direct method. The results of the calculation using the LCPC method (Bustamante Gianselli) obtained Qu= 232,001 tons, Qa = 92,800 tons. Then using the Schmertmann Nottingham method, Qu= 301,764 tons was obtained, Qa = 120,705 tons. Meanwhile, using the Direct method, it was obtained at the S-1 point with Qu= 115,158 tons, Qa = 46,063 tons.