Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Criminal Profiling Terhadap Pelaku Pembunuhan Berencana Berbasis General Theory Of Crime Pascal Caya Khrisna Wicaksana; Lucky Nurhadiyanto
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024): UNES LAW REVIEW (Juni 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.1842

Abstract

Criminal Profiling is a method of investigating criminal phenomena. Criminal profiling involves creating a criminal profile to determine the background of the perpetrator. Premeditated murder is a heinous crime because the manner in which the perpetrator commits the murder requires planning. This plan includes what items to use, when, the right opportunity to do so, and how to escape. Therefore, this research discusses the role of criminal profiling of premeditated murder offenders in Indonesia based on the General Theory of Crime. The theory used will discuss 3 important points of the theory, namely implusive, low self-control, and opportunity. This study collects 5 examples of premeditated murder cases to be studied and presents the results of profiling the perpetrators based on the results of press conferences held by the police and summaries of several news articles. The profiles observed include the perpetrators' motives, modus operandi, socio-cultural conditions, and demographics. The method used in this research is a systematic literature review; this method requires researchers to collect and select articles, books and magazines related to this research. In addition to journal articles and books, researchers also collected references to newspaper articles to explore the development of these cases.
Analisis Fenomena Drifting Liar dalam Perspektif Asosiasi Diferensial: Studi Kasus di Pondok Indah Yusuf Mujaddid; Lucky Nurhadiyanto
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024): UNES LAW REVIEW (Juni 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.1991

Abstract

: Street drifting is a phenomenon in which drivers perform high-risk manoeuvres on public roads without permission, has become an increasingly acute social and security issue. In Indonesia, the legality of this activity refers to compliance with the regulations of the applicable laws. Drifting permitted on the circuit under the provisions of the Indonesian Motor Union (IMI), however, often develops in an illegal context. The research uses a qualitative approach to explore the phenomenon of wild drifting in the Indah Pondok area, South Jakarta. Data collection methods involve field observations, interviews with two active perpetrators drifting wild in the area, and literature studies. The data obtained was then analyzed using the differential association theory by Edwin Sutherland (1939). The results of the analysis show that the motivation to engage in wild drifting is heavily influenced by social interaction, intimate groups, attitudes to the law, and physical conditions of the location. Wild drifters greatly appreciate the sensation of adrenaline, freedom, and flexibility offered by this activity.
Sexting in Teenagers: The Risk of Revenge Porn Threats in a Victimology Perspective Nurhadiyanto, Lucky
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3512

Abstract

Technology development in the digital era has significantly changed social interaction patterns, including adolescent dating styles. One of the emerging phenomena is sexting, which is sending sexual content through digital media, which often leads to the threat of revenge porn. This study aims to understand the risk of revenge porn victimization in the context of victimology with a qualitative descriptive-exploratory approach. Data were collected through in-depth interviews with victims, observations, and review of related documents. The results of the study indicate that revenge porn is a form of Online Gender-Based Violence (OGV) driven by toxic relationships, where perpetrators use the victim's sexual content as a means of control or revenge. These findings also reveal the importance of digital literacy, legal protection, and the role of psychosocial counseling in preventing and handling revenge porn cases. This study highlights the need for a holistic approach involving legal, social, and educational aspects to protect victims and prevent this phenomenon. 
Pengaruh Broken Home Terhadap Perilaku Bullying yang Dilakukan oleh Remaja Rhamadan Firdaus; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua harus mampu memberikan arahan dan memerhatikan anaknya walapun sedang mengalami keretakan dalam rumah tangga, agar sang anak tidak menjadi pelaku tindakan bullying yang dapat memberikan rasa trauma terhadap korbannya. Penelitian berfokus untuk mengetahui pengaruh broken home terhadap tingkat perilaku bullying dan menganalisis broken home terhadap perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja menggunakan teori netralisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei yang teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Penelitian menggunakan teknik netralisasi sebagai bahan analisis teorinya yaitu denial of responsibility, denial of injury, denial of victim, condemnation of condemners, dan appeal to higher loyalities. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil sampel remaja yang mengalami broken home dan menjadi pelaku bullying di Desa Kadu. Hasil penelitian ini adalah (1) adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara broken home terhadap perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Desa Kadu dan pengaruh broken home sebesar 32,8% terhadap perilaku bullying yang dilakukan remaja di Desa Kadu, (2) ada 3 teknik netralisasi yang terdapat hubungan dalam penelitian ini, yaitu denial of responsibility, denial of injury, dan denial of victim.
Pengaruh Broken Home Terhadap Perilaku Bullying yang Dilakukan oleh Remaja Rhamadan Firdaus; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua harus mampu memberikan arahan dan memerhatikan anaknya walapun sedang mengalami keretakan dalam rumah tangga, agar sang anak tidak menjadi pelaku tindakan bullying yang dapat memberikan rasa trauma terhadap korbannya. Penelitian berfokus untuk mengetahui pengaruh broken home terhadap tingkat perilaku bullying dan menganalisis broken home terhadap perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja menggunakan teori netralisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei yang teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Penelitian menggunakan teknik netralisasi sebagai bahan analisis teorinya yaitu denial of responsibility, denial of injury, denial of victim, condemnation of condemners, dan appeal to higher loyalities. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil sampel remaja yang mengalami broken home dan menjadi pelaku bullying di Desa Kadu. Hasil penelitian ini adalah (1) adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara broken home terhadap perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Desa Kadu dan pengaruh broken home sebesar 32,8% terhadap perilaku bullying yang dilakukan remaja di Desa Kadu, (2) ada 3 teknik netralisasi yang terdapat hubungan dalam penelitian ini, yaitu denial of responsibility, denial of injury, dan denial of victim.
Viktimisasi Struktural terhadap Pekerja Twin Plaza Hotel terkait Standar Upah Minimum Sektoral Provinsi DKI Jakarta Figal Fathrusi Kusbiantoro; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 1 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses how victimization workers in the Twin Plaza Hotel can happen using victimology theory and structural victimization. The application of structural victimization theory, is expected to know how workers or employees can be victims, as well as how the hotel Twin Plaza companies that are the owners of capital commit violations and non-violent crimes against His workers use the theories of victimology and structural victimization. This study uses a qualitative research approach and described using descriptive type, data collection done by interview, as well as conducting studies on the literature or related documents. The results of this study have seen and described the process of occurrence of victimization in the hotel Twin Plaza, impact as well as how to overcome violations and non-violent crimes committed by the company against its workers.
Analisis Cyberbullying pada Remaja Berbasis Routine Acitivity Theory (Teori Aktivitas Rutin) di Media Sosial Instagram Haryo Bimo Waskito; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telah memberikan perubahan terhadap cara interaksi setiap individu dengan individu lainnya. Melalui perkembangan tersebut, hadirlah sebuah ruang digital yang disebut media sosial. Skripsi ini membahas mengenai berakibat buruk dari menggunakan media sosial, yaitu cyberbullying pada remaja di media sosial Instagram. Penulis memilih Instagram karena berdasarkan hasil survei yang penulis lakukan, dikatakan bahwa remaja memilih Instagram sebagai media sosial yang sering digunakan. Dan mereka setuju bahwa saat ini, cyberbullying sering terjadi di media sosial Instagram. Selanjutnya penulis ingin mengetahui bagaimana cyberbullying pada remaja di media sosial Instagram bisa terjadi menggunakan teori aktivitas rutin. Teori aktivitas rutin merupakan teori yang diciptakan oleh Cohen dan Felson. Mereka menganggap bahwa kejahatan dapat terjadi karena terdapat kesempatan dalam rutinitas sehari - hari. Adanya kesempatan dalam rutinitas sehari - hari dilihat berdasarkan 3 faktor yaitu (1) target yang sesuai, (2) perlindungan yang mampu, (3) pelaku yang termotivasi. Melalui penerapan teori aktivitas rutin, diharapkan dapat mengetahui bagaimana seorang pengguna Instagram bisa menjadi korban, mengapa seseorang bisa menjadi pelaku cyberbullying, serta bagaimana cara mencegah dan menghindari cyberbullying. Skripsi ini memakai pendekatan penelitian kualitatif dan dijelaskan menggunakan jenis deskriptif, penggabungan data dilakukan dengan interview, serta melakukan studi terhadap literatur atau dokumen yang terkait. Hasil pada penelitian ini telah melihat dan menggambarkan proses terjadinya cyberbullying di media sosial Instagram, dampak serta cara menghindari dan mencegah cyberbullying.
Determinan Flaming Terhadap Atlet Esport Dalam Perspektif Teori Space Transition of Cyber Crime di Instagram (Studi Kasus Skandal Listy Chan) Harley Muhammad Fawzy; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial ialah salah satu platform penyebaran suatu informasi yang lengkap, media sosial dapat mengikutsertakan masyarakat ke dalam suatu pola budaya yang baru. Kemudahan dalam menerima informasi dan membuat media sosial banyak digemari oleh banyak orang, namun segala kemudahan ini tidak selalu memiliki dampak yang positif, banyak bentuk kejahatan yang muncul akibat terjadinya kemajuan dalam bidang teknologi, salah satunya ialah cyberbullying. Cyberbullying dapat dijelaskan sebagai tindakan tercela yang sengaja dengan mengirimkan sebuah teks elektronik yang berisi ejekan, celaan, hujatan atau pelecehan melalui media sosial. Hal ini disebabkan dengan adanya kemudahan dalam mengunduh sebuah aplikasi yang hanya bermodalkan sebuah internet dan perangkat genggam yang memadai. Aplikasi Instagram menjadi salah satu aplikasi yang sering digunakan banyak orang, kepopuleran Instagram juga di peroleh dari adanya tren baru berupa Selebgram. Selebgram merupakan julukan yang diberikan kepada seseorang terkenal di dalam media tersebut. Kepopuleran Selebgram ini harus dapat mnghadapi ketenaran dan juga berbagai komentar hujatan jahat serta negatif dari para pengguna yang tidak menyukainya atau tidak sependapat dengan Selebgram tersebut sehingga dapat dikategorikan sebagai bentuk tindak flaming dalam jenis cyberbullying yang ada.
FENOMENA KONFLIK SUPORTER SEPAK BOLA “THE JAK MANIA” DAN “VIKING” DALAM PERSPEKTIF HATE CRIME Wahyu Fajar Prasetyo Hadi; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 2 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena konflik suporter sepak bola seperti "The Jak mania" dan "Viking Dalam Perspektif Hate Crime Perselisihan" dalam kasus perseteruan fenomena konflik dan juga disertai kejahatan kebencian antar kelompok suporter sepak bola, seperti antara "The Jak" dan "Bobotoh". Seperti yang diketahui, konflik ini disebabkan oleh sejarah perselisihan, tindakan provokatif, pembatasan aktivitas, stigma sebagai biang onar, dan kekalahan yang tak layak, menurut mereka adalah beberapa bentuk kekecewaan yang 'pantas' direaksi kepada siapapun yang dianggap 'patut disalahkan'. Solusi seperti pengetatan keamanan, pembatasan penonton, atau larangan bermain tidak akan berhasil. Dia disebut "pereda nyeri". Meskipun tidak begitu sakit selama beberapa saat, masalah ini tidak hilang. Potensi untuk melakukan kekerasan ada di mana-mana. Seberapa brutal itu benar-benar bergantung pada seberapa kuat dan intens kebencian itu. ditambah ketidakpuasan dan masalah hidup yang membelit pelakunya. Sampai saat ini, belum ada kesepakatan yang dicapai.
Mapping Game: Identifikasi Hotspot Kasus Pemerkosaan di Indonesia Periode 2010-2019 Galih Panji Prakoso; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 3 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang identifikasi Hotspot daerah yang akan rawan dengan kejahatan pemerkosaan di Indonesia, salah satu kejahatan ini yang setiap tahunnya mengalami fluktuaktif dan mengalami kenaikan selama 3 tahun terakhir ini menjadi perhatian. Selain kasus yang semakin naik dengan adanya penggambaran provinsi yang rawan akan kejahatan ini akan memudahkan petugas kepolisian dalam mengambil keputusan untuk melakukan patroli dan memperketat penjagaan atau melonggarkan, dengan adanya penelitian masyarakat juga dengan mudah dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya agar kejahatan yang serupa tidak akan terjadi lagi. Adanya mapping identifikasi hotspot ini membanding juga daerah dengan perolehan kasus tertinggi dan terendah, serta menggambarkan kasus skala nasional.