Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KEKARANTINAAN KESEHATAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT INFEKSI EMERGING DI WILAYAH KERJA DALAM KOTA PADA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I BANDA ACEH Rahmat Setiadi; Rahmayani Rahmayani; Burhanuddin Syam; Evi Dewi Yani; Sri Rosita; Ismail Ismail
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5724

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyakit infeksi emerging merupakan ancaman kesehatan global yang memerlukan kesiapan petugas kekarantinaan kesehatan, terutama di wilayah kerja dalam kota dengan akses pintu masuk internasional seperti Banda Aceh. Pengetahuan dan sikap petugas diduga berperan penting dalam menentukan tingkat kesiapan mereka menghadapi penyakit tersebut. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh pada wilayah kerja dalam kota berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian: dari hasil analisis bivariat didapatkan variabel pengetahuan p value=
HUBUNGAN MASA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM PROGRAM PELAYANAN KB DI KABUPATEN ACEH BESAR Burhanuddin Syam; Tri Wahyuni; Evi Dewi Yani; T.M. Rafsanjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5048

Abstract

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai kegiatan kependudukan yang telah dirancang oleh BKKBN. Di Kabupaten Aceh Besar terdapat 23 Kecamatan dengan 604 desa, dengan 73 tenaga PKB. Kuatnya pengaruh sosial budaya di wilayah Aceh Besar sehingga masyarakat tidak mau untuk menggikuti program KB dan produktivitas kerja PKB menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lingkungan kerja dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga PKB yang ada di 9 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada tanggal 11-14 Juni 2024. Data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan masa kerja (p = 0,026), ada hubungan lingkungan kerja (p = 0,001) dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian dapatdismpulkan bawah faktor masa kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan produktivitas tenaga penyuluh keluarga berencana dalam program pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar.  
HUBUNGAN MASA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM PROGRAM PELAYANAN KB DI KABUPATEN ACEH BESAR Burhanuddin Syam; Tri Wahyuni; Evi Dewi Yani; T.M. Rafsanjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5048

Abstract

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai kegiatan kependudukan yang telah dirancang oleh BKKBN. Di Kabupaten Aceh Besar terdapat 23 Kecamatan dengan 604 desa, dengan 73 tenaga PKB. Kuatnya pengaruh sosial budaya di wilayah Aceh Besar sehingga masyarakat tidak mau untuk menggikuti program KB dan produktivitas kerja PKB menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lingkungan kerja dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga PKB yang ada di 9 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada tanggal 11-14 Juni 2024. Data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan masa kerja (p = 0,026), ada hubungan lingkungan kerja (p = 0,001) dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian dapatdismpulkan bawah faktor masa kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan produktivitas tenaga penyuluh keluarga berencana dalam program pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KEKARANTINAAN KESEHATAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT INFEKSI EMERGING DI WILAYAH KERJA DALAM KOTA PADA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I BANDA ACEH Rahmat Setiadi; Rahmayani Rahmayani; Burhanuddin Syam; Evi Dewi Yani; Sri Rosita; Ismail Ismail
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5724

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyakit infeksi emerging merupakan ancaman kesehatan global yang memerlukan kesiapan petugas kekarantinaan kesehatan, terutama di wilayah kerja dalam kota dengan akses pintu masuk internasional seperti Banda Aceh. Pengetahuan dan sikap petugas diduga berperan penting dalam menentukan tingkat kesiapan mereka menghadapi penyakit tersebut. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh pada wilayah kerja dalam kota berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian: dari hasil analisis bivariat didapatkan variabel pengetahuan p value=
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Pascabencana melalui Teknologi Tepat Guna di Gampong Beurawang, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Syam, Burhanuddin; Indiraswari, Tika; Susmanto, Susmanto; Viena, Vera; Juliana, Cut
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/w9cx5909

Abstract

Limited access to clean water and adequate sanitation is a major problem faced by communities in post-disaster areas in Gampong Beurawang, Meureudu Subdistrict, Pidie Jaya Regency. This condition increases the risk of environmental-based diseases and reduces the overall quality of life of the community. This community service activity aims to improve access to clean water and sanitation through the application of Appropriate Technology (TTG) and participatory community empowerment. The methods used include problem identification, program planning, implementation of simple water purification technology, education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as monitoring and evaluation. The results indicate an improvement in community understanding of PHBS, the availability of simple clean water facilities, and increased community participation in environmental sanitation management. This program is expected to be sustainable through active