Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Keanekaragaman Capung (Odonata) Di Tepi Sungai Kali Desa Kali Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara Lino, Juniati; Koneri, Roni; Butarbutar, Regina Rosita
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.23767

Abstract

Capung merupakan komponen keanekaragaman hayati yang memiliki peran sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan menganalisis keanekaragaman capung di Sungai Kali Desa Kali, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan metode purposive random sampiling. Penelitian ini dilaksanakan pada tepi sungai kali  yang terletak pada tiga  tipe habitat yaitu di tepi sungai hutan sekunder, tepi sungai perkebunan dan tepi sungai permukiman. Masing-masing habitat dibuat tiga garis transek dengan panjang 300 Meter. Komposisi capung yang diperoleh terdiri dari 6 famili, 19 spesies dan 1.785 individu. Famili yang paling banyak ditemukan jumlah spesiesnya adalah Libellulidae. Spesies yang memiliki kelimpahan yang tertinggi Neurothemis ramburii dan Ortetrum pruinosum. Indeks kekayaan spesies di Sungai Desa Kali di kategorikan rendah, indeks keanekargaman di kategorikan sedang dan indeks kemerataan spesies tergolong dalam ketegori tinggiDragonfly is a biodiversity component that has a role as a bioindicator of environmental pollution. This study aims to identify species and analyze the diversity of dragonflies in Kali River Kali Village, Minahasa Regency, North Sulawesi. Sampling is done by using purposive random sampling method. This research was carried out on the river banks which are located in three habitat types, namely on the banks of secondary forest rivers, plantation banks, and residential riverbanks. Three transect lines were made on each habitat with a length of 300 meters. The dragonfly composition obtained consisted of 6 families, 19 species and 1,785 individuals. Most of the species are from family Libellulidae. Species with the highest abundance are Neurothemis ramburii and Ortetrum pruinosum. The species richness index in the Kali River River was categorized as low, the economic index was categorized as moderate, and the species evenness index was classified as high
Analisis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Pekarangan Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan Propinsi Sulawesi Utara Sulikan, Aprillya Pravitasari Chintya; Butarbutar, Regina Rosita; Rampe, Henny Lieke
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.57577

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) banyak ditanami di pekarangan rumah masyarakat desa yang berfungsi untuk mengobati beberapa penyakit. Tanaman obat keluarga telah digunakan sejak dahulu sebagai sumber pengobatan alami dan alternatif untuk berbagai masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis tanaman obat keluarga di pekarangan rumah masyarakat Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Jumlah sampel keseluruhan adalah sebanyak 40 lahan pekarangan rumah yang di dalamnya memiliki tanaman obat keluarga. Banyaknya organ tanaman obat yang digunakan dihitung berdasarkan presentase. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang diuraikan dalam bentuk gambar, tabel dan diagram. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 spesies tanaman obat keluarga (TOGA) dan 18 Famili di pekarangan masyarakat Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis tanaman yang banyak yang digunakan sebagai tanaman obat keluarga adalah Jambu (Psidium guajava), Kunyit (Curcuma longa), dan Lengkuas (Alpinia galanga). Organ tanaman yang paling banyak digunakan sebagai obat keluarga adalah daun dengan nilai presentase 82 % dan rimpang dengan nilai presentase 21 %. Family medicinal plants are widely planted in the yards of village communities which function to treat several diseases. Family medicinal plants have been used since ancient times as a source of natural and alternative medicine for various health problems. The aims of this research was to analyze the types of family medicinal plants in the home gardens of Sondaken village community, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research was the purposive sampling method. The total number of samples was 40 home yards which had family medicinal plants. The number of medicinal plant organs used was calculated based on the percentage. The data obtained were analyzed descriptively which were described in the form of figures, tables and diagrams. The results showed that there were 28 species of family medicinal plants and 18 families in the community yard of Sondaken Village, South Minahasa Regency. The types of plants that are widely used as family medicinal plants are Guava (Psidium guajava), Turmeric (Curcuma longa), and Galangal (Alpinia galanga). The most widely used plant organs as family medicine are leaves with a percentage value of 82% and rhizomes with a percentage value of 21%.
Seagrass, Talaud, Lobbo Identifikasi Jenis Lamun (Seagrass) dan Faktor Lingkungan di Pesisir Desa Lobbo Maabuat, pience Veralyn; kolondam, Beivy Jonathan; Langoy, Marnix Direns; Suoth, Verna Albert; Butarbutar, Regina Rosita
Jurnal MIPA Vol. 15 No. 2 (2026): Cover
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v15i2.66812

Abstract

Desa Lobbo Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan salah satu daerah yang  memiliki potensi ekosistem pesisir yang belum banyak terdokumentasi, khususnya ekosistem lamun. Ekosistem lamun memberikan kontribusi yang besar secara ekologis di pesisir, selain sebagai habitat biota dapat juga berperan dalam menjaga kestabilan substrat dan arus perairan. Lamun sebagai satu-satunya tumbuhan berbunga yang tumbuh di laut, menjadi salah satu produsen yang berperan dalam rantai makanan sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian. Pesisir sebagai salah satu lokasi yang erat dengan berbagai aktivitas manusia, terutama nelayan dalam mencari ikan atau sebagai tempat tambatan perahu, jalur transportasi laut, tentunya ikut mempengaruhi keberadaan dari lamun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lamun dengan menggunakan metode line transek dengan Teknik  jelajah pada area yang telah ditentukan  tempat tumbuhnya lamun yaitu dibelakang pemukiman penduduk yang menjadi tempat tambatan perahu nelayan dan sarana transportasi air yang berada di bagian tengah desa Lobbo.  Pengambilan data dan pengukuran faktor fisik kimia lingkungan dilakukan bersamaan dengan pengambilan data jenis lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis lamun dari 1 famili Cymodoceaceae yaitu  Halodule uninervis dan Halodule pinifolia yang tersebar secara berkelompok pada area tertentu. Hasil pengukuran Suhu, Salinitas, pH dan kecepatan arus mendukung keberadaan lamun Lobbo Village, North Beo District, Talaud Islands Regency is one of the areas that has potential coastal ecosystems that have not been widely documented, especially seagrass ecosystems. Seagrass ecosystems make a significant ecological contribution to the coastline. In addition to providing a habitat for biota, they also play a role in maintaining substrate stability and water currents. Seagrass, as the only flowering plant that grows in the sea, is one of the producers that plays a role in the food chain, so its existence needs attention. The coast, as a location closely related to various human activities, especially fishermen in search of fish or as a place to moor boats and a sea transportation route, certainly affects the existence of seagrass itself. This study aims to identify seagrass species using a Line transec method with explore in a predetermined area where seagrass grows, namely behind residential areas that serve as mooring places for fishermen's boats and water transportation facilities. Data collection and measurement of physical and chemical environmental factors were carried out simultaneously with the collection of seagrass species data. The results of the study show that there are two types of seagrass from the Cymodoceaceae family, namely Halodule uninervis and Halodule pinifolia, which are scattered in groups in certain areas. The results of measurements of temperature, salinity, pH and current velocity support the existence of seagrass