Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengendalian Penyakit Layu Stewart Pada Tanaman Jagung yang Ramah Lingkungan dengan Rizobakteri I Gede Rai Maya Temaja; GN Alit Susanta Wirya; Ni Made Puspawati; Muhammad Ikhsan Nulzaen
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.831 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.44-48

Abstract

ABSTRAKPenyakit layu stewart telah menimbulkan masalah besar bagi negara produsen jagung. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pantoea stewartii subsp. stewartii ini pertama kali dilaporkan keberadaannya pada tanaman jagung di Bali yaitu pada tahun 2017. Kejadian penyakit baru pada komoditas penting seperti jagung, sangat urgen untuk dicarikan solusi pengendaliannya. Menyusun strategi pengendalian penyakit, harus mengacu pada pertanian berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan dan keamanan lingkungan, kesehatan petani dan konsumen. Alternatif pengendalian yang yang merupakan tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan rhizobakteria sebagai penginduksi ketahanan tanaman terhadap penyakit layu stewart. Penelitian rumah kaca dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial dilakukan untuk menguji potensi rizobakteri sebagai agens penginduksi ketahanan tanaman jagung. Penelitian menggunakan dua faktor yaitu isolat rizobakteri (isolat TLKC, isolat CgBd dan tanpa isolat rizobakteri yaitu menggunakan air steril sebagai kontrol) dan cara apilkasinya (perendaman kecambah, perendaman akar bibit, dan penyiraman bibit). Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit, pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah daun), hasil (panjang dan berat tongkol per tanaman), total fenol dan kandungan asam salisilat. Perlakuan isolat rizobakteri CgBd yang diaplikasikan melalui perendaman kecambah merupakan perlakuan terbaik, karena memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun terbanyak, dan produksi yaitu panjang dan berat tongkol yang tertinggi; dan keparahan penyakit terendah. Rendahnya keparahan penyakit karena tanaman jagung memiliki ketahanan yang meningkat terhadap penyakit layu stewart. Indikator peningkatan ketahanan jagung terhadap penyakit layu stewart adalah peningkatan kandungan total fenol dan asam salisilat. Penelitian menyimpulkan bahwa rizobakteri isolat CgBd dan TLKC mampu berperan sebagai agens penginduksi ketahanan sistemik dan sekaligus sebagai pemacu pertumbuhan tanaman; dan cara aplikasi rizobakteri yang terbaik adalah melalui perendaman kecambah jagung pada suspensi rizobakteri. Kata kunci: jagung, Pantoea, rizobakteri, perendaman kecambah, keamanan lingkunganABSTRACTStewart wilt disease has caused major problems for corn producing countries. Disease caused by Pantoea stewartii subsp. stewartii was first reported its existence on corn plants in Bali, in 2017. The incidence of new diseases on essential commodities such as corn, it is very urgent to look for its control solutions. Devise strategies for disease control, it should refer to sustainable agriculture by considering the balance and the environmental security, the health of farmers and consumers. An alternative control which is the purpose of this research is the utilization of rhizobakteria as inducers of plant resistance to stewart wilt disease. Greenhouse studies was designed using a randomized block design (RBD) with factorial pattern was conducted to test the potential rhizobakteria as inducer agents of plant resistance. The study was used two factors, namely: rizobakteri isolates (TLKC isolate, CgBd isolate and without rizobakteri isolates i.e. using sterile water as a control) and the way applications (soaking of sprouts, soaking of seedling root and watering the seeds). The variables measured were disease severity, plant growth (plant height and number of leaves), productions (length and weight of cobs per plant), phenols total and salicylic acid contents. Treatment of CgBd isolate applied trough sprouts soaking was the best treatment. It was giving the effects on plant growth, namely: the highest plant height and leaves number; production that were the highest of length and weight of cobs per plant; and the lowest disease severity. The low level of disease severity because the corn plants had increased resistance to stewart wilt disease. The indicator of increased corn resistance to stewart wilt disease was an increase in total content of phenols and salicylic acid. The study concluded that CgBd and TLKC rizobakteri isolates able to act as inducer agent of systemic resistance as well as plant growth promoters; and the best way of rizobakteri isolates application was through sprouts soaking on rizobakteri suspension.Keywords: corn, Pantoea, rhizobakteria, sprouts soaking, environmental securityCitation: Temaja, I G. R.M., Wirya, G.N.A.S., Puspawati, N.M. dan Nulzaen. M.I. (2018). Pengendalian Penyakit Layu Stewart Pada Tanaman Jagung yang Ramah Lingkungan dengan Rizobakteri. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 44-48, doi:10.14710/jil.16.1.44-48
Identification and Characterization of Soft Rot Bacterial Pathogens on Phalaenopsis Orchid in Bali I Putu Wirya Suputra; Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya; Nyoman Bintang Kartika Sari; I Gede Rai Maya Temaja; Ni Luh Putu Citra Innosensia
CROPSAVER Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v5i1.39284

Abstract

The moth orchid (Phalaenopsis sp.) is one of the most popular orchids due to the various colors with distinctive shapes of the flowers. Soft rot disease caused by Pectobacteriaceae (SRP) family is commonly found infected this plant. The infected orchid showed pale-colored to blackish slimy rot. This research was conducted in three locations namely Denpasar, Badung, and Karangasem, and resulted in 10 candidates for pathogenic bacteria. The pathogenicity test of the pathogen candidates was carried out by injecting bacterial suspension into the orchid leaf tissue with the result of 6 bacterial isolates showing soft rot symptoms. Moreover, two specific primers Dda1F-Dda1R and Pcc3F-Pcc3R for Dickeya spp. and Pectobacterium spp. consecutively were used for the PCR test. The electrophoresis result of the PCR product identified the bacteria isolated from infected plants as Dickeya spp. Dickeya spp. showed white to yellowish-white colony color, with convex and circular colony form on PDA medium.
Resistance of Several Local Rice Varieties to Isolate Tungro Virus from Muara Ruimassa, Reymas; Manzila, Ifa; Temaja, I Gede Rai Maya; Sudana, I Made
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.1.1-8

Abstract

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi karena menimbulkan gejala tanaman kerdil dan mampu menyebabkan kehilangan hasil yang nyata. Penanaman varietas tahan merupakan strategi pengendalian yang direkomendasikan untuk mengatasi penyakit tungro. Penelitian dilakukan untuk mencari sumber ketahanan genetik dari varietas padi lokal yang dapat digunakan dalam perakitan varietas tahan penyakit tungro. Percobaan disusun dalam rancangan penelitian deskriptif dengan teknik observasi. Observasi dilakukan terhadap 16 varietas padi lokal dengan setiap varietas terdiri atas 30 tanaman contoh sehingga jumlah keseluruhan tanaman yang digunakan sebanyak 480 tanaman. Isolat virus tungro dari pertanaman padi di Muara, Bogor diinokulasikan ke tanaman uji melalui serangga vektor wereng hijau (Nephotettix virescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan varietas lokal bervariasi berdasarkan nilai indeks penyakit, insidensi penyakit dan penyusutan tinggi tanaman. Varietas TN1 merupakan varietas pembanding dengan reaksi rentan, sedangkan varietas padi lokal dibedakan atas tahan (‘Utri Merah’), moderat (‘Karau’, ‘Bekongan’, ‘Bujang Berinai’, ‘Srogel Abang’, ‘Pulut Garu’, ‘Randu Kisaran’, ‘Siredep’, ‘Katimpung’, ‘Pulut Sawijan’, ‘Dube’), moderat cenderung rentan (‘Blumbungan’, ‘Tjere bandung’, ‘Sempor’) dan rentan (‘Rumbai’). Semua varietas dapat terinfeksi (insidensi penyakit 27–76%), tetapi indeks keparahan penyakit sangat bervariasi (3–7). Semakin berat keparahan penyakit menyebabkan penyusutan tinggi tanaman semakin tinggi. ‘Srogel Abang’ merupakan varietas yang bermanfaat untuk perakitan varietas padi unggul tahan penyakit tungro karena bersifat moderat dengan persentase penyusutan tinggi tanaman yang rendah (36%) sehingga produktivitas tanaman masih dapat dipertahankan.