Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Pidato Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write pada Siswa Kelas VIII SMP Shalom Bengkayang Christin Febrianty; Muhammad Lahir; Rini Agustina
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.178

Abstract

Keterampilan menulis teks pidato masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP. Siswa sering mengalami kesulitan dalam mengorganisasi ide, menggunakan bahasa yang komunikatif, serta menyusun struktur teks yang sesuai kaidah, sehingga hasil belajar cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks pidato siswa kelas VIII SMP Shalom Bengkayang melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa, wawancara, tes keterampilan menulis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan menulis siswa. Pada tahap pratindakan, nilai rata-rata siswa hanya 52,24 dengan persentase ketuntasan 24,13%. Setelah penerapan TTW pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,44 dengan persentase ketuntasan 51,72%. Peningkatan lebih tinggi terlihat pada siklus II, dengan nilai rata-rata mencapai 82,75 dan ketuntasan sebesar 82,75%. Temuan ini membuktikan bahwa model TTW efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks pidato, sekaligus menumbuhkan motivasi, keberanian, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model TTW dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan untuk meningkatkan literasi produktif siswa di sekolah menengah pertama.
WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS KOMIK JENAKA Adisti Primi Wulan; Muhammad Lahir; Abdul Wahid
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i2.15670

Abstract

Pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas mahasiswa. Webtoon sebagai media digital berbasis visual menawarkan potensi besar untuk membantu mahasiswa memahami struktur naratif, mengembangkan humor yang efektif, serta meningkatkan literasi visual dalam menulis. Namun, pemanfaatan Webtoon dalam konteks pembelajaran menulis komik jenaka masih terbatas dan belum banyak dikaji secara sistemati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis komik jenaka mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner dan wawancara terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa Webtoon membantu mereka memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka, meningkatkan motivasi dalam menulis, serta mempermudah pengembangan ide cerita. Selain itu, faktor internal seperti minat dan kreativitas mahasiswa, serta faktor eksternal seperti dukungan dosen, akses terhadap sumber belajar, dan tantangan teknis turut memengaruhi efektivitas pembelajaran berbasis Webtoon. Temuan ini menunjukkan bahwa Webtoon dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang menggabungkan teknologi dengan kreativitas, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penerapan Webtoon dalam kurikulum menulis kreatif perlu dipertimbangkan lebih lanjut untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di era digital.
HUBUNGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DENGAN MINAT BACA SISWA KELAS XI SMA DON BOSCO SANGGAU Maria Yoanita Lalawatri; Muhammad Lahir; Al Ashadi Alimin
WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 02 (2025): WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/wp.v7i02.10492

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan minat baca siswa kelas XI SMA Don Bosco Sanggau. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Hasil rekapitulasi data menunjukkan bahwa total skor Gerakan Literasi Sekolah secara keseluruhan mencapai 1.554, dengan rata-rata skor per siswa sebesar 43,17, dari skor maksimal 53. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah berada pada kategori baik. Sementara itu, skor minat baca siswa dikalkulasi dari butir angket terpisah dan menunjukkan rerata skor per siswa sebesar 30,86, yang termasuk dalam kategori baik. Analisis korelasi menggunakan rumus Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah dengan minat baca siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,350 dan signifikansi p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah, maka semakin tinggi pula minat baca siswa. Gerakan Literasi Sekolah berperan penting dalam meningkatkan minat baca siswa kelas XI SMA Don Bosco Sanggau. Sekolah disarankan untuk terus memperkuat program literasi agar tercipta budaya baca yang positif dan berkelanjutan.
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ESAI MAHASISWA LINTAS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK Muhammad Lahir; Yuyun Safitri
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.8366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan menulis esai mahasiswa lintas program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Pontianak. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kualitas menulis esai mahasiswa yang mencakup aspek struktur, argumentasi, kohesi-koherensi, dan penggunaan bahasa akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 97 mahasiswa yang dipilih secara acak dari populasi 3.656 mahasiswa aktif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket persepsi penerapan PBL berbasis skala Likert dan tes menulis esai yang dinilai menggunakan rubrik penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis esai mahasiswa. Indikator orientasi terhadap masalah, penggalian informasi, diskusi kelompok, refleksi dan sintesis, serta presentasi dan evaluasi solusi secara bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan struktur esai, ketajaman argumentasi, kohesi-koherensi, penggunaan bahasa, dan orisinalitas ide. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model pembelajaran konstruktivistik dan kontribusi praktis bagi dosen dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih aktif dan bermakna
ReCLif: PROBLEM-BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE CRITICAL THINKING FOR BEGINNER LEARNERS Handi Darmawan; Suherdiyanto; Muhammad Lahir
EDUCATUM: Scientific Journal of Education Vol. 2 No. 3 (2024): EDUCATUM: Scientific Journal of Education
Publisher : Four Son Scholarship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59165/educatum.v2i3.89

Abstract

Indonesia's SDGs Roadmap 2030 underlines the importance of improving critical thinking skills to achieve sustainable development goals. Students still experience difficulties in developing critical thinking in biology learning. Conventional models are often considered less effective while complex problem-based learning models can be cognitively burdensome for novice learners. Another factor contributing to this problem is the lack of opportunities for students to apply their knowledge in real situations and solve complex problems. This research aims to develop and test the effectiveness of the ReCLif model as a simple and more effective alternative to problem-based learning for beginner learners. The ReCLif model is designed to provide challenges appropriate to the cognitive level of novice learners. This research uses research and development methods from Plomp and Nieveen as well as an experimental design to compare the ReCLif model with a control group. The research results show that the development of the ReCLif model learning syntax is an integration of complex thinking teaching and learning strategies with 3C3R design problems and 4C/ID instructional design with three learning stages (1) exploring real life; (2) using complex thinking skills; and (3) creating solutions for life situations. The results of the quade rank analysis of covariance test, obtained a Sig value. (0.000) <0.05 (?), then H0 is rejected and the research hypothesis is accepted. This means that there are significant differences in critical thinking skills in students between classes given learning using the ReCLif model, CTL model and TPS model. The results of the Bonferroni Dunn test show that the corrected mean value for the ReCLif model is 80.46, the TPS model is 71.27 and the CTL model is 70.57. It can be concluded that there is a significant difference in the mean value of critical thinking skills between the ReCLif learning model and the CTL and TPS models.