Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan Bakat Visual dan Numerik pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Danu Dwi Sanjoyo; Vivi Monita; Aminah Indahsari Marsuki; Ade Aditya Ramadhan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2906

Abstract

Mahasiswa Gen Z cenderung adaptif terhadap pembelajaran kolaboratif dan teknologi interaktif, namun kurang tertarik pada metode konvensional. Penelitian ini mengkaji pengaruh metode pembelajaran kelompok kolaboratif dan kelompok konvensional terhadap prestasi belajar Matematika Diskrit dengan mempertimbangkan bakat visual dan numerik. Subjek penelitian berjumlah 80 mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi, dibagi ke dalam dua kelompok. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok konvensional (t = 13,99; p = 0,0051) dan kelompok kolaboratif (t = 8,04; p = 0,0151). Analisis kovarian (ANAKOVA) menunjukkan metode pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 8,717; p = 0,004), sedangkan pengaruh bakat visual dan numerik tidak signifikan (F = 2,829; p = 0,096). Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi metode pembelajaran memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan prestasi belajar dibandingkan perbedaan bakat awal mahasiswa.
REBRANDING KERIPIK GADUNG DESA TOMO “KRIGATO” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DARI KECAMATAN TOMO SUMEDANG Danu Dwi Sanjoyo; Silvy Kartikasari; Septiana Dwika Pangestu; Kandi Amira Rizki Mufidah; Aulia Fadhila Ramadhani; Alvino Tunjung Bagaskara; Muhammad Raihan Aufa Gunardi
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7892

Abstract

Desa Tomo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Desa Tomo memiliki potensi sumber daya alam yang beragam, di antaranya adalah tanaman gadung. Tanaman ini secara natural mengandung racun yang mengakibatkan pusing dan muntah, tetapi dengan pengolahan yang tepat, tanaman ini dapat diolah menjadi keripik gadung yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Tomo memiliki rumah produksi keripik gadung yang pemasarannya masih dalam ruang lingkup daerah, sehingga pendapatan dari penjualan keripik ini masih kecil. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) kali ini bertujuan untuk melakukan rebranding produk keripik gadung yang dihasilkan oleh KUBE Desa Tomo, yang dinamakan “KRIGATO”, yang merupakan singkatan dari Keripik Gadung Desa Tomo. Tim membuat desain kemasan yang merepresentasikan produk, sekaligus identitas Desa Tomo. Selain itu, tim PkM kami juga berusaha agar produk Krigato mendapatkan sertifikasi halal dan melakukan pemasaran melalui e-commerce, untuk menunjang proses pemasaran dan penjualan. Pada artikel ini, kami laporkan dampak rebranding terhadap jumlah penjualan dan respon masyarakat terhadap program PkM kali ini. Kami lengkapi artikel ini dengan rencana keberlanjutan program ini.
PELATIHAN ELEKTRONIKA DASAR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI GURU BERLATAR BELAKANG NON-TEKNIS Pramudita, Brahmantya Aji; Parameswari, Sang Dara; Mariel, Reinald; Akbari, Devan Rizki; Meilikiano, Yoshua; Dewi, Khania Putri Kusuma; Rhomanzah, Donny; Sanjoyo, Danu Dwi; Purnama, Irwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38350

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi menyebabkan guru membutuhkan pemahaman elektronika untuk meningkatkan literasi teknologi dan minat sains untuk siswa. Akan tetapi, keterbatasan pelatihan untuk guru berlatar belakang non-teknis di tingkat SD/MI masih menjadi hambatan utama. Sehingga, pelatihan literasi teknologi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pelatihan dilakukan dengan mengimplementasikan metode pendekatan partisipatif, kontekstual, dan deksriptif kualitatif. Kemudian, pelatihan dilaksanakan secara sistematis yang diawali dengan identifikasi kebutuhan dan pre-test. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pembekalan teori dan praktik komponen dan alat ukur elektronik kepada peserta pelatihan. Program ini diakhiri dengan post-test dan evaluasi untuk mengukur dan mengetahui keberhasilan peserta dalam mengikuti pelatihan. Hasil post-test menunjukkan pemahama peserta yang baik dengan nilai rata-rata 77,31. Sehingga, hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pengetahuan awal peserta yang rendah. Selain itu, hasil dari umpan balik yang diperoleh dari peserta pelatihan bahwa tingkat kepuasan peserta tinggi dengan skor rata-rata 4,2, meskipun peserta masih terdapat kendala dalam memahami materi.Abstract: Technological developments require teachers to understand the fundamentals of electronics for the students to enhance technological literacy and interest in science. However, the lack of training for the non-technical teachers in elementary schools (SD) or Madrasah Ibtidaiyah (MI) is still a main issues. Therefore, technological literacy training is critical for enhancing educational quality. The training was conducted by implementing participatory, contextual, and qualitative descriptive approaches. Then, the training is conducted systematically, starting with an identification of the needs and a pre-test. The program is implemented by providing participants with theoretical and practical briefings on electronic components and measuring tools. The program concludes with a post-test and evaluation to measure and determine the participants' success in the training. The results of training showed that the training effectively improves participants’ understanding of basic electronics and their skills in using measuring instruments. The post-test results showed good participant understanding with an average score of 77.31. Thus, the training results indicate a significant increase compared to the participants' low initial knowledge. Additionally, feedback obtained from the trainees showed a high level of satisfaction with an average score of 4.2, even though some participants still faced obstacles in understanding the material.