Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGERING PADI UNTUK KETAHANAN PANGAN DI DESA WRINGIN PUTIH, BANYUWANGI IGNB. Catrawedarma; Zulis Erwanto; Danang Sudarso WPJW; Akhmad Afandi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i2.567

Abstract

Desa Wringin Putih merupakan salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi yang mengalami permasalahan dalam penanganan pasca panen padi. Selama ini penanganan yang dilakukan adalah dengan mengeringkan padi dibawah sinar matahari, cara ini terkendala disaat musim hujan, sehingga tidak bisa melakukan pengeringan. Jika proses ini terlambat, maka mengganggu tingkat kestabilan produktivitas beras dan pasokan beras ke masyarakat menjadi terlambat sehingga pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan. Pengering dengan konsep natural convection menjadi salah satu solusi untuk membantu petani dalam meningkatkan nilai jual gabahnya. Pada prinsipnya pengering ini akan mengurangi kadar air secara perlahan-lahan karena udara panas secara alami mengalir kedalam ruang pengering tanpa bantuan blower mirip dengan pengering sinar matahari tetapi tidak perlu ruang yang luas, disamping itu kontaminasi oleh debu dan kotoran dapat dihindari. Berdasarkan hasil sosialisasi dan workshop alat pengering yang dilakukan di desa Wringin Putih didapatkan bahwa penerapan teknologi pengering sangat membantu petani dalam penanganan pasca panen khusunya dimusim hujan. Prototipe alat pengering ini dirancang dengan konsep yang sederhana untuk dapat dibuat dalam skala rumah tangga. Bed pengeringnya dengan diameter 60 cm dan lebar 30 cm, serta menggunakan motor listrik dengan daya 1 HP. Diharapkan dengan adanya penerapan teknologi pengering ini dapat membantu penanganan pasca panen dari petani di desa wringin putih. Keywords— Padi, Natural Convection Dryer
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BERBAHAN DASAR SUSU SAPI DI DESA BALUNG LOR JEMBER M. Abdul Wahid; Mustofa Hilmi; Anis Usfah Prastujati; IGNB. Catrawedarma; Zulis Erwanto; Dian Ridlo; Sari Wiji Utami
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.669

Abstract

Balung Lor merupakan desa di Kecamatan Balung Kabupaten Jember mengalami permasalahan dalam penanganan susu sapi. Penanganan yang dilakukan selama ini belum ada sehingga berdampak pada menurunnya kualitas susu sapi menyebabkan penurunan ekonomi dan mengalami kerugian. Fermentasi merupakan solusi dalam penanganan  susu sapi menjadi bernilai jual dengan membuat produk baru yaitu yoghurt. Yogurt dibuat dengan proses fermentasi antara susu segar dan bakteri asam laktat (BAL) yang dapat meningkatkan kandungan gizi dan dapat digunakan sebagai memacu pertumbuhan karena meningkatkan pencernaan dan penyerapan zat gizi, mengurangi atau membunuh bakteri jahat dalam saluran pencernaan, menormalkan kerja usus besar (mengatasi konstipasi dan diare), memiliki efek anti kanker, mengatasi masalah lactose intolerance, berperan dalam detoksifikasi dan mengatasi stres, serta mengontrol kadar kolesterol dalam darah dan tekanan darah. Berdasarkan hasil sosialisasi dan pelatihan pengolahan susu sapi menjadi yogurt. Kegiatan ini bertujuan bertujuan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh peternak untuk meningkatkan ekonomi dengan mengaplikasikan teknologi fermentasi yogurt berbahan dasar susu sapi sebagai wujud ketahanan pangan nasional khususnya kelompok Ternak Mandiri Sejahtera di Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember.kegiatan ini dilakukan dengan dua tahapan yaitu sosialisasi dan pelatihan demontrasi pembuatan yoghurt. Hasil kegiatan ini menunjukan respon peserta cukup baik dan kegiatan pelatihan pengolahan susu sapi menjadi yogurt merupakan informasi baru bagi peserta (peternak). Penerapan keterampilan pembuatan produk yogurt juga mungkin dilakukan oleh para peserta karena alat dan bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan dilingkungan tempat tinggal mereka. Sehingga pengolahan susu sapi menjadi yogurt berpotensi menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai usaha keluarga.
Analisis Manajemen Termal LiFePO4 (Lithium Iron Phosphate) dengan Pendinginan Bubble Generator dan Tanpa Bubble Generator Ilmi Maulana, Muhammad; Catrawedarma, IGNB.; Novita Sari, Eli; Satria Prasetya DY, IGNA; Ridlo Pamuji, Dian
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Mesin
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jrm.v24i2.554

Abstract

Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) batteries are known for their long life, low self-discharge rate, and stable performance. However, LiFePO4 batteries are prone to thermal problems when operating outside the optimal temperature range of 25-40°C [12], which can threaten the performance, safety, and lifetime of the battery. Previous research has shown cooling systems to be a solution to these thermal issues. However, the use of an internal cooling system risks changing the voltage and causing the battery to overheat. Therefore, an approach using an external cooling system is recommended to maintain the performance of Li-ion batteries without changing their internal components. In an effort to improve the thermal management of LiFePO4 batteries, this study proposes to analyze the use of cooling with bubble generator and without bubble generator. The bubble generator here is intended to increase the random movement of water in the cooling system so that heat absorption becomes more optimal. This study uses a circulating cooling system with water pump media, airator, bubble generator and cooling using water, for the flow container that circulates in the battery cells we use acrilyc mica. The results of the influence of variations in bubble generator testing average temperature values on LiFePO4 batteries of 16.26ºC to 23.94ºC. and the influence of variations in testing without bubble generators average temperature values on LiFePO4 batteries of 17.62ºC to 25.57ºC, From this study it can be concluded that the bubble generator is able to cool 90% of the operational temperature 25-40 °C.
Studi Eksperimental Pemisah Minyak-Air Menggunakan Hidrosiklon-Bubble Generator berdasarkan Variasi Diameter Underflow Rimbita, Trismi; Catrawedarma, IGNB.; Novita Sari, Eli; Wahid, M. Abdul; Fiveriati, Anggra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Mesin
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jrm.v24i2.555

Abstract

Oil and water are two liquids that are often usedby both the public and industrial companies. Mixing oil and water need to be separated in various industries such as waste processimg, oil and gas production, and other industrial processes. Hydrocyclone is a separation method with the principle of sparation based on specific gravity which utilizes centrifugal fore by adding a bubble generator to the input section and adding variations in the underflow diameter. This research aims to analyze the performance of a hydrocyclone bubble generator based on underflow variations as oil-water separation. This bubble generator is used to make it easier to suck in air. The variations in underflow diameter used are 10mm, 15mm and 20mm. This research was carried out inject a mixture of oil and water into a hydrocyclone system as a sparation medium. The air flow injeted into the bubble generator uses air flow variations of 0.1, 0.6 and 1.2 lpm (liters/minute). From the research that has been carried out, the results show that the larger the underflow opening, the greater the pressure in the underflow, so that the underflow pressure drop is greater. The smaller the underflow opening, the greater the overflow pressure, so the overflow pressure drop is greater. The greater the input air flow, the greater the difference in underflow and overflow pressure drop. The smaller the valve opening, the lower the efficiency of oil separation in overflow and the greater the efficiency in underflow. The highest efficiency results on overflow are 88.6%.
Bubble flow configurations generated by ejector type bubble generator Catrawedarma, I Gusti Ngurah Bagus; Ton, Sefri; Pranowo, Dadang Dwi; Surahmanto, Fredy; Astyanto, Achilleus Hermawan
International Journal of Applied Sciences and Smart Technologies Volume 07, Issue 1, June 2025
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijasst.v7i1.10816

Abstract

Bubble flow configurations generated by an ejector bubble generator were captured using a high-speed video camera and extracted into several images. The air flow and nozzle diameter were varied during the test in ranges of 0.1-1.5 lpm and 1.17-3.5 mm, respectively. The results reveal that in general the bubble flow structure coming out from the bubble generator is divided into three regions, namely the entrance, bubble swarm, and bubble dispersed region. It is found that there is a higher time delay of bubble production when the air flow and the nozzle diameter decrease. On the other hand, the bubble production time is longer, if the air flow and the nozzle diameter increase.