Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : agriTECH

Tingkat Kelarutan Peptida Tempe dengan Bobot Molekul Kecil pada Berbagai Jenis Pelarut Rusdah Rusdah; Maggy Thenawidjaya Suhartono; Nurheni Sri Palupi; Masahiro Ogawa
agriTECH Vol 37, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.902 KB) | DOI: 10.22146/agritech.10697

Abstract

There are various methods exist to extract soluble peptide from soybean and its fermented products. This study was aimed to evaluate the solubility of low molecular weight peptide of tempe from two types of bean (GMO and non-GMO soybean) and two different treatment (boiling and non-boiling). The solvents used were water and organic solvents which commonly used as solvents for soy-fermented product. The result showed that  acetonitrile (A): water (W): trifluoroacetic acid (TF) provided higher solubility of the peptides compared with water (p < 0.05). The addition of trifluoroacetic acid in acetonitrile-water mixture (A1W1) increased the peptide recovery about 1.522 mM (31.7%). The GMO tempe showed the higher content of peptide recovery compared with non-GMO tempe, while boiled tempe also gave higher peptide recovery than non-boiled tempe.ABSTRAKMetode ekstraksi peptida terlarut pada produk kedelai dan fermentasi kedelai sangat bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa sifat kelarutan peptida dengan berat molekul kecil pada sampel tempe yang diambil dari dua jenis kedelai (GMO dan non-GMO) serta dua jenis perlakuan (perebusan dan tanpa perebusan) yang berbeda. Pelarut yang digunakan meliputi air dan pelarut organik yang umum digunakan dalam ekstraksi peptida kedelai dan produk fermentasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut organik asetonitril: air: asam trifluoroasetat (A1W1TF) memberikan tingkat kelarutan peptida tempe kedelai lebih baik dibanding pelarut air (p < 0,05). Penambahan asam trifluoroasetat pada pelarut campuran asetonitril-air (A1W1) terbukti meningkatkan peptida terlarut hingga 1,522 mM (31,7%). Tempe GMO menunjukkan kelarutan peptida lebih tinggi dibanding non-GMO sedangkan proses perebusan juga diketahui mempunyai tingkat kelarutan yang lebih tinggi dibanding tempe tanpa perebusan.Kata kunci: Asetonitrile; kelarutan; peptida; tempe; asam trifluoroasetat
Bioavailabilitas α-Tokoferol Minuman Emulsi Minyak Sawit dalam Plasma Darah dan Hati Tikus (Rattus norvegicus) Winda Christina Harlen; Tien Ruspriatin Muchtadi; Nurheni Sri Palupi
agriTECH Vol 37, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.87 KB) | DOI: 10.22146/agritech.11683

Abstract

Theoritically, it should contains high amount of α-tocopherol but its bioavailability have not been studied yet. The aim of this research were (1) to review the chemical composition of POED by doing proximate test then calculate α-tocopherol level in the product and (2) to evaluate bioavailability of α-tocopherol based on in vivo study. Bioavailability evaluation was carried out by measuring Relative Tocopherol Accumulation Factor (TAF), meanwhile its chemical composition was measured by proximate test and chromatographic analysis using HPLC. α-tocopherol contents of this products were 192,63 μg/g. Bioavailability study was carried out for 14 days using Rattus norvegicus rats. The prepared food contains 30 mg/kg α-tocopherol were given to vitamin-E-depleted rats. Tocopherol Accumulation Factor (TAF) proposed for the test group is 1/45,61, which indicated that 45,61 μg vitamin E from this product was needed to accumulate 1 μg tocopherol in the liver. Tocopherol relative bioavailability of POED was 82,46%. It showed that POED has good bioavailability.ABSTRAKMinuman emulsi minyak sawit (MEMS) merupakan salah produk berbasis emulsi oil-in-water yang dapat menjadi sumber vitamin E dalam bentuk α-tokoferol. Komposisi dasarnya adalah olein minyak sawit, air, dan pengemulsi. Secara teoritis, produk ini kaya akan α-tokoferol namun bioavailabilitasnya belum diketahui. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis komposisi kimia MEMS melalui uji proksimat dan kadar α-tokoferolnya, dan (2) Mengevaluasi bagaimana bioavailabilitas α-tokoferol secara in vivo. Evaluasi bioavailabilitas dengan memperhitungkan Tocopherol Accumulation Factor (TAF) relatif, sedangkan komposisi kimia didapatkan melalui analisis proksimat dan kromatografi dengan HPLC untuk mengetahui kadar α-tokoferol. Kadar α-tokoferol yang didapatkan sebesar 192,63 μg/g. Pengujian biovailabilitas dilakukan selama 14 hari menggunakan hewan coba berupa tikus Rattus norvegicus. Ransum yang diberikan mengandung 30 mg/kg α-tokoferol. Nilai TAF sebesar 1/45,61, yang berarti bahwa 45,61 μg vitamin E dari MEMS dapat menghasilkan 1 μg tokoferol hati. Bioavailabilitas relatif α-tokoferol pada MEMS terhadap α-tokoferol murni sebesar 82,46%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa MEMS memiliki bioavailabilitas yang baik.Kata kunci: α-tokoferol; bioavailabilitas; minyak sawit; minuman emulsi minyak sawit; Tocopherol Accumulation Factor
Alergenisitas Sistem Glikasi Isolat Protein Kedelai-Fruktooligosakarida Rahayu Suseno; Nurheni Sri Palupi; Endang Prangdimurti
agriTECH Vol 36, No 4 (2016)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.811 KB) | DOI: 10.22146/agritech.16770

Abstract

Food allergy is an immunological response caused by allergens contained in food. Soybean is one of the eight kinds of food products that can cause allergies. Genetically modified food crops that are most widely produced worldwide is soybean (47 % worldwide). Genetically Modified Organisms (GMO) products is concerned may increase the allergenicity of the  product. The aims of the research were to study the allergenicity of GMO and non-GMO Soy Protein Isolates (SPI) and the glycation effect to allergenicity of SPI. GMO and non-GMO SPI were glycated with fructooligosaccharides (FOS) through the Maillard reaction in liquid systems. Allergenicity was determined qualitatively using immunoblotting and quantitatively using Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). The glycation degree of GMO and non-GMO SPI can increase up to 75.03 % and 73.50 % in the liquid system. There were 9 protein allergens in GMO soybean and 8 protein allergens in non-GMO soybean. The glycation reaction could reduce protein allergens in GMO and non-GMO SPI up to 91.69 % and 87.07 %.ABSTRAKAlergi pangan merupakan sebuah respon imunologis yang disebabkan oleh alergen yang terdapat pada pangan. Kacang kedelai merupakan satu dari delapan jenis bahan pangan yang sering menyebabkan alergi. Tanaman pangan hasil rekayasa genetika (GMO) yang banyak diproduksi di dunia adalah kacang kedelai yaitu sekitar 47 %. Produk GMO dikhawatirkan dapat meningkatkan alergenisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tinggat alergenisitas antara Isolat Protein Kedelai (IPK) GMO dan non-GMO serta pengaruh glikasi terhadap alergenisitas IPK. IPK GMO dan non-GMO diglikasi dengan fruktooligosakarida melalui reaksi Maillard dengan sistem cair. Alergenisitas diukur secara kualitatif menggunakan immunobloting dan secara kuantitatif menggunakan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Peningkatan derajat glikasi IPK GMO dan non-GMO pada sistem cair masing-masing memperlihatkan hasil 75,03 % dan 73,50 %. Terdapat 9 protein alergen pada kacang kedelai GMO dan 8 protein alergen pada kacang kedelai non-GMO. Reaksi glikasi dapat mengurangi alergen pada kacang kedelai GMO dan non-GMO hingga 91,69% dan 87,07%.
Aktivitas Antioksidan Makaroni Beras Hitam dan Kacang-Kacangan Berpigmen Metode Cold Extrusion Rinda Kusumawati; Nurheni Sri Palupi; Slamet Budijanto
agriTECH Vol 42, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.918 KB) | DOI: 10.22146/agritech.56064

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antioksidan dari makaroni beras hitam dan kacang-kacangan berpigmen sebagai pangan fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan metode DPPH, aktivitas antioksidan metode FRAP, kualitas masak makaroni, dan uji organoleptik. Data hasil diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5%, apabila terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji organoleptik berupa uji hedonik diolah menggunakan uji Kruskal-Wallis, apabila terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Data ditampilkan dalam bentuk rata-rata ± standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk makaroni setelah dilakukan proses perebusan menjadi makaroni matang, terjadi penurunan total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan metode FRAP dari masing-masing makaroni kombinasi. Sedangkan aktivitas antioksidan metode DPPH dari makaroni kombinasi beras hitam dengan kacang merah, kacang hijau, atau kacang tolo menunjukkan peningkatan setelah perebusan. Berdasarkan hasil penelitian masing-masing makaroni kombinasi memiliki karakteristik kualitas masak yang berbeda dilihat dari parameter pengembangan volume, peningkatan berat, dan cooking loss. Berdasarkan uji organoleptik makaroni matang kombinasi beras hitam dengan kacang merah, kacang hijau, atau kacang tolo tidak berbeda secara signifikan ditinjau dari parameter warna, kelembaban, tingkat kekerasan, kekenyalan, kelembutan di mulut, rasa, dan penerimaan keseluruhan.
Co-Authors - Amrullah - Lusianah . Komari . Subarna A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ace Baekhari Ade Chandra Iwansyah Ade Nugraheni Herawati Afif Arwani Agata Tantri Atmaja Agung Santoso Agus Setiyono Aliwikarta, Kuswanto Ambarwati, Karsi Aminudin Aminudin Amiruddin Saleh Andi Nadya Tita Alia Angka, Stephanie Anisa, Norna Anita Roserlina Arif Hartoyo Ati Widya Perana Ayu Puspitalena RTR Azis Boing Sitanggang Bambang Widuri Bernadetha Beatrix Sibarani Bremanti, Lisa Budi Nurtama Budi Suharjo da Costa, Yosefine Dahrul Syah Dahrul Syah DAHRUL SYAH Dahrulsyah Dahrulsyah Deddy Muchtadi Deddy Muchtadi Dede Robiatul Adawiyah Dewi Ratih Agungpriyono Dian Herawati Dimas Supriyadi E. Srivishnu Herlambang Efriwati Efriwati Ekowati Chasanah Elisa Diana Julianti Elvira Syamsir Endang Prangdimurti Eni Kusumaningtyas Ferdinandus Archie Pangestu Feri Kusnandar Fifi Retiaty Fitrah Ernawati Fransisca Fransisca Fransisca Fransisca Fransiska Rungkat Zakaria Gatot Pramuhadi Gema Buana Putra Ghaisani, Mazaya Hakim, Shofia Nurul Hanifah Nuryani Lioe Harlen, Winda Christina Harsi D. Kusumaningrum Hendra Wijaya Herpandi . Heryati Setyaningsih Hunaefi, Dase Husna, Aliya Ifwarisan Defri Imam, Rosita Hardwianti Indrayana, Stefanus Indria Mahgfirah Istiqomah, Nurani Kartika Sari Komar Sumantadinata Kuswanto Aliwikarta Laras Cempaka Larasati Ines Wardiani MADE ASTAWAN Maggy T Suhartono Maggy Thenawidjaja Suhartono Maggy Thenawidjaya Suhartono Mariana Prijono Masahiro Ogawa Mazaya Ghaisani Muhammad Alif Bardhani Muhammad Hasriandy Asyhari Muhammad Syamsun Musa Hubeis Mutiara Primaniyarta Nancy Dewi Yuliana NANIK RAHMANI Nazli, Rizal Syarief Sjaiful Nelis Imanningsih Ni'mawati Sakinah Nida Raihana Zhafira Nindya Atika Indrastuti Nindya Atika Indrastuti Nugraha Susanto Nunung Nurjanah Nur Sokib Nur Wulandari Nur Wulandari Nur Wulandari Nuri Andarwulan Nurina Rachma Adiningsih Oke Anandika Lestari Perana, Ati Widya Prahasti, Gita Eka Primaniyarta, Mutiara Puji Astuti Purwono Nugroho Puspo Edi Giriwono R. Iis Arifiantini Rachma Adiningsih, Nurina Rachmat Widyanto Rahayu Suseno Rahmawati, Lufi Karisma Rinda Kusumawati Rizaludin Nur Rizki Maryam Astuti Ros Maria Andesko Roserlina, Anita Rosita Hardwianti Imam Roy Alexander Sparringa RTR, Ayu Puspitalena Rumaisho Rusdah Rusdah Salsabila Salsabila Saraswati Saraswati Sari, Yana Nurita Sari, Yana Nurita Setyani Budiari Setyanto Tri Wahyudi Sibarani, Bernadetha Beatrix Sigit Purwonugroho Sirly Eka Nur Intan Siti Nurjanah Slamet Budijanto Sparringa, Roy Alexander Sri Rebecca Sitorus Sri Widowati Stefanus Indrayana Steisianasari Mileiva Stephanie Angka Sujatmiko, Harumi Suratmono Suratmono Suratmono, Suratmono Suratno, Yuhlanny Dewi TATI NURHAYATI Tien Ruspriatin Muchtadi Tjahja Muhandri Triana Setiawardani, Triana Tutik Wresdiyati Uju Ulya, Putri Rutbata Victoria Valentina Vina Giovani Winiati Pudji Rahayu Wulan, Nur Lili Nia Yogi Karsono YOPI YOPI Yuhlanny Dewi Suratno Yulizar Verda Febrianto