Claim Missing Document
Check
Articles

e-Dictionaries-based Semantic Gradient: Assisting Preschool Children Connect between Known and New Vocabulary Yohannes Telaumbanua; Nurmalina Nurmalina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1680

Abstract

The accuracy of selecting learning strategies and the intensive uses of e-dictionaries in Early Childhood Education are the critical points of interest in enhancing preschool children’s linguistic intelligence and digital skills. The facts are both have not yet been priority scales in the children’s ELT programs, however. This study, therefore, aimed at diagnosing the effects of this research on the children’s linguistic intelligence and digital skills. Observation and field-note were the techniques of collecting the data, the (Bogdan Biklen, 2006) model was a technique of data analysis while triangulation was used to verify the data. The 25 preschool children were judgementally selected as research participants. The finding indicated that this study practically affects the children’s linguistic intelligence of “word smarts, “lexical meaning smarts,” “semantic meaning smarts” and “grammatical word order smarts,” “digital awareness,” “digital competence,” “critical thinking skills (HOTS),” and 4C skills. In conclusion, this research enables the children to make connections between known and new words, to distinguish shades of word’s meaning, help them become word choosy, and ease them to gradually understand spoken and written language along with the abilities to talk and write themselves. It also enhances the children knowledge and understanding of related lexis and vocabulary skills, assists them to make connection and predictions, and improve comprehension.
Analisis Kesantunan Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Wirma Lasri; Nurmalina Nurmalina; Putri Hana Pebriana
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 5, No 3 (2021): September (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v5i3.23323

Abstract

This study aims to describe the form of directive speech acts used by teachers in the learning process, describe directive speech acts used by teachers, and describe the context of the situation of teacher directive speech acts in the learning process at the 001 Pangkalan public elementary school. The research method used is descriptive qualitative research method, with the steps of the pre-field stage, the stage of field activities, data collection, and intensive analysis stage. The results showed that of the 12 elementary school teachers studied, all of them had good directive speech acts. The conclusion of this study is that the politeness of the teacher's directive speech acts in the learning process at the 001 base public elementary school is quite good and needs to be improved. Of all types of directive speech acts, the most dominant that emerges from the teacher's speech is the directive command speech act. Efforts are needed to improve continuous pedagogic competence in order to improve teacher skills in applying all directive speech acts so that teacher competence increases.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 007 PULAU LAWAS Rika Marianti; Nurmalina Nurmalina; Vigi Indah Permatha Sari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1221

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa pada pembelajaran tematik di kelas V SD Negeri 007 Pulau Lawas. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas V yang berjumlah 14 orang, dengan jumlah laki-laki 6 orang, dan siswa perempuan berjumlah 8 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada kelas V SD Negeri 007 Pulau Lawas. Pada siklus I hasil keterampilan berbicara siswa tergolong kurang dengan persentase 50%. Selanjutnya pada siklus II dengan persentase 92.85% dengan katagori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan menggunakan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri 007 Pulau Lawas Tahun ajaran 2020/2021.
Penerapan Etika Bertoilet dengan Metode Pembiasaan Pada Anak Usia 3 – 4 Tahun Di KB Kualu Ceria Kualu Nenas Agustina Lestari; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay
Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2021): November
Publisher : Jurnal Pendidikan Terintegrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah kemampuan anak dalam pembiasaan bertoilet pada anak usia 3-4 tahun di KB Kualu Ceria Kualu Nenas adalah latar belakang masalah dalam penelitian ini. Adapun solusi yang di tawarkan melalui penerapan etika bertoilet dengan metode pembiasaan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan etika bertoilet dengan metode pembiasaan pada anak usia 3-4 tahun di KB Kualu Ceria kualu nanas. Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri tiga pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan waktu penelitian dilaksanakan bulan April hingga Mei 2021. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun yang berjumlah 14 orang, dengan jumlah siswa laki-laki 6 orang, dan siswa perempuan 8 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan penilaian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan etika bertoilet dengan metode pembiasaan pada anak usia 3-4 tahun di KB Kualu Ceria Kualu Nenas pada siklus I kriteria BSH ada 7 anak dengan persentase 50%,  kriteria MB ada 3 anak dengan persentase 21,43%, kriteria BB ada 4 anak dengan kriteria 28,57%. Pada siklus II kriteria BSB ada 13 anak dengan persentase 92,86%, kriteria BSH ada 1 anak dengan persentase 7,14% , tidak ada anak kriteria MB dan BB karena siklus II meningkat dengan baik.Kata Kunci : Etika Bertoilet, Metode Pembiasaan, PTK
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Finger Painting Desti Mona; Zulhendri Zulhendri; Nurmalina Nurmalina
Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Pendidikan Terintegrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan di TK Aisyiyah Pulau Payung terhadap keterampilan motorik halus anak yang belum berkembang dengan optimal. Sehingga perlu dilakukan peningkatan dengan metode finger painting. Masalah dalam penelitian ini adalah motorik halus anak seperti mengembangkan ide mencetak, mengkombinasikan warna-warna, dan membuat karya sendiri dalam pelaksanaan pembelajaran motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan motorik halus anak kelompok B1 TK Aisyiyah Pulau Payung melalui kegiatan finger painting. Jumlah anak yang menjadi subjek berjumlah 12 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan penilaian. Perhitungan yang dilakukan dapat diketahui persentase keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 33,46%. Pada siklus I pertemuan ke I dan II meningkat menjadi 37,50% dan 45,96%. Pada siklus II pertemuan I dan II meningkat lagi menjadi 58,46% dan 76,84%. Hal ini membuktikan bahwa metode finger painting dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di TK Aisyiyah Pulau Payung.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Pelepah Pisang Fina Alfianita; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Pendidikan Terintegrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan di TK Ayssyiyah Pulau Payung terhadap keterampilan motorik halus anak yang belum berkembang dengan optimal. Sehingga perlu dilakukan peningkatan dengan metode mencetak menggunakan media pelepah pisang. Masalah dalam penelitian ini adalah motorik halus anak seperti mengembangkan ide mencetak, mengeksplorasikan warna-warna, menggerakkan jari-jemari tangan, dan membuat karya sendiri dalam pelaksanaan pembelajaran motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan motorik halus anak kelompok B1 TK Aisyiyah Pulau Payung melalui kegiatan mencetak menggunakan pelepah pisang. Jumlah anak yang menjadi subjek berjumlah 12 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan penilaian. Teknik analisis data dengan menggunakan perhitungan rumus P = x 100% untuk menghitung persentase keterampilan motorik halus anak. Melalui perhitungan tersebut dapat diketahui persentase keterampilan motorik halus anak dari kondisi awal sebesar 35,29%. Pada siklus I pertemuan ke I dan II meningkat menjadi 36,76% dan 44,49%. Pada siklus II pertemuan I dan II meningkat lagi menjadi 55,51% dan 76,47%. Hal ini membuktikan bahwa metode mencetak menggunakan media pelpah pisang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di TK Aisyiyah Pulau Payung.
Implementing Project-Based Learning (PBL) Model in Malay Culture’s lecture at Universitas Tuanku Tambusai Kampar-Riau Nurmalina Nurmalina
Journal of English Language and Education Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v5i2.68

Abstract

Learning model is one of the most critical factors in learning. To enhance the learning creativity and master the learning competency is, therefore, to promote the implementation of PBL by means of associating between the technology and the Malay cultural community. By promoting PBL, the students’ activeness and creativity is significantly increasing.In this model, the teacher purely acts as a facilitator and evaluator of the student’s worksand or products presented in the results of the project. By producing real works, the students are motivated to increasingly enhance their learning activeness and creativity. The purpose of conducting this study was to determine the effectiveness of the implementation of PBL learning model in UniversitasPahlawanTuankuTambusai Riau in efforts to increase the students’creativity in the Malay Culture’ subject matter. In conclusion, the implementation of the PBL learning model in Malay Culture’ subject matter can significantly enhance the students’activeness and creativity.
Application of Cooperative Learning Model Think-Talk-Write Type for Improving Intensive Reading Skills Nurmalina Nurmalina
Journal of English Language and Education Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v5i1.52

Abstract

The low level of intensive reading skill in Indonesian language of fourth grade of MI Darussalam becomes the background of this classroom action research. The ineffectiveness of the learning process is suspected by the lack of innovation and creativity of teachers in choosing a learning model. Therefore, the researcher applies cooperative learning model of Think-Talk-Write type as an effort to improve intensive reading skill of the fourth grade of MI Darussalam. Researcher is as the research subject and the fourth grade teacher of MI Darussalam is as observer. Data collection techniques conducted in this study are by using the techniques of observation, tests, and documentation. After conducting the research, it can be concluded that the average score of students' intensive reading skill before the research was 55,85 with less category. In the first cycle there has been an increase to 69.75 with sufficient category. Big changes occurred in cycle II with average value to 88.75 with good category. From the result of the research, it can be concluded that intensive reading skill of fourth grade of MI Darussalam can be increased by applying cooperative learning model type Think-Talk-Write.
PENYULUHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN KEPADA GURU-GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ramdhan Witarsa; Nurmalina Nurmalina; Mufarizuddin Mufarizuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.6268

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan guru pendidikan anak usia dini saat guru tersebut melaksanakan pembelajarannya, baik di dalam maupun di luar kelas. Penggunaan media pembelajaran selama ini hanya mengandalkan media pembelajaran pabrikan dan bukan hasil karya guru. Media pembelajaran pabrikan tersebut harganya cukup mahal dan tidak terjangkau oleh guru-guru pendidikan anak usia dini yang ada di daerah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terhadap guru-guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran yang layak pakai dan terjangkau biayanya. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat. Metode ini memiliki dua tahapan, yaitu: penyuluhan dan tindakan nyata. Data diperoleh dari guru-guru pendidikan anak usia dini yang ada di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar, Riau yang berjumlah 11 orang guru. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran yang layak pakai, ramah lingkungan, dan terjangkau biaya pembuatannya. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi acuan dalam memberikan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru pendidikan anak usia dini dalam membuat media pembelajaran hasil karya sendiri.
PENGARUH MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SEKOLAH DASAR saudhia saudhia; Amir Luthfi; Nurmalina Nurmalina
Pedagogi Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v9i2.6620

Abstract

Pembelajaran yang bersifat pasif dan tidak memberikan pengalaman langsung kepada siswa menjadi penyebab rendahnya keterampilan proses sains siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran children learning in science terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Sampel penelitian kelas IV SD Negeri 020 Ridan Permai dengan 24 siswa di kelas eksperimen dan 24 siswa di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis untuk mengukur keterampilan proses sains. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan soal evaluasi keterampilan proses sains. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengukur keterampilan proses sains siswa dan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian terkait keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model children learning in science berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa di  SD Negeri 020 Ridan Permai pada materi gaya dan gerak di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, keterampilan proses sains siswa menunjukkan bahwa di kelas eksperimen lebih tinggi dengan kategori tinggi, sedangkan untuk di kelas kontrol dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model children learning in science memiliki pengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa.