Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPARATIF MINERAL MIKRO DAN ANTI NUTRISI PADA BERAS ANTARA PADI REKAYASA GENETIK DAN TETUANYA Enny Rimita Sembiring; Puspo Edi Giriwono; Satya Nugroho; Maggy Thenawidjaja Suhartono
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 8 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.888 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v8i2.4925

Abstract

Comparative analysis is important aspect in food safety of transgenic crops to determine the effect of transgene on nutritional and anti-nutritional contents. This research was aimed to determine the concentration of Fe, Zn, phytic acid, and anti-trypsin activity, then assess the equivalence between transgenic rice and non-transgenic rice. Fe and Zn concentration was carried out using energy-dispersive x-ray fluorescence spectrometry. Anti-nutritional phytic acid and anti-trypsin activity were performed using visible light spectrophotometry. The data obtained were statistically tested using Independent sample t-test. These results indicated that the concentration of Fe, Zn, phytic acid, and anti-trypsin activity in 6 transgenic rice events were equivalent to non-transgenic rice. In conclusion, the transgene did not affect Fe, Zn, phytic acid, and anti-trypsin activities in brown rice of 6 transgenic rice events carrying cry1B::cry1Aa fusion genes. Analisis komparatif adalah salah satu aspek penting dalam keamanan pangan tanaman produk rekayasa genetik (PRG) untuk mengetahui pengaruh transgen terhadap kandungan nutrisi dan anti nutrisi. Pada penelitian ini dilakukan analisis komparatif konsentrasi mineral mikro Fe, Zn, asam fitat, dan aktivitas anti tripsin pada beras pecah kulit dari 6 galur padi PRG pembawa fusi gen cry1B::cry1Aa terhadap padi non-PRG Rojolele tetuanya. Analisis konsentrasi mineral mikro Fe dan Zn menggunakan metode energy-dispersive x-ray fluorescence spectrometry (ED-XRF) dengan 3 ulangan. Analisis konsentrasi anti nutrisi asam fitat dan aktivitas anti tripsin dilakukan menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak dengan 8 ulangan. Data yang diperoleh diuji secara statistik menggunakan Independent sample t-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi mineral mikro Fe, Zn, asam fitat, dan aktivitas anti tripsin pada beras dari 6 galur padi PRG pembawa fusi gen cry1B::cry1Aa setara dengan padi non-PRG Rojolele tetuanya. Kesimpulannya bahwa transgen tidak mempengaruhi kandungan mineral mikro Fe, Zn, asam fitat, dan aktivitas anti tripsin pada beras dari 6 galur padi PRG pembawa fusi gen cry1B::cry1Aa.
Peranan Teknologi Proses Pengolahan Pangan dalam Penurunan Alergenisitas Kerang-kerangan: Meta-analisis Andi Nadya Tita Alia; Nurheni Sri Palupi; Puspo Edi Giriwono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.3.491

Abstract

Shellfish is widely consumed globally, one of the main reasons is because it contains good nutrition for health. The increased consumption also leads to adverse health problems such as food allergy. Food allergy is hypersensitivity reaction of the immune system caused by consumption or exposure to food. Various food processing methods has been proven to alter shellfish allergenicity with different effectiveness. This study aims to determine the most effective processing method to reduce shellfish allergenicity through meta-analysis. In total of 19 articles were obtained using PRISMA diagram, with publication year range 2006-2020. Data were analyzed to determine Standardized Mean Difference (SMD) with 95% confidence interval. Moist heating, high hydrostatic pressure, irradiation, and ultrasound processing have significant effect (p < 0,05) in reducing shellfish allergenicity. Meanwhile, boiling and roasting processing did not have a significant effect. Based on the results of the meta-analysis, high hydrostatic pressure is the most effective method in reducing shellfish allergenicity because it has the highest effect size value with -7,25 (95% CI: -9,11 s.d. -5,4; p < 0,00001). Keywords: allergenicity, food processing, meta-analysis, shellfish
Sintesis Minyak Makan Kaya Diasilgliserol dari RBDP Olein dengan Metode Gliserolisis Enzimatis serta Pemurniannya Sari Apriliana; Nur Wulandari; Puspo Edi Giriwono
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 40, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v40i1.7728

Abstract

ABSTRAK: Terjadinya masalah gizi terkait konsumsi minyak dan lemak, telah mendorong masyarakat untuk menggunakan minyak yang memiliki dampak positif bagi kesehatan (minyak sehat), seperti minyak makan yang kaya kandungan diasilgliserol (DAG). Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis minyak makan kaya DAG dari refined bleached deodorized palm (RBDP) olein melalui metode gliserolisis enzimatis, serta meningkatkan kadar DAG pada minyak makan tersebut melalui proses pemurnian. Sintesis minyak makan kaya DAG secara gliserolisis enzimatis dilakukan dengan mereaksikan RBDP olein dan gliserol 2:1 (mol/mol) menggunakan katalis enzim lipase TL IM 10% (b/b) pada suhu 60 oC selama 26 jam. Proses tersebut mampu meningkatkan kadar DAG minyak makan secara signfikan, yaitu semula 9,41%+0,03 menjadi 47,85%+0,09. Tahap pemurnian selanjutnya dengan metode P2 (saponifikasi menggunakan NaOH 10%) dapat meningkatkan kandungan DAG minyak makan dari 47,85%+0,09 menjadi 54,68%+0,27.  Sintesis dan proses pemurnian yang diterapkan dalam penelitian ini telah mampu meningkatkan kadar DAG pada minyak makan 5,8 kali lipat lebih tinggi dibandingkan bahan baku RBDP olein.  Sifat fisikokimia minyak makan kaya DAG hasil pemurnian mengalami perubahan dibandingkan RBDP olein, terutama dari bentuk fisiknya yang menjadi semipadat, serta bilangan Iod-nya yang lebih rendah. 
Estimasi Risiko Migrasi Bisfenol A (BPA) Dari Kemasan Logam Pangan Olahan Di Indonesia Nugraha Edhi Suyatma; Sentani Chasfila; Puspo Edi Giriwono
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.2.253-267

Abstract

Logam merupakan salah satu jenis kemasan pangan yang banyak digunakan, untuk mencegah korosi. Logam biasanya dilapisi dengan pelapis epoksi resin seperti bisfenol A (BPA). BPA dapat mempengaruhi sistem endokrin dan dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan serta organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan migrasi BPA pada kemasan kaleng sarden dan kornet serta paparannya pada penduduk Indonesia. Sampel yang digunakan adalah kemasan kaleng kosong untuk sarden dan kornet masing-masing 12 buah kemudian dianalisis menggunakan HPLC-UV Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa konsetrasi migrasi BPA dalam kemasan kaleng sarden (menggunakan simulan etanol 20%) berkisar antara 0,005 – 0,05 mg/kg. Sedangkan dalam kemasan kaleng kornet (menggunakan simulan etanol 10%) sebesar 0,005 mg/kg. Rerata estimasi paparan perhari migrasi BPA dari konsumsi sarden dalam kaleng tertinggi terdapat pada usia 24-59 bulan yaitu 0,0546 µg/kgBB, sedangkan estimasi paparan perhari migrasi BPA dari konsumsi kornet dalam kaleng tertinggi terdapat pada usia anak 5-12 tahun yaitu sebesar 0,0066 µg/kgBB. Nilai risiko P95 untuk paparan migrasi BPA dari konsumsi sarden dalam kaleng pada seluruh kelompok usia sebesar 2,3883% sedangkan nilai risiko paparan dari konsumsi kornet dalam kaleng pada seluruh kelompok usia sebesar 0,3846%. Nilai risiko tersebut tidak melebihi asupan harian yang dapat ditoleransi sementara (tTDI), yang mengindikasikan bahwa paparan migrasi BPA melalui kemasan kaleng sarden dan kornet akibat mengkonsumsi sarden dan kornet tidak menimbulkan risiko bahaya terhadap kesehatan manusia di Indonesia.
Utilization of Suji Leaves Extract (Pleomele Angustifolia N.E Brown) in Inhibiting Carrageenan-Induced Inflammation on Rats Reni Koja; Endang Prangdimurti; Puspo Edi Giriwono
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i1.371

Abstract

Suji leaf (Pleomele angustifolia N.E. Brown) has long been used as an ingredient for traditional medicines. This study seeks to evaluate the anti-inflammatory activity of suji leaf extract in terms of its ability to reduce oedema in the hind paws of rats. Six groups were treated: negative control, positive control given diclofenac sodium as anti-inflammatory medication, two groups of suji leaf extract powder (SEP) with doses of 300 and 800 mg/kg, acetone extract of suji leaf (AES), and a group of acetone extract of SEP (EA-SEP) at a dose of 500 mg/kg with oral administration. Injections of 1% carrageenan suspension into the right hind paw of rats induced inflammation. The results demonstrated that SEP administered at a dose of 800 mg/kg has an inflammatory capacity (80.56%), AES (56.94%), and AE-SEP (75.7%). Chlorophyll, total phenol, and antioxidant capacity in SEP (9.0809 mg /g sample; 3.7354 mg GAE/g sample; 3.04 mg AAE/g sample), AES (4.6471 mg /g sample; 0.9994 mg GAE/g sample; 3.26 mg AAE/g sample), and AE-SEP (6.4912 mg /g sample; 2.1703 mg GAE/g sample; 2.55 mg AAE/g sample). According to qualitative test results, Suji extract contains bioactive compounds of the flavonoid group, saponins, steroids, and triterpenoids. It is believed that phenolic compounds function as anti-inflammatory agents.
Standar Mutu Cpo Untuk Minyak Makan dan Penerapan Cara Produksi Minyak Sawit Yang Baik Di Indonesia: Suatu Keniscayaan Andarwulan, Nuri; Hariyadi, Purwiyatno; Giriwono, Puspo Edi; Faridah, Didah Nur
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 4 No 1 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0401.245-248

Abstract

Minyak sawit merupakan komoditas non paling strategis di Indonesia. Ekspornya mendapatkan rintangan dikarenakan kandungan kontaminan 3 MCPDE dan GE yang tidak memenuhi syarat mutu sebagai ingredien pangan di Eropa. Kontaminan terbentuk sebagai hasil proses pemurnian yang menggunakan suhu tinggi dan terdapatnya precursor kontaminan. Senyawa prekursor kontaminan dan parameter mutu pada CPO yang menjadi faktor faktor pembentukan kontaminan belum menjadi standar CPO. Usulan standar mutu CPO untuk diproses minyak nabati dari sawit merupakan usulan baru . CPO yang memenuhi syarat mutu, dapat menghasilkan minyak makan dengan kandungan kontaminan memenuhi persyaratan mutu minyak nabati Eropa dan menjamin keamanan pangan untuk konsumen dalam negeri. CPO tersebut dapat diperoleh dengan penerapan Proses Pengolahan Minyak Sawit yang Baik. Panduan ini dapat mengadopsi CXC 79 2019. Sesuai penerapan PP No 86 tahun 2019,instansi yang terlibat dalam penyusunannya adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan BPOM dengan koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Panduan ini dapat menjadi materi diplomasi perdagangan ekspor dan untuk diimplementasikan oleh industri sawit Indonesia.
Torbangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) Leaf Extract Upregulates Expression of Lactation-Related Genes in Human Mammary Epithelial Cells MCF-12A Tafzi, Fitry; Andarwulan, Nuri; Giriwono, Puspo Edi; Dewi, Fitriya N.
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Number 1, December 2024 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v8i1.37364

Abstract

Torbangun (Plectranthus amboinicus (Lour). Spreng) leaf is a herbaceous plant capable of increasing breast milk, although the mechanism of bioactive compounds on the molecular level remains relatively unknown. Therefore, this study aimed to evaluate the effect of torbangun leaf extract on the expression of genes associated with alveologenesis and the formation of milk protein, namely prolactin receptor (PRLR), glucocorticoid receptor (GR), signal transducer, as well as activator of transcription 5A (STAT5A) and b-casein (CSN2). The result showed that the extract and fractions of torbangunleaf had IC50 values above 20 ug/ml against MCF-12A cells. Ethyl acetate fraction also enhanced the expression of gene GR, STAT5A, and CSN2. Water fraction of torbangun leaf enhanced expression of gene PRLR, GR, STAT5A, and CSN2. The bioactive compound was found to increase the expression of genes associated with proliferation, alveologenesis, and the formation of milk protein during gestation and lactation.
SUPLEMENTASI MIKROENKAPSULAT EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (KBM) MENURUNKAN KADAR MALONALDEHIDA HATI TIKUS Nesya Nova Febriane; Puspo Edi Giriwono; Sutrisno Koswara; Endang Prangdimurti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 1 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i1.4423.61-70

Abstract

ABSTRACTHigh consumption of fried food contributes to increased risk of degenerative. Potent antioxidants that may alleviate this problem are contained in pericarp of mangosteen (KBM). However, its bitter taste hinders use of this antioxidant. Microencapsulation process can mask bitter taste and control the release of bioactive compounds. This study aims to evaluate the effectiveness of microencapsulated mangosteen pericarp extract in supressing malonaldehyde (MDA) in rat liver as a result of the consumption of oxidized palm oil. Antioxidants were extracted with methanol from KBM and microencapsulated using gelatin, carboxymethylcellulose (CMC) and maltodextrin. Its antioxidative capacity is determined by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. Extract is supplemented to feed of rats at doses of 100mg/kg bw (KBM 1), meanwhile microencapsulated KBM at doses 100 (KBM 2) and 200 mg/kg bw (KBM 3) in addition to oxidized palm oil, for 50 days. After termination, liver was excised and liver MDA concentration was assayed. The decrease of MDAlevels on KBM 1, KBM 2, and KBM 3 respectively are 11.64 percent, 40.18 percent, and 53.43 percent. Supplementation of microencapsulated and non-encapsulated KBM extract do not affect body weights and feedconsumption of rats. Microencapsulated KBM is effective to reduce MDA levels significantly than its raw extract, in which 200 mg/kg bw is the best concentration. Its process can reduce the bitter taste of KBM.Keywords: antioxidant, mangosteen pericarp, oxidized oil, microencapsulation, liver MDA levelsABSTRAKTingginya konsumsi pangan yang digoreng meningkatkan resiko penyakit degeneratif. Salah satu antioksidan yang berpotensi mengatasi masalah ini adalah yang terkandung pada kulit buah manggis (KBM). Tetapi rasapahit dan getir yang terkandung dalam KBM menyebabkan penggunaannya menjadi terbatas. Oleh karena itu, digunakan proses mikroenkapsulasi yang dapat melindungi dan mengontrol pelepasan senyawa bioaktif yang terkandung dalam KBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mikroenkapsulasi ekstrak KBMuntuk menurunkan kadar malonaldehida (MDA) hati tikus percobaan yang mengonsumsi minyak sawit teroksidasi. Antioksidan diekstrak dari tepung KBM dengan metanol dan dimikroenkapsulasi menggunakan gelatin, karboksimetil selulosa (CMC), dan maltodekstrin. Kapasitas antioksidan diukur dengan metode 2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Ekstrak dengan dosis 100 mg/kg bb (KBM 1) serta mikroenkapsulat KBMdengan dosis 100 (KBM 2) dan 200 mg/kg bb (KBM 3) disuplementasi pada pakan tikus dengan penambahan minyak sawit teroksidasi selama 50 hari perlakuan. Setelah diterminasi, hati tikus diambil lalu diukurkonsentrasi malonaldehida (MDA) yang terkandung. Penurunan kadar MDA pada KBM 1, KBM 2, dan KBM 3 yaitu sebesar 11,64 persen, 40,18 persen, dan 53,43 persen. Suplementasi ekstrak KBM yang dimikroenkapsulasi maupun tanpa enkapsulasi tidak mempengaruhi berat dan konsumsi pakan tikus. Mikroenkapsulat KBM efektif untuk menurunkan kadar MDA hati tikus dibandingkan ekstrak tanpa enkapsulasi, dimana konsentrasi terbaik yaitu 200 mg/kg bb. Proses ekstraksi dan mikroenkapsulasi dapat mengurangi rasa pahit dan getir KBM. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1): 61-70]Kata kunci: antioksidan, kulit buah manggis, minyak sawit teroksidasi, mikroenkapsulasi, kadar MDA hati
CONSUMPTION OF CARBONATED BEVERAGES AND THE RISK FOR GASTROINTESTINAL DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Puspo Edi Giriwono; Nuri Andarwulan; Rimbawan Rimbawan; Deddy Muchtadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 37 No. 1 (2014)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v37i1.4010.69-76

Abstract

ABSTRACTIssues of different effects of carbonated soft drinks to human health have been circulated and analyzed in both scientific and non-scientific approaches. However, there is few publications discussing the specific effect of carbonation on human health and, more often than not, studies have largely concentrated on the effect of sugar or calorie content in carbonated beverages in affecting our health. Thus the effect of carbonation itself on human health is then lost in arguments contradicting or reaffirming the effect of carbonated soft drinks. We conducted this systematic review to specifically observe current findings on the effect of carbonation in beverages on human health. This systematic review was conducted using Scirus search engine to list articles relevant with keywords such as CO2, carbonated beverage, carbonation, sparkling water, gastrointestinal, gastro-esophageal and adenocarcinoma. Next, articles were obtained from numerous databases and screened for their relevance and context. Finally, peer reading and discussion were conducted for the writing of this article. The results of this systematic review observed three major article subjects currently correlated with exclusive effect of carbonation on gastrointestinal health. Published studies indicate that oral cavity/dental health, gastro-esophageal reflux and most recently esophageal adenocarcinoma are discussed frequently and observed in population studies in different countries consuming significant quantities of carbonated beverages. Eight articles (40%) discussed dominant factors not correlated with carbonation which significantly affect dental erosions. Six (33%) articles observed no clear clinical significance carbonation promotes or exacerbate gastro-esophageal reflux. Interestingly, five (27%) articles reported insignificant correlation, even inversed, of carbonation on esophageal carcinoma.Currently available scientific studies on populations in multiple countries show that the effect of carbonation in beverages has non-significant (statistically) effect on the health of the gastrointestinal tract.Keywords: Carbonated beverages, gastrointestinal, GERD, esophageal adenocarcinoma*ABSTRAKIsu mengenai dampak karbonasi pada minuman ringan terhadap kesehatan, terutama kesehatan saluran pencernaan, telah banyak beredar beserta pembahasannya, baik secara ilmiah maupun tidak. Efek kesehatan dari unsur karbonasi pada minuman ringan sangat jarang dibahas dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Melakukan systematic review status ilmiah terkini khusus mengenai dampak karbonasi dalam berbagai produk minuman terhadap kesehatan saluran pencernaan. Scirus search engine digunakan untuk melacak artikel ilmiah dengan kata kunci khusus, yakni CO2, carbonated beverage, carbonation, sparkling water, gastrointestinal, gastro-esophageal and adenocarcinoma. Tahap ini dilanjutkan dengan penapisan (screening) untuk kesesuaian subjek artikel dan akses. Tahap terakhir adalah focus group discussion bersama peer/ahli dalam bidang gizi, kesehatan dan keamanan pangan. Hasil dari systematic review memperlihatkan bahwa terdapat tiga kelompok pembahasan utama yang berhubungan dengan efek karbonasi terhadap kesehatan saluran pencernaan, yaitu kesehatan pada gigi/rongga mulut, refluks esofagus dan kanker esofagus. Hasil skrining menunjukkan 40 persen published articles membahas dental health, 33 persen membahas gastro-oestrophageal health dan 27 persen membahas esophageal adenocarcinoma. Delapan artikel yang membahas dental health menunjukkan erosi yang dapat terjadi disebabkan oleh faktor lain di luar karbonasi. Enam artikel yang membahas gastro-oestrophageal health menunjukkan tidak ada korelasi antara faktor karbonasi dengan refluks ataupun refluks kronis yang terjadi. Sementara 5 artikel memperlihatkan observasi yang berkorelasi terbalik dengan risiko munculnya kanker esofagus. Systematic review menunjukkan bahwa saat ini berbagai artikel ilmiah relevan yang sudah dipublikasikan menyimpulkan dampak karbonasi pada minuman terhadap kesehatan saluran pencernaan tidak signifikan secara statistik klinis. [Penel Gizi Makan 2014, 37(1): 69-76]Kata kunci: Minuman berkarbonasi, penyakit saluran pencernaan, GERD, esophageal adenocarcinoma
RISIKO PAPARAN KADMIUM DARI COKELAT BATANG PADA KONSUMEN DI INDONESIA Dias Erfan; Lilis Nuraida; Puspo Edi Giriwono
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v44i2.5056

Abstract

ABSTRACT Cadmium (Cd) is a common contaminant found in cocoa derivative products such as chocolate bars because it is carried away from cocoa beans. The popularity of chocolate bars among Indonesian consumers may pose a health risk due to Cd content in chocolate bars. The present study aimed to estimate the risk of dietary exposure on Cd from chocolate bars to the Indonesian population. The data of chocolate bars consumption in 1324 respondents were obtained from Individual Food Consumption Survey in 2014. Samples of 10 different variants of chocolate bars were collected from markets in Indonesia from the provinces of DKI Jakarta and West Java. All samples were analyzed for their Cd content using Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS). The results show the highest average consumption of chocolate bars was found in adolescence (13-18 years), followed by a toddler (6-59 months) and children (5-12 years). Cd content in chocolate bars ranged between 0.00012 mg/kg to 0.12 mg/kg with the highest content was found in one variant of sweet dark chocolate bar. None of the samples contained Cd above the maximum limits of Cd (0.5 mg/kg in chocolate bar products) as regulated by NADFC. The highest average exposure to Cd from chocolate bars was found in toddlers (6-59 months), 0.09336 µg/kg BW/day. The average, maximum, and P95th exposures to Cd from chocolate bars in all age groups did not exceed its Provisional Tolerable Monthly Intake (PTMI), indicating that the exposure to Cd through chocolate bar products do not pose any potential risk to human health. ABSTRAK Kadmium (Cd) merupakan kontaminan yang umum ditemukan pada produk turunan kakao seperti coklat batang karena terbawa dari biji kakao. Popularitas cokelat batang di kalangan konsumen Indonesia dapat menimbulkan risiko kesehatan akibat kandungan Cd dalam cokelat batang. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan risiko tingkat paparan Cd dari cokelat batang pada populasi di Indonesia. Data konsumsi cokelat batang pada 1324 responden diperoleh dari Survei Konsumsi Makanan Individu tahun 2014. Sebanyak 10 sampel batang cokelat dari varian yang berbeda dikumpulkan dari pasar di Indonesia dari provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Seluruh sampel dianalisis kandungan Cd-nya menggunakan metode Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi cokelat batang tertinggi ditemukan pada kelompok remaja (13-18 tahun), diikuti oleh balita (6-59 bulan) dan anak-anak (5-12 tahun). Kadar Cd pada seluruh cokelat batang berkisar antara 0,00012 mg/kg sampai 0,12 mg/kg dengan kadar Cd tertinggi terdapat pada salah satu varian coklat batang hitam manis. Tidak ada sampel yang mengandung Cd di atas batas maksimum Cd (0,5 mg/kg pada produk cokelat batang) sebagaimana diatur oleh BPOM. Rata-rata paparan Cd dari cokelat batang tertinggi ditemukan pada kelompok balita (6-59 bulan) yaitu sebesar 0,09336 µg/kg bb/hari. Nilai paparan rata-rata, maksimum dan P95 untuk Cd dari cokelat batang di kelompok seluruh umur tidak melebihi Provisional Tolerably Monthly Intake (PTMI) yang menunjukkan bahwa paparan Cd melalui produk cokelat batang tidak menimbulkan risiko potensial bagi kesehatan manusia. [Penel Gizi Makan 2021, 44(2):59-70]
Co-Authors Afif Arwani Alfin Maulana Wihardi Aliwikarta, Kuswanto Andi Nadya Tita Alia Andini Giwang Kinasih Antung Sima Firlieyanti Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Ayu Puspitalena RTR Betty Sri Laksmi Jenie Bustanussalam Cesar Welya Refdi Christian Liguori Citta, Eleonora Pradnya Nirmala Dahrul Syah DAHRUL SYAH Dahrul Syah Deddy Muchtadi Dedi Fardiaz Dewi, Fitriya N. Dian Herawati Dian Herawati Dias Erfan Dias Indrasti Eko Hari Purnomo Elsera Br Tarigan Elsera Br Tarigan, Elsera Br Endang Prangdimurti Enny Rimita Sembiring Farida, Eko Feri Kusnandar FITRY TAFZI Fransiska R. Zakaria Fransiska Rungkat FRANSISKA RUNGKAT ZAKARIA FRANSISKA RUNGKAT ZAKARIA Hanifah Nuryani Lioe Hanifah, Ishmah Hapsari , Yatri Harsi D. Kusumaningrum Hartati Chairunnisa Iftita Rakhma Ikrima Indrayana, Stefanus Izzati, Fauzia Joko Hermanianto Kartika Sari Khaerul Fadly Kharisma Tamimi Kusmajadi Suradi Kusmajadi Suradi Kuswanto Aliwikarta Lidwina Lidwina Lilis Nuraida Maggy Thenawidjaja Suhartono Masayu Nur Ulfa Nasution, Zuraidah Nesya Nova Febriane Noviana, Astrid Nugraha Edhi Suyatma Nur Wulandari Nuri Andarwulan Palupi, Nurheni Sri Pamungkas, Joko Purwiyatno Hariyadi Rahman , Fauzy Rahmawati, Siti Irma Ratna Komala Putri Ratna Sari Listyaningrum Reni Koja Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rina Dias Agustin RTR, Ayu Puspitalena Safira P.A Haryanto SARASWATI SARASWATI Saraswati Saraswati Sari Apriliana Satya Nugroho Sentani Chasfila Septiana , Eris Simanjuntak , Partomuan Sri Yadial Chalid Stefanus Indrayana Sutrisno Koswara Suyanto Suyanto Tanaka, Darren Wahid Yulianto Wendry Setiyadi Putranto Winiati Pudji Rahayu Wiwi Hartuti Yani Handayani Zakaria Zakaria