Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Konsep Diri Anak Binaan di LPKA Kota Pontianak Novi Andriati; Hastiani Hastiani; Hendra Sulistiawan; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah; Ema Sukmawati; Hendrik Hendrik; Amelia Atika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.549 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.339

Abstract

Para pelanggar hukum saat ini tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja, namun juga melibatkan anak anak. Anak yang berpekara hukum dibatasi dengan rentang usia antara 8 sampai dengan 18 tahun sesuai dengan (UU RI no. 23 tahun 2007). Secara psikologis pada usia tersebut, anak masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan konsep dirinya. Namun karena terlibat proses hukum maka mereka harus memikul tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dengan masuk dalam lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). Program pembinaan yang dilakukan di LPKA akan berjalan efektif dengan adanya bimbingan kelompok ataupun individual yang melihat sudut pandang dari anak, dan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dengan memperhatikan faktor efektivitas pembinaan yang dijalankan dan ketercapaian bagi anak binaan.
Filosofis Alat-Alat Tradisional Dayak Tabun Sebagai Konteks Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Riki Maulana; Teguh Agustian; Hartono Hartono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.4073

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan makna filosofis alat-alat tradisional dayak tabun sebagai konteks pembelajaran pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Budaa lokal disini adalah sebagai konteks pembangun karakter kedaerahan, yang dimana perpaduan filosofis kebudayaan daerah dipadukan dengan pendidikan karakter. Tradisi berubah ketika orang memberikan perhatian khusus pada fragmen tradisi tertentu dan mengabaikan fragmen yang lain. Dengan memaknai kajian kedaerahan di harapkan dapat menambah warna dalam pendidikan menjadi tidak hanya memfokuskan pada kajian nasional, akan tetapi dengan memaknai kajian filosofis pada alat-alat tradisional, penggunaaan alat, bahan alat dan cara menggunakan yang memiliki filosofis khusus untuk menjadi pengembang dan penguat cinta budaya daerah yang bisa di aplikasikan dalam konteks pembelajaran pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tehnik observasi, tehnik komunikasi langsung dalam penerapannya. Sedangkan untuk keperluan pengolahan data menggunakan Tehnik komunikasi langsung yaitu dengan melakukan wawancara terhadap tokoh masyarakat Dayak Tabun, diantaranya kepada pembuat, pengguna, dan pemangku adat.
Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mengatasi Perilaku Negatif Penggunaan Media Sosial Toni Elmansyah; Riki Maulana
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v4i2.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang upaya mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan, sedangkan bentuknya penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian dapat disimpulkan;(1) Gambaran tentang perilaku negatif penggunaan media sosial pada siswa kelas X Sekolah Menegah Atas Swasta Mujahidin Pontianak sebelum diberikan tindakan layanan bimbingan kelompok tergolong sedang, dilihat dari hasil analisis angket sebelum diberi tindakan layanan bimbingan kelompok. (2) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial meliputi; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, observasi dan tindak lanjut berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disiapkan atau dibuat. (3) Layanan bimbingan kelompok dapat mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial, dillihat dari hasil persentase angket sebelum dan sesudah tindakan layanan bimbingan kelompok
DESKRIPSI GANGGUAN DISLEKSIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN SEGEDONG Toni Elmansyah; Riki Maulana; Nini Nini
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i1.10187

Abstract

Students who have learning difficulties are different from children who have learning problems. learning difficulties in this study focused on impaired children's ability to distinguish letters and write numbers. One of the learning difficulties experienced by students is dyslexia. The purpose of this study was to determine student learning difficulties (dyslexia) of elementary school students in Segedong District. The method used in this research is descriptive method. The stages of the method in this study were in the form of instrument design, interview data collection, observation and data analysis. Based on the results of the study there were 10 students who had symptoms of dyslexia out of a total of 133 students or 7.5% of students who had dyslexia. Most symptoms
Pelatihan Konseling Lanjut Usia Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mulia Dharma Toni Elmansyah; Hendrik Hendrik; Hendra Sulistiawan; Hastiani Hastiani; Eli Trisnowati; Tri Mega Ralasari S; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah:1) Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada remaja tentang lansia, 2) Menerapkan konseling pada lansia. Metode kegiatan menggunakan langkah-langkah: 1) Pesiapan, yaitu dengan cara survey di lapangan, 2) Kegiatan, dengan cara penanyangan slide materi dalam bentuk power point, 3) Praktik konseling, 4) Tanya jawab. Hasil kegiatan: 1) Seluruh peserta memahami materi yang diberikan dalam layanan klasikal, 2) Peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, kondisi ini dapat dilihat dari ketepatan waktu kehadiran hingga selesai kegiatan, aktif bertanya dan peserta bisa mempraktikkan konseling yang baik kepada lansia, 3) Masing-masing peserta memberikan saran dan menyimpulkan materi yang didapatkan diakhir kegiatan.
Filosofis Alat-Alat Tradisional Dayak Tabun Sebagai Konteks Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Riki Maulana; Teguh Agustian; Hartono Hartono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.4073

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan makna filosofis alat-alat tradisional dayak tabun sebagai konteks pembelajaran pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Budaa lokal disini adalah sebagai konteks pembangun karakter kedaerahan, yang dimana perpaduan filosofis kebudayaan daerah dipadukan dengan pendidikan karakter. Tradisi berubah ketika orang memberikan perhatian khusus pada fragmen tradisi tertentu dan mengabaikan fragmen yang lain. Dengan memaknai kajian kedaerahan di harapkan dapat menambah warna dalam pendidikan menjadi tidak hanya memfokuskan pada kajian nasional, akan tetapi dengan memaknai kajian filosofis pada alat-alat tradisional, penggunaaan alat, bahan alat dan cara menggunakan yang memiliki filosofis khusus untuk menjadi pengembang dan penguat cinta budaya daerah yang bisa di aplikasikan dalam konteks pembelajaran pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tehnik observasi, tehnik komunikasi langsung dalam penerapannya. Sedangkan untuk keperluan pengolahan data menggunakan Tehnik komunikasi langsung yaitu dengan melakukan wawancara terhadap tokoh masyarakat Dayak Tabun, diantaranya kepada pembuat, pengguna, dan pemangku adat.
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA YANG MENGALAMI GANGGUAN BELAJAR PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR Toni Elmansyah; Riki Maulana
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.14024

Abstract

Elementary school students' learning disorders are a problem that must be addressed immediately. Bearing in mind that the development of elementary school level students is characterized by the ability to make sense of what they read, being able to rewrite it, and spelling. Children will usually begin to read fluently at the age of 6 to 7 years when they are in elementary school, first and second grade. However, the facts fieldwork shows that there is a small portion of students in first and second grade elementary schools who are not yet able to read fluently and some even do not yet know letters. Of course, this is a question for teachers and parents regarding this method of learning, and it turns out that this condition is Disturbances experienced by children when learning. The aim of this research is to help children who choose dyslexic learning groups, apply the Fernald method to children with dyslexia, and change dyslexic children using the Fernald method. The method used in this research is Single Subject Research (SSR), using the A-B-A research design, there is repetition. base line phase or condition, which describes two conditions, namely before the intervention is given and after the intervention. Based on the research results, the Fernald method is suitable for students who experience dyslexia. Judging from the results before the intervention and after the intervention
VISUALISASI KESEPIAN MELALUI OLD PHOTOGRAPHIC PROCESS: CETAKAN GUMOIL Maulana, Riki
specta Vol 8, No 2 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i2.9051

Abstract

Penciptaan karya fotografi seni ini, membawa konteks kesepian seorang anak akibat perceraian orang tua dengan menggunakan fotografi sebagai medium penyampaian pesan dalam karya. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan fotografi seni yang membahas dampak dan kenangan akan kesepian. Cara yang paling umum untuk membuat pesan dalam sebuah karya dimulai dari membangun pemikiran, memperhatikan realitas, dan menguraikannya ke dalam sebuah karya visual. Teknik cetak tua digunakan sebagai bahan eksperimentasi yang diperkirakan bahwa konsep visual karya dan cetakannya saling berkaitan. Jenis cetak tua yang digunakan adalah cetakan gumoil, gumoil menghasilkan karya visual yang menunjukkan sisi monokromatik yang berbintik-bintik dan kasar, efek tersebut muncul karena adanya campuran cat minyak dengan jenis kertas sebagai struktur yang bereaksi pada cetakan gumoil. Visual karya ini mendorong pemirsa untuk berpartisipasi dalam wisata kesepian itu sendiri, yang dapat berdampak pada mereka dengan memberikan perspektif latar belakang tentang perasaan terisolasi yang disebabkan oleh perceraian orang tua dan berbagai pengalaman. Singkatnya, pesan yang ingin disampaikan melalui karya visual ini adalah terkait dengan perasaan kesepian yang dapat dialami oleh anak-anak akibat dampak dari perceraian orang tua mereka, yang dapat terekam dalam memori pikiran dan perasaan.Visualization of loneliness through old photographic process : gumoil mold The creation of this photographic artwork brings the context of a child's loneliness due to parental divorce by using photography to convey the message in the work. This project aims to create fine-art photography that addresses the impact and memories of loneliness. The most common way to create a message in a work starts by building a thought, paying attention to reality, and elaborating it into a visual work. The old print technique is used as a material for experimentation where it is thought that the visual concept of the work and the print are interrelated. The type of old print used is the gumoil print; gumoil produces visual works that show a mottled and rough monochromatic side; the effect arises from the mixture of oil paint with a type of paper as a structure that reacts to the gumoil print. The visuals of this work encourage viewers to participate in the loneliness tour itself, which can affect them by providing a background perspective on the feelings of isolation caused by parental divorce and various experiences. In short, the message conveyed through this visual work is related to the feelings of loneliness that children can experience due to the impact of their parent's divorce, which can be recorded in the memory of thoughts and feelings.
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA YANG MENGALAMI GANGGUAN BELAJAR PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR Toni Elmansyah; Riki Maulana
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.14024

Abstract

Elementary school students' learning disorders are a problem that must be addressed immediately. Bearing in mind that the development of elementary school level students is characterized by the ability to make sense of what they read, being able to rewrite it, and spelling. Children will usually begin to read fluently at the age of 6 to 7 years when they are in elementary school, first and second grade. However, the facts fieldwork shows that there is a small portion of students in first and second grade elementary schools who are not yet able to read fluently and some even do not yet know letters. Of course, this is a question for teachers and parents regarding this method of learning, and it turns out that this condition is Disturbances experienced by children when learning. The aim of this research is to help children who choose dyslexic learning groups, apply the Fernald method to children with dyslexia, and change dyslexic children using the Fernald method. The method used in this research is Single Subject Research (SSR), using the A-B-A research design, there is repetition. base line phase or condition, which describes two conditions, namely before the intervention is given and after the intervention. Based on the research results, the Fernald method is suitable for students who experience dyslexia. Judging from the results before the intervention and after the intervention
Optimisation of Employee Attendance System Using Face Recognition and Geotagging Based on Mobile Android Fitria, Rahma; Sahputra, Ilham; Maulana, Riki
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 5, No 2 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v5i2.6892

Abstract

The growth of technology is developing very rapidly in various fields, ranging from industry, offices, government, to education. One interesting innovation is the application of facial recognition to an Android-based attendance system. This system allows attendance to be carried out by scanning employee faces using Android devices in certain areas such as offices or companies. By using this technology, the attendance process which is usually done manually or using fingerprints can be optimized, thereby reducing the risk of long queues when employees are present together. In some offices, attendance is still done manually by filling in attendance books or using fingerprints. This method often causes problems, especially when many employees come at the same time. The queues that form will of course interfere with their productive time. Therefore, to overcome this problem, an Android-based attendance application is needed that integrates facial recognition technology. This application is designed so that it can only be accessed in an office environment, with certain area coverage settings. This study uses the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm which is effective for image processing in facial recognition. In addition, researchers also apply the GPS Locking or Geotagging method to ensure that attendance can only be carried out in predetermined areas, thereby increasing the security and accuracy of attendance data. The dataset used in this study consists of facial images, where each individual is photographed in five different angles to improve the accuracy of the system. The results of this study are expected to create a more efficient and effective attendance system. By simplifying the attendance process, this technology not only saves time but also increases employee satisfaction, because they no longer have to face long queues. This is a step forward in utilizing technology to improve human resource management in the digital era.