Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dange:: Sinkronisasi Gereja Katolik terhadap Budaya Dayak Kayan Mendalam Efriani Efriani; Donatianus BSE. Praptantya; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 22 No. 2 (2020)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v22i2.1076

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of a blend of Dayak Kayan Mendalam customs and the rites of the Catholic Church in the dange tradition. Dange is a form of fusion of the Catholic Church's sacraments with local culture on the island of Borneo. Dange experienced development together with the Catholic Dayak Kayan Mendalam people. This research was conducted with interviews and field observations about the Dange tradition in the Catholic Church in the Mendalam parish in the middle of Dayak Kayan Mendalam, West Kalimantan. The synchronization between Dayak Kayan Madalam culture and the Rite of the Catholic Church was encouraged by Father Aloysius Ding, SMM as a native of Dayak Kayan Mendalam. Synchronization is done through the translation of the rites of the Catholic Church into the Dayak Kayan Mendalam.
Optimization of Character Education Through Community Participation Around The School Environment (Case Study in Lab School Junior High School Bandung) Jagad Aditya Dewantara; Efriani Efriani; Sulistyarini Sulistyarini; Wibowo Heru Prasetiyo
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2857.697 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i1.3017

Abstract

The community environment has an essential impact on the formation of student character in schools. Therefore, character education is a crucial step in shaping the identity of the Indonesian people. This study aims to determine the optimization of character education through community participation around the school environment at Junior High School  Lab School Bandung. This research method uses a case study centered on Bandung Lab school Middle School. The results showed that the character education conducted at Lab school Junior High School Bandung could run well because of the collaboration between the school and community participation around the school environment. The partnership carried out produces values that help build student character. The values include religious values, integrity values, nationalist values, independent values, and mutual values.Keywords: Character Education, Community Participation, The Environment Around the SchoolLingkungan masyarakat memiliki dampak yang penting bagi terbentuknya karakter siswa di sekolah. Oleh karena itu, Pendidikan karakter merupakan langkah sangat penting dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pendidikan karakter melalui partisipasi masyarakat sekitar lingkungan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama  Labschool Bandung. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus yang berpusat pada Sekolah Menengah Pertama  Labschool Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikaan karakter yang dilakukan pada Sekolah Menengah Pertama  Labschool Bandung dapat berjalan dengan baik karena kerjasama antara sekolah dan partisipasi masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Kerja sama yang dilakuan menghasilkan nilai-nilai yang turut membangun karakter siswa. Adapun nilai-nilai tersebut meliputi Nilai religius, Nilai integritas, Nilai nasionalis, Nilai mandiri dan Nilai gotong-royong.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Partisipasi Masyarakat, Lingkungan sekitar Sekolah
CARING NATIONAL IDENTITY THROUGH TEACHER CONTRIBUTIONS IN THE BORDER: PANCASILA ACTIONISTIC BASIC IMPLEMENTATION Jagad Aditya Dewantara; Efriani Efriani; sulistyarini sulistyarini
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.407

Abstract

This study looks at the phenomenon of Nationalism Education in various tribes in the Entikong region of Indonesia which borders Malaysia. The purpose of this study looks at the contribution of teachers in the scope of nationalization directly and factually, this nationalization is closely related to the implementation of the Pancasila axillary values as forming national identity. This research is focused on students and the practice of teachers who live in border areas. Retrieval of field data using descriptive qualitative methods using research designs and semi-ethnographic research procedures. The results of the field research indicate that the teacher carries out nationalization practices and campaigns through learning integration in the classroom and outside the classroom. There are 6 contributions seen in this study: teachers as instructors, teachers as managers, teachers as mentors, teachers as evaluators, teachers as members of professional organizations, and teachers as public relations specialists. This implication is expected to be able to strengthen the basis of national identity, especially in instilling Panacasila axiological values aimed at students at the Entikong border
Strategi Guru Pendidikan Agama Katolik Mengajar Dari Rumah Selama Pandemi COVID-19 Suko Suko; Yohanes Peten Lewo; Efriani Efriani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.926

Abstract

Strategi Guru PAKat mengajar dari rumah selama pandemi covid-19 mendapat perhatian serius dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh para guru PAKat, menemukan faktor pendukung dan penghambat selama mengajar dari rumah. Metode yang digunakan kualitatif dengan sumber data para orang guru PAKat tingkat SMA/SMK di wilayah Kota Pontianak. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara langsung dan lewat google form. Hasil diolah dengan teknik analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menemukan strategi yang digunakan oleh para PAKat selama mengajar dari rumah masa pandemi Covid-19 berupa Project Based Learning, Daring Method, luring method, home visit method, Blended Learning, youtube learning, strategi tanya jawab, dan strategi evaluasi hasil belajar. Faktor pendukung; guru memiliki banyak waktu dalam menyiapkan materi pembelajaran, batuan pulsa/kuota dari sekolah, dan tersedianya wifi. Faktor penghambat; koneksi internet yang kurang lancar, SDM pemanfaatan teknologi masih kurang, sulit mengukur pemahaman dan kemampuan peserta didik, kurangnya interaksi dalam pembelajaran, biaya belajar mahal, dan tingkat keaktifan dalam belajar kurang.
PAKAIAN KW: GAYA BUSANA BRAND MINDED DI KOTA PONTIANAK Susiana Susiana; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.8.1.%p

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya toko pakaian di pinggiran Pontianak. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji perilaku konsumtif para penggemar barang bermerek, dengan membidik produk bermerek palsu. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara dengan para penjual dan pembeli yang kami temui di toko-toko pakaian tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa produk palsu yang dikenal dengan barang KW sudah tidak asing lagi bagi penjual maupun pembeli. Mereka secara sadar melakukan penjualan dan pembelian untuk menciptakan gaya hidup yang tidak dapat dipenuhi oleh produk asli, terutama karena kendala ekonomi. Produk KW ini memiliki tingkatan dengan standar harga jual yang berbeda, KW Premium, KW Super dan KW 2, bahkan sudah dijual secara online. Ditemukan juga bahwa tidak ada rasa takut melanggar hukum, karena mereka merasa bahwa setiap orang yang datang berbelanja, mereka melakukannya secara sadar, tahu dan ingin. Penyusunan tulisan ini melalui metode penelitian kualitatif. Dengan melakukan observasi lapangan secara langsung peneliti dapat menjelaskan fenomena tingginya konsumsi pakaian KW melalui perspektif teori nilai tanda Baudrillad’.Kata Kunci : Brand Minded, Gaya Busana, Hiper Realitivitas, Pakaian KW,                     Toko Pakaian
ADAPTASI EKOLOGI PENDUDUK TRANSMIGRASI DI DESA RASAU JAYA SATU Efriani Efriani
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan adapatasi lingkungan yang dilakukan oleh transmigran di Desa Rasau Jaya Satu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keberhasilan transmigran dalam bertahan hidup pada lahan dan lingkungan sosial di tempat yang berbeda dengan lokasi asal mereka di Pulau Jawa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, data-data diperoleh dari wawancara dan observasi. Fenomena lapangan dianalisis dengan konsep ekologi budaya dalam memahami adaptasi para transmigran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa transmigran di desa Rasau Jaya Satu bertahan pada lokasi transmigrasi dengan beradaptasi terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial. Beberapa hasil adaptasi adalah (1) beradaptasi dengan lahan gambut dengan cara mengadopsi sistem pengetahuan ladang berpindah pada suku Dayak, (2) Beradaptasi dengan hutan hujan tropis yang renta wabah penyakit malaria dengan sistem pengobatan tradisonal menggunakan buah maoni; (3) mengadaptasikan pengetahuan berkebun suku Jawa dengan mengolah lahan gambut menjadi lahan perkebunan sayuran, umbi-umbian dan jagung, (4) mengadaptasikan budaya Jawa dalam interaksi dengan penduduk lokal.
Tolak Bala Pandemi Virus Corona pada Masyarakat Melayu di Desa Rawak Kabupaten Sekadau Kalimatan Barat Karmila Karmila; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.517

Abstract

The tradition of Tolak Bala from the Malay community in Rawak Village, Sekadau Hulu District, Sekadau Regency is still often carried out even though they are already predominantly Muslim. The Tolak Bala tradition is a religious syncretism, where in the ritual can be found elements of Islam, as well as animist beliefs and dynamism. This study aims to determine and describe the function of the Tolak Bala ritual in relation to the Corona virus pandemic. The method used in this study is a qualitative method and data collection techniques using observation and interviews. The findings of this study have shown that the Tolak Bala ritual has changed in meaning because knowledge and mindsets about religion in the people of Rawak Village have become more advanced. They began to believe that the Tolak Bala ritual process carried out in ancient times was contrary to religious law or Islamic law. In the past, the ritual process of Tolak Bala ritual carried out with animistic worship, while nowadays it is carried out by praying to Allah SWT. Tradisi tolak bala masyarakat Melayu di Desa Rawak Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau masih sering dilakukan meskipun mereka sudah mayoritas beragama Islam. Tradisi tolak bala ini merupakan sinkretisme agama yang dalam ritual tersebut dapat ditemukan unsur-unsur Islam, serta kepercayaan animisme dan dinamisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan fungsi dari ritual tolak bala dalam hubunganya dengan pandemi virus corona. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif serta teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini telah menunjukkan bahwa ritual tolak bala mengalami perubahan makna karena pengetahuan dan pola pikir tentang agama pada masyarakat di Desa Rawak sudah semakin maju. Mereka mulai meyakini bahwa proses ritual yang dilakukan pada zaman dahulu itu bertentangan dengan hukum agama atau syariat Islam. Pada zaman dulu proses ritual tolak bala dilakukan dengan pemujaan secara animism, sedangkan zaman sekarang dilakukan dengan proses berdoa kepada Allah Swt.
Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat Oktaviana Supriani Ririn; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.503

Abstract

Various ways are done to show love, and last tribute to the person who has died. Tampir is one of the many death customs in ethnic groups in the archipelago. Tampir is a traditional death ceremony for the Taman Kapuas Dayak ethnic, which is carried out by inviting relatives and friends to attend to pay respects to their deceased members. This study focuses on the tampir ceremony as a rites of passage in the life cycle of the Dayak Taman Kapuas ethnic in Sayut Village, West Kalimantan. Data and information were collected by in-depth interviews and observations. The results of this study indicate that the tampir custom is carried out through a long procession, starting from giving invitations to relatives and friends, slaughtering cows, simple meals, eating together, surrounding the bodies with dances, funerals, and family gatherings. Berbagai cara dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Tampir merupakan satu dari sekian banyak adat kematian pada suku bangsa di nusantara. Tampir adalah upacara adat kematian pada etnis Dayak Taman Kapuas yang dilakukan dengan mengundang kerabat dan sahabat untuk hadir memberikan penghormatan kepada anggota mereka yang telah meniggal. Penelitian ini berfokus pada upacara tampir sebagai ritual peralihan dalam daur hidup etnis Dayak Taman Kapuas di Desa Sayut, Kalimantan Barat. Data dan informasi dikumpulkan dengan wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat tampir dilakukan melalui prosesi yang panjang, dimulai dari memberikan undangan kepada kerabat dan sahabat, melakukan pemotongan sapi, jamuan sederhana, makan bersama, mengelilingi jenasah dengan tarian, pemakaman, dan kumpul keluarga.
PELIBATAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) UNTUK KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Herlan Herlan; Agus Sikwan; Endang Indri Listiani; Yulianti Yulianti; Efriani Efriani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1970

Abstract

Ketahanan pangan keluarga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan terutama pada masa pandemi covid-19. Dengan mengambil kegiatan pelibatan kelompok wanita Tani (KWT), pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran penting rumah tangga dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini mengusung tema pemanfaatan pekarangan rumah melalui pelibatan KWT. Pengabdian ini menggunakan metode pelibatan masyarakat (civic engagement). Adapun kegiatan ini telah melibatkan 25 orang anggota KWT Sri Ayu Matang Labong dan penanaman 2000 bibit sayur berupa bibit cabai, bibit terung dan bibit tomat. Hasil dari kegiatan ini ialah, terlibatnya kelompok wanita tani dalam mewujudkan program ketahanan pangan berbasis keluarga.  Keterlibatan ini didukung oleh pemahaman mereka terhadap peran dan peluang keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan pangan secara mandiri
CARING NATIONAL IDENTITY THROUGH TEACHER CONTRIBUTIONS IN THE BORDER: PANCASILA ACTIONISTIC BASIC IMPLEMENTATION Jagad Aditya Dewantara; Efriani Efriani; sulistyarini sulistyarini
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.407

Abstract

This study looks at the phenomenon of Nationalism Education in various tribes in the Entikong region of Indonesia which borders Malaysia. The purpose of this study looks at the contribution of teachers in the scope of nationalization directly and factually, this nationalization is closely related to the implementation of the Pancasila axillary values as forming national identity. This research is focused on students and the practice of teachers who live in border areas. Retrieval of field data using descriptive qualitative methods using research designs and semi-ethnographic research procedures. The results of the field research indicate that the teacher carries out nationalization practices and campaigns through learning integration in the classroom and outside the classroom. There are 6 contributions seen in this study: teachers as instructors, teachers as managers, teachers as mentors, teachers as evaluators, teachers as members of professional organizations, and teachers as public relations specialists. This implication is expected to be able to strengthen the basis of national identity, especially in instilling Panacasila axiological values aimed at students at the Entikong border