Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi Untuk Meminimalisir Tindak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Nida Sausan; Iga Fiolita Sari; Deviana Ariska; Annisa Tri Wulandari; Mitha Fransiska
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.225 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3107

Abstract

AbstrakSejak era reformasi, telah dibentuk berbagai lembaga antikorupsi yang berperan besar pada pencegahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, kejahatan korupsi merupakan jenis kejahatan dengan dampak yang luar biasa melakukan praktik kejahatan korupsi sama artinya dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi diperlukan adanya regenerasi hukum serta pendekatan budaya yakni melalui pendidikan anti korupsi yang berguna sebagai wadah pembentuk moral generasi muda. Metode pada riset ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan proses pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Program pendidikan anti korupsi yang telah di tetapkan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sama yang terpadu serta terbimbimbing guna menghentikan kerugian negara akibat tidakan korupsi. Disisi lain, pendidikan anti korupsi juga efektif untuk diimplementasikan dalam rangka membentuk moralitas anak bangsa serta menjadi langkah pencegahan dini bagi tindak kejahatan lanjut dari korupsi yakni pelanggan hak asasi manusia.Kata Kunci : Korupsi, pendidikan anti korupsi, pelanggaran HAM AbstractSince the reform era, anti-corruption institutions have been established that have a major role in preventing and eradicating corruption in Indonesia. In addition, the crime of corruption is a type of crime with an extraordinary impact, committing a crime of corruption is tantamount to committing a violation of human rights. To optimize efforts to eradicate corruption, it is necessary to have legal regeneration and a cultural approach, namely through anti-corruption education which is useful as a forum for forming the morale of the younger generation. The method in this study uses a normative legal approach with the data collection process using a literature study. This anti-corruption education program that has been established has the aim of providing the same knowledge and understanding that is integrated and guided in order to reduce state losses due to acts of corruption. On the other hand, anti-corruption education is also effective to be implemented in order to shape the morality of the nation's children as well as an early prevention step for further crimes of corruption, namely human rights customers.Keywords: Corruption, anti-corruption education, human rights violations
Mengedepankan Karakter Budaya Untuk Membangun Warga Negara yang Nasionalis Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Aldian Tomia; Jopani Novia; Ocha Ardania; Victorianus Marterik Arjon; Wilhelmina Tasya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.755 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3108

Abstract

AbstrakBanyaknya permaslahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa indonesia, hal itu hampir semuanya bersumber dari rendahnya moral dan ahlak masyarakat hingga pemimpin negara, banyak sekali jenis pendidikan pada bangsa indonesia namun kebanyakan pendidikan tersebut hanyalah mengajarkan intelektual saja, namun pendidikan yang paling penting untuk mengatasi semua permasalahan yang terdapat dalam bangsa kita ini adalah pendidikan karakter, disini pendidikan karakter lah yang menjadi peran utama untuk membangun karakter bangsa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju karena salah satu tujuan dari pendidikan karakter ialah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong rotong. Keteladanan dan kedisiplinan adalah beberapa contoh hal yang sangat penting untuk di tekankan dalam pendidikan karakter.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kdisiplinan, Keteladanan AbstractThe many problems that occur in the Indonesian nation are almost all sourced from low morals and morals of the community to state leaders, there are many types of education in the Indonesian nation but most of this education only teaches intellectuals, but education is the most important to overcome all problems contained in our nation is character education, here character education is the main role to build national character that is able to bring Indonesia to a more advanced direction because one of the goals of character education is to form a nation that is strong, noble, moral, tolerant. , cooperate or work together. Exemplary and discipline are some examples of things that are very important to emphasize in character education.Keywords: Character Education, Discipline, Exemplary
Pergulatan Identitas Suku Dayak Dalam Ritual Tolak Bala dan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Baya Mulya Kabupaten Sintang Jumadi Jumadi; Haunan Fachry Rohilie; Efriani Efriani
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v8i1.6158

Abstract

Penelitian ini ingin melihat bagaimana suku Dayak Linoh di Desa Baya mulya mempertahankan ritual adat warisan nenek moyang melalui ritual adat tolak bala sebagai upaya dari masyarakat adat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Suku Dayak Linoh yang ada di Desa Baya Mulya meyakini bahwa pandemi Covid-19 terjadi akibat terganggunya hubungan antara manusia dengan roh leluhur, sehingga perlu dilakukan ritual tolak bala, atau menolak terjadinya marabahaya bagi masyarakat setempat. Covid-19 dianggap tidak jauh berbeda Ketika terjadi wabah penyakit, atau gagal panen. Sehingga ritual tolak bala ini diharapkan mampu memperbaiki hubungan antara masyarakat dan roh leluhur. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana peran dan keterlibatan Pemerintah Desa Baya Mulya dalam ritual tolak bala, termasuk pelibatan masyarakat adat dalam penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 di Desa Baya Mulya. 
IMPLEMENTASI SIKAP NASIONALISME TERHADAP ETIKA BERMEDIA SOSIAL Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Sulistyarini Sulistyarini; Afandi Afandi; Agustian Agustian; Rezha Noviandra; T Heru Nurgiansah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i2.4030

Abstract

Belakangan ini kata Nasionalisme sudah tidak asing lagi dengar di telinga kita semua, karena pada dasarnya nasionalisme sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam kajian observasi dan dokumentasi yang meliputi kajian tentang nasionalisme, etika dan media sosial. Sumber kajian yang digunakan dalam penelitian ini berupa jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan buku referensi yang mendukung untuk mendapatkan berbagai informasi. Adapun dalam penelitian ini media sosial yang dapat dikaji, ialah Facebook, Instagram dan Tik Tok, karena ketiga platform tersebut sangat sering digunakan oleh generasi muda dan masyarakat umum dalam berinternet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sikap nasionalisme pada masyarakat Indonesia di media sosial sudah cukup baik, namun hanya dibeberapa waktu tertentu sikap nasionalisme tersebut mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya trend tertentu, seperti penyelenggaraan event internasional MotoGP di Mandalika. Sementara itu di berbagai platform seperti instagram, tiktok maupun facebook masih dijumpai rendahnya etika nasionalisme pada generasi muda dalam menggunakan internet.
Strategi Pengembangan Objek Pariwisata Hutan Albasia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Haris Firmansyah; Efriani Efriani; Jagad Aditya Dewantara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.908

Abstract

This study aims to determine the strategy in developing the Albasia Forest tourist attraction to attract tourists interest related to the Albasia tree forest tourism object. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive form. The results of this study indicate the potential for developing albasia forest tourism objects by utilizing the natural beauty that already exists, conducting promotions through banners and social media with the help of the nature lover community, thus attracting interest, especially young people who want to experience camping in the wilderness. The location is not far from the city. In the development of Albasia forest tourism, there are also positive and negative impacts. The positive effects include increasing economic implications because it provides opportunities for local communities to sell and young people to manage albasia forest tourism so that young people have jobs. However, there are also negative impacts, such as some people disagree with constructing these tourist attractions. Still, the Albasia forest tourism manager can handle these problems appropriately.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangan objek pariwisata hutan albasia sehingga mampu menarik wisatawan yang berkaitan dengan objek wisata hutan pohon Albasia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi dalam mengembangkan daya tarik wisata hutan Albasia ini dengan memanfaatkan keindahan alam yang sudah ada, melakukan promosi melalui banner dan sosial media dengan bantuan dari komunitas pecinta alam, sehingga menarik minat terutama pemuda-pemuda yang ingin merasakan berkemah di hutan yang lokasinya tidak jauh dari kota. Dalam pengembangan wisata hutan Albasia ini juga terdapat dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang meliputi dampak ekonomi yang meningkat karena memberikan kesempatan para masyarakat sekitar untuk berjualan dan para anak muda untuk mengelola wisata hutan Albasia sehingga membuat para anak muda sekitar memiliki pekerjaan. Akan tetapi juga terdapat dampak negatif seperti ada beberapa masyarakat yang kurang setuju untuk dibangunnya tempat wisata tersebut namun permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik oleh pengelolal wisata hutan Albasia.
The Importance of Building Communication Awareness as an Effort for Sustainable Conflict Resolution in West Kalimantan Jagad Aditya Dewantara; Muhammad Jailani; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Sulistyarini Sulistyarini; T Heru Nurgiansah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 1 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i1.9917

Abstract

This article stems from the social gap felt by the Chinese ethnic community in a multiethnic environment, which requires them to be able to blend in and interact with each other. As multicultural ethnic life requires them to understand and establish social relationships with each other, communication awareness becomes an important aspect in preventing conflicts that often arise due to misunderstandings among the multiethnic community. This study aims to analyze the community's communication practices among ethnic groups as an effort to bridge and overcome social gaps post-conflict. The research was conducted using ethnographic methodology to reveal facts by employing observation, interviews, and documentation to gather data. The research informants were 12 individuals, consisting of four Chinese ethnic members and eight local community members. The results reveal that the Chinese ethnic group has implemented several strategies to build communication awareness when interacting with the diverse local community. These strategies include self-awareness of diversity values, building genuine tolerance in the community, the readiness and willingness to engage in open communication, and being good listeners.
MEMPERTAHANKAN IDENTITAS LOKAL DI ERA GLOBALISASI MELALUI SANGGAR SENI BOUGENVILLE Jagad aditya dewantara; Ega Nur Cahya; Sulistyarini; Efriani; Shilmy Purnama; Afandi
JURNAL BORNEO AKCAYA Vol 8 No 2 (2022): Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51266/borneoakcaya.v8i2.240

Abstract

This study aims to determine how the Bougenville studio maintains the local identity in the era of globalization.The research is qualitative with case study method. The the subjects of this study were the head of the Bougenville studio, the trainer of the Bougenville studio, the students of the Bougenville studio and the community. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the Bougenville studio applies a strategy in keeping students safe and maintaining the local identity. The regular training programs and level ups are included in the studio curriculum. However, in this Bougenville studio, the local culture is instilled, or focuses more on the regional culture, namely Malay. However, it does not make the students of the Bougenville studio experience an ethnocentric attitude. Bougenville Studio is able to defend. All citizens uphold civic culture values such as solidarity, tolerance, active involvement and responsibility
Jacobson, David. 1991. Reading Ethnography. United State : State University of New York Press, 158 pages. ISBN : 978-0791405475 Efriani Efriani
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2023): Civic Education dan Citizenship Studies In culture, identity, and art (1 June 20
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v4i1.64413

Abstract

David Jacobson is an American anthropologist and Professor Emeritus in the Department of Anthropology at Brandeis University. Reading Ethnography was published by the State University of New York Press in 1991. Reading Ethnography provides a model for analyzing and evaluating ethnographic arguments. Through this book, David Jacobson examines the relationship between anthropologists' claims about human behavior and the data they use to support the claims they build. Jacobson analyzes the textual organization of ethnography, focusing on how problems, interpretations, and data are brought together. He examines in detail several well-known ethnographic cases, which he selected to illustrate the basic theoretical framework and mode of analysis. By advancing a method for assessing ethnographic exposure, this book contributes to the role of rhetoric and reflexivity in anthropology.  
TRANSFORMASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DAYAK IBAN DALAM ERA INDUSTRIALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN SANGGAU Kornelia Leli; Viza Juliansyah; Efriani Efriani
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i3.71292

Abstract

This study aims to describe the socio-economic transformation of the Dayak Iban Sebaruk community since the industrialization of oil palm plantations in Sungai Daun Hamlet, Sekayam District, Sanggau Regency. This study has focused on three main things: socio-economic life before the industrialization of oil palm, socio-economic life after the industrialization of oil palm, and the phenomenon of socio-economic transformation seen in the Dayak Iban Sebaruk in Sungai Daun Hamlet. This research has used a descriptive qualitative method using the theory of social change from traditional society to modern society. The results of this study have shown that the Dayak Iban Sebaruk community has experienced socio-economic changes due to the industrialization of oil palm plantations. This transformation can be seen in 5 aspects: livelihood shifts, social and cultural changes, infrastructure strengthening, environmental changes, and socio-political changes.Keywords: Socio-Economic Changes, Palm Oil Plantations, Industrialization and the Dayak Iban Sebaruk Community AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi sosial ekonomi Masyarakat Dayak Iban Sebaruk sejak adanya Industrialisasi Perkebunan Kelapa Sawit di Dusun Sungai Daun Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Kajian ini berfokus pada 3 hal utama, yakni kehidupan social ekonomi sebelum industrialisasi kelapa sawit, kehidupan social ekonomi sesudah industrialisasi kelapa sawit, dan fenomena transfomasi social ekonomi yang tampak pada Dayak Iban Sebaruk di Dusun Sungai Daun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teori perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Iban Sebaruk telah mengalami perubahan sosial ekonomi akibat industrialisasai Perkebunan KElapa sawit.Transformasi itu tampak dalam 5 aspek, yakni pergeseran mata pencaharian, perubahan sosial dan budaya, penguatan infrastruktur, perubahan lingkungan, dan perubahan sosial-politik.Kata Kunci: Perubahan Sosial Ekonomi, Perkebunan Kelapa Sawit, Industrialisasi dan Masyarakat Dayak Iban Sebaruk
Social Construction of Defecation Behavior in Disadvantaged Villages Edy Agustinus; Resky Nanda Pranaka; Efriani Efriani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i1.29422

Abstract

In 2020, the status of the Disadvantaged Village is pinned to Bengawan Ampar Village. The sanitation achievement is only 31% which indicates that defecation behavior in the area needs better direction. This study was conducted from July to December 2020. Informants were determined by purposive sampling. There are 8 informants, 4 have latrines, and the rest do not. They are 29-59 years old. This qualitative research aims to analyze the social construction of defecation behavior in people in disadvantaged villages. By using the analysis of the Miles and Huberman model, the study results confirm that most of the defecation behavior of the people of Bengawan Ampar Village is in the river and yard. The contributing factors include (1) the old habit of defecating in the river or yard; (2) economic conditions; (3) pigs are not penned; (4) limited infrastructure such as water, electricity, and roads; (5) lack of counseling; and (6) limited number of health workers.