Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Sosialisasi Bangunan Pendidikan Tahan Gempa Kelurahan Gambesi Kota Ternate ', Imran; Yuda Saputra, Muhammad Taufiq; Rauf, Ichsan; Hi Djen, Asril
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9102

Abstract

Bangunan pendidikan di Kota Ternate sebagian terletak di kaki bukit Gunung Gamalama. Kemungkinan bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan standar bangunan pendidikan tahan gempa, hal ini karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi terkait bangunan pendidikan tahan gempa pada pelaku konstruksi bangunan gedung sehingga akan berdampak pada kualitas dan syarat sebagai bangunan Pendidikan yang tahan terhadap beban gempa. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk Sosialisasi Bangunan Pendidikan Tahan Gempa Kelurahan Gambesi Kota Ternate, dengan objek adalah pelaku konstruksi bangunan Pendidikan di Kel. Gambesi Kota TernateKata Kunci: Bangunan, Pendidikan, Tahan, Gempa
EFEK PEMANASAN AGGREGAT EPS MODIFIKASI TERHADAP KUATTEKAN BETON RINGAN PASIR BATU APUNG Kusnadi, Kusnadi; Rauf, Ichsan; Imran, Imran
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2024): CLAPEYRON : JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i1.8007

Abstract

Using lightweight materials as construction materials reduces the weight of the structure, thereby reducing earthquake loads. Pumice sand is a light local material which is quite abundant on Tidore Island and has been used as a substitute for sand in making lightweight cement bricks (tela). To minimize the weight of lightweight concrete that uses pumice sand as fine aggregate, full substitution of the coarse aggregate with aggregate from EPS waste (white cork) is carried out. This effort is also made to reduce waste generation which damages the environment. The use of EPS waste to replace some or all of the aggregate in the concrete mixture reduces the weight significantly, but also causes a very large reduction in quality. To improve the quality of lightweight concrete using pumice sand and EPS waste, the EPS aggregate is modified by heating. Heating EPS aggregate aims to increase its density. This research aims to improve the quality of lightweight concrete using pumice sand and aggregate from EPS waste. EPS waste aggregate heating is carried out at varying temperatures of 100oc, 110oc, 120oc, 130oc, 140oc. The concrete mixture is made in volume measurements with a composition of 1 part cement, 2 parts pumice sand and 3 parts modified EPS aggregate with a cement water factor of 0.45. The quality tests carried out include compressive strength tests, tensile strength tests and collapse modulus tests. The test results show that the effect of heating in the process of making modified EPS aggregates increases the density value which has an impact on increasing the compressive strength value of the resulting concrete.
“ANALISIS UJI LAIK FUNGSI JALAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS” (Studi Kasus : Ruas Jalan 40 kota Sofifi) Zainudin, Zainudin; Gaus, Abdul; Rauf, Ichsan
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v4i2.6933

Abstract

Kilometer 40 of Sofifi City needs to be analyzed regarding the feasibility of road functions by monitoring and evaluating its technical standards because it is located in a special area for the government center so that access to land transportation increases and can reduce the level of feasibility of road functions. Analyze the feasibility of road functions on each segment of the Kilometer 40 road in Sofifi City and map the feasibility of road functions on the Kilometers 40 road in Sofifi City by using Arc Gis. The result technically for the section of km 40 Sofifi City, from a total of nine (9) segments, it can be determined that the road section has a "Technically Feasible" status, with an average functional feasibility test for segment 1 which is 96.3% in the Technical Feasible category, segment 2 which is 97.4% in the Technical Feasible category, segment 3 which is 94.6% in the Conditionally Good Level 1 (medium) category, km 40 Sofifi City, from a total of nine (9) segments, it can be determined that the road section has a "Technically Feasible" status, with an average functional feasibility test for segment 1 which is 96.3% in the Technical Feasible category, segment 2 which is 97.4% in the Technical Feasible category, segment 3 which is 94.6% in the Conditionally Good category Level 1 (medium), segment 4 which is 98.1% in the Technical Feasible category, segment 5 which is 96.8% in the Technical Feasible category, segment 6 which is 98.2% in the Technical Feasible category, segment 7 which is 97.2% in the Technical Feasible category, segment 8 which is 95.6% in the Technical Feasible category, segment 9 which is 97.5% in the Technical Feasible category.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BANJIR DI KOTA TERNATE MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ronga, Matsiin; Wahab, Iis Hamsir Ayub; Rauf, Ichsan
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2024): CLAPEYRON : JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i1.8006

Abstract

Banjir merupakan peristiwa dimana daratan yang biasanya kering (bukan daerah rawa) menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendah hingga cekung. Hampir setiap tahun tepatnya pada musim penghujan terjadi banjir di beberapa daerah di wilayah Kota Ternate tepatnya di Kelurahan Bastiong Karance. Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan masalah drainase sehingga menyebabkan meluapnya air dan menyebabkan banjir di wilayah di tepatnya di Kelurahan Bastiong Karance Kota Ternate. Dalam tulisan ini banjir yang tersebar di tepatnya di Kelurahan Bastiong Karance Kota Ternate dianalisis menggunakan metode perhitungan skoring dan pembobotan. Selanjutnya dilaksanakan tahap analisis tingkat kerawanan banjir yang dibuat berdasarkan peta-peta faktor penentu banjir di Kelurahan Bastiong Karance yang terdiri dari empat kelas kerawanan banjir yaitu: kelas aman, kelas tidak rawan, kelas rawan, dan kelas sangat rawan.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN BERBASIS SPASIAL RUAS JALAN TOBELO – PODIWANG Hafel, Rizal; Marsaoly, Nuramaiyasa; Rauf, Ichsan
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v4i2.6934

Abstract

Kekasaran permukaan jalan sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya bagi kendaraan bermotor. Identifikasi dan interpretasi kondisi jalan secara kontinyu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan dalam merencanakan upaya pemeliharaan jalan. Metode PCI (Pavement Condition Index) dan IRI (International Roughness Index) akan memberikan informasi kondisi jalan dan jenis penanganan serta memprediksi kondisi jalan setelah dilakukan penanganan, selain itu akan memberikan informasi terkait dengan kesesuaian dan ketidak sesuaikan kondisi jalan berdasarkan metode penilaiannya. Ruas jalan nasional Tobelo – Podiwang memiliki panjang ± 48.500 km dan lebar ± 6 m, menjadi lokasi dalam penelitian ini. Pengukuran kekasaran dilakukan dengan menggunakan sensor kekasaran jalan yang dipasang pada kendaraan. Berdasarkan hasil analisis dengan metode PCI (Pavement Condition Index) dan IRI (International Roughness Index) menunjukkan bahwa ruas jalan Tobelo – Podiwang dapat dikategorikan baik Good, yang dilihat berdasarkan nilai rata-rata PCI (Pavement Condition Index) sebesar 94,85% sementara pada survei kondisi jalan berdasarkan data IRI (International Roughness Index) hal ini ditunjukkan dengan nilai IRI 8 dengan prosentase sebesar 96,17%, sementara kondisi tidak mantap dengan nilai IRI 8 memiliki prosentase sebesar 3,83%. Dengan demikian bentuk penanganan yang direkomendasikan berupa preservasi pemeliharaan rutin jalan pada ruas yang dalam kondisi baik dan preservasi rehabilitasi pada ruas dengan kondisi sedang
ANALISIS POTENSI KAWASAN RESAPAN AIR BERBASIS SPASIAL DI KOTA TERNATE Alam, Yusup Iskandar; Samad, Sudarman; Rauf, Ichsan
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2024): CLAPEYRON : JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i1.8933

Abstract

Kota Ternate, yang terletak di Provinsi Maluku Utara, Indonesia, telah mengalami pertumbuhan perkotaan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini mempengaruhi pola aliran air dan menyebabkan penurunan ketersediaan air bersih serta potensi lonjakan banjir. Oleh karena itu, analisis terperinci tentang potensi kawasan resapan air di wilayah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi kawasan resapan air di Kota Ternate dengan menggunakan pendekatan berbasis spasial. Data spasial seperti citra satelit, peta, serta data cuaca dan hidrologi digunakan untuk menganalisis karakteristik kawasan resapan air. Selain itu, faktor-faktor seperti topografi, jenis tanah, dan tingkat infiltrasi air juga dipertimbangkan dalam analisis ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan peta potensi kawasan resapan air di Kota Ternate, yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air. Dengan mempertimbangkan potensi kawasan resapan air, perencanaan tata ruang dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip pengelolaan air yang berkelanjutan dan membantu mengurangi risiko banjir dan kekeringan di masa depan. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kawasan resapan air dalam pengelolaan air di Kota Ternate.
Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Banjir Bandang di SDN 66 Kota Ternate Alhadar, Nabila Islamaiya; Misbah, Zulkarnain K.; Rauf, Ichsan; Syaibani, Ahmad Zakky; Amelia, Dewi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1082

Abstract

Banjir bandang merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kota Ternate. Kelompok usia sekolah dasar tergolong rentan terhadap dampak bencana tersebut sehingga diperlukan edukasi mitigasi sejak dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 66 Kota Ternate dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya, tanda peringatan, serta langkah mitigasi sebelum, saat, dan sesudah banjir bandang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi mitigasi bencana, serta pemutaran video edukasi visual. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui uji pengetahuan menggunakan instrumen pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor siswa meningkat dari 66% pada pre-test menjadi 92% pada post-test, atau terjadi peningkatan sebesar 39,4%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis multimodal dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan siswa terhadap bencana banjir bandang. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan dan diperluas pada sekolah-sekolah lain di wilayah rawan bencana guna membentuk budaya sadar bencana yang berkelanjutan.
The Effect of Limestone Variations on the Compressive Strength of Clay Soil Stabilized with Pumice Microsilica and Aluminum Hydroxide A. Majid, Budiman; Gaus, Abdul; Adriaty, Yolly; Helda Evita Putri; Rauf, Ichsan
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.24976

Abstract

The pozzolanic reaction is a chemical interaction involving calcium hydroxide, silica, and alumina that contributes to the chemical stabilization of soil. An optimized proportion of these three components can yield greater improvements in soil strength compared to the use of a single stabilizing material. This research examines the additional effect of limestone as a calcium source on clay soil stabilized with pumice-based microsilica and hydroxide aluminate. The testing of soil properties in this research follows the American Society for Testing Materials (ASTM) guidelines. The stabilization materials used include pumice, hydroxide aluminate, and limestone. The mechanical behavior of the blend of these three minerals is determined from the findings of the unconfined compressive strength tests, using cylindrical test samples measuring 35 mm in diameter and 70 mm in height. Variations in the addition of lime used to form the mixed matrix were 2%, 4%, and 6% by weight of dry soil. Laboratory test results showed a very significant increase in unconfined compressive strength (qu) compared to natural soil or soil stabilized only with silica and alumina. The optimum value for lime addition in this mixture was 4%, which resulted in a qu value of 52.48 kg/cm².