Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA Celine Vellia Frans; C. G. Buyang; Febrino Wangean
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.183-192

Abstract

Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Namun, seiring berjalannya waktu jembatan baja dapat mengalami kerusakan. Umumnyapenyebabkerusakanjembatanbajaadalahkarenabebanberlebih, genangan air, dan kurangnya pemeliharaan. Pada penelitian ini dilakukan Evaluasi Biaya Pemeliharaan Jembatan Baja Wai Boyan Negeri Seith dengan Pedoman Binamarga. Pedoman Pemeriksaan Jembatan yang dipakai adalah Pedoman No 01/P/BM/2022 karena memberikan panduan bagi para insinyur dalam melakukan pemeriksaan rutin dan evaluasi jembatan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kerusakan dan memberikan solusi penanganan pada jembatan baja Wai Boyan. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan kerusakan jembatan menggunakan Pedoman No.01/P/BM/2022 kemudian dilakukan evaluasi biaya pemeliharaan jembatan Wai Boyan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pedoman Pemeriksaan Jembatan No 01/P/BM/2022 efektif dalam mendeteksi kerusakan pada elemen struktural jembatan baja seperti pada dinding penahan tanah, gelagar, baut, dan balok, dengan biaya pemeliharaan sebesar Rp. 988.736.000. Kesimpulannya, Pedoman Pemeriksaan Jembatan No 01/P/BM/2022 dapat menjadi acuan yang berguna bagi para insinyur dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi jembatan baja. Pedoman ini perlu terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kondisi lingkungan sehingga dapat memastikan keamanan dan keandalan jembatan baja dalam jangka panjang. Kata kunci: Jembatan, Kerusakan, Biaya, Pemeliharaan Steel bridges are important structures in transportation infrastructure and should be maintained and inspected regularly to maintain safety and smooth traffic. Bridge Inspection Guideline No 01/P/BM/2022 provides guidance for engineers and structural experts in conducting routine inspections and evaluations of steel bridges. This study aims to evaluate maintenance costs with Bridge Inspection Guidelines No 01/P/BM/2022 in detecting damage and defects in steel bridges. The research method used was data analysis from the results of the examination of steel bridges on the Wai Boyan bridge, Seith State, which used the seguidelines as a reference. The results showed that Bridge Inspection Guideline No. 01/P/BM/2022 was effective in detecting damage to structural elements of steel bridges such as wall holding soil , girders, bolts, and beams, with maintenance costs of Rp. 988,736,000. In conclusion, Bridge Inspection Guideline No 01/P/BM/2022 can be a useful reference for structural experts in inspecting and evaluating steel bridges. However, the seguidelines need to be constantly updated and adapted to technological developments and changing environmental conditions so as to ensure the safety and reliability of steel bridges in the long run
ANALISIS PENERAPAN KONSEP BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK GEDUNG POLTEKKES KEMENKES, MALUKU Andi Rizky Vanath; Christy Gery Buyang; Fauzan A Sangadji
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.76-83

Abstract

Proses quantity takeoff material atau perhitungan volume pekerjaan merupakan proses yang dilakukan untuk mendapatkan estimasi biaya material dalam sebuah proyek kontruksi. Proses quantity takeoff material yang dikerjakan secara manual seringkali menimbulkan kesalahan – kesalahan human error seperti kesalahan pembacaan gambar, penginputan data, dll, serta memakan waktu dalam pengerjaannya. Selain itu perubahan pada design yang sering kali berubah – ubah mengikuti kondisi di lapangan memakan banyak waktu apabila dilakukan secara manual. BIM mengubah seluruh konsep design, seluruh informasi kontruksi berupa gambar, estimasi biaya, dll dapat saling terkait/terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan data Detailed Engineering Design menggunakan Software Autodesk Revit 2021 (Student Version) yang didapatkan dari konsultan perencana pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Permanen Poltekkes Kemenkes, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dengan metode BIM, serta mengetahui perbedaan pengerjaan design berbasis CAD dan berbasis BIM pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dan metode BIM, pada pekerjaan struktur diperoleh selisih sebesar 10,4 % dan pada pekerjaan arsitektur diperoleh selisih sebesar 5,4 %. Penggunakan Software berbasis BIM dalam pengerjaan design dapat mempermudah pengerjaan karena seluruh proses pengerjaan design saling terintegrasi sehingga lebih menghemat waktu dibandingkan dengan pengerjaan design menggunakan CAD yang dilakukan secara terpisah dalam pengerjaannya.
IDENTIFIKASI KRITERIA PRASYARAT GREEN BUILDING PADA GEDUNG OJK PROVINSI MALUKU Alwin A Lerebulan; Fauzan A Sangadji; Christy Gery Buyang
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.84-91

Abstract

Konsep green building dapat mengurangi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, dengan menggunakan lebih sedikit air, energi atau sumber daya alam, serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan menghasilkan energi sendiri. Konsep green building pada Gedung OJK Provinsi Maluku sudah diterapkan namun belum dimaksimalkan sesuai dengan kriteria prasyarat GBCI, sehingga perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh untuk memaksimalkan persentase penerapannya, untuk itulah maka dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Kriteria Prasyarat Green Building pada Gedung OJK Provinsi Maluku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah Gedung OJK Provinsi Maluku sesuai kriteria prasyarat GBCI. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penulisan, serta memberikan wawasan keilmuan bagi penulis dengan konsep berdasar pada bidang ilmu teknik sipil atau bidang ahli untuk merancangkan fungsi bangunan sesuai kriteria dan syarat guna meminimalisir dampak buruk suatu proyek pembangunan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dan wawancara, sementara data sekunder berupa pengumpulan data site plan beserta data-data lain yang tidak ditemukan pada pengambilan data primer, dengan metode analisis data berupa chek list. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gedung OJK Provinsi Maluku memenuhi 7 (tujuh) prasyarat kelayakan bagunan diantaranya: minimum luas gedung 5.141,94 m2, kesediaan data gedung untuk diakses GBCI terkait sertifikasi, kepemilikan rencana UKL/UPL, fungsi gedung sesuai dengan peruntukan lahan berdasarkan RT/RW setempat, kesesuaian gedung terhadap standar keselamatan untuk kebakaran, kesesuaian gedung terhadap standar aksesibilitas difabel dan kesesuaian gedung terhadap standarisasi gempa.
EVALUASI GERUSAN DI JEMBATAN WAIKAKA MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 5.0.7 Wattimury, Antoinette Biela; Buyang, Christy Gery; Kalalimbong, Abraham
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1169

Abstract

Terjadinya gerusan pada pilar jembatan Waikaka mengakibatkan jembatan tersebut menjadi miring. Dari data ukur dilapangan kemiringan jembatan adalah 7,81°. Kerusakan tersebut mengganggu transportasi darat di Pulau Seram. Gerusan yang terus menerus terjadi, masyarakat Pulau Seram harus mengambil jalan alternatif lain sehingga memakan waktu lama lima sampai enam jam yang awalnya hanya satu sampai dua jam saja. Karena jembatan Waikaka berada pada jalur utama atau poros lalu lintas trans Pulau Seram. Dalam mengatasi persoalan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui kedalaman gerusan yang terjadi pada jembatan Waikaka yang dibantu dengan software Hec-Ras 5.0.7 serta solusi penanganan gerusan. Metode penelitian yaitu survei dilapangan, dengan menggunakan dua analisa yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi terdiri dari penentuan daerah aliran sungai (DAS), Analisis curah hujan maksimum, Analisis frekuensi hujan maksimum, Uji frekuensi, Intensitas curah hujan, dan debit banjir rencana. Sedangkan analisis hidrolika dibantu menggunakan software Hec-Ras 5.0.7. Analisis hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan rencana maksimum digunakan distribusi Log Pearson Type III dan debit banjir rencana yang didapatkan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 141,34 meter, 5 tahun sebesar 202,68 meter, 10 tahun sebesar 240,83 meter, 25 tahun sebesar 318,11 meter, 50 tahun sebesar 347,96 meter, dan 100 tahun sebesar 376,82 meter. Berdasarkan hasil analisis hidrolika dengan bantuan software Hec-Ras 5.0.7 diperoleh kedalaman gerusan dengan banjir rencana yang dipakai adalah 25 tahun yaitu pada pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter. Dari penelitian ini solusi yang dapat disarankan untuk menagani gerusan pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter dengan proyeksi data banjir rencanan untuk waktu 25 tahun adalah menggunakan sistem blok beton.
ANALISIS JALUR EVAKUASI PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA DENGAN METODE ALGORITMA DIJKSTRA Umahuk, M Ishan; Buyang, Christy Gery; Oppier, Imran
Kokoh Vol 23, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/k.v23i1.77056

Abstract

The Faculty of Engineering building is one of the science faculties at Pattimura University which consists of three floors. There is currently no evacuation route in the Engineering Faculty building that shows an exit or path to a safe place. This building experienced an earthquake so this caused panic among the building's occupants when they wanted to save themselves. Therefore, the Faculty of Engineering building needs to plan evacuation routes and gathering points to anticipate if a disaster occurs. Evacuation routes are very important in multi-storey buildings, especially during disasters such as earthquakes and fires. Having an evacuation route can prevent building occupants from scattering but can position them to go through and see the information on the evacuation display to get to the assembly point quickly and reduce the number of victims caused by panic when a disaster occurs.The aim of this research is to find out the shortest distance from the evacuation route for each floor to the gathering point and to find out the shortest distance from the temporary gathering point to the final gathering point using the Dijkstra algorithm. The research method used in this research is the Dijkstra algorithm method. From the results of research that has been carried out using distance calculations and measurements as well as marking evacuation route displays, the shortest distance on the first floor is obtained: 12.5 m, the shortest distance on the second floor: 35.4 m, the shortest distance on the third floor: 46.5 m, to get to the gathering point (assembly point
ANALISIS PENERAPAN GREEN CAMPUS BERDASARKAN UI GREENMETRIC PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Pertiwi, Hana; Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan A
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i1.2453

Abstract

The University of Indonesia launched the UI GreenMetric World University Ranking in 2010 as a benchmark for evaluating green campuses. The goal of the college community's "green campus" idea is to lessen its negative environmental effects by implementing programs like garbage recycling, green mobility, energy and water conservation, and climate change mitigation. Arrangement and infrastructure (15%), energy and climate change (21%), waste (18%), water (10%), transportation (18%), and education and research (18%) are the six assessment criteria for UI GreenMetric. The purpose of this research is to examine how the Unpatti Engineering Faculty has implemented the green campus idea by using the UI GreenMetric 2022 categories and indicators. This study employed a quantitative descriptive analytical approach. Two types of data were used: primary and secondary. Primary data came from field observations, measurements, and interviews. Secondary data was gathered from faculty members already in the field as well as information on sustainability issues, waste recycling, energy and water conservation, and other topics not covered by primary data collection. According to the study's findings, the planning and infrastructure (SI) category received 510 points, the energy and climate change (EC) category received 560 points, the waste and water (WR) categories received 0 points, the transportation (TR) category received 450 points, and the education and research (ED) category received 400 points. The Unpatti Engineering Faculty's green campus implementation study, as determined by the UI GreenMetric evaluation, yielded a total score of 1920 points out of a possible 10,000 points, or 19.20% out of 100%. Keywords: UI GreenMetric; Green Campus; Faculty of Engineering Unpatti
EVALUASI AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA GEDUNG RSUD DR. M. HAULUSSY KOTA AMBON Randy Pratama Putra; Buyang, C. G.; Taihuttu, Felix
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3443

Abstract

Persons with disabilities have the same right to access facilities and infrastructure without discrimination, including public service facilities such as hospitals. This study aims to evaluate the level of accessibility compliance for persons with disabilities at RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon City, based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing (Permen PUPR) No.14/PRT/M/2017. The research employed direct observation and measurement methods to assess the feasibility of existing facilities and infrastructure related to accessibility for persons with disabilities. The measurement data were compared with the standards stipulated in Permen PUPR No.14/PRT/M/2017. The compliance levels found were: doors 63.64%, corridors 100.00%, stairs 62.50%, ramps 80.00%, toilets 46.66%, and washbasins the lowest compliance at 25.00%. Based on the evaluation, the overall accessibility compliance of RSUD Dr. M. Haulussy was 62.97%, according to the technical requirements set out in Permen PUPR No.14/PRT/M/2017 concerning building accessibility requirements.Keywords: Accessibility, People with Disabilities, Hospitals
EVALUASI GERUSAN DI JEMBATAN WAIKAKA MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 5.0.7 Wattimury, Antoinette Biela; Buyang, Christy Gery; Kalalimbong, Abraham
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1169

Abstract

Terjadinya gerusan pada pilar jembatan Waikaka mengakibatkan jembatan tersebut menjadi miring. Dari data ukur dilapangan kemiringan jembatan adalah 7,81°. Kerusakan tersebut mengganggu transportasi darat di Pulau Seram. Gerusan yang terus menerus terjadi, masyarakat Pulau Seram harus mengambil jalan alternatif lain sehingga memakan waktu lama lima sampai enam jam yang awalnya hanya satu sampai dua jam saja. Karena jembatan Waikaka berada pada jalur utama atau poros lalu lintas trans Pulau Seram. Dalam mengatasi persoalan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah menghitung kedalaman gerusan yang terjadi pada jembatan Waikaka yang dibantu dengan software Hec-Ras 5.0.7 serta solusi penanganan gerusan. Metode penelitian yaitu survei dilapangan, dengan menggunakan dua analisa yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi terdiri dari penentuan daerah aliran sungai (DAS), Analisis curah hujan maksimum, Analisis frekuensi hujan maksimum, Uji frekuensi, Intensitas curah hujan, dan debit banjir rencana. Sedangkan analisis hidrolika dibantu menggunakan software Hec-Ras 5.0.7. Analisis hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan rencana maksimum digunakan distribusi Log Pearson Type III dan debit banjir rencana yang didapatkan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 141,34 meter, 5 tahun sebesar 202,68 meter, 10 tahun sebesar 240,83 meter, 25 tahun sebesar 318,11 meter, 50 tahun sebesar 347,96 meter, dan 100 tahun sebesar 376,82 meter. Berdasarkan hasil analisis hidrolika dengan bantuan software Hec-Ras 5.0.7 diperoleh kedalaman gerusan dengan banjir rencana yang dipakai adalah 25 tahun yaitu pada pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter. Dari penelitian ini solusi yang dapat disarankan untuk menagani gerusan pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter dengan proyeksi data banjir rencanan untuk waktu 25 tahun adalah menggunakan sistem blok beton.
PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan A; Kombolayuk, Virginia
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i2.2685

Abstract

 Perancangan pencahayaan buatan dalam suatu ruangan sangat diperlukan ketika pencahayaan alami tidak mampu menghasilkan tingkat pencahayaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan yaitu 300-500 lux untuk ruang kerja berdasarkan SNI. Pencahayaan pada Gedung rektorat Universitas Pattimura sangat bergantung pada sistem pencahayaan buatan untuk menunjang aktivitas pengguna. Meski demikian, kualitas sistem pencahayaan buatan yang ada sering dianggap masih belum optimal terlihat dari beberapa ruangan dan koridor pada gedung rektorat yang dinilai masih terlalu gelap. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian untuk mencari biaya pembangunan pencahayaan buatan di gedung Rektorat Universitas Pattimura Ambon sesuai dengan jumlah kebutuhan lampu yang dihitung untuk mencapai standar pencahayaan minimum yang ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan secara kuantitatif yang mengacu pada standar penchayaan berdasarkan SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada gedung. SNI ini dipakai sebagai pedoman agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan, keamanan dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung, dengan memperhatikan data-data berupa dimensi ruangan (panjang ruangan, lebar ruangan dan tinggi sumber cahaya terhadap bidang kerja), jumlah lampu yang digunakan dalam ruangan, jumlah fluks luminous total lampu yang menerangi tiap ruangan dan daya lampu yang digunakan di dalam ruangan. Hasil rancangan anggaran biaya untuk pemasangan instalasi listrik Gedung Rektorat Universitas Pattimura adalah sebesar Rp. 314.209.825.
Penilaian Kriteria Green Building pada Fakultas FISIP Universitas Pattimura Sangadji, Fauzan A.; Buyang, Christy Gery; Soplanit, Salamu Nirwati
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1101.033-39

Abstract

Isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global saat ini adalah pemanasan global yang diyakini peneliti disebabkan adanya kegiatan pembangunan. Telah dipahami bahwa setiap rangkaian kegiatan pembangunan mempunyai potensi dampak negatif terhadap lingkungan sehingga diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pelaku konstruksi dalam meminimalkan pengaruh negatif tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan para pelaku konstruksi dalam membangun di antaranya adalah menerapkan green building. Adanya program Eco-Campus yang sedang berkembang di Indonesia sebagai dukungan terhadap peduli lingkungan, memacu berbagai perguruan tinggi untuk mewujudkannya, termasuk di gedung FISIP Unpatti. Meskipun diawal pembangunan gedung FISIP Unpatti tidak dirancang sesuai kriteria green building, namun secara  sekilas penerapan konsep tersebut dapat dilihat walaupun hasilnya belum maksimal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu perlu dilakukannya identifikasi terhadap bangunan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kriteria green building pada bangunan tersebut agar dapat dijadikan sebagai langkah awal program Eco-Campus ke depannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di gedung FISIP Unpatti, gedung FISIP Unpatti memperoleh dua syarat kelayakan bangunan sedangkan untuk kesesuaian kriteria dalam greenship untuk ASD memperoleh 11 poin, EEC 19 poin, WAC 2 poin, MRC 5 poin, IHC 10 poin, dan BEM tidak memperoleh poin dan total semua poin yang diperoleh sebesar 47 poin. Oleh karena itu gedung FISIP Unpatti masuk ke dalam kategori perunggu.