Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis of Occupational Safety Policies in the Manufacturing Industry Related to Compliance and its Impact on Occupational Accidents Christy Gery Buyang; Made Dewi Sariyani; Jim Briand Kolianan
Miracle Journal Get Press Vol 1 No 4 (2024): November, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v1i4.69

Abstract

Occupational safety is a very important aspect in the manufacturing industry, given the high risk of work accidents that can occur in this environment. The manufacturing industry is known for the use of heavy machinery, hazardous chemicals, and complex production processes, which increase the chance of occupational accidents if there is no effective work safety system (Fauzi, 2024). This research uses quantitative and qualitative approaches (mixed methods). The quantitative approach was used to measure the level of compliance with work safety policies and its impact on work accidents. Table 1 shows that the variables of knowledge, motivation and personality have a significant value > 0.05. Table 2 shows that the variables of training and communication do not have a significant relationship with labour compliance in using PPE. Table 3 shows that the PPE availability variable does not have a significant relationship with labour compliance in using PPE. It is important that companies continue to develop and implement comprehensive safety policies, involve workers in the drafting process, and provide ongoing training to create a safer and more productive work environment.
PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan A; Heriadi, Mul Fadia Fahira
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3560

Abstract

This study aims to analyze and design the artificial lighting system of the Faculty of Engineering Building at Pattimura University, Ambon, to meet the standards specified in SNI 03-6575-2001. Measurements were carried out using a Lux Meter Kuber AS803 to obtain natural and artificial lighting data for each room across the building’s three floors. Primary data include room dimensions, lamp types and quantities, and existing conditions, while secondary data were obtained from literature and lighting standards. Analysis was conducted using DIALux Evo to determine the average illuminance level and assess compliance with SNI standards. The results show that most classrooms and lecturers’ rooms have lighting levels below the standard, with average illuminance values of 112,25 lux, whereas the minimum standard for classrooms is 250-350 lux. The low illumination levels are caused by limited lamp quantity and low lamp power. This study recommends adding more lighting points, increasing lamp wattage, and optimizing lighting layout through DIALux Evo simulation to meet the standard and improve visual comfort for users. Based on the analysis and planning results, the total cost required to meet the artificial lighting standard for the entire building is Rp 280,924,489.Keywords: Artificial lighting; Dialux evo; construction costs
ANALISIS SISTEM PENCAHAYAAN PADA GEDUNG FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Rumfot, Siti Nursani; Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan
MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2026): MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : PT. BARRINGTONIA ASIATICA LESTARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69840/marsegu/2.11.2026.780-793

Abstract

This study aims to analyze the artificial lighting system in the building to determine whether the resulting illumination levels comply with the standards set by SNI 6197:2020. The main issue addressed is the low lighting which affects visual comfort and user productivity. This research adopts a descriptive quantitative method with observational and simulation approaches. Primary data were obtained through direct measurements using a lux meter and by collecting room dimension data, while secondary data were sourced from national standards and related journals. Lighting simulations were conducted using Dialux Evo software to visualize and evaluate lighting performance in each room. The results show that most rooms have lighting intensity levels below the standard. For instance, classrooms that should have 350 lux only recorded a maximum of 120 lux. The simulations carried out aim to visualize lighting more accurately. This study contributes significantly to the evaluation of lighting systems to be more effective and efficient
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP BIAYA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA AMBON Abbas, Fahmi; Oppier, Imran; Buyang, Christy Gery
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i2.367

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. K3 sering di sepelekan karena dianggap hanya membuang biaya, oleh karena itu perlu adanya analisis pengaruh penerapan K3 terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan K3 berpengaruh terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung di kota Ambon. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder kepada para kontraktor untuk memperoleh data mengenai penerapan K3 dan pembiayaan K3. Hasil survey kemudian diuji dengan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji regresi linear berganda dan analisis ranking skala likert untuk mengetahui pengaruh penerapan K3 terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung yaitu biaya K3 di kota Ambon. Hasil menyatakan bahwa semua variabel penerapan K3 yaitu: sosialisasi dan promosi K3, alat pelindung kerja, alat pelindung diri, personil K3, fasilitas sarana kesehatan, rambu-rambu, lain-lain terkait pengendalian resiko K3 berpengaruh secara bersama-sama atau secara keseluruhan terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung yaitu biaya K3 dan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap biaya adalah variabel alat pelindung diri dan personil K3, penerapan K3 tidak diterapkan sepenuhnya dengan baik seiring dengan pembiayaannya dimana alokasi penerapan dan pembiayaan yang paling baik terlihat dari perusahaan menyediakan topi pelindung (safety helmet), sepatu keselamatan (safety shoes), rompi keselamatan (safety vest), dan juga adanya ahli K3 dalam perusahaan dan apabila terjadi kecelakaan dan penyakit kerja maka pengaruh terhadap biaya akan jauh lebih besar lagi.
TINJAUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK BANGUNAN PEMERINTAH TIDAK SEDERHANA DI KOTA AMBON Lelapary, Grace; Oppier, Imran; Buyang, Christy Gery
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i2.368

Abstract

Kota Ambon merupakan salah satu kota yang pembangunannya sedang gencar dilakukan pemerintah, karena itu banyak bangunan pemerintah yang dilakukan di Kota Ambon. Banyak pekerja pada proyek melakukan pekerjaan berat yang sangat berpotensi mengalami bahaya, sehingga diperlukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang baik untuk dapat mengurangi resiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek bangunan pemerintah tidak sederhana (BPTS)  di Kota Ambon. Metode yang diguankan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara observasi dan wawancara, metode ini cenderung pada hasil deskriptif dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 9 Tahun 2008 dan diolah menggunakan Skala Likert sebagai ukuran untuk menentukan presentasi penerapan SMK3 pada proyek yang diteliti. Hasil penelitian pada faktor pertama yaitu faktor peraturan dan standar keselamatan kerja yang menjadi penghambat paling mendasar adalah perusahaan memberikan sanksi dengan presntasi 56.67%, faktor peraturan dan operasional, pekerja menolak pekejaan yang membahayakan dengan presentasi 49.17 % pada faktor pekerja, perusahaan menyediakan pintu darurat dan pemadam kebakaran dengan presentasi sebesar 48.33 % pada faktor lingkungan proyek, pekerja mendapatkan sosialisasi dengan presentasi sebesar 55.83% pada faktor menajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan perusaah melakukan pemeriksaan berkala sebesar 27.50 % pada faktor pelaksanaan K3.
PEMODELAN FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK PENATAAN DERMAGA LANTAMAL AMBON DENGAN SISTEM DINAMIK Buyang, Christy Gery; Buyang, Julius
JURNAL SIMETRIK Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v10i2.494

Abstract

Revisi  daftar isian pelaksanaan anggaran pemerintah yang berlangsung selama dua bulan menghambat penyedia jasa untuk memulai pelaksanaan pekerjaan. Hambatan mengenai desain perencanaan yang berbeda dengan kondisi lapangan juga menjadi perhatian. Sebab proyek ini meneruskan pekerjaan dari Balai Pelaksanaan Jalan dan mengalami perubahan Tugas Pokok dan Fungsi yang berkaitan dengan bangunan gedung dan pengawasan. Dan adanya penundaan akibat bencana alam yang terjadi di kota Ambon sehingga mengakibatkan proyek mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor keterlambatan dan memodelkannya dengan sistem dinamik. Variabel penelitian didapat dari penelitian terdahulu serta pengumpulan data di proyek. Kemudian dilakukan berbagai uji statistik untuk mengetahui validasi dan reliabilitas variabel penelitian. Pemodelan sistem dinamik dilakukan dengan mengambil tiga indicator dengan nilai tertinggi tiap faktor keterlambatan yang dijadikan level, rate, source dan auxalary. Dengan bantuan software Ventana Simulation pemodelan menghubungkan semua variabel yang telah teruji secara statistik. Model ini dapat mempermudah informasi tentang tiap indikator mana yang mempunyai pengaruh besar terhadap keterlambatan proyek penataan bangunan KWS Dermaga Tawiri LANTAMAL Kota Ambon. Selain itu, dapat dibuatkan skenario agar keterlambatan yang terjadi dapat diminimalisir dengan menambah atau memodifikasi level pada model tersebut.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN EARNED VALUE CONCEPT PADA PROYEK PENATAAN BANGUNAN Muniroh, Ma'rifatul; Kempa, Meidy; Buyang, Christy Gery
JURNAL SIMETRIK Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v11i1.639

Abstract

Dalam suatu proyek, perencanaan serta pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi yang sangat penting keberadaannya. Apabila terjadi keterlambatan proyek maka akan berpengaruh pada biaya proyek. Studi kasus penelitian ini dipilih pada Proyek Penataan Bangunan Kws. Dermaga Tawiri (Lantamal) Kota Ambon, dimana kondisi yang terjadi adalah proyek mengalami perubahan waktu pelaksanaan dari 210 hari kalender menjadi 150 hari kalender serta adanya hambatan mengenai desain perencanaan yang belum fix, sehingga kontraktor perlu mengajukan CCO (contract change order). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proyeksi biaya dan waktu penyelesaian proyek terhadap perencanaan awal. Metode yang digunakan adalah earned value concept, dengan menggunakan indikator BCWS, BCWP, ACWP, CPI, dan SPI untuk evaluasi biaya dan waktu proyek, serta indikator EAC dan EAS untuk melihat proyeksi biaya dan waktu penyelesaian proyek. Hasil analisis data yang dilakukan pada minggu ke-14 menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih dari perencanaan dan waktu pelaksanaannya melebihi waktu rencana, yang ditunjukan dengan nilai CPI = 0,94 (CPI < 1) dan nilai SPI = 0,98 (SPI < 1). Hasil perhitungan proyeksi biaya akhir proyek sebesar Rp. 27.079.501.611,41 dengan waktu pelaksanaan 151 hari yang berarti biaya yang dikeluarkan lebih dari perencanaan dan waktu lebih lambat dari jadwal yang direncanakan.
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI SAMAL KIRI D.I KABUPATEN MALUKU TENGAH Attamimi, Fikram Fiki; Buyang, Christy Gery; Kalalimbong, Abraham
JURNAL SIMETRIK Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v11i2.786

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Samal Kiri Kabupaten Maluku Tengah adalah salah satu jaringan irigasi yang berlokasi di Desa Kobisadar. Lahan  pertanian di Desa Kobisadar, pada musim kemarau kebutuhan air di sawah Desa Kobisadar belum dapat terpenuhi, sehingga mempengaruhi hasil produksi petani. Hal demikian  terjadi dikarenakan pengelola air irigasi dan manajemen distribusinya masih kurang merata. Agar jaringan irigasi tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan adanya pengelola jaringan  irigasi yang  efektif dan efisien. DI Kobisadar mempunyai luas 284 ha yang memanfaatkan jaringan irigasi air permukaan menggunakan air dari Bendungan Samal, sehingga dapat mengairi 5 petak sawah yang akan di bahas dalam skripsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air rencana untuk kebutuhan Air irigasi pada 5 petak sawah dan merencanakan dimensi saluran untuk lahan irigasi Desa Kobisadar. Berdasrkan hasil perhitungan alternative yang telah di hitung pada 284 ha petak sawah, yang terdiri dari 5 petak sawah memiliki kebutuhan air pada sumbernya dalam perencanaan ini adalah 0,33980 lt/dtk/ha dengan jenis tanama Padi. Jaringan irigasi Desa Kobisadar ini terdiri dari 5 saluran tersier, 5 saluran sekunder, dengan Panjang saluran 2552 m – 751 m. Berdasarkan hasil perhitungan yang di dapat saluran Tersier SKR.1Kn Q = 0,05145 m3/dtk, KSB.1Kn Q = 0,09452 m3/dtk, KSB.2Kn Q = 0,05025, KSB.3Kn Q = 0,08495, KSB.4Kn Q = 0,05863 m3/dtk. Sedangkan saluran Sekunder SKR.1Kn Q = 0,33980 m3/dtk, KSB.1Kn Q = 0,28835 m3/dtk, KSB.2Kn Q = 0,19383, KSB.3Kn Q = 0,14358 m3/dtk, KSB.4Kn Q = 0,05863 m3/dtk. Untuk dapat mencukupi lahan irigasi pertanian daerah Samal Kiri  di desa Kobisadar dimensi perencanaan Saluran Tersier dan Sekunder adalah 0,33980 lt/dt/ha pada alternative 5 lahan
OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI ALAT BERAT KONSTRUKSI DENGAN METODE VOGEL APPROXIMATION (VAM) DAN STEPPING STONE PADA PROYEK DAERAH KEPULAUAN DI PROVINSI MALUKU Ferdinandus, Andrela Tessa; Buyang, Christy Gery; Kempa, Meidy
JURNAL SIMETRIK Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v12i1.955

Abstract

Kendala pendistribusian alat berat di Provinsi Maluku berhubungan dengan pemilihan rute dalam jaringan distribusi karena penawaran yang terbatas dari beberapa sumber dan permintaan tertentu dari lokasi proyek dengan biaya transportasi minimum. Dari data survei lapangan di Ambon, Maluku terlihat bahwa adanya keterbatasan penyediaan alat berat excavator dari ketiga distributor dalam pemenuhan kebutuhan pada empat lokasi proyek sehingga, perlu diperhatikan biaya distribusinya agar tidak terjadi pembengkakkan biayanya. Perbedaan jarak lokasi sumber ke lokasi tujuan menyebabkan perbedaan biaya distribusi alat berat excavator karena perbedaan rute tranportasi ke lokasi tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung biaya optimal distribusi alat berat konstruksi dengan metode Vogel Approximation (VAM) dan Stepping Stone pada proyek daerah kepulauan di Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah Metode Vogel Approximation (VAM) sebagai solusi awal dan Metode Stepping Stone sebagai pengujian optimal. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada keempat lokasi proyek daerah kepulauan di Provinsi Maluku diketahui bahwa, pendistribusian usulan yang optimal adalah untuk ke lokasi proyek di Bula, Seram Bagian Timur sebanyak 3 unit excavator didistribusi dari PT. A dan PT. C dengan biaya transportasi sebesar Rp. 82.750.000,-, untuk ke lokasi proyek di Kairatu, Seram Bagian Barat sebanyak 1 unit didistribusi dari PT. C dengan biaya transportasi sebesar Rp. 36.250.000,-, untuk ke lokasi proyek di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar sebanyak 2 unit didistribusi dari PT. B dan PT. C dengan biaya transportasi sebesar Rp. 102.250.000,- dan untuk ke lokasi proyek di Pulau Babar, Maluku Barat Daya sebanyak 2 unit didistribusi dari PT. A dengan biaya transportasi sebesar Rp. 52.000.000,-. Sehingga, dapat disimpulkan biaya yang dioptimalkan dari perhitungan menggunakan metode Vogel Approximation (VAM) dan metode Stepping Stone adalah sebesar Rp. 273.250.000,-.
PENILAIAN KRITERIA GREEN BUILDING PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1384

Abstract

Krisis energi Pemanasan global merupakan isu fenomenal saat ini dan menjadi salah satu tantangan dunia termasuk di Indonesia. Krisis energi sedang mendapat perhatian khusus bagi negara-negara di dunia, karena kebutuhan energi yang terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya populasi penduduk. Di samping itu pemanasan global disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tidak ramahnya pembangunan yang berdampak bagi lingkungan. Konsep green construction dan green building merupakan solusi untuk mengurangi pemanasan global dan krisis energi dalam lingkup Bangunan Teknik Sipil. . Studi kasus yang digunakan adalah bangunan dalam tahap operasional dan pemeliharaan yaitu gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Metode penelitian yang digunakan pada gedung Fakultas Teknik adalah analisis green building berdasarkan perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1. Tujuan dari penelitian ini sdalah untuk melakukan pengkajian kondisi eksisting dan kesesuaian gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura serta memberikan rekomendasi terkait usaha perbaikan Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura terhadap konsep Green Building dengan standar Greenship Existing Building v.1.1. Dari tujuan tersebut didapatkan hasil penelitian yaitu Metode green building ini terdapat 6 kategori yaitu tepat guna lahan (ASD) emperoleh 17 poin, efisiensi dan konservasi energi (EEC) memperoleh 3 poin, konservasi air (WAC) memperoleh 2 poin, sumber dan siklus material (MRC) memperoleh 6 poin, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang (IHC) memperoleh 14 poin dan manajemen lingkungan bangunan (BEM) tidak dapat memperoleh poin. Dari 42 kriteria yang ada dalam kategori Greenship, gedung teknik unpatti memperoleh total poin sebesar 42 dari 177 poin  maksimal, sehingga gedung fakultas teknik memperoleh predikat perunggu dengan jumlah poin sebesar 42 poin.