Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Knowledge and Community Preparedness for Flood Disaster in Sempaja Timur Village, Samarinda City Cornelia Dede Yoshima Nekada; Linda Herawati; Nazwar Hamdani Rahil
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i1.1991

Abstract

Indonesia is a country prone to flooding because it has large rivers and is located between two largest oceans in the world, the Indian Ocean and the Pacific Ocean. The country is also one of the areas prone to natural hazards and natural disasters. Community’s knowledge greatly influences the community's concern and attitude to be alert and ready for disaster. Objective: This study aims to find out the correlation between knowledge and community preparedness for flood disaster in Sempaja Timur Village, Samarinda City. Method: This study uses a cross-sectional approach with a total sample of 155 households in in the East Sempaja Village, Samarinda City, selected through an technique was multistage random sampling. Data were analysed in Somer's test. Results: Respondents with a level of knowledge in the moderate category as much as 63.9%. Respondents who have a level of preparedness for floods with a very prepared category are 98.7%. Conclusion: There was a significant correlation between knowledge and community preparedness for flood disaster in Sempaja Timur Village, Samarinda City (p = 0,00).
Effectiveness of Hydroson Therapy (Hydrotherapy and Benson) and Dhikr Relaxation Therapy on Hemodynamic Function in the Elderly Santi Damayanti; Cornelia Dede Yoshima Nekada
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i2.1091

Abstract

Background: The most common Non-communicable Diseases found in the elderly. Complementary therapy as a support for medical therapy is needed during a pandemic like today. Hydrotherapy soaked feet makes blood circulation smooth, Benson's relaxation and dhikr produce a relaxed condition so that it can increase endorphins hormones, increase vascular vasodilation and lower blood pressure, improve pulse rate and oxygen saturation Purpose :you knoweffectivenesshydroson therapy and dhikr relaxation therapy on hemodynamic function in the elderly. method: Type of quasi-experimental research with pre and post test design without control design, the sample size is 38 elderly who are Muslim and suffer from hypertension. Bivariate data analysis with Wilcoxon and paired T-test. Results :there was a difference in systolic blood pressure before and after being given hydrotherapy and Benson intervention with dhikr with a P value of 0.000. There was a difference in diastolic blood pressure before and after being given hydrotherapy and Benson's intervention with dhikr with a P value of 0.032. There was no difference in pulse frequency before and after being given the hydrotherapy and Benson interventions with dhikr with a P value of 0.221. There are differences in oxygen saturation before and after hydrotherapy and Benson intervention with dhikr with a P value of 0.004 Conclusion:Hydroson therapy and dhikr relaxation therapy are effective for hemodynamic function in the form of lowering blood pressure and increasing oxygen saturation in the elderly. But it has no effect on pulse frequency.
Identifikasi Faktor Penyebab Nyeri Tulang Belakang Pada Mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta Linda, Linda; Dede Yoshima Nekada, Cornelia; Damayanti, Santi
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.406

Abstract

Nyeri tulang belakang merupakan gangguan tulang belakang yang paling sering terjadi. Faktor risiko kejadian nyeri tulang belakang meliputi posisi duduk, lama duduk, rutinitas olahraga, merokok, aktivitas berat dan kelebihan berat badan. Aktivitas mahasiswa saat pembelajaran daring sering dilakukan dalam postur tubuh yang tidak ergonomis secara terus menerus sehinggs berisiko mengalami nyeri tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab nyeri tulang belakang pada mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian kuantitatif yang menggunakan studi deskriptif analitik dengan desain Cross-sectional terhadap 96 sampel menggunakan kuesioner secara online. Pengambilan sampel menggunakan Cluster random sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82,3%) dengan rentang usia 18-34 tahun. Posisi duduk yang baik berjumlah 49 orang dan yang mengalami nyeri tulang belakang sebanyak 93,8%. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara posisi duduk (p-value 1,000), lama duduk (p-value 0,373), rutinitas olahraga (p-value 0,339), merokok (p-value 0,493), aktivitas berat (p-value 0,384), kelebihan berat badan (p-value 0,866) dengan kejadian nyeri tulang belakang. Tidak ada hubungan antara posisi duduk, lama duduk, rutinitas olahraga, merokok, aktivitas berat, kelebihan berat badan dengan kejadian nyeri tulang belakang pada mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA - In Press
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.
ANALISIS KESESUAIAN INSTRUMEN PENGKAJIAN KESEHATAN MULUT ORAL HEALTH ASSESMENT TOOL (OHAT) DAN ORAL ASSESMENT SCALE (OAS) PADA PASIEN CRITICAL CARE Ayu, Yanu; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Journal Healthcare Education Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 No. 1 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral hygiene is very important to prevent infection in patients in the ICU, especially those using ventilators. The mouth's natural cleansing mechanism can be disrupted, increasing the risk of ventilator-associated pneumonia (VAP) due to microorganisms that develop in the oropharynx and spread to the airways within 48 hours. "This study aims to compare the Oral Health Assessment Instrument (OHAT) and Oral Assessment Scale (OAS) scores in assessing the oral health condition of ICU & HCU patients at Atama Jaya Hospital, North Jakarta." With a quantitative research design and comparative analytical observational approach, the sample consisted of 27 patients selected according to the inclusion criteria. Data were collected using OHAT and OAS, and analyzed using the Mann Whitney statistical test. The results showed that there was a significant difference between OHAT and OAS in assessing patients' oral health (p=0.000). The OAS demonstrated a higher median score, reflecting higher sensitivity in detecting variations in oral health and providing a more inclusive assessment than the OHAT. Conclusion: OAS is better at identifying significant oral health problems.
Hubungan Kepatuhan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Dengan Kualitas Hidup Pada Pengidap DiabetesMelitus Tipe 2 Di Puskesmas Depok 2 Sleman Yogyakarta Luhde Damayanti; Santi Damayanti; Cornelia Dede Yoshima Nekada; Metty Metty
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) berdampak pada kualitas hidup pada pengidap DM, oleh karena itu membutuhkan kepatuhan penatalaksanaan untuk kontrol glikemik. Tujuan: untuk mengetahui kepatuhan penatalaksanaan DM dengan kualitas hidup pada pengidap DM tipe 2 di Puskesmas Depok 2 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian: kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling. Sampel yang digunakan adalah 140 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan diet, kepatuhan kontrol gula darah, MMAS-8, GPAQ, WHOQOL-Bref. Analisis data menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar kepatuhan diet dalam kategori patuh sebanyak 85.7%. Sebagian besar memiliki kepatuhan aktivitas dalam kategori sedang sebanyak 70%. Sebagian besar memiliki kepatuhan kontrol gula darah dalam kategori baik sebanyak 51.4%. Sebagian besar memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 42.2%. Sebagian besar memiliki kualitas hidup dalam kategori sedang yaitu sebanyak (56.4%). Uji bivariat kepatuhan diet dengan kualitas hidup p value= 0,186. Kepatuhan aktivitas dengan kualitas hidup p value= 0,232. Kepatuhan kontrol gula darah dengan kualitas hidup p value= 0,016. Kepatuhan obat dengan kualitas hidup p value= 0,892. Kesimpulan: Ada hubungan antara kepatuhan kontrol gula darah dengan kualitas hidup pada pengidap DM tipe 2
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan,Kecamatan Jetis Yogyakarta Clara, Angelina Clara Dwi Putri; Suparmi; Yoshima Nekada, Cornelia Dede
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.295

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit hipertensi merupakan masalah yang sangat umum yang diderita di seluruh dunia, dan sering disebut sebagai “the silent killer” karena penyakit ini sering tidak dilaporkan sehingga penderita tidak tahu bahwa mereka menderita hipertensi. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun mengalami hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta dan dilaksanakan selama tiga bulan dari tanggal 05 Maret 2024 sampai dengan 25 Juni 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 103 lansia hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah HFQ (Hypertension Fact Questionnaire) dan MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan pengetahuan sedang sebanyak 54 responden (52,4%), pengetahuan tinggi sebanyak 23 responden (22,3%) dan pengetahuan rendah sebanyak 26 responden (25,2%). Sedangkan kepatuhan responden tidak patuh sebanyak 66 responden (64,1%) dan patuh sebanyak 37 responden (35,9%). Hasil uji Chi square diperoleh nilai p-value 0.001 < 0,05 terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Simpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian yang berkaitan dengan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi seperti motivasi, perilaku, dukungan dari tenaga kesehatan, dukungan keluarga, jumlah obat yang dikonsumsi dan pemberian edukasi kesehatan pada lansia hipertensi. Kata kunci: hipertensi, kepatuhan minum obat, lansia, pengetahuan
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI ICU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Kuncoro, Suryo; Karunia Estri, Arimbi; Dede Yoshima Nekada, Cornelia
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.330

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar pasien ICU mengalami agitasi yang disebabkan faktor penyakit dasar, nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan ventilator. Komplikasi pemasangan ventilator menyebabkan penurunan curah jantung, ditandai hipotensi yang mempengaruhi hemodinamik. Penanganan ketidakstabilan hemodinamik paling efektif dengan terapi farmakologi berupa sedasi dan analgetik. Penggunaan sedasi dan analgetik secara terus menerus menyebabkan ketergantungan dan depresi pernafasan. Dibutuhkan terapi komplementer non farmakologi yaitu terapi musik sebagai bentuk intervensi keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang disukai pasien terhadap status hemodinamik pasien yang menggunakan ventilator dengan mengidentifikasi perbedaan status hemodinamik (Mean Arterial Pressure/MAP, denyut jantung dan dan frekuensi pernafasan) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik di Rumah Sakit Panti rapih yogyakarta. Penelitian kuantitatif pre-experimental design one-group pre-post test design. Total Sampling sebanyak 30 responden, inklusinya pasien yang menggunakan ventilator, usia pasien > 6 tahun, mendapatkan persetujuan keluarga dan skor Ramsay < 4 dan eksklusinya pasien dengan gangguan pendengaran. Musik yang disukai pasien diberikan sekali pemberian selama 20 menit. Uji Wilcoxon Mean Arterial Pressure (MAP) pv 0,083, hasil uji Paired T-test denyut jantung pv = 0,003 dan hasil uji Wilcoxon frekuensi pernafasan pv = 0,003. Diskusi: Terapi musik sebagai terapi komplementer non farmakologi, diharapkan dapat membantu terapi utama mengendalikan dosis sedasi dan analgetik, dalam upaya menurunkan lama penggunaan ventilator, biaya perawatan dan lama perawatan di ICU. Kesimpulan: Pemberian musik yang disukai terhadap pasien yang menggunakan ventilator di ICU dapat mempengaruhi status hemodinamik pada denyut jantung dan frekuensi pernafasan, tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap MAP.