Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Komparasi Bingkai Berita Terkait LGBTQ Di Podcast Close The Door Di Media Detik.com Dan Vice.com Rahmawati, Dian; Adiyanto, Wiwid
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2023): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v6i1.2996

Abstract

Isu seputar LGBT di Indonesia masih menjadi hal yang sangat tabu dan menerima berbagai penolakan. Framing akan selalu berkaitan dengan penyeleksian informasi, aspek penonjolan dan penyeleksian isu dari peristiwa tersebut. Hal ini, pemberitaan tentang pasangan Gay di podcast Close The Doorpada tanggal 9 sampai 11 Mei 2022 menuai pro dan kontra di media Detik.com dan Vice.com. Dalam pemberitaannya terdapat perbedaan bingkai berita yang dilakukan oleh kedua media tersebut, Detik.com mengarah pada permusuhan terhadap pasangan Gay, berbanding terbalik dengan Vice.com lebih cenderung mengarahkan penerimaan pada pasangan Gay. Tujuan penelitian untuk meng-komparasi arah pemberitaan dari sebuah realitas yang dibingkai sebuah media. Metode penelitian dalam ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu peneliti ingin melihat gambaran dan fenomena sosial yang terdapat dalam pemberitaan pasangan Gay di podcast Close The Door . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan framingmenggunakan model Robert N. Entman. Subjek penelitian ini media online Detik.com dan Vice.com, sedangkan objek penelitian adalah terkait pemberitaan pasangan Gay di podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier. Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan artikel-artikel berita mengenai pemberitaan channel podcastDeddy Corbuzier bersama pasangan Gay. Hasil penelitian ini, walaupun Detik.com dan Vice.com sama-sama menutupi pasangan Gay tapi isinya berita sangat berbeda. Detik.com mengarah ke permasalahan perlawanan dari pemilihan narasumber yang berlatar belakang politik dan agama, jelas ini bertentangan dengan agama dan hukum dan membuat pernikahan sesama jenis meningkat di Indonesia, sedangkan Vice.com mengarah ke permasalahan dengan netral tidak memihak siapapun baik dari narasumber anggota aktivis Queer dan tokoh pemerintah, Vice.com menilai terkait pasangan Gay tidak perlu dipersoalkan.
Pelatihan Pengembangan Diri Karang Taruna Wirasoma Melalui Pelatihan Public Speaking Dan Leadership Oleh YCA (Youth Communication Academy) Ajibulloh, Alvian; Yudhistira, Nurfian; Adiyanto, Wiwid; Intueri Mahendra P, Angga
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 3 No. 3 (2024): Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v3i3.2320

Abstract

Public speaking adalah kemampuan vital untuk menyampaikan ide dan mempengaruhi orang lain secara efektif, sementara kepemimpinan memegang peran kunci dalam menggerakkan tim menuju tujuan bersama. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi, tetapi juga memperkuat hubungan internal dan eksternal. Dalam era komunikasi global dan kompleksitas organisasi modern, pemahaman dan penerapan keterampilan ini menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan dan pertumbuhan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat tentang pelatihan public speaking dan leadership perlu dilakukan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat berbagai bentuk kegiatan pengabdian berupa pelatihan dan kegiatan promosi tentang pelatihan tersebut.
UNDERSTANDING HOW HARIAN JOGJA NEWSPAPERS FACE THE CHALLENGES OF MEDIA DIGITALIZATION Putra, Eagan Murtadho Dita; Adiyanto, Wiwid; Asrita, Stara
Journal of Digital Media Communication Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dimedcom.2024.v3i1.11625

Abstract

The print media industry is experiencing a decline in circulation. One of the causes is advances in communication technology or digitization. The aim of this research is to describe how Harian Jogja faces the challenges of media digitization. This research uses the media Ecology theory initiated by McLuhan to help broadly describe the phenomena that occur. The method used refers to phenomenology which is used as an analytical tool. The results of this research show that Harian Jogja is trying to create a new alternative to enable their agency or company to continue to survive in any conditions and situations. The Harian Jogja print media tries to shift its marketing strategy to non-print form. The Harian Jogja creates a strategy in presenting news, namely regional news and also an ABC reporting strategy, namely accurate, actual, brief, balanced, clear and complete.
RESEPSI MASKULINITAS PEREMPUAN DI FILM RAYA AND THE LAST DRAGON Nurul Aini, Riska; Adiyanto, Wiwid
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v8i1.13173

Abstract

Earlier Disney films tended to portray women as weak or cunning. Disney has also been criticized for its depiction of mental health in the animation. Raya and The Last Dragon is the latest film from Walt Disney Animation Studios with an action adventure genre released on March 3, 2021. Raya and The Last Dragon is the first film that focuses on Southeast Asian culture. This study aims to describe audience reception related to female masculinity in the film Raya and the Last Dragon. This research refers to the interpretive paradigm. This study places the reception method proposed by Stuart Hall as a guide for analysis. The results of this study indicate that audience reception tends to lead to a dominant hegemonic position. The masculinity of women shown in the film Raya and The Last Dragon is shown with courage, strength, skill in playing weapons, good at fighting and hairstyles or appearances that are considered masculine (tomboy), leader and optimistic.
PELATIHAN BRANDING DI SMK MA'ARIF 1 KRETEK BANTUL Adiyanto, Wiwid; Testymona Gifta Setiawan; Amelia Nuriani; Naufal Daffa Saputra; Durrotun Nafisah
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.4732

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini fokus pada program pengembangan pengetahuan tentang branding di SMK Ma'arif 1 Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. SMK Ma'arif 1 Kretek memiliki potensi unggul dalam bidang otomotif dan tata busana. Permasalahannya terletak pada belum dimaksimalkannya branding sekolah di media digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara menyelenggarakan pelatihan dan pembuatan video profile sekolah yang melibatkan pihak internal SMK Ma'arif 1 Kretek, mulai dari guru, staf, hingga siswa-siswinya. Pelatihan yang dilakukan mengusung tema Brand New Day: Melangkah Menuju Era Digital. Program kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Perama, pra pelaksanaan yang mencakup observasi, wawancara, perumusan masalah, dan persamaan persepsi. Tahap kedua, pelaksanaan yang mencakup pelatihan branding melalui media digital dan pembuatan video profile sekolah. Tahap ketiga, evaluasi yang mencakup tinjauan ulang dari kegiatan yang diselenggarakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait branding dari peserta. Hal itu bisa menjadi titik masuk untuk pengembangan branding yang berkelanjutan.
From Instability to Initiative: Navigating Editorial Challenges in the Formation of Independent News Portals in Indonesia Ratnaningtyas, Rr. Pramesthi; Adiyanto, Wiwid
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 26th Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v13i1.1099

Abstract

This study explores the editorial and organizational challenges faced by Indonesian journalists who, amid financial instability and professional dissatisfaction, choose to establish independent online news portals. Using a descriptive qualitative design grounded in phenomenological methodology, the research draws on the lived experiences of two senior journalists in Yogyakarta. Findings reveal that motivations for establishing independent media include dissatisfaction with low wages, editorial constraints, and weak media management. Despite limited human and financial resources, these journalists maintain their commitment to journalistic ideals while adapting to the demands of a competitive digital media environment. The study identifies three core challenges in establishing independent news outlets: human resources, funding, and marketing. It also highlights the role of media ecosystems in supporting operational viability, while emphasizing the compromises required to balance journalistic integrity with business sustainability. Anchored in the social responsibility theory of the media, this research contributes to scholarly discourse on media precarity, professionalism, and entrepreneurial journalism in the Global South. The findings suggest that, although independent journalism offers a path toward editorial autonomy, it remains vulnerable to structural, legal, and commercial pressures that continue to shape media practice in the digital era.
Representasi Toxic Relationship Dalam Musik Video “Toxic” Oleh Meovv Permadi, Dimas; Adiyanto, Wiwid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19726

Abstract

Fenomena kekerasan dalam hubungan semakin marak terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat tentang toxic relationship. Isu ini telah disuarakan dalam berbagai macam cara salah satunya melalui musik video. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti representasi toxic relationship yang terdapat dalam musik video “Toxic” oleh MEOVV dengan menggunakan teori representasi Struat Hall. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dari platform Youtube dengan teknik analisis data menggunakan analisis konten berbasis semiotika Peirce dan teknik keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menujukkan toxic relationship dalam musik video “Toxic” oleh MEOVV direpresentasikan sebagai kebahagiaan palsu, cinta buta, dan rasa takut kehilangan.
Representation of Gender Equality in Ngeri Ngeri Sedap Films Larasati*, Auliya Wahyu; Adiyanto, Wiwid
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 2 (2023): Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i2.31699

Abstract

Film can be the means in deliver issue social the one the story alone contains the problem of gender equality in it, as is the reality of social life equality gender able create distance position between women and men. This study uses a descriptive qualitative method using semiotic analysis from Charles Sanders Pierce. The paradigm in research is clinking to the critical paradigm. This research focuses on signs that show gender equality both verbally and non- verbally on screen on certain scene in the film Horrified Sedap. Theory representation Stuart Hall if be associated with issue equality gender in the film Horrified Horrified will show the film as a medium of criticism today because it is still numerous because it is influenced by reality and culture. The findings on gender equality research are discussed in order to carry out the plan. 2) gender equality in obtaining employment opportunities. 3) the attitude of resistance, the attitude of resistance by the female character against the male character and the resistance of the male character against the male character. 4) the right to voice opinions and concerns of both women and men. 5) the existence of success that has arisen thanks to the cohesiveness of the business of women and men.
Resepsi Audiens pada Konten Makeover Model Produk Rucas di Tiktok Rachma, Adememey Maylina; Adiyanto, Wiwid
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp245-261

Abstract

Penelitian ini membahas resepsi audiens terhadap konten makeover pekerja kasar yang diunggah oleh akun TikTok @rucas.official. Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana media sosial, khususnya TikTok, berfungsi tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi sosial dan strategi komunikasi pemasaran yang menggabungkan nilai empati, estetika, serta citra merek. Melalui konten before-after makeover terhadap pekerja lapangan seperti tukang bangunan, sopir, dan kuli, Rucas menghadirkan narasi kemanusiaan yang dikemas secara visual dan emosional untuk menarik perhatian audiens muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode resepsi untuk memahami bagaimana audiens menafsirkan pesan dalam konten tersebut. Delapan informan yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah menonton konten Rucas diwawancarai secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model encoding/decoding Stuart Hall (1980), yang membagi pemaknaan audiens menjadi tiga posisi utama: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memiliki beragam cara dalam memaknai pesan sosial yang disampaikan. Tiga informan menempati posisi dominant-hegemonic, menerima sepenuhnya pesan empati, penghargaan terhadap pekerja kasar, serta nilai pemberdayaan yang dikonstruksi kreator. Tiga informan lainnya berada pada posisi negotiated, di mana mereka menghargai nilai kemanusiaan namun menyadari adanya strategi komersial dan pencitraan merek di balik narasi sosial tersebut. Dua informan menempati posisi oppositional, menolak makna dominan karena menilai konten justru mereproduksi stigma sosial melalui standar estetika yang bias. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena negosiasi makna di mana audiens berperan aktif membangun interpretasi sesuai latar sosial dan budaya mereka. Strategi komunikasi Rucas terbukti efektif membangun kedekatan emosional sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap representasi sosial dalam media digital.
Membangun Literasi Digital dan Pencegahan Judi Online di SMA Negeri 1 Karangmojo Gunungkidul Astria, Kadek Kiki; Adiyanto, Wiwid; Ajibulloh, Alvian Alrasid; Yudhistira, Nurfian; Damastuti, Riski; Lokita, Raden Arditya Mutwara; Satria, Dhimas Adi; Andriani, Ria
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.252

Abstract

Latar Belakang: Urgensi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh pertumbuhan pengguna internet di Indonesia menunjukan tren positif. Di sisi lain literasi digital masyarakat masih dinilai rendah. Paparan iklan judi online dan intensitas peer group terkait dengan judi online berpotensi memengaruhi perilaku adiktif individu untuk ikut berjudi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital di SMA Negeri 1 Karangmojo, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Metode:Terdapat tiga tahapan yang menjadi metode pada kegiatan ini, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pemahaman literasi digital dari para peserta. Siswa-siswi diajak untuk mengenal untuk menghindari pengaruh iklan judi online. Kegiatan ini juga membahas etika bermedia sosial. Siswa-siswi menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi, mampu memverifikasi informasi, dan memahami resiko serta peluang yang bisa diupayakan melalui media digital. Kesimpulan: Pemaparan literasi digital ini memberikan tambahan bekal bagi siswa-siswi untuk mereduksi resiko yang ditimbulkan dan memanfaatkan peluang dari media digital. Kegiatan literasi digital memerlukan kontinuitas dan pengembangan yang berkelanjutan.