Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KOMUNIKASI OVERSHARING DAN MANAJEMEN PRIVASI GEN Z PADA FITUR CLOSE FRIENDS INSTAGRAM Vidah Ayu Melati; Wiwid Adiyanto
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 6, No 1: November 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v6i1.14356

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena komunikasi oversharing dan manajemen privasi pada Generasi Zmelalui fitur Close Friends di Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pengguna muda mengekspresikan pengalaman pribadi dan mengelola batas privasi digital mereka dalam ruang daring semi-pribadi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif interpretif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk mengungkap makna subjektif di balik perilaku keterbukaan diri berlebihan pada Generasi Z. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam partisipan berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan fitur Close Friends. Data tambahan diperoleh melalui observasi unggahan dan kajian pustaka sebagai pendukung analisis.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perilaku oversharing pada Generasi Z didorong oleh kebutuhan untuk melepaskan emosi, mencari validasi sosial, serta rendahnya kesadaran terhadap risiko privasi digital. Para partisipan memandang Close Friends sebagai ruang aman untuk mengekspresikan diri, mencari perhatian, dan menjaga kedekatan sosial dengan teman sebaya. Namun, temuan juga mengungkap adanya gangguan batas privasi (boundary turbulence) ketika konten pribadi menyebar di luar audiens yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan teori Communication Privacy Management untuk menjelaskan bagaimana pengguna muda menegosiasikan keterbukaan dan privasi di era digital. 
Membangun Literasi Digital dan Pencegahan Judi Online di SMA Negeri 1 Karangmojo Gunungkidul Kadek Kiki Astria; Wiwid Adiyanto; Alvian Alrasid Ajibulloh; Nurfian Yudhistira; Riski Damastuti; Raden Arditya Mutwara Lokita; Dhimas Adi Satria; Ria Andriani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.252

Abstract

Latar Belakang: Urgensi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh pertumbuhan pengguna internet di Indonesia menunjukan tren positif. Di sisi lain literasi digital masyarakat masih dinilai rendah. Paparan iklan judi online dan intensitas peer group terkait dengan judi online berpotensi memengaruhi perilaku adiktif individu untuk ikut berjudi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital di SMA Negeri 1 Karangmojo, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Metode:Terdapat tiga tahapan yang menjadi metode pada kegiatan ini, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pemahaman literasi digital dari para peserta. Siswa-siswi diajak untuk mengenal untuk menghindari pengaruh iklan judi online. Kegiatan ini juga membahas etika bermedia sosial. Siswa-siswi menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi, mampu memverifikasi informasi, dan memahami resiko serta peluang yang bisa diupayakan melalui media digital. Kesimpulan: Pemaparan literasi digital ini memberikan tambahan bekal bagi siswa-siswi untuk mereduksi resiko yang ditimbulkan dan memanfaatkan peluang dari media digital. Kegiatan literasi digital memerlukan kontinuitas dan pengembangan yang berkelanjutan.
KOMUNIKASI ASERTIF PADA HUBUNGAN ROMANTIS JARAK JAUH KARENA TUNTUTAN PENDIDIKAN SITI MUNAWAROH; WIWID ADIYANTO
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.751

Abstract

Hubungan romantis jarak jauh (Long-Distance Relationship, LDR) merupakan fenomena yang semakin umum terjadi pada mahasiswa akibat mobilitas pendidikan yang menuntut pasangan berada di lokasi berbeda. Keterpisahan geografis menyebabkan interaksi tatap muka menjadi terbatas sehingga komunikasi lebih banyak dilakukan melalui media digital. Kondisi tersebut sering memunculkan berbagai hambatan komunikasi, seperti kesalahpahaman pesan, perbedaan waktu aktivitas, serta munculnya kecemasan dalam hubungan. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi secara asertif menjadi penting dalam menjaga kualitas hubungan romantis jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi asertif yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mempertahankan hubungan LDR akibat tuntutan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa yang telah menjalani hubungan LDR minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring dengan panduan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi asertif berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hubungan jarak jauh. Keterbukaan dalam menyampaikan perasaan, penggunaan ungkapan yang berfokus pada pengalaman diri (I-message), serta transparansi dalam komunikasi membantu pasangan meminimalkan konflik dan kesalahpahaman. Selain itu, pemilihan media komunikasi yang tepat, seperti penggunaan panggilan suara atau video saat membahas persoalan penting, turut membantu memperjelas pesan dan meredakan ketegangan. Praktik komunikasi tersebut juga berkontribusi pada terbentuknya rasa saling percaya serta dukungan emosional dalam hubungan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih luas dan menggunakan pendekatan kuantitatif guna menguji hubungan antara komunikasi asertif dan kepuasan hubungan secara lebih komprehensif.
Resepsi Audiens pada Konten Makeover Model Produk Rucas di Tiktok Adememey Maylina Rachma; Wiwid Adiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp245-261

Abstract

Penelitian ini membahas resepsi audiens terhadap konten makeover pekerja kasar yang diunggah oleh akun TikTok @rucas.official. Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana media sosial, khususnya TikTok, berfungsi tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi sosial dan strategi komunikasi pemasaran yang menggabungkan nilai empati, estetika, serta citra merek. Melalui konten before-after makeover terhadap pekerja lapangan seperti tukang bangunan, sopir, dan kuli, Rucas menghadirkan narasi kemanusiaan yang dikemas secara visual dan emosional untuk menarik perhatian audiens muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode resepsi untuk memahami bagaimana audiens menafsirkan pesan dalam konten tersebut. Delapan informan yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah menonton konten Rucas diwawancarai secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model encoding/decoding Stuart Hall (1980), yang membagi pemaknaan audiens menjadi tiga posisi utama: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memiliki beragam cara dalam memaknai pesan sosial yang disampaikan. Tiga informan menempati posisi dominant-hegemonic, menerima sepenuhnya pesan empati, penghargaan terhadap pekerja kasar, serta nilai pemberdayaan yang dikonstruksi kreator. Tiga informan lainnya berada pada posisi negotiated, di mana mereka menghargai nilai kemanusiaan namun menyadari adanya strategi komersial dan pencitraan merek di balik narasi sosial tersebut. Dua informan menempati posisi oppositional, menolak makna dominan karena menilai konten justru mereproduksi stigma sosial melalui standar estetika yang bias. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena negosiasi makna di mana audiens berperan aktif membangun interpretasi sesuai latar sosial dan budaya mereka. Strategi komunikasi Rucas terbukti efektif membangun kedekatan emosional sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap representasi sosial dalam media digital.
Mitos Vagina Ideal dalam Iklan Sabun Kewanitaan Wiwid Adiyanto
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v4i2.304

Abstract

Feminine soap is promoted as a healthy product and has a positive impact on household life, including Purbasari Manjakani Whitening. On the other hand, medical research has shown potential health risks from using vaginal cleansing products. Relatively affordable prices and simulated impacts have made Purbasari indulge in the whitening of the top 5 main products for the past 4 years. The purpose of this study was to dissect the myths related to the vagina from the advertisement of Purbasari Manjakani Whitening. This study uses qualitative descriptive approach with semiology analysis of Roland Barthes. The results of this study indicate that the ideal vagina is one that is tight, white, and fragrant. Myths naturalized thus establishing a panoptic effect for women to keep their vaginas in the submissive body category. Biopower works through family harmony issues. This condition traps women on an endless idealistic journey to fulfill vaginal instructions. The ideal vaginal construction cannot be separated from the power relation in which sexual relations are no longer the satisfaction of both parties, flowing to men as husbands.