Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Studi Interdisipliner Risiko Bencana Erupsi Gunung Berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) Menggunakan Metode Overlay Pada Daerah Sekitar Kawasan Gunung Marapi Mahli, Razki Alfatah Khairu; Maharani, Malikha; Erfani, Sandri
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i1.86

Abstract

Bencana geologi seperti erupsi gunung berapi masih belum dapat diprediksi, menjadikan wilayah sekitar gunung berapi rawan akan ancaman tersebut. Gunung Marapi, salah satu gunung api aktif di provinsi Sumatera Barat Indonesia. Gunung Marapi menjadi ancaman serius bagi dua kabupaten terdekat, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan data BPS tahun 2022 mencatat sebanyak 505.181 penduduk yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. Aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 menghasilkan tinggi kolom abu sekitar 5.891 meter dari permukaan laut atau sekitar 3.000 meter di atas puncak gunung. Penelitian ini menggunakan metode citra satelit dan referensi lainnya untuk memetakan kawasan yang memiliki potensi dan dampak terhadap bahaya erupsi Gunung Marapi. Risiko jika terjadi erupsi yang lebih besar akan menghasilkan potensi korban jiwa di masa depan. Oleh karena itu, pentingnya pemahaman yang mendalam untuk menanggulangi risiko erupsi dalam upaya mitigasi dan perlindungan terhadap masyarakat di sekitar Gunung Marapi
Analisis Peta Kerentanan Bencana Erupsi Gunung Patah Berbasis Geospasial Dengan Metode Weighting Overlay Di Kabupaten Kaur Wibowo, Rahmat Catur; Mirnawati, Mirnawati; Erfani, Sandri; Dani, Ilham
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i2.32

Abstract

Indonesia merupakan wilayah kepualauan yang berada dalam tatanan tektonik dunia dimana memiliki wilayah pertemuan dari tiga lempeng besar yang mengakibatkan terbentuknya gunung api di sepanjang zona tumbukannya. Gunung Patah merupakan salah satu gunung api yang berpotensi menimbulkan bencana, sehingga perlu dilakukannya kajian terkait mitigasi bencana geologi agar meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan. Kajian yang dilakukan pada penelitian ini berupa pembuatan peta kerentananan bencana geologi menggunakan metode weighting overlay di area sekitar Gunung Patah Kabupaten Kaur, Bengkulu. Area penelitian memiliki zona kerentanan tinggi sekitar 25%, kerentanan sedang sekitar 35%, dan kerentanan rendah sekitar 40%. Area yang memiliki tingkat kerentanan tinggi adalah Kecamatan Padang Guci Hulu dan Padang Guci Hilir. Diperlukan sistem pengamatan dan peringatan dini di sekitar area dengan tingkat kerentanan tinggi, agar masyarakat dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi gunung api
Analisis Kerentanan Bencana Berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) Menggunakan Metode Weighted Overlay dengan Scoring di Kecamatan Sekitar Gunung Api Semeru Syuhada, Muhammad Farrel; Erfani, Sandri; Dani, Ilham; Sari, Okta Mulya; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v3i2.48

Abstract

Fenomena meletusnya gunung api menjadi bencana yang tidak dapat dihindari namun dapat diprediksi dan diminimalisir dampak kerugiannya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Status Gunung Semeru yang masih aktif saat ini memerlukan upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Zona Rawan Bencana Gunung Semeru. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana erupsi gunung semeru sehingga diperlukan adanya Peta Zona Rawan Bencana Gunung Api Semeru yang mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012. Pembuatan Peta Zona Rawan Bencana Gunung Semeru menggunakan metode pengolahan serta analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Weight Overlay untuk mengetahui zona kerentanan bencana erupsi pada wilayah penelitian. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam mitigasi kesiapsiagaan bencana pada permukiman di daerah sekitar Gunung Api Semeru sehingga dapat meminimalisir akibat dari letusannya.
Shear-Wave Velocity Structure in Southeast Asia from the 2025 Mw 8.8 Kamchatka Earthquake Using Hilbert–Huang Transform Kurniawan, Andri; Dani, Ilham; Erfani, Sandri
JURNAL GEOCELEBES Vol. 9 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v9i2.47278

Abstract

The 2025 Mw 8.8 Kamchatka earthquake generated long-period teleseismic surface waves recorded at stations in Australia (CTAO), Thailand (CHTO), and Indonesia (KAPI) at epicentral distances of ~6,400–8,200 km. These records provide a useful dataset to probe crust and upper-mantle structure across contrasting Southeast Asian tectonic domains. We apply the Hilbert–Huang Transform (HHT) to vertical seismograms to extract dispersion from non-stationary wave trains. Seismograms are decomposed by empirical mode decomposition, and dispersion ridges in the Hilbert spectrum are tracked to identify frequency-dependent group arrivals. Group-velocity curves are smoothed with a low-order polynomial, and dual-frequency anchors are used to enforce phase-velocity continuity. Group velocities increase from ~3.0 km/s at periods ≥150 s to ~5.5 km/s at 40–60 s, while phase velocities span 3.3–4.6 km/s. Phase-velocity curves initialized with CRUST1.0 are inverted for 1-D shear-wave velocity (Vs), indicating crustal thicknesses of ~30–40 km: thicker beneath CHTO, intermediate at CTAO, and thinner with a slower upper mantle beneath KAPI. These lithospheric variations are consistent with regional deformation inferred from GPS and InSAR. Overall, HHT yields stable dispersion measurements and reliable Vs models relative to global references, underscoring its utility in complex tectonic regions.
IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR KAWASAN PATAHAN SEMANGKO MENGGUNAKAN FOTO UDARA UAV (STUDI KASUS: WAY KERAP, SEMAKA, KABUPATEN TANGGAMUS) Erfani, Sandri; Wijaya, Riki Chandra; Djana, Miftahul; Septiana, Trisya; Naimullah, Muhammad; Gracia, Christas; Rizkiano, Aldika; Mulyasari, Rahmi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 2 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i2.31987

Abstract

Way Kerap, Semaka, Kabupaten Tanggamus yang berlokasi pada 104° 27' 11.68'' BT -6° 30' 7.6'' LS merupakan daerah yang sering mengalami tanah longsor karena berada di daerah yang termasuk ke dalam kawasan patahan Semangko. Patahan Semangko atau biasa disebut Semangko Fault merupakan strike-slip fault yang mengalami pergerakan horisontal, pergerakan ini dapat menyebabkan gempa bumi dan juga longsor dan mempengaruhi topografi di sepanjang jalur patahan tersebut. Untuk itu dilakukan pemetaan foto udara dengan UAV pada daerah penelitian guna mendapatkan kenampakan permukaan bumi dengan resolusi tinggi menggunakan DJI Phantom 4 Pro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktif dari patahan Semangko dan pemetaan kerawanan longsor di daerah penelitian. Data yang digunakan yaitu kemiringan lereng, tutupan lahan, jenis batuan/geologi, jenis tanah dan curah hujan dengan pengolahan menggunakan Agisoft Metashape Professional, PCI Geomatica 2014 dan ArcGIS 10.8. Kerawanan longsor dengan klasifikasi tinggi cenderung berada di dekat patahan Semangko. Pergerakan tanah akibat aktivitas tektonik bisa membuat lereng menjadi lebih curam atau menciptakan celah pada lereng, meningkatkan kerawanannya terhadap longsor, hal tersebut berbanding lurus pada hasil analisis kemiringan lereng yang menunjukkan daerah rawan longsor tinggi ditunjukkan pada kemiringan lereng yang curam hingga terjal yang menjelaskan adanya pengaruh aktif dari patahan Semangko. Daerah penelitian Way Kerap, Semaka, Kabupaten Tanggamus didapati pemetaan kerawanan longsor dengan klasifikasi rendah (9,32 ha), sedang (26,25 ha) dan tinggi (1,91 ha) dengan total luasan daerah penelitian sebesar 37,5 ha.
ANALISIS TINGKAT RESIKO KAWASAN BENCANA GUNUNG MERAPI DAERAH KABUPATEN SLEMAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS F.M. Arbi; Hanifah; A. Ramadhona; Erfani, Sandri
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Merapi, salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang menjadi ancaman bagi daerah disekitarnya, termasuk Kabupaten Sleman. Salah satu ancamannya primer hasil erupsi gunungapi adalah aliran piroklastik. Erupsi terbesarnya adalah pada Desember 2010 dengan aliran piroklastik yang meluas mencapai jarak 15 kilometer yang memakan korban sebanyak 386 orang meninggal dan kerugian kerusakan mencapai Rp 2,14 triliun dan erupsi Desember 2020 yang menghasilkan ash plumes, ash fall, dan aliran piroklastik. Hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Merapi masih relatif tinggi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan analisis tingkat kerawanan maupunrisiko bencana akibat aktivitas Gunung Merapi, khususnya pada daerah lereng selatan. Adanya pemetaan tingkat kerawanan dan risiko tersebut dapat sebagai upaya memperkecil korban jiwa, kerusakan maupun kerugian di masa mendatang. Untuk itu, juga diperlukan manajemen penanggulangan bencana yang mencakup beberapa tahapan esensial. Tahap-tahap tersebut melibatkan berupa tindakan pencegahan mitigasi, kesiap-siagaan, tanggap darurat (quick response) dan rehabilitas, tindakan preventif dan mitigasi untuk mengurangi risiko masa depan, serta kesiapsiagaan sebagai langkah antisipatif. Selanjutnya dilakukan analisis terkait tingkat kerawanan dan risiko melalui Sistem Informasi Geografis. Harapannya, dapat menerapkan jalur evakuasi yang memastikan evakuasi seluruh penduduk di wilayah rawan bahaya erupsi ke tempat yang lebih aman.
Delineation of Vulnerable Areas Affected by the Eruption of Mount Agung, Bali Erfani, Sandri; Naimullah, Muhammad; Gracia, Christas; Uzzahra, Sheilla Annisa
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i1.43909

Abstract

Vulnerability is a condition of a community or society that causes the inability to face the threat of disaster. Geographic information systems (GIS) have become essential tools in evaluating natural hazards and risks which is an aspect to define vulnerability of the volcano eruption-affected area. Based on activity of volcano, it is necessary to delineate the vulnerability of areas affected by the eruption of Mount Agung by integrating the Mount Agung Area Network Map and Geological Map with physical vulnerability data and social vulnerability. This research using processing methods and spatial analysis of Geographic Information Systems (GIS) and remote sensing methods. Geographic Information System (GIS) is used to create vulnerability maps using scoring, weighting, and overlay methods. The data used for making the vulnerability map include administrative boundaries, DEM (Digital Elevation Model), secondary data from the BPS 2020 Karangasem Regencyt in Figures, geological maps, settlement data and land cover maps. The results based on these data show the number of areas affected by the eruption of Mount Agung, the data states that the data area with low vulnerability has an area of 0.001490 Ha. Medium vulnerability data has an eruption affected area of 47.024493897 Ha. While the high vulnerability has an affected area of 36.878843877 Ha. Differences in the level of vulnerability are influenced by social vulnerability, physical vulnerability, and environmental vulnerability.Keywords: Delineation, Eruption, GIS, Mount Agung, Vulnerability
Pembuatan WebGIS Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Sebagai Sarana Informasi dan Promosi Trisya Septiana; Muhammad Irsyad; Fajriyanto; Sandri Erfani; Akbar Andika Khadafi
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i1.126

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan aplikasi yang sangat penting dalam memetakan dan memberikan informasi mengenai berbagai lokasi dan objek di suatu wilayah. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi geospasial yang terus berkembang pesat, seperti penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan teknologi navigasi, sehingga dapat memberikan informasi yang sangat akurat dan detail mengenai suatu wilayah. Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung (BBPL) merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang perikanan, yang bertujuan untuk mengembangkan perikanan tangkap dan perikanan budidaya di wilayah Lampung. Dalam menjalankan kegiatannya, Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung memerlukan informasi yang akurat mengenai lokasi dan fasilitas yang tersedia di dalam area tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini sangat urgen dilaksanakan sebagai sarana informasi dan promosi dibutuhkan aplikasi SIG yang dapat memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan mengenai Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung. Aplikasi ini harus memiliki fitur-fitur yang lengkap, mulai dari pemetaan area, informasi fasilitas dan area, rute menuju Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung, hingga informasi tambahan yang dapat membantu pengunjung dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan kali ini berupa pembuatan WebGIS BBPL yang dapat menjadi sarana informasi dan promosi sehingga pengunujung lebih mudah dalam memerlukan informasi yang lebih cepat dan efektif.
PEMETAAN DAERAH RAWAN GEMPA DAN SOSIALISASI MITIGASI DI DESA WAY MULI DAERAH SEKITAR GUNUNG RAJABASA PROVINSI LAMPUNG Erfani, Sandri; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i2.368

Abstract

Desa Way Muli merupakan sebuah desa yang berlokasi di kaki gunung Rajabasa, daerah ini juga sangat dekat dengan garis Pantai. Potensi desa ini sangatlah besar jika dikembangkan, disamping itu juga ada potensi lain yaitu tsunami. Tercatat pada bulan Desember 2018 pesisir pantai di Lampung Selatan dihantam tsunami termasuk Desa Way Muli sendiri. Berdasarkan hal tersebut perlunya kesadaran seluruh pihak dan pembuatan peta identifikasi daerah rawan tsunami, serta pelatihan dan simulasi untuk upaya mitigasinya. Pembuatan peta daerah rawan bencana terbaru perlu dilakukan untuk memetakan dan memeberikan informasi daerah yang rawan akibat tsunami. Kegiatan pengabdian ini diharapkan sesuai dengan tujuan untuk membekali warga di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa pengetahuan tentang potensi bencana tsunami dan bencana lain yang menyertai, dan memberikan simulasi early warning mitigasi bencana tsunami. Berdasarkan peta yang dihasilkan daerah Way Muli terdiri dari setidaknya 3 (tiga) kelompok yaitu daerah berwarna merah (daerah paling rawan) berjarak sekitar 20-30 meter dari permukaan laut, daerah berwarna kuning (daerah sedang) sebagian besar berjarak sekitar di atas 30-70 meter serta daerah berwarna hijau (daerah paling aman) berjarak diatas 70 meter. Pemaparan yang dilaksanakan pada sosialisasi setidaknya ada tiga poin penting yaitu bagaimana proses terjadinya gempa dan tsunami, bagaimana cara mitigasi yang benar serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih siap akan potensi kejadian yang sama dikemudian hari.
IDENTIFIKASI TITIK LONGSOR DAN SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KELURAHAN SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING, KOTA BANDAR LAMPUNG Erfani, Sandri; Haerudin, Nandi; Dani, Ilham; Syah, Aminudin; Ningsih, Restu; Nurfaidah, Hayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.389

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang disebabkan oleh pergerakan muka tanah akibat undulasi pemukaan yang curam atau terjal. Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung menjadi salah satu daerah dengan potensi bencana tanah longsor dengan tingkat kerawanan menengah. Namun terkait tingkat kesadaran masyarakat sekitar terhadap bencana longsor di wilayah tersebut masih rendah. Oleh karena itu, kegiatan dari Tim Universitas Lampung ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada Kelurahan Desa Sumber Agung yang dinilai memiliki potensi longsor. Program kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi dan pembuatan papan informasi terhadap bencana tanah longsor. Kegiatan di Kelurahan Sumber Agung ini bertujuan sebagai pembekalan terkait potensi longsor dan memberikan simulasi berupa papan informasi saat terjadi bencana longsor. Kegiatan ini dilakukan melalui pemetaan geologi dan mengetahui titik potensi longsor menggunakan foto udara (drone) yang bertujuan untuk melihat tingkat kemiringan lereng yang menyebabkan longsor melalui pengamatan dari atas (foto udara). Dari hasil pemetaan foto udara yang dilakukan diperoleh lima titik potensi longsor di lingkungan RT VIII. Kegiatan sosialisasi potensi longsor ini diharapkan berhasil memiliki nilai akhir yang baik, dengan jumlah peserta 75% yang dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan, ketercapaian tujuan pemberian informasi minimal 70% serta tingkat kepusasan peserta, ketercapaian materi serta ketercapaian target penguasaan materi peserta minimal 70%. Sehingga program ini fdinilai efektif, dan memiliki benefit yang baik saat dilaksanakan.